
Episode 61
Keheningan sesaat terasa sangat mencekam bagi Mila, apalagi dengan perasaan yang tak menentunya saat ini, waktu presentasi 15 menit yang di berikan pak Gito akhirnya selesai juga dengan cukup baik, helaan nafas terdengar berat dari arahnya.
Ia menutup presentasinya di depan kelas dengan kekuatan yang masih tersisa dalam dirinya, serta senyum simpul yang ia tunjukan pada teman-teman sekelasnya, sementara Linda dan Yuda berdiri di samping kanan kirinya, tak lupa juga memberikan senyuman mereka juga.
Lantas mereka bertiga kembali duduk di bangku masing-masing sembari menyimak presentasi setelah kelompoknya.
Beban dalam dirinya berkurang satu, tapi tetap saja Mila masih merasa ada sesuatu yang masih sangat menyesakkan dadanya.
πππππ
Teng......teng......teng, bel istirahat berbunyi tanpa terasa, Angelo bergegas meninggalkan bangkunya tanpa merapikan mejanya terlebih dahulu, ia meninggalkan mejanya dalam keadaan kertas dan buku yang berserakan di atasnya.
β Woey, be*go mejanya di beresin dulu elah β teriak Dani kencang-kencang, namun Angelo tidak menghiraukan teriakan Dani sama sekali, punggungnya sudah hilang di balik pintu kelasnya.
β Aishhh, dasar Angelo, kebiasaan musti gue yang beresin kelakuan dia, gak di sekolah, gak di rumah sama aja, dia kira gue maknya apa β gerutu Dani sembari merapikan meja Angelo.
Rio dan Andy hanya tertawa mendengar ocehan Dani yang memang seperti emak-emak yang mengomel pada anaknya.
β hahaha, udah jadi kebiasaan Angelo gitu kali dan, lo gak perlu ngomel-ngomel kaya gitu lagi, udah persis banget deh lo kaya maknya dia β ucap Rio terkekeh di di belakang Dani
β Gimana gak ngomel, liat dia kaya gitu, ngebucin mulu kerjaannya, bikin gedeg aja β
β Lah itu si bisa-bisanya lo dan yang udah lama ngejomblo, ya gak ndi β Rio mengikut lengan Andi
Mereka berdua tertawa bersama masih dengan memperhatikan raut muka kesal milik Dani.
πππππ
Suara riuh dan derap kaki, nampaknya tidak sanggup membuat pandangan Mila beralih dari bollpoint yang sudah ia mainkan sedari bel istirahat berbunyi.
Linda sudah pergi entah kemana sejak pertama bel istirahat berbunyi, namun tidak dengan Mila, langkahnya terasa sangat berat hingga ia hanya berdiam diri di tempat duduknya.
Perlahan tapi pasti kelasnya mulai kosong, tinggal dirinya dan beberapa teman-temannya yang masih sibuk membereskan peralatan belajar mereka.
πππππ
Di kantin sekolah,
Angelo baru saja sampai di depan pintu kantin, pandangan matanya menyapu seluruh isi kantin, namun tak menemukan apa yang ia cari, walau begitu langkahnya tetap melaju menuju kerumunan di depan meja mengantri untuk makananan
Seolah tau, kerumunan itu langsung memberikan jalan pada angelo yang sama sekali tidak memperhatikan sekelilingnya yang diam tanpa kata menyingkirkan tubuh masing-masing.
Grep....,β woey lin, mila mana? Ko gak ikut lo ke kantin? β tanyanya tanpa basa-basi lagi sembari memegang lengan linda dengan cukup erat
Linda meringis, β aishh, sakit gel β
β sorry, gue gak sengaja, reflek tadi, dimana mila? β tanyanya kembali
β mila masih di kelas, gue ajakin ke kantin diem aja dia, gak tau deh kenapa, gue udah keburu laper, ya gue tinggal aja β ucap linda mengelus lengannya
β Oke, thanks lin β ujar angelo berbalik badan, tak lupa ia mengambil dua botol minuman dingin yang berada di lemari pendingin kantin, lantas membayarnya tanpa mengantri, karena kerumunan antrian sudah otomatis memberikan jalan untuknya.
πππππ
Langkahnya lebih cepat dari sebelumnya menuju ruang kelas kekasihnya, tidak ada pikiran apa pun dalam benaknya yang ada hanya satu, ia ingin segera bertemu dengan kekasihnya itu.
πππππ
Sementara itu di ruang kelas mila,
Ia masih termenung sendirian memainkan bollpointnya, teman-temannya sudah pergi meninggalkannya sendiri.
Helaan nafas terdengar beberapa kali dari arahnya, ia tidak mengetahui bahwa seseorang tengah memandangnya dari arah depan pintu dengan tersenyum.
β Ck, dasar, entah apa yang ada di otaknya itu, tiap hari makin aneh aja tingkahnya β gumam angelo sembari melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas mila
Tuk......angelo menjatuhkan bagian belakang tubuhnya tepat di samping tempat duduk mila.
Drkkk.....angelo menggeser satu botol minuman kaleng yang sudah di buka olehnya ke samping kiri tubuhnya.
β heuh,(angelo menghela nafas), ada apa
beb? Aku perhatiin kamu gelisah banget β ucap angelo sembari mendekatkan minuman kaleng ke bibirnya bersiap menyeruput isi kaleng itu
Mila menoleh ke samping, tatapnya cukup kaget melihat ke arah angelo, pasalnya ia tidak mengetahui kapan angelo sampai di sampingnya, ia tak mendengar sama sekali suara. Batinnya dalam hati
β Hey beb, kenapa? Ada yang jahatin kamu yah? Ngomong, siapa orangnya? Biar aku buang ke laut jasadnya β ujar angelo enteng.
Tukk......mila mengetuk kening angelo dengan ujung jarinya, β apa si yang ada di otakmu gel? Perasaan tiap hari ngomongnya sadis terus, aku gak suka, kamu tau itu kan? Kamu lupa? β
Angelo nyengir, memperlihatkan deretan giginya yang rapi, sangat tampan
β Aku gak lupa kok beb, cuma ya jaga-jaga aja, aku gak mau kamu jadi sering melamun kaya sekarang β
β Aku gapapa kok gel, cuma pusing aja abis presentasi tadi, oia makasih minumannya β
β hmmmm β angelo mengangguk
β Sorry ya gel, gue gak bisa cerita ke lo, gue harap lo gak berfikiran sempit, gue udah sayang sama lo, jika lo ingin tau β batin mila melihat ke arah angelo
Mila diam di samping angelo masih dengan memandangnya, sedangkan angelo masih sibuk dengan minuman kalengnya.
β ada apa liatin aku terus beb? Ada sesuatu di muka ku yah?β
β gak kok, gak ada apa-apa, eh btw gimana masalahmu sama ayahmu?β
Angelo menjauhkan minuman kaleng dari bibirnya, memandang ke samping
β gak papa kok, udah selese β ucapnya tersenyum
β hmmm, syukurlah kalo begitu gel, oia bundamu gimana keadaanya, aku dengar kemarin sakit yah β
β iya, tapi sekarang udah sembuh kok beb, kalo kamu mau main, main aja yuk ke rumahku nengokin bunda β
β hmmm, pengen sih gel, tapi aku gak enak sama bapaku belum lagi kalo ketemu ayahmu, aku gak mau lah nambah-nambahin masalahmu lagiβ ucap mila menghela nafas pelan
Angelo diam mendengar ucapan mila, memang benar sih apa yang dikatakan mila, dia pun tidak bisa melakukan apa pun untuk yang satu ini, mungkin belum sekarang tapi suatu saat nanti, pikirnya.
β gak, jangan ngomong gitu, eh kamu gak laper beb, bentar lagi mau masuk loh, kamu belum makan, abis presentasi juga, apa mau aku beliin ajaβ
β gak usah lah gel, aku gak laper, ini aja cukup kok β ucap mila sembari meraih minuman kaleng di depannya
Angelo mengangguk, ia tidak bisa memaksa kekasihnya jika sudah berkata demikian, walau hatinya merasa khawatir, ia juga tau persis bahwa mila menyimpan sesuatu darinya, tapi ia tidak mau mengambil pusing dengan bertanya, toh jika waktunya sudah tiba pasti mila akan memberi tahunya sendiri, itulah yang ada di dalam fikiran angelo
πππππ
Tengβ¦.tengβ¦.tengβ¦.teng, bel masuk berbunyi tepat ketika linda menginjakan kakinya di depan kelas, langkahnya pelan menuju bangkunya.
Rupanya mila menyadari kedatangan linda, ia tau meski sahabatnya sudah berpacaran dengan kakaknya angelo namun masih saja dirinya merasa sungkan pada angelo.
β eh gel, kamu balik ke kelas sana, bel udah bunyi juga, bentar lagi guru dateng β
β aihhh, kamu ngusir aku beb? β ucap angelo
β gak, bukan gitu, nanti kan pulang sekolah kita ketemu lagi, katanya kamu mau jadi anak baik-baik mulai sekarang β
Angelo mendengus sebal, lantas bangkit dari duduknya, β ya udah kalo gitu, kamu baik-baik ya beb belajarnya, sampe ketemu nanti pulang sekolah β
β hmmm, iya, iya, udah sana β ujar mila menyimpulkan senyum pada angelo
Angelo mengangguk, melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kekasihnya, sebelum keluar kelas ia berpapasan dengan linda.
β jaga mila, jangan di tinggal lagi kaya tadi β ucapnya sambil lalu
Linda menoleh ke samping, mengangguk dengan patuh, lantas melanjutkan perjalanannya menuju ke bangkunya.
β angelo ngomong apaan lin ke lo?β tanya mila begitu linda menjatuhkan dirinya di samping tempat duduknya
β gak ada, biasa lah pangeran lo kan protektif kalo menyangkut lo, gak usah nanya, lo juga udah tau β oceh linda
β apaan sih lin, ya gak usah sebel gitu napa, lo juga udah ada pacar kok, lo pengen kak dimas kaya angelo? Nanti gue bilangin deh ke orangnya biar protektif sama lo β
β aishhh, bukan gitu mil, lo gak bakal tau deh perasaan gue β
β iya, iya, gue emang gak bakal tau perasaan lo, kalo gak di kasih tau sama lo bambank β keluh mila
β ya udah jangan tau aja deh mil, gapapa kok. Sekarang giliran gue yang nanya sama lo, lo kudu jawab pertanyaan gue dengan jujur β
β apaan? Kenapa lo tiba-tiba serius gini sih, gak asik banget deh, gue nanya lo gak ngasih tau, giliran lo nanya, gue musti kasih tau, gak adil banget β
β stttt, diem deh, emang beneran gue gak kenapa-napa, gue mah baik-baik aja sama kak dimas, secara kak dimas kan orangnya romantis β ucap linda tersenyum menggoda mila
β iya, iya gue tau kok β
β ya udah, ya udah, sekarang serius, gue nanya, lo ada apa sama yuda β tanya linda dengan tatapan menyelidik
β gak ada apa-apa β jawab mila mengalihkan pandangan matanya
β lo gak usah boong sama gue mil, lo kira gue gak tau apa, kalo lo boong pasti gitu gak mau liat tatapan mata gue, gue juga perhatiin lo banyak ngelamun seharian ini, walaupun gue cuek ke lo, tapi gue perhatiin lo tau β
β hmmmm, ya deh iya, emang deh, gue gak bisa boong ke lo, lo emang yang paling tau gue, gue juga bingung si sebenernya mau cerita gimana ke lo lin β
β aishhh, kenapa musti bingung si mil, tinggal ngomong aja ke gue, lo ada apa? Ada masalah apa, siapa tau gue bisa bantuin lo, gue juga gak mau kali, liat lo gelisah kaya gitu
β ucapnya menghela nafas panjang
β emmmm, thanks deh lin, lo udah care sama gue, nanti pulang sekolah aja deh, gue ceritain ke lo, sekarang kita lanjut pelajaran dulu, lagian pak hans udah dateng tuh β
β oke, gue nanti ke rumah lo deh yah β
Mila mengangguk menjawab ucapan linda, dalam hatinya berkata, mungkin sudah saatnya ia membagi perasaannya itu pada sahabatnya, mungkin dengan begitu rasa gelisah dalam hatinya bisa berkurang sedikit
Walau banyak fikiran yang memenuhi kepalanya, mila tetap mengikuti pelajaran pak hans dengan baik
πππππ
Di kelas angelo,
Angelo sudah duduk di kursinya sendirian, ia tidak tau kemana para cecunguk-cecunguknya itu pergi, sampai sekarang belum kembali ke kelasnya, ia sibuk memainkan bollpointnya sambil menggerutu dalam hatinya sebab pesannya tidak di balas oleh dani, hingga ia tidak tau dimana mereka bertiga berada sekarang.
Dukβ¦..dukβ¦..duk, langkah kaki gaduh mengarah padanya, lantas ia mendongakan kepalanya melihat siapa yang membuat suara gaduh tersebut
Dani, rio dan aan sudah berdiri di sampingnya dengan nafas yang ngos-ngosan, angelo mengerutkan keningnya melihat mereka bertiga
β ada apaan, ribut amat β tanya angelo langsung
β gawat gel, base camp kita di obrak β abrik SMA yupiter, terus gue nemu ini β ucap dani sembari menyerahkan selembar kertas yang sudah di remas-remas
Angelo langsung menerimanya dan membukanya dengan segera, ada tulisan bercetak merah dengan huruf kapital yang berbunyi β temui gue sendirian, kalo gak, lo bakal liat mayat adek ipar kesayangan lo β
β bre**sek β teriak angelo menggebrak meja
β lo jangan ikutin kata-kata itu gel, bisa jadi itu jebakan baru ron, gue yakin dia mau balas dendam tentang kekalahan sekolahnyaβ ucap dani menenangkan angelo
β gak bisa, kalo dia beneran nyekap adit gimana? Gue musti samperin dia sekarang, kalian bertiga gak usah ikut β
β gel, lo jangan gegabah, lo tau kan gimana anak-anak yupiter dulu pas nyekap andi, kita musti kesana bareng-bareng, nyusun rencanaβ cegah dani
β gak, gue gak mau terlambat nyelametin adit, gue tau ron gak bakal main-main kalo nyekap orang, pokoknya kalian bertiga tetep disini, gue balik apa gak itu urusan belakangan, sampein ke mila, kalo gue gak bisa anter dia pulang, bilang aja gue ada urusan, jangan sampe mila tau adit di sekap, gue gak mau bawa-bawa dia β
Setelah mengucapkan beberapa kata, angelo langsung berlari meninggalkan kelasnya tanpa memperhatikan keadaan kelasnya lagi, tubuhnya sudah menghilang dengan cepat di balik pintu depan kelasnya
β be*o β ucap dani meninju meja di depannya
β sekarang kita musti gimana danβ ujar rio yang masih berdiri di sampingnya, ia juga sama bingungnya dengan dani
β iya dan, kita gak bisa biarin angelo pergi sendirian kaya gitu β timpal andi
β gue juga lagi mikir, kalian kira gue bakal tega ngebiarin si be*o itu pergi kaya gitu β
Ucapnya, sembari mengusap keningnya, ia tidak bisa berdiam diri lama-lama, ia harus menyusul angelo dengan cepat, namun ia juga perlu strategi untuk itu.
Dani diam duduk di kursinya sembari memikirkan cara yang bagus untuk mengelahkan SMA yupiter yang mungkin jumlahnya akan lebih banyak dari sebelumnya.
Tbcβ¦β¦