my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 72



Episode 72


Srashhhh…..shhhh…..shhhhh, hujan turun dengan derasnya tanpa bisa di prediksi, padahal ramalan cuaca hari ini akan cerah sampai sore, ternyata Tuhan berkata lain.


“ heuhhhh” terdengar helaan nafas panjang


Seseorang tengah berdiri di samping jendela ruang tamu, menatap nanar hujan di luar sana, kesepian sangat kental menemaninya hingga suara hujan berhasil memenuhi indera pendengarannya seakan tak memberikan suara lain untuk ikut serta ke dalamnya.


“ apa yang lo lakuin disitu? “ ucap seseorang dari arah belakangnya


“ bukan urusan lo “ jawabnya cuek


“ ya gue tau, bukan urusan gue, gue cuma mau tanya sesuatu sama lo”


“ hmmmm”


“ lo kenapa sering banget murung si ahir-ahir ini nin? Ada masalah apa? Gue tanya bukan berarti gue peduli sama lo yah, gue cuma pengen tau aja “


Nindy menoleh, “ kalo gue ngomong, apa lo bakal ngerti?”


“ ya gue gak tau lah, kan lo gak ngomong? Apa ini ada hubungannya dengan angelo?”


“ darimana lo tau? “


“ lo ngremehin gue rupanya, jangan sangka gue diem terus tiap hari, gak tau apa yang lo lakuin yah nin, lo salah besar kalo mikir kaya gitu berarti, gue udah bilang kan sama lo, gak usah usik tuh anak, cowok banyak di dunia ini, lo mau milih yang model kaya angelo tuh banyak “


“ hustt, lo gak bakal tau apa yang gue rasain, gue kira, gue lampiasin apa yang gue rasakan ke angelo lewat buku komik dan majalah akan berkurang, nyatanya gak. Lo udah nyerah berarti nih sama mila? Padahal gue bakal bantuin lo loh kalo lo masih ngejer dia, sayang banget kalo gitu “


“ sayang? Gak ada kata-kata sayang kalo mesti berbuat jahat, udahlah nin nyerah aja, gue udah bilang berkali-kali kan sama lo, lo gak bakal bisa mutusin hubungan angelo sama mila, mereka kuat banget “


“ iya gue tau kok, tapi apa salahnya kalo mencoba?”


“ lo mau ngapain lagi sekarang? Okey kalo lo tetep kekeh mau berbuat sesuatu yang bisa nyelakain mila, gue bakal beneran aduin lo ke mami sama ayah”


“ aduin aja gue gak takut “


“ ya udah itu mau lo yah, gue aduin sekarang biar lo di bawa ke luar negeri terus sekolah disana aja “


“ arghhhh, gue benci sama lo yud sumpah “ ucap nindy geram, ia menghentakan satu kakinya ke lantai lantas pergi meninggalkan yuda sendirian di ruang tamu


Kini tinggal dirinya seorang diri yang berdiri menatap ke luar jendela. Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, tetapi belum gelap untuk di sebut sore, sebab langit masih putih tertutup awan tebal, hujan semakin deras, angin berhembus pelan meniup pepohonan yang berada di luar kaca jendela ruang tamu


Yuda menghela nafas pelan, menyesap cangkir yang berisi coklat panas, dalam hatinya berkata, “nindy, nindy, lo sebenrnya anak yang baik, sayang banget kalo mesti jadi jahat, semoga aja lo tobat setelah ini, gak usik hubungan mila sama angelo” ucap yuda menyesap cokelat panasnya


🍂🍂🍂🍂🍂


Di rumah sakit angelo berada,


Hatsy…..hatsy……hatsy


“ ada yang ngomongin lo kayaknya deh gel” ucap dani, ia masih bersama angelo dan saat ini sudah duduk si sofa bersama dengan rio, mila dan adit


“ siapa bilang? Orang udaranya dingin, wajar aja kalo gue bersin, emang bersin gak boleh?” jawab angelo mengelap hidungnya dengan tisu


“ ya kata gue lah barusan”


“ kampret emang lo yah dan, eh btw kalian gak cari makan emang? “tanya angelo


“ iya nih dan, biasanya lo paling cepet kalo denger kata makan? Cari yang anget-anget dong sana” timpal rio


“ idih, nyuruh gue lo yo? Kenapa gak lo aja yang nyari?”


“ udah, jangan berantem mulu si napa, biar gue aja yang nyari kalo gitu “ ucap mila bangkit dari duduknya


“ eh jangan beb, kamu kan cewe mana dingin di luar “ cegah angelo


“ dan lo aja yang berangkat sana” ucapnya lagi menyuruh dani


Dani mendengus sebal, mematikan ponselnya


“ udah gapapa, gue aja yang berangkat, lo terusin aja main gamenya dan”


“ jangan beb, jangan ya jangan, biar dani aja”


“ dan berangkat gak, kalo gak…..” ucap angelo garang


“ heuhh, iya, iya gue berangkat, ada yang mau ikut gak?”


“ gue ikut lah dan, sekalian beli minum terus kuota, siapa tau ada, kebetulan banget kuota gue abis “ ucap rio, segera mematikan ponselnya


“ ya udah kalo gitu, kita berangkat dulu ya beli gorengan”


“ iya, udah sana-sana pergi” timpal angelo


Dani mendengus sebal lantas berjalan meninggalkan angelo, mila dan adit masih di ruangan di ikuti dengan rio yang berjalan di belakangnya.


🍂🍂🍂🍂🍂


Sepeninggal dani dan rio suasana ruang kamar angelo mendadak hening, rintik hujan mulai terdengar memenuhi ruangan itu.


“ beb bisa tolongin aku gak?” ucap angelo membuka percakapan


“ apa gel? “ jawabnya, ia langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke samping ranjang angelo


“ anu itu beb, bisa gak kamu kupasin aku buah” pintanya


“ hmmm “


“ terimakasih “ ucap angelo pelan


Mila mengangguk lantas mengambil satu buah apel dan mengupasnya dengan perlahan, sementara mila mengupas buah, adit rupanya diam-diam sudah bangkit dari duduknya dan kini ia berjalan menghampiri mila


“ ada apa dit “ ucap angelo yang menyadari kedatangan adit


Mila menoleh ke samping mendengar angelo berkata seperti itu, mila mengangguk paham dengan sikap adit, maka dari itu ia hanya diam dan melanjutkan acara mengupas buahnya kembali


“ anu, itu kak ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama kak angelo” ucapnya menunduk


“ apa itu? Ngomong aja dit” jawab angelo“


"sebelumnya aku mau ngucapin terimakasih sama kak angelo udah mau nyelamatin aku dari bahaya sampe kak angelo celaka seperti ini, terus, aku juga mau minta maaf sama kakak atas sikapku selama ini yang udah gak sopan ke kakak, maaf, aku gak tau kalo kakak orang yang sangat baik, aku bener-bener menyesal sudah berbuat tidak sopan sama kakak, sekali lagi aku ucapkan terimakasih kak dan aku minta maaf” ucap adit pelan masih tertunduk


Mila tersenyum mendengar ucapan adiknya, ahirnya adit bisa mengungkapkan apa yang ingin ia ucapkan


Angelo terkejut mendengar ucapan adit, ia terdiam beberapa saat mencoba mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut adit


“ hmmmm, kamu gak perlu ngomong kaya gitu dit sama aku, aku menolong kamu itu sudah menjadi kewajibanku, kalau pun kamu bukan adik mila aku juga bakal tetap nolong kamu kok, terus masalah sikapmu selama ini sama aku, aku juga tidak terlalu mempermasalahkan itu, tapi syukurlah jika kamu sudah menyadari apa yang kamu lakukan itu salah, aku berterimakasih untuk itu, mmmm, untuk ke depannya kamu jadi anak yang baik aja ya, jangan ngerasa bersalah sama aku, aku gak pernah membebankan apa pun jika itu menyangkut keselamatan orang lain”


Adit terdiam, mengangguk matanya berkaca-kaca mendengar ucapan yang keluar dari mulut angelo, ia tidak menyangka, orang yang sangat ia benci ternyata adalah orang yang sangat baik, ia sangat menyesl sudah berbuat tidak baik padanya selama ini, andai saja waktu bisa berputar kembali pasti ia takan pernah bersikap seperti itu lagi, itu yang adit fikirkan sambil menunduk masih di posisinya


“ udah jangan mikir yang aneh-aneh yah, dengerin aku, kalau kamu mau berterima kasih sama aku, kamu cukup jadi anak yang baik aja” ucap angelo kembali, ia menepuk pundak adit


Adit mengangguk lagi.


“ nah dit, kamu sudah mengatakan apa yang kamu inginkan kan? Kamu boleh kembali duduk, benar kan apa yang kakak bilang, semua pasti akan baik-baik aja” ucap mila tersenyum lembut


Adit mengangguk, menatap ke arah mila, lantas ia berjalan menuju sofa kembali


Mila menghela nafas pelan, “ ini gel buahnya, udah aku kupasin ya”


“ terimakasih beb “ ucap angelo sembari menerima buah yang sudah mila potong-potong di dalam mangkuk


Mila tersenyum.


Ceklek….., pintu ruangan angelo terbuka, “ kan tadi gue udah bilang yo sama lo, buat beli vitamin sekalian, lo budeg yah “ ucap dani


“ apaan sih kalian berdua dateng-dateng ribut” timpal angelo


“ gak ada apa-apa gel, cuma gue sebel aja sama rio, udah di bilangin beli vitamin gak di beliin elah” keluh dani


“ bukan salah gue dong dan, kan lo ngomongnya teriak-teriak, ya mana gue denger, mana ujannya deres banget di luar, orang yang punya kekuatan sakti aja gak mungkin bisa denger kali “ jawab rio membela diri


Dani terus tidak terima dengan penyangkalan rio, mereka berdua terus ribut tidak ada yang mau di salahkan, sementara itu mila hanya menggelengkan kepala melihat kegaduhan rio dan dani


Ring…..ring…..ring, ponsel dari arah rio berbunyi, bunyi ponselnya rupanya sangat ampuh menghentikan keributan mereka berdua.


“ bentar-bentar, gue angkat telepon dulu, terserah lo aja lah dan” ucapnya sembari mengeluarkan ponselnya dari saku celananya


Dani mendengus sebal mendengar ucapan rio, tetapi rio sudah tidak menghiraukan lagi sikap dani, ia sudah bersiap mengangkat telepon


“ hallo “ ucapnya


“ hallo yo, lo dimana sekarang” ucap suara di ujung telepon


“ di rumah sakit, ada apa emang? Btw lo kemana aja hah? Gak ada kabar, gue telepon, gue chat gak di balas “ oceh rio


Satu ruangan itu mendadak hening, mendengarkan percakapan rio


“ iya, sorry, hp gue low batt, ini baru sempet nemu cas, gue baru pulang dari rumah sodara yang waktu itu gue ceritain lah, gue mau kesitu kalo gitu “


“ iya, iya gue inget, ya udah gapapa, serius lo mau kesini sekarang?”


“ iya, kenapa emangnya? Gak boleh?”


“ gak bukan gitu, gue minta tolong, beliin vitamin tablet buat dani, lo bisa kan?”


“ iya bisa, ya udah kalo gitu gue tutup teleponnya, oia satu lagi pada mau oleh-oleh gak?”


“ ya, ya mau banget dong, bawa aja, yang banyak kalo perlu” rio terkekeh


“ hahahaha, beli sendiri kalo gitu, ya udah gue tutup teleponnya sekarang, cus otw “


“ okey siip”


Sambungan telepon terputus, rio menyimpan kembali ponselnya.


“ siapa yo?” tanya angelo penasaran


“ oh, ini si andi mau kesini katanya” jawab rio santai


“ ahirnya tuh anak kesini juga, gue kira gak bakal kesini “


“ iya, katanya baru pulang dari rumah sodara atau apalah gitu tadi dia ngomong kaya gitu, kita tungguin aja kalo gitu”


“ okey “ jawab angelo santai


Ceklek…..pintu ruangan angelo terbuka, terlihat dimas dengan keadaan rambut yang basah sambil membawa kantung kresek berukuran lumayan besar


“ ehh, rame ternyata, kebetulan nih, abang bawain pizza masih anget, cocok banget nih sama cuaca hari ini” ucap dimas melihat ke sekeliling


“ wahhh, tau aja deh bang dimas, kalo gue lagi laper, btw makasih loh bang udah repot-repot bawain pizza “ timpal dani dengan santainya


“ elah ni anak, tuh pizza bukan cuma buat lo doang loh yah”


“ iya, iya tau kok bang “ ucapnya sembari menerima bungkusan dari tangan dimas


Lantas meletakannya di atas meja dimana ada mila,rio dan adit di sana, sementara itu angelo hanya memperhatikan dengan tersenyum tingkah dani dan kakaknya


Dimas berjalan menuju angelo setelah bercanda dengan dani.


“ gimana perasaan lo gel?” tanyanya, ia duduk di kursi samping ranjang angelo


“ gue baik kok bang”


“ baguslah kalo gitu, bunda seneng banget degernya lo udah baikan, dan kabar baiknya lo besok udah boleh pulang kalo kondisi lo baik terus”


“ serius bang, ahirnya gue bisa ngehirup udara di luar, udah suntuk juga lama-lama di dalem sini “


“ hahaha, kirain lo betah disini gel, oia, abang juga udah bilang sama guru di sekolah lo, kalo lo akan keluar rumah sakit bentar lagi, jadi biar mereka segera nyiapin berkas-berkas buat ujian susulan lo”


“ hmmm, makasih lah bang udah ngebantu gue”


“ aihhh, apa sih yang gak buat adik abang yang satu ini” ucapnya terkekeh


Angelo tersenyum kecut mendengar ucapan dimas. Dani dan rio tidak memperdulikan obrolan yang terjadi antara dimas dan angelo mereka berdua sibuk dengan santapan yang ada di depan mereka, sedangkan mila dan adit juga ikut makan bersama, meski tak seheboh rio dan dani. Dirinya cukup menikmati suasana yang terjadi di sekitarnya saat ini.


“ emmm, bang, gue ada keinginan” ucap angelo setelah terdiam sejenak memperhatikan teman-temannya sibuk dengan pizza mereka


Dimas mendongak, mematikan layar ponselnya, ia baru saja mengecek notifikasi yang masuk ke ponselnya.


“ apa itu? Ngomong aja gel “ ucapnya santai


“ anu itu, gue pengen liburan di vila kakek bang setelah gue selese ikut ujian susulan, kira-kira boleh gak yah “ ucap angelo menggaruk belakang kepalanya


“ ide bagus tuh gel, kebetulan juga kita udah lama gak kesana, ya pasti boleh lah sama kakek, nenek, masa cucunya dateng gak boleh “


“ iya sih, gue juga udah nyangka kegitu bang, tapi yang susah tuh ijin dari ayah, kalo bunda ya pasti boleh lah, apalagi gue ajakin abang, tapikan masalahnya, gue pengen ngajakin, dani, rio, andi, mila, adit, bang “


“ ohh gitu, ya abang paham gel, ya nanti abang bantuin ngomong tenang aja”


“ okey siip, makasih bang “


Dimas mengangguk pada angelo, sedangkan


angelo tersenyum dengan sangat cerah, ia merasa beban di pundaknya sedikit terangkat.


Tbc…..