my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 51



Episode 51


Guntur menggelegar, langit gelap bermandikan cahaya kilat


Rintik-rintik air yang semula pelan berubah menjadi semakin deras bagaikan air bah yang meluap meluluh lantakan segalanya


Seseorang terdiam di pojokan sebuah ruangan kecil tanpa cahaya, tertunduk menelungkupkan wajahnya ke bawah


vrrrr......vrrrr......vrrrrrr, ponsel di samping kanannya tak henti-hentinya bergetar, sesekali bercahaya kemudian redup kembali, tak ada niat sedikit pun dalam hatinya untuk meraih benda tersebut


Hawa dingin sepertinya sudah menjadi kawannya setelah ia meninggalkan rumah mewah bernuansa hangat beberapa waktu lalu, hatinya kini serasa sudah ikut membeku bersama dengan guyuran hujan yang terus membasahi bumi tanpa henti, ia tak tau dimana sekarang dirinya berada, tanpa sadar laju motornya membawanya pada sebuah rumah kosong kecil, gelap, sunyi dan kotor


tampak menyeramkan memang jika di pandang dari luar, namun tak ada rasa takut atau pun risau dalam dirinya kala memasuki rumah itu, yang ada hanya ia ingin ketenangan untuk hatinya


🍂🍂🍂🍂🍂


Ring.....ring.....ring, dering ponsel milik dani berbunyi menghentikan tawa di antara rio dan dirinya, dani memicingkan mata melihat siapa yang menghubunginya


Bang dimas, tertulis pada layar ponselnya


" hmmm, hallo bang, ada apa " tanya dani langsung


" hallo dan, lo dimana sekarang? angelo sama lo gak?"


" hah apa, abang nanya angelo sama gue apa gak sekarang? gue aja lagi nyariin dia bang, emang ada apa bang " dani mengerutkan keningnya


" lah, terus kira-kira lo tau gak dimana dia sekarang, gak ada apa-apa cuma ada sedikit masalah aja di rumah, dia kabur dari rumah "


Tatapan mata dani membelalak mendengar ucapan dimas, " apa si b*go itu kabur dari rumah? kok bisa bang "


" udah di bilang gak ada apa-apa, lo bantu nyari yah, gue takut dia ngelakuin hal-hal yang berbahaya, sekarang juga lagi hujan, mana gledegnya keras banget lagi "


" aishh, oke bang kalo gitu, gue bantu cari sekarang "


Dani mematikan sambungan teleponnya, bergegas meraih jaket hoodie miliknya yang tergeletak di kursi samping ranjang rio


" hey ada apa dan, kok lo panik gitu " tanya rio yang sedari tadi hanya diam memperhatikan air muka dani ketika menerima telepon


" ceritanya panjang yo, angelo kabur dari rumah, gue mau nyari dia sekarang " ucap dani tergesa-gesa


" sabar dan sabar, emang lo bawa mobil kesini? "


" astaga gue lupa, mana ujannya deres banget di luar gimana dong ini " dani menggigit kuku jempolnya panik


" tenang aja dan, lo pake mobil asisten gue aja di parkiran depan, lo diem dulu biar gue telepon tuh orang buat kesini nganterin kuncinya "


" oke buru ya, perasaan gue gak enak "


Rio mengangguk lantas segera menghubungi asisten rumah tangganya untuk datang ke ruang rawat inap dirinya berada, tak selang waktu lama asisten rumah tangga rio datang membawa apa yang di pesan olehnya, dani mengangguk menerima kunci mobil dari asisten rumah tangga rio seraya berpamitan padanya


langkah dani tergesa-gesa menuju parkiran depan, ia juga memakai jaket hoodienya tanpa berhenti dulu saking paniknya hingga tidak peduli lagi dengan pandangan-pandangan sekitarnya, langkahnya cepat menuju mobil hitam metalik milik rio, sesampainya di samping mobil, tanpa ba bi bu lagi, dani langsung menancapkan gasnya kuat-kuat hingga mobil hitam metalik itu melaju dengan cepat menembus derasnya hujan serta malam gelap yang dingin


🍂🍂🍂🍂🍂


tuk......tuk......tuk, ketukan dari layar ponsel milik mila memenuhi kamar kecil dengan cahaya redup miliknya, ia tengah berkirim pesan dengan linda membahas kerja kelompoknya serta beberapa hal yang bisa mereka bicarakan


Mila menghela nafas panjang, melirik sekilas pesan yang ia tulis untuk angelo sejak dirinya baru pulang kerja kelompok tidak di baca sama sekali olehnya, fikirannya mulai merasa tidak enak mendapati hal tersebut, pasalnya dia tau persis jika angelo mengabaikan pesannya pasti sesuatu telah terjadi padanya


" hmmm, ada apa yah angelo gak bales pesan gue, semoga aja dia gak pap " gumam mila


Ia meletakan ponselnya di sisi kiri tubuhnya, lantas menatap lekat langit-langit redup di atasnya


Nananna......nanana......nanana, ponsel dari samping kirinya berbunyi, ia langsung meraih benda tersebut, Dani tertulis di sana


tut...." hallo, ada apa yah dan malam-malam telepon gue" ucap mila tenang masih di posisinya


helaan nafas terdengar berat dari ujung telepon, " gue mau nanya, angelo sama lo apa gak sekarang? kalo iya tolong kasih ponsel lo sama dia"


Mila bangkit dari posisi tidurnya, " apa lo bilang? apa yang terjadi sebenernya " ucap mila panik


" heuh, gue nanya lo malah balik nanya, gue anggep lo gak sama angelo ya sekarang, tapi beneran lo jangan berusaha nyembunyiin dia dari gue "


" serius dan gue gak sama dia sekarang, emang apa yang terjadi? gue chat dia dari jam 5 sore sampe sekarang juga belum di bales, gak biasanya dia begitu "


" udah lo gak usah khawatir, gak ada apa-apa kok, gue cuma nanya doang sama lo, mendingan lo istirahat aja sekarang, angelo si b*go itu pasti dia gak bakal kemana-mana "


" oke, kabarin gue ya kalo lo udah nemuin dia, gue jadi beneran khawatir ini "


" iya gampang nanti aku kabarin, lo tenang aja, tidur, istirahat, kalo lo gak tidur terus dia tau gara-gara gue gangguin lo bisa mati gue sama dia "


" hmmm, hati-hati dan, jangan lupa kabarin gue "


" oke, gue matiin nih telepon, byee"


Mila menghela nafas, kembali menatap langit-langit di atasnya, dia tidak bisa menuruti apa kata dani untuk tidak memikirkan hal yang baru saja di ucapkan olehnya namun ia juga tak bisa berbuat apa pun saat ini selain hanya berdoa untuk kebaikan angelo dan dani dapat segera menemukan keberadaan angelo


🍂🍂🍂🍂🍂


Malam yang sama seperti biasanya, rasanya kali ini lebih panjang dari biasanya, rintik hujan mulai terdengar pelan dari sebelumnya, angelo masih saja tertunduk dalam-dalam di posisinya saat ini tanpa bergeming sedikit pun, rasa sesal ada pada dirinya meski hanya sedikit, setiap hatinya mengingat wajah cemas bundanya, belum lagi pesan dari mila yang hanya ia lirik sekilas tanpa membukanya


Ingin sekali rasanya berteriak mengurangi semua beban dalam dirinya, mengusirnya jauh-jauh hingga tak mampu balik lagi padanya, namun ia tak bisa melakukan itu semua


beberapa saat kemudian, layar ponselnya redup kembali


ding.....ding.....ding, nada dering itu terus saja berbunyi hingga berkali-kali, seperti menariknya untuk segera mengangkatnya


clik......" hallo, hallo angelo, lo bisa denger suara gue " ucap mila langsung tanpa jeda


Angelo diam, indera pendengarannya masih berfungsi dengan baik, namun suaranya seperti tercekat di dalam tenggorokannya tidak mau keluar sedikit pun meski ia ingin berteriak sekalipun


" angelo, gue tau lo denger gue, gapapa lo gak jawab ucapan gue, tolong dengerin gue, dimana pun lo berada sekarang, pulang ya, dani, bang dimas, nyariin lo, apalagi bunda pasti dia khawatir banget sama lo, dan gue, gue bener-bener gak tau apa yang terjadi sama lo saat ini, gue cuma mau bilang, aku sayang sama kamu, tolong jangan sakitin diri sendiri, pulang ya "


tut......angelo memutus sambungan teleponnya setelah mendengar kata-kata dari mila, ia tertunduk kembali dengan berbagai macam perasaan menyelimuti hatinya, kata-kata mila seakan memenuhi relung hatinya membuatnya ingin memeluk erat-erat kekasih hatinya itu


🍂🍂🍂🍂🍂


Isakan tangis terdengar memenuhi ruang tamu mewah milik angelo, ny.sabrina tak henti-hentinya menangis menyebut nama angelo di samping tn.william


sedangkan dimas berdiri di samping bundanya dengan terus mengusap-ngusap pundaknya


" ayah gak seharusnya keras seperti itu pada angelo, memang dia anak yang nakal, tapi tidak bisakah ayah berbicara dengan lembut padanya tanpa emosi seperti itu " ucap ny.sabrina terisak


" bun sudah bun, jangan menangis terus, dimas udah telepon dani, dia lagi nyari dimana angelo sekarang, dimas juga mau nyari dia "


" siapa yang menyuruhmu pergi mencari anak itu, biarkan dia meratapi nasibnya sendirian di tengah hujan, bukankah dia sudah terbiasa tidak pulang ke rumah " ucap tn.william marah


" ayah, tidak sepatutnya bicara seperti itu, jika ayah terus seperti ini biarkan bunda yang mencari angelo sendiri, dimas kamu disini aja temenin ayahmu yang keras kepala itu "


" bunda, ayah jangan seperti ini, biar dimas yang mencari angelo, bunda disini aja ya, atau mau dimas antarin ke kamar " bujuk dimas mencoba setenang mungkin


" siapa bilang kamu boleh pergi mencari anak itu, kamu tidak mendengarkan ucapanku disini!! " teriak tn.william


" baik, kalau ayah tetap pada pendirian, aku tidak mau tinggal di sini lagi! buat apa aku tinggal bersama orang yang keras kepala sepertimu, tidak mendengarkan ucapan anak dan istrinya, biarkan kamu juga merasakan apa yang putraku rasakan saat ini, tidak kasihankah kamu padanya, keluar hanya mengenakan celana pendek tanpa sepatu, bahkan hujan deras seperti ini, tidur dimana dia? sama siapa dia, huhuhuhu" ucap ny.sabrina terbata-bata di tengah tangisnya


tn.william terdiam memandang lurus ke depan tanpa menoleh sedikit pun pada anak dan istrinya yang berada di sampingnya


" bun, dimas antar ke kamar ya, bunda jangan khawatir angelo pasti baik-baik aja, dia kan jagoan bunda, sudah biasa berantem, juga sering gak pulang, dia pasti ketemu sama dani nanti, bunda lebih baik istirahat, dimas juga akan bantu mencari angelo " ujar dimas seraya melirik ke arah ayahnya yang terdiam tanpa berbicara sepatah kata pun lagi


Ny.sabrina menangguk menuruti ucapan dimas lantas dimas membimbing tubuh ny.sabrina untuk berjalan menuju kamarnya sebelum ia pergi mencari angelo


🍂🍂🍂🍂🍂


Brakkk.......bantingan keras membuat angelo tersentak, ia menengadah melihat siapa yang datang mengangggu waktunya, terdengar gelak tawa setelahnya, beberapa orang terdengar berjalan menuju ke arahnya, ada satu suara yang mencuri indera pendengarannya, sayup-sayup terdengar semakin dekat


" woey lo gila yah, mana cukup kita berempat minum cuma 2 botol " ucap salah satu dari empat orang yang baru saja datang


Angelo tetap diam di tempat sembari terus mendengar ocehan-ocehan yang mengganggu waktu tenangnya, ia tidak dapat melihat siapa orang-orang yang ikut bergabung dengannnya karena ruangan begitu gelap, ada satu suara yang begitu akrab menyapu indera pendengarannya, membuat angelo harus mengerutkan kening


" ron, lo beneran nih udah ngalah dari angelo, gak biasanya lo kaya gini " ucap salah seorang yang tak jauh dari posisi angelo duduk


Pandangan mata angelo terbelalak ketika mendengar nama ron di sebut, tak salah lagi indera pendengarannya menangkap suara yang tidak asing baginya dan benar saja apa yang ia fikirkan bahwa salah satu dari keempat orang yang baru datang adalah ron


" hush, bukan saatnya sekarang kita nyerang lagi, biarin aja si kampret itu menikmati kemenangannya, biar dia ngerasa terbang di awan "


" hahhahaha, gila lo bener-bener ron "


Gelak tawa langsung memenuhi ruangan kecil dengan nuansa gelap gulita


Angelo merapatkan tangannya, pandangan matanya berubah setelah mendengar ucapan-ucapan dari keempat orang yang tidak jauh dari posisinya duduk, sial sekali nasibnya hari ini, sudah kabur dari rumah, bertengkar dengan ayahnya dan sekarang ketika sedang ingin menenangkan fikiran, tak di sangka-sangka musuh yang hampir ia lupakan malah datang begitu saja menghampiri dirinya


Vrrrrr.......vrrrrr.....vrrrrr, ponsel dari samping kanannya berdering kembali, seketika keempat orang yang tengah menikmati minuman keras menoleh bersamaan ke pojok ruangan dimana angelo berada


" ck, sial " gerutu angelo berdecak kesal


" siapa yang ada di situ " teriak salah seorang dari posisinya


Hening tidak ada jawaban, selain hanya dering ponsel yang terus menyala di samping kanan tubuhnya, perlahan cahaya dari ponselnya redup kembali


Merasa dirinya terancam, ron bangkit dari duduknya berjalan menghampiri tempat angelo berada, angelo tau langkah kaki mulai mendekat ke arahnya


ia langsung bangkit dari duduknya, bukkk......tanpa ragu langsung mendaratkan tinjunya tepat di wajah ron


" si*lan lo, siapa lo, berani-beraninya mukul gue, mau mati lo yah, gengz sepertinya kita kedatangan tamu tak di undang nih, enaknya kita apain " teriak ron


jedarrrr......guntur menyambar, cahaya kilat dengan cepat menampilkan sesosok tubuh angelo yang diam mematung menatap tajam ke arah ron berada dengan posisi tangan mengepal di samping


prok.....prok.....prok.....prok, " wah, wah, wah panjang umur banget nih si kampret, baru gue omongin udah nongol aja, sendiri lo, cihhh " senyum sinis tergambar di wajah ron


kilatan demi kilatan menampilkan dua sosok tubuh yang tengah berhadapan dengan dendam yang membara di kedua manik kelam milik mereka, tiga orang di belakang ron langsung berjalan menghampiri ron berada, mereka berempat sudah sangat siap menghajar angelo


bukkk......angelo kembali mendaratkan tinjunya pada ron,


ron menangkis tangan angelo, ketiga orang yang datang bersama dengannya langsung mengepung tubuh angelo di tengah-tengah


Perkelahian empat lawan satu terjadi dengan sengit, dalam kegelapan yang hanya bermodalkan cahaya dari kilatan, wajah-wajah penuh dendam tergambar jelas diantara mereka


Hosh......hoshh.....hosh, nafas angelo memburu, darah mengucur dari genggaman tangannya, keringat, darah sudah bercampur jadi satu di wajahnya, pandangannya tajam menatap tiga orang yang masih bertahan di posisinya sembari mengepalkan tangan


Tbc......