
Episode 58
Waktu berjalan dengan cepat, seperti hembusan angin yang terus bertiup dengan lembut, begitu juga kebersamaan yuda dengan mila, saat ini waktu sudah menunjukan pukul 5.30 sore, mereka berdua baru saja keluar dari gedung bioskop, wajah mila berseri-seri setelah keluar dari sana seperti baru saja mendapat sebuah penghargaan dalam hidupnya
“ filmnya keren banget yud, lo dapet rekomendasi dari siapa? “
“ iya kan keren, gue mikir lo pasti suka, dan bener aja lo suka”
“ mmmm, gue suka pemeran utama ceweknya tuh, pas adegan dia nyelamatin kaka laki-lakinya dari pembunuh bayaran, aktingnya keren banget”
“ iya emang bagus banget dia aktingnya, gak heran sih sering menang di piala Oscar, eh btw, lo laper gak mil? Kita makan dulu yuk sebelum pulang, gue ada tempat makan enak di sekitar sini, dapet dari temen kemaren” ucap yuda memandang wajah mila
“ hmmm, oke, gue ngikut aja “
Kling…..notifikasi dari ponsel mila berbunyi,
“ bentar yud, gue liat ponsel gue, ini ada pesan kayaknya”
Yuda mengangguk, ia sudah dapat menebak mila mendapat pesan dari siapa, dan benar saja, wajah mila tersenyum lebih cerah setelah membalas pesan di ponselnya, ada rasa tertusuk dalam hatinya menyaksikan pemandangan seperti itu, namun ia berusaha menguatkan hatinya untuk tetap sabar dan membuang segala perasaan tidak enak yang membanjiri kepalanya
“ yuk yud jalan lagi, udah sore banget ini”
“ hmmm, udah selese bales pesannya?” tanya yuda memandang wajah mila serius
“ emmm, udah kok, jadi jalan sekarang?”
Yuda menghela nafas panjang lantas mengangguk, mereka berjalan bersama masih di sekitar gedung bioskop menuju tempat makan rekomendasi yuda, mila pastinya tidak merasakan perasaan apa pun saat ini, hatinya sudah terpaku untuk angelo, namun entah mengapa ia ikut dengan yuda tanpa memikirkan semua hal kemungkinan jika angelo mengetahui itu bagaimana reaksinya, mila tak memikirkan itu, yang ia tau hanyalah satu, yuda akan mengatakan suatu hal penting, entah apa itu ia tak tau, ia hanya mengikuti kemana yuda mengajak sambil menunggu yuda berbicara padanya.
🍂🍂🍂🍂🍂
Masih di dalam mall, angelo and the geng berada,
Mereka berempat masih asik dengan dunia mereka sendiri, tertawa bersama sambil membuat game kecil, menciptakan suasana riuh di sana hingga tak menghiraukan pandangan orang-orang yang berlalu lalang melihat tingkah mereka berempat, ya itulah mereka.
“ buset dah, perut gue mau meledak gila” ucap dani memegangi perutnya
“ lah lagian ngapa lo sengaja kalah mulu di game?” timpal rio
“ halah paling dani sengaja ngalah biar bisa makan terus, kaya gak tau dia aja lo yo” ucap angelo tertawa lepas
Andi ikut tertawa bersama angelo dan rio, sedangkan dani hanya mendengus sebal melihat ketiga sahabatnya tanpa berkata apa pun, ia tak bisa menyangkal ucapan angelo yang memang benar adanya
“ udah lah gue mau ke toilet dulu” ujar dani bangkit dari duduknya
“ yaelah dan baru masuk udah di setor aja, tuh perut apa terowongan gak ada sekatnya” ledek angelo
“ apaan sih, berisik , lo mau ikut” ucapnya menatap jengah ke arah angelo
“ hiiy ogah, sana lo buruan, nanti kita tinggal” angelo bergidig menatap dani
Dani memukul kepala angelo, lantas berlari meninggalkan ketiga sahabatnya masih di posisi, ia berjalan menuju toilet, namun sebelum ke toilet, ia baru mengingat kelupaan sesuatu di mobilnya yang berada di lantai bawah depan mall, langkahnya langsung berubah haluan menuruni eskalator.
🍂🍂🍂🍂🍂
Sesampainya di depan mobil, pandangan matanya tak sengaja menangkap sesosok yang sangat akrab dengan indera penglihatannya tengah berjalan beriringan, dani diam beberapa saat memandang mereka
“ gue gak salah liat kan, gawat nih kalo angelo tau” gumamnya
Dani langsung berlari menghampiri mereka, mengurungkan niatnya mengambil sesuatu di dalam mobilnya
Tangannya reflek menarik, “ apa yang lo lakuin disini mil” ucapnya sembari mengatur nafasnya
Mila terkejut, “ ko lo ada di sini dan?”
“ iya gue sama angelo, rio, andi, lo ngapain jalan sama dia, kalo angelo tau bisa di bunuh tuh anak” ucapnya masih mengenggam lengan mila sembari melirik ke arah yuda
“ gue bisa jelasin dan, ini gak seperti yang lo liat, gue cuma……”
“ mila cuma nemenin gue nonton film, udah itu aja, gak ada yang terjadi lagi” yuda menyela
“ sorry bro, gue gak tanya sama lo, gue tanya mila, lo gak sadar? Sekarang lo jalan sama siapa?” ucapnya menatap langsung sepasang manik kelam milik yuda
“ gue sadar, terus kenapa emangnya? Ada masalah dengan itu?”
“ udah, udah, kalian berdua gak usah berdebat.! Dan, apa yang yuda ngomong emang bener, gue cuma nemenin dia nonton film sama kita berdua ada urusan yang musti di selesaikan “
“ aishhh, apa yang lo pikirin sebenernya mil?
Gimana kalo angelo tau? Lo tau kan dia cinta banget ke lo, apa gak bisa urusan lo sama dia di bicarain lewat telepon? Kenapa musti nonton film bareng, astaga?”
“ iya gue tau dan, lo bisa kan gak cerita ke angelo apa yang lo liat sekarang? Gue gak mau dia salah paham, ini juga udah mau pulang ko gue, bantuin gue yah kali ini”
Dani mengusap belakang kepalanya, “ heuhh, oke, oke gue bantuin lo kali ini, tapi gak ada lain kali, gue gak mau hianatin sahabat gue lebih dari ini, lo ngerti kan apa maksud gue? “
“ oke, thank’s dan, ya udah kalo gitu, gue pulang dulu ya, sorry udah bebanin lo”
“ hmmmm” dani mengangguk
Mila berjalan menuju yuda yang masih menatap ke arahnya dan dani
“ oia satu lagi” dani berjalan mendekat ke arah yuda, menatap wajahnya dengan serius “ awas aja kalo lo buat macem-macem sama mila, gue bunuh lo” ucapnya menunjuk dada bidang yuda
Yuda diam tanpa ekspresi menatap dani
“ udah, stop jangan berantem, ayo yud kita pulang, sorry dan, gue duluan “ ucap mila sembari menarik tangan yuda
Mereka berdua berjalan meninggalkan dani
yang masih diam tanpa ekspresi menatap punggung mereka
🍂🍂🍂🍂🍂
Dani menghela nafas panjang, berbalik badan, lantas berjalan kembali menuju ke dalam mall menghampiri angelo dan yang lainnya, ia sudah lupa untuk pergi ke toilet dan mengambil sesuatu di mobilnya, fikirannya sudah terbagi kemana-mana sejak bertemu dengan mila dan yuda beberapa saat lalu.
🍂🍂🍂🍂🍂
Sementara itu, angelo, rio dan andi masih menikmati kebersamaan mereka, hingga tak menyadari dani sudah sampai di dekat meja mereka
Tuk….dani menjatuhkan tubuhnya pada kursi di samping angelo
“ lama banget lo dan, toilet ada di hongkong yah” celetuk angelo
Dani menoleh ke samping, “ hmmm, gue sembelit” ucapnya cuek
“ puahahahaha, tumben lo jujur dan, kesambet yah” timpal angelo, tertawa lepas
Dani menghela nafas panjang, “ sorry gel, gue gak bisa ngomong apa-apa ke lo” batinnya
Ia hanya bisa ikut tersenyum menyaksikan ketiga temannya tertawa dengan lepas
Setelah cukup lama tertawa dan berbincang, angelo bangkit dari duduknya
“ guys, gue mau ke sana dulu yah”
“ ngapain lo? “ tanya rio
“ mau bungkus ayam buat bebep dong, udah jam 6.30 nih, waktunya gue ngapel” jawabnya songong
“ dasar bucin emang, ya udah sana, mau gue bayarin sekalian gak?”
“ aishhh baik banget sih, gak usah kalo yang ini yo, gue gak mau lah ngasih gratisan ke bebep gue”
“ hmmm ya, ya, tuan kaya raya”
Angelo nyengir tanpa dosa sambil lalu meninggalkan dani, rio dan andi
🍂🍂🍂🍂🍂
Di dalam mobil,
Mila terdiam, banyak fikiran yang terlintas di kepalanya sejak bertemu dengan dani, hatinya merasa tidak enak dan bahkan membayangkan hal-hal yang belum mungkin akan terjadi padanya, sedangkan yuda sesekali meliriknya dari kaca kecil di depannya, ia juga merasa tidak enak mendapati mila yang hanya diam saja sejak mobilnya mulai berjalan
“ emmm, mil, lo gak papa” ucapnya membuka percakapan setelah lama hanya berdiam diri dan meliriknya
Mila menoleh ke samping, “ mmmm, gue oke ko yud”
“ ngomong aja mil kalo ada perasaan yang gak enak, mungkin gue bisa bantuin lo?”
“ gak ada apa-apa ko yud, sebentar lagi kita juga sampai”
“ fyuhhh, maafin gue ya mil, udah bikin mood lo buruk”
“ gak, jangan ngomong gitu yud, lo gak salah apa-apa”
Srettt…… yuda menghentikan mobilnya tepat di depan komplek jalan mawar, gerimis kecil menyambut mereka berdua
“ thank’s ya yud, udah ngajakin gue jalan, gue balik dulu kalo gitu”
Yuda mengangguk, tersenyum menatap mila yang tengah melepaskan sabuk pengaman, tangannya meraih pintu mobil hendak membukanya
“ emmm, mil”
Mila menghentikan gerakan tangannya, menoleh ke samping mendengar namanya di panggil
Cup……dalam sepersekian detik bibir yuda telah menyentuh bibir mila, mila kaget bukan main di buatnya
Plakk…..tangannya reflek menampar pipi yuda, yuda diam menyentuh pipinya yang memerah, lantas memandang kembali mila dengan serius, tampak wajah mila merah padam di buatnya, nafasnya pun naik turun
“ apa yang lo lakuin yud? Lo sadar? Kita hanya berteman, gue juga udah punya pacar” pekik mila
“ iya gue sadar, apa yang gue lakuin ke lo, karena gue suka sama lo mil “ yuda berteriak dengan lantang
Mila terdiam masih memandang wajah yuda,
“ gue gak mau denger omong kosong lo, kita hanya berteman gak lebih dari itu”
Brak…..mila membanting pintu mobil setelah mengatakan kata terahirnya, berlari menembus gelapnya malam dengan rintik-rintik hujan kecil menemaninya
Sedangkan yuda memukul kemudi di depannya, berteriak dengan keras melimpahkan segala kekesalan dalam dirinya, nasi sudah menjadi bubur, ia hanya bisa menyalahkan diri sendiri dengan kebodohannya itu, ia tau setelah hari ini pertemuannya dengan mila pasti tidak akan mudah seperti sebelumnya, ia baru sadar setelah melakukan kesalahan
🍂🍂🍂🍂🍂
Mila masih berlari dengan kencang menuju rumahnya, ia sudah tidak peduli lagi dengan dinginnya malam yang menusuk tulangnya, gelapnya malam yang mencekam, bahkan rintik hujan yang sudah membasahi tubuhnya, air mata mengalir membasahi pipinya pun ia tidak sadar, fikirannya kacau, merasa bersalah pada angelo, jika tau akan seperti itu, ia tidak akan pernah mau mengikuti ajakan yuda, itu yang terlintas di kepalanya
Tuk…..langkahnya terhenti tepat di depan halaman rumahnya, pandangan matanya menangkap sesosok yang begitu akrab dengannya tengah duduk di teras memandang ke arahnya dengan senyum merekah di bibir, hatinya merasa terpukul melihatnya, ia merasa sangat bersalah, bagaimana mungkin ia menjadi sangat bodoh menghianati seseorang yang begitu teramat mencintainya, isak tangis tertahan menderanya, ia masih diam mematung memandang ke depan
Angelo berlari menghampiri mila, mengenakan jaketnya untuk memayungi tubuhnya, ia menjadi khawatir melihat tubuh mila bergetar dan hanya diam saja di bawah rintik hujan yang semakin deras,
“ ada apa? Kamu kenapa beb?” ucapnya sambil menggeser jaketnya untuk menutupi kepala mila
Mila diam tak bersuara, air mata keluar begitu saja, ia ingin memukul wajahnya sendiri saat ini
“ beb, ada apa? Siapa yang jahatin kamu? Beb, liat aku” ujar angelo panik meletakan jaketnya pada pundak mila lantas memegang kedua pundak kekasihnya itu
“ maafin aku gel, maaf” ucapnya pelan, badannya bergetar dengan hebat menahan isak tangisnya
Angelo tidak tau kenapa kekasihnya berbicara seperti itu sambil menangis, ia tak peduli dengan apa yang di dengarnya, ia hanya tak mau kekasihnya menangis dan menderita seperti sekarang, lantas ia memeluk tubuh mila dengan erat berusaha mengusir kegundahan dalam hati pujaan hatinya
“ gak papa, kamu gak perlu minta maaf, jangan menangis, aku ada di sini “ angelo mengelus punggung mila dengan lembut, mereka berdua seakan tak peduli dengan hujan yang sudah membasahi tubuh mereka
Mila terus terisak dalam pelukan angelo, sedangkan angelo hanya bisa menenangkan kekasihnya itu sambil terus mengelus punggungnya dengan lembut,
Setelah cukup lama terisak dalam pelukan angelo, mila diam dengan sendirinya, perlahan angelo mengangkat tubuh mila dari pelukannya, menatap wajahnya
“ beb, udah baikan? Sekarang masuk yah ke rumah, baju kita udah basah, nanti kamu sakit”
Mila mengangguk patuh, lantas angelo membimbingnya berjalan menuju ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam rumah, mereka berdua di sambut oleh adit yang baru saja keluar dari kamarnya, pandangan matanya langsung berubah dengan cepat melihat kakaknya basah kuyup dengan mata yang sembab
“ kak, kaka gak papa? Ada apa?” ucapnya panik menghampiri mila
“ kaka gak tau kenapa dengan kakakmu, dia hanya diam seperti itu sejak bertemu denganku” angelo menjelaskan
“ kamu pasti bohong kan? Pasti ini perbuatanmu” teriak adit
Mila menoleh, “ ini bukan salah kak angelo, ini salah kaka, kamu jangan berteriak seperti itu padanya dit”
Adit diam, kedua tangannya mengepal di sisi tubuhnya lantas berbalik badan meninggalkan ruang tamu kembali menuju kamarnya dengan membanting pintu kuat-kuat.
Mila terdiam sepeninggal adit.
“ udah, jangan berteriak seperti itu, adit gak salah, sekarang kamu mandi ya”
Angelo meyakinkan, mila menoleh memandang wajah angelo yang berusaha meyakinkannya agar menuruti ucapannya.
Mila tak punya pilihan lain selain mengikuti ucapan angelo, melihat angelo juga sama basah dengannya, tentu ia tak mau membuat angelo sakit, hari ini sudah cukup ia membuat angelo kecewa, ia tak mau mengulangi perbuatannya lagi.
Tbc…..