my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 63



Episode 63


Di rumah mila,


Linda masih dengan asiknya membuka kantung kresek yang ia bawa, mengeluarkan isinya satu per satu.


“ Heleh dasar, gak sekalian aja lo bawa satu minimarket kesini, ck, ck “ ucap mila geleng-geleng, ia baru saja datang dari dapur membawa sebuah mangkok berukuran lumayan besar dan dua buah gelas.


“ Kalo bisa si mil, udah gue bawa kesini sama kasirnya sekalian.hehe”


“ Aishh, buat apa bawa-bawa kasir coba, udahlah, nih pesenan lo ndoro “


“ Hehehe, thank's mil, sini gue tuangin minumannya, lo duduk baik-baik “ ucapnya sembari menepuk-nepuk tempat duduk di sampingnya


Mila pun patuh mengikuti saran linda, ia hanya diam memperhatikan sahabatnya menuang minuman ke dalam gelas dengan wajah yang sangat cerah.


Drkkk.....linda menggeser satu gelas yang sudah berisi minuman ke samping.


“ Nih mil, cobain lo pasti bakal suka, gue juga suka banget sama nih minuman “ ucapnya tersenyum


“ Halahh, cuma cola doang kok, udah biasa minum kali “ timpal mila


Linda tertawa menanggapi ucapan mila lantas mengambil gelasnya sendiri memulai untuk meminumnya.


“ ahhhh, seger banget ya ampun, bakal lebih seger lagi kalo di tambah es batu nih “ ucap linda lagi


“ Ya, ya serah lo aja deh lin “


“ hehehe, btw gimana nih, aku udah gak sabar denger cerita lo mil “


“ Hmmmm, gue kira lo lupa lin “


“ mana mungkin gue lupa mil “


“ Hmmmm, gue gak tau lin musti mulai darimana “ ucap mila menghela nafas panjang


“ pelan-pelan aja mil ceritanya, gue sabar ko dengerinnya “


“ mmmmm, okey, gimana yah lin” ucapnya ragu.


Namun berkat bujukan linda, ahirnya mila menceritakan apa yang ia rasakan, mengapa ia dan yuda merasa canggung seperti saat ini, ia menceritakan saat dirinya di ajak yuda untuk jalan-jalan ke tempat masa kecil yuda, nonton bareng, makan bareng sampai ia tak sengaja bertemu dengan dani di parkiran, semua yang ia alami pada hari itu semua di ceritakan pada sahabatnya, linda menganggu-angguk tanda ia paham dengan apa yang mila alami, namun mila belum menceritakan tentang yuda yang menciumnya ketika ia hendak turun dari mobil, ada sedikit keraguan dalam dirinya untuk bercerita, ahirnya ia menceritakan juga semuanya kepada linda, ia sudah tidak mau lagi meyimpan perasaan tak enak sendirian, setidaknya dengan bercerita kepada linda, ia berharap linda dapat memberinya sedikit saran atas apa yang ia pendam beberapa hari ini.


Tampak di kedua bola mata linda ia terkejut mendengar cerita yang mila sampaikan, namun linda hanya terdiam mengangguk-angguk.


Cukup lama mila bercerita, ahirnya ia diam sembari menyeka ujung matanya yang berair akibat tangisnya yang tertahan.


“ hmmmm, gue paham sama perasaan lo mil, gue gak tau sih sebenernya ini salah siapa, di satu sisi lo salah, di sisi lain yuda juga salah, lo salah sebab lo nurutin kemauan yuda, yuda juga salah udah tau lo ada pacar kenapa dia ajakin lo jalan, gue tau mungkin dia ada rasa sama lo, tapi ya gak seharusnya dia kaya gitu ke lo kan “ ucap linda mencoba berfikir logis


Mila menoleh ke samping “ mmmm, lo bener lin gue yang salah gak seharusnya gue nurutin kata-kata yuda, padahal angelo sudah baik banget sama gue, kemarin aja dia nungguin gue pas baru pulang dari jalan sama yuda, aku ngerasa gak baik jadi pacarnya dia “


“ aishhh, ya sudah lah mil yang berlalu biarlah berlalu, lo jangan nyalahin diri lo sendiri terus ya, gue gak mau lo kaya gini terus, aku yakin kalo lo jelasin ke angelo pelan-pelan dia juga pasti ngertiin lo kok, ya mungkin kalian akan berantem dulu tapi setelah itu pasti akan baik-baik aja kaya biasa “ ucap linda mengelus lembut punggung mila


Mila hanya mengangguk menatap ke arah linda yang tersenyum padanya, ia merasa beban di pundaknya sedikit berkurang.


🍂🍂🍂🍂🍂


Sementara itu dimana angelo berada,


Pertarungan masih terjadi dengan sangat sengit, nafas angelo pun sudah terasa sangat berat, namun hatinya masih merasa bahwa ini semua belum berahir selama lawannya masih kekeh untuk melawannya.


Bukkkkk…….hantaman kuat mengenai kepala angelo bagian belakang, ia lalai melindungi tubuh bagian belakangnya, sedari tadi ia hanya fokus pada ron.


Ngingggg……seketika itu pandangan angelo kabur, brukk…..ia terjerembab ke tanah dengan keadaan yang sudah sangat menyedihkan, memar dimana-mana, wajah tampannya pun sudah sangat kacau.


Mendengar suara sesuatu jatuh dari arahnya yang tidak terlalu jauh, membuat rio langsung mengalihkan pandangannya, ia langsung lari tanpa memperdulikan lawannya lagi.


“ gel, gel, lo bisa denger gue, angeloo “ teriaknya sembari mengguncang tubuh angelo yang sudah lemas itu.


“ hahahaha, ahirnya dendam gue tersalurkan juga, gue harap lo mati gel “ teriak ron keras-keras di tengah-tengah nafasnya yang ngos-ngosan, lantas memberi kode pada anak buahnya untuk mundur, ia merasa pertarungannya kali ini sudah mencapai hasil yang ia inginkan dengan membuat angelo sekarat.


Perlahan tapi pasti, pasukan ron mulai pergi mengikuti instruksi dari ron, sementara itu anggota geng xtc diam menatap kepergian orang-orang yang bertarung dengan mereka dengan tatapan bengis, apalah daya mereka tidak bisa bebrbuat apa pun lagi sebab dani orang kepercayaan angelo pun sudah menyuruh anggota xtc yang lain untuk berhenti bertarung.


Dani sudah lari ke atas saat ron berteriak dengan keras, ia langsung terduduk di samping tubuh angelo


“ yo, gimana? Angelo nyahut gak, lo panggil dia? “ ucap dani mencoba tenang, meski ia sebenarnya juga sangat panik


Rio menggeleng, matanya tampak berkaca-kaca.


Duk….dani meninju tanah, “ be*o, lo gak boleh mati gel, pokoknya “ ucap dani pelan


“ yo, lo bawa adit, biar angelo gue yang bawa, kita ke rumah sakit sekarang sebelum mereka tambah parah, gue gak mau angelo ada apa-apa, dia bener-bener udah gak bisa denger


suara kita “ perintah dani


“ okey, lo buruan ke bawah, langsung bawa angelo ke rumah sakit gak perlu nunggu gue “


“ hmmm, lo juga buruan bawa adit, dia juga udah sekarat banget “


Rio mengangguk paham, lantas mereka berdua berjalan dengan cepat meninggalkan gedung kosong itu dengan masing-masing membawa satu orang yang terluka sangat parah, cukup lama mereka berdua berjalan hingga mampu keluar dari gedung kosong tersebut.


Begitu sampai di depan mobil, dani langsung memasukan angelo kedalam di bantu oleh anggota geng xtc yang lainnya, untung saja salah satu anggotanya membawa mobil jadi bisa di gunakan di saat-saat genting seperti ini.


Meski rio menyuruh dani untuk tidak menunggunya nyatanya dani tetap menunggunya karena ia baru sadar hanya ada satu mobil yang ada saat ini jadi mau tidak mau mereka harus berangkat bersama-sama sembari berdoa angelo tidak kenapa-kenapa.


Cklek, brummmm…….., mobil yang dani bawa langsung melesat dengan cepat menuju rumah sakit terdekat, karena dani tau kondisi angelo dan adit tidak memungkinkan jika harus sampai ke rumah sakit dekat dengan rumah angelo.


Beberapa saat kemudian, mobil yang dani bawa sudah sampai di depan pintu rumah sakit, begitu sampai, rio langsung berlari keluar memanggil tenaga medis untuk menjemput mereka yang masih berada di dalam mobil.


Tak selang waktu lama, dua brankar dan beberapa tenaga medis langsung keluar dari rumah sakit, tanpa menunggu waktu lagi dani langsung membawa angelo di bantu oleh tenaga medis yang menghampirinya.


Drkkkk…..grudug…..grudug……grudug, langkah mereka sangat cepat menuju ruang UGD, dani mengikuti di samping brankar milik angelo, sementara rio menemani adit, sesampainya di depan pintu UGD dani berhenti, lantas berbalik badan, ia merasa dejavu dengan adegan seperti saat ini, bagaimana tidak mereka sudah sangat wara-wiri ke rumah sakit akibat perkelahian, jika di rumah sakit yang sama mungki dokter dan para tenaga medisnya akan sangat hafal dengan mereka, begitu pikir dani, namun kali ini ia hanya bisa berharap untuk angelo agar ia cepat sembuh dan tidak ada apa-apa padanya.


“ awww, ba**sat, sakit banget gi*a “ pekik dani dengan cepat-cepat dani langsung menjauhkan tangannya dari wajahnya


Drtt…..drrtt…..drrrttt, saat sedang teremenung menatap ke langit-langit di atasnya, ponsenya bergetar, ia langsung meraih ponselnya, melihat siapa yang menghubunginya, tak lupa ia juga melirik jam pada ponselnya yang saat ini menunjukan pukul 17.00, tak terasa waktu sudah sore


Tut….” Hallo dan, lo tau gak kenapa angelo gak bisa di hubungi? Lagi sama lo apa gak? “ tanya suara di ujung telepon


Dani terdiam begitu mendengar pertanyaan seperti itu.


“ hallo dan, lo masih di situ kan? “ tanyanya lagi


Helaan nafas panjang terdengar dari arahnya,


“ sorry mil gue diem tadi, tanya apa lo tadi? “ ucapnya


“ gue nanya, lo tau gak kenapa ponsel angelo gak bisa di hubungi? “


“ mmmmmm, gimana yah gue ngomongnya “ dani menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal


“ emang ada apa, ada sesuatu kah? Dan lo jangan kaya gini dong “ terdengar suara mila mulai panik


“ lo jangan gimana-gimana ya mil kalo gue ngomong “


“ hmmmm, ada apa emangnya “


“ gini, angelo masuk rumah sakit lagi, terus adek lo juga “


Hening, begitu dani selesai berbicara, ia dapat menebak dengan sangat jelas kalau mila saat ini pasti sangat terguncang mendengar berita darinya, namun bukan salah dani juga memberitahunya, memang sudah sepatutnya dani memberitahunya.


“ mil, mila, hallo, lo masih disitu ? “ ucap dani dengan nada yang sedikit meninggi


Namun hening tidak ada jawaban dari arah mila, dengan sabar dani terus memanggil nama mila, berharap ada sahutan darinya, setelah cukup lama memanggil-manggil nama mila, mulai terdengar isakan tangis


“ lo tenang ya mil, gue bakal jemput lo, lo jangan mikir yang gak-gak, nanti gue jelasin semuanya kalau lo udah sampe sini, bentar, lo tunggu anak xtc jemput lo “ ujarnya mulai sedikit panik


Lantas dani memutuskan sambungan teleponnya, dengan segera ia menghubungi anggotanya yang tidak terlalu parah lukanya untuk menjemput mila secepat mungkin.


🍂🍂🍂🍂🍂


Sementara itu, di rumah mila


Setelah mendengar berita dari dani, lututnya mendadak terasa sangat lemas, hingga ia tak mampu lagi berdiri, kejadian yang membuatnya takut terjadi kembali, baru beberapa saat angelo dan adit bisa menikmati hari-hari seperti biasa kini kejadian itu terulang lagi, mereka harus masuk rumah sakit lagi.


Ia hanya bisa menangis sendirian terduduk di lantai, sembari berharap angelo dan adit baik-baik saja, mendengar berita itu tak langsung membuatnya menghubungi ayahnya yang masih bekerja di rumah angelo, ia tak mau membuat ayahnya khawatir meski ia tau cepat atau lambat ayahnya pasti akan tau juga, namun untuk saat ini biarlah ia sendiri yang tau dan menghampiri dimana adit berada.


Di tengah-tengah isak tangisnya, terdengar ketukan pintu tiga kali, ia bisa langsung bisa menebak siapa yang datang.


“ ayo mil, lo gak boleh cengeng, bukan saatnya lo kaya gini, lo harus bangkit, lo mesti kuat “ gumamnya pada diri sendiri


Setelah penuh perjuangan menyemangati diri sendiri ahirnya mila bangkit dari posisinya, ia langsung membuka pintu rumahnya, begitu pintu terbuka terlihat seorang pemuda yang usianya sama dengan dirinya dan angelo masih mengenakan seragam sekolahnya, ia


berdiri dengan sedikit senyum di bibirnya.


“ gue di suruh dani buat jemput lo “ ucapnya menatap kea rah mila, meski memilik wajah yang serius namun pemuda itu berusaha menyimpulkan senyumnya


Mila tau ia salah satu teman di sekolahnya hanya saja mila tidak mengetahui namanya dan mengenalnya, baru kali ini juga mereka bertemu, pemuda itu juga tidak mengenakan seragam yang ada nametagnya


Mila mengangguk, “ tunggu sebentar, gue siap-siap dulu “


Pemuda itu mengangguk, lantas mila langsung berjalan dengan cepat menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya, mengambil tas, tak lupa juga merapikan rambutnya yang tadinya tergerai, sekarang ia mengikatnya.


Tak butuh waktu lama bagi mila untuk bersiap-siap, sekitar 10 menit, ia sudah berdiri di depan pintu rumahnya, sambil menenteng sepatu kets berwarna putih miliknya.


Mendengar langkah kaki yang terhenti di


depan pintu, pemuda itu langsung berdiri dari duduknya, “ ayo kita berangkat sekarang “


mila mengangguk, lalu mengenakan sepatu ketsnya, setelah selesai mengenakan sepatunya, ia langsung berjalan di belakang pemuda itu, mereka berdua berjalan bersama menuju mobil.


Beberapa saat kemudian, terdengar mobil melaju dengan cepat menuju rumah sakit dimana angelo dan adit berada saat ini.


🍂🍂🍂🍂🍂


Di rumah sakit,


Rio berjalan menuju dani berada sambil membawa dua buah minuman kaleng di tangannya. Tuk…., langkahnya berhenti di samping dani.


“ nih minum dulu dan, biar enakan “ ucapnya menyodorkan satu minuman kaleng di tangannya


Dani menoleh, “ hmmm, thank’s yo “


Rio mengangguk, “ gimana angelo, udah keluar? Oia si andi lagi menuju kesini bareng anggota kita beberapa orang “ ucapnya


“ lo bisa tau sendiri lah yo tanpa gue jawab, angelo masih di dalem belum ada kabar, gimana adit? “


“ hmmmm, sama aja, adit juga masih di dalem “ terdengar helaan nafas panjang dari arahnya


“ oia, dan, lo udah hubungi bundanya angelo belum? “ tanya rio


Dani menggeleng, “ gue takut bunda khawatir, tapi kalo gak di kasih tau nanti keluarga angelo gak ada yang tau, gue takutnya ayahnya angelo bakal marah-marah kalo tau angelo berantem “


“ aishhh, gue juga bingung, atau kalo gak hubungi kak dimas aja dan, dia kan bisa di ajak kompromi kalo sama kita “


“ hmmmm, oke, gue hubungi kak dimas dulu “


Sesuai saran rio, dani menghubungi dimas, benar saja dimas langsung melaju ke rumah sakit dimana angelo berada tanpa lama.


Setelah menghubungi dimas, dani menghela nafas panjang, sambil berharap angelo dan adit cepat keluar dari ruang UGD.


Tbc…....