my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 12



Episode 12


Mobil hitam metalik melaju dengan kecepatan tinggi menembus jalanan yang cukup ramai, jam menunjukan pukul 9 malam nampaknya suasana lalu lintas kota Jakarta tidak terlalu padat seperti waktu siang hari


Krauk….krauk….krauk…


“tsk, gak usah brisik bisa gak makannya” angelo berdecak kesal


“eh elah lu pikir gue lagi makan roti, sejak kapan makan keripik bisa gak bunyi” ujar dani di samping angelo dengan santai meneruskan acara makannya


Angelo mendengus mendengar ucapan dani, ia kembali fokus dengan kemudi di depannya, mereka baru saja meninggalkan rumah mila


“ gel, lo belum jawab pertanyaan gue yang di rumah mila” ucap dani sembari terus makan


“ iya gue lupa, argh sial jadi inget lagi sekarang, sialan banget sumpah tuh geng fire wolf” angelo memukul kemudi di depannya


“emang kenapa? Lo di hajar mereka?”


“ iya, berani banget mereka nyuruh orang buat hadang jalan gue, main keroyokan lagi, gue habisin aja mereka semua gedeg gue”


“uhuk, serius lo habisin mereka sendiri gel? Napa lo gak hubungin gue sama andi dan rio. Lo udah gak nganggep kita temen sekarang?” dani tersentak dari duduknya


“ck, bukan waktunya lo mikir gitu, gue gak sempet pegang hp gue sial, yang penting sekarang kita mikir gimana caranya buat ngancurin tuh geng fire wolf sampai tak tersisa sedikit pun, termasuk sama sendy ketua mereka” ucap angelo matanya penuh dengan aura membunuh


“sabar napa gel, lebih baik lo pulang dulu ke rumah besok kita meeting sama-sama, lagian lo juga udah balas dendam untuk adik mila kan, kita simpan dulu tenaga kita, ingat gak perlu buru-buru” dani kembali duduk dengan rapi


Angelo terdiam, benar apa yang dani katakan sudah cukup ia menghajar habis 10 orang anggota geng fire wolf, setidaknya amarahnya bisa terobati sedikit, batin angelo


Angelo memutar kemudi di depannya untuk masuk ke halaman rumahnya, rumah megah itu tampak sepi dari luar


Angelo menghentikan mobil andi tepat di depan rumahnya, ia melepaskan sabuk pengaman di badannya


“yuk ikut masuk” ajak angelo


“gak usah gel, gue langsung pulang aja udah malem juga, besok kita ketemu lagi”


“gila, lo besok jemput gue ambil mobil gue yang masih di sekolah, oia lo masih nyimpen kontak cewek gue kan? Sini gue minta” angelo mengulurkan tangannya


“ck, gampang kalo itu, lo lucu yah gel, mana ada orang pacaran baru sekarang punya kontaknya, mana minta sama temen lagi” dani geleng-gelang sembari menyerahkan ponsel di tangannya


“sttt, berisik” tangan angelo sudah sibuk mengetik kontak mila di ponselnya


“nih gue balikin, thank's, kalo gitu gue duluan” angelo menyerahkan ponsel di tangannya sembari membuka pintu di sampingnya


Bruk….angelo menutup pintu kembali, dani mengklaksonkan mobilnya, angelo mengangguk menatap sorot lampu yang menjauhi tubuhnya


Angelo melangkahkan kakinya memasuki rumah mewahnya, baru pertama ia membuka pintu rumahnya membawa tubuhnya menaiki tangga, namun baru saja kakinya menaiki satu tangga, seseorang menyentuh pundaknya dari belakang, ia menoleh ke arahnya


“angelo darimana kamu nak? Ikut bunda sebentar” ucap ny. sabrina, ibu angelo


ny. sabrina berjalan mendahului angelo menaiki tangga, angelo mengikuti di belakang, ny. sabrina membawa angelo ke teras balkon rumahnya


ny. sabrina menghentikan langkahnya, angelo dan ibunya kini hanya berjarak satu langkah


" sini duduk di samping bunda" ny.sabrina menepuk sofa di sampingnya, angelo menuruti perkataanya


"ada apa bunda?" angelo menatap wajah sayu ny.sabrina


" begini, bunda tidak pernah melarang apa pun yang angelo lakukan, tapi bunda minta sama kamu, pulang ke rumah, rumahmu di sini, bunda tidak akan memarahimu meskipun bunda tau apa yang kamu lakukan di luar sana, kamu mengerti ucapan bunda" ucap ny.sabrina tegas menatap langsung mata putranya


"iya, maafin angelo bun" angelo menunduk


"hmmm ya sudah kalau begitu, kamu boleh kembali ke kamar" ny. sabrina lembut menyentuh pundak angelo


angelo mengangguk sembari bangkit dari duduknya, ia berjalan meninggalkan ny.sabrina sendiri di teras balkon


kriett..... angelo membuka pintu kamarnya


"ck, ngapain lu bang di kamar gue" angelo melempar tas ransel ke arah dimas


"ah, punya adik bar bar kaya gini musti kudu sabar nih hati, gue pengen nyantai di kamar lo, ac kamar gue rusak" ujar dimas tidak bergeming dari posisi tidur telungkup sembari membaca komik


"tsk, udahlah terserah lu aja bang, gue mau mandi" angelo melepaskan seragam kini yang tertinggal di badannya hanya singlet ketat berwarna putih, menampilkan abs yang tercetak di sana


angelo menyalakan shower di samping tubuhnya, mengguyur rambut serta seluruh badannya sembari merasakan luka-luka yang ia buat sendiri siang tadi


ceklek....beberapa menit kemudian angelo selesai bersih-bersih badan, ia menggosok rambutnya dengan handuk di tangan


"bang lu betah amat di kamar gue, minggir dikit gue mau tidur" angelo menghempaskan tubuhnya di samping dimas


"ck, kalo lo mau tidur harusnya tuh rambut lo keringin dulu yang bener baru tidur, apaan sih udah SMA masih aja kaya anak TK" gerutu dimas sembari membaca komik


"udah gue ijinin abang disini, bukan berarti buat jadi penceramah, berisik tau gak, gue capek mau tidur" angelo memalingkan muka dari dimas


"iya iya abang diem, lo darimana dari kemaren baru pulang?" dimas menyingkirkan buku komik di hadapannya, ia menoleh ke arah angelo


"nginep di rumah dani" ucapnya cuek


"terus itu muka lo bonyok kenapa? jangan kira abang gak liat muka bonyok lo" tanya dimas menyelidik


"ck, crewet banget sih bang jadi orang, ini tuh bukan bonyok tapi seni bang seni, namanya juga laki" angelo membalikan badan menatap dimas


Ctak….dimas menjitak kepala angelo


“ mana ada seni jelek kaya gitu, gel bisa gak sih lo jangan jadi ketua geng lagi, lo gak kasian sama bunda?”


“ya udahlah terserah lo aja, percuma juga gue ngomong sampe berbusa sama lo, bunda aja gak bisa buat lo berenti, eh gel gue tidur sini yah sama lo” ucap dimas yang masih menatap angelo


“ck, gak, gue gak mau tidur sama lo” angelo berdecak kesal merasa dirinya terganggu


“tega amat lu gel, padahal dulu lo tuh paling gak mau tidur kalo gak gue kelonin dulu, lo gak inget gimana lo dulu nempel-nempel sama gue, aish malangnya nasibku” dimas menunjukan tampang memelasnya


“sttt ya ya ya, nyesel gue dulu nempel terus sama lo bang kalo kaya gini jadinya, ya udah malam ini aja, dah jangan berisik”


“oke gue gak bakal berisik” pluk….dimas memeluk angelo


“paan sih bang, minggir” angelo berusaha melepaskan diri


“gue kangen sama adek kecil gue, lu diem aja” dimas mempererat pelukan di tubuh angelo


Angelo hanya pasrah jika abangnya sudah berbicara seperti itu, meski sekarang angelo adalah ketua geng preman, bahkan ia sering terlibat dalam tawuran ataupun kekerasan yang bisa saja mengancam nyawanya setiap saat, namun ia tidak membantah dengan apa yang abangnya katakan, memang benar angelo sangat dekat dengan dimas sewaktu ia kecil, entah karena apa setelah ia remaja sikapnya berubah canggung dengan dimas, namanya juga seorang abang walaupun adik kecilnya sudah berubah menjadi dewasa ia akan tetap memperlakukan angelo sama seperti waktu mereka kecil bersama walaupun angelo menolaknya ia tidak akan merasa sedih dengan itu, ia hanya berusaha memahami perasaan angelo, ia juga pernah nakal seperti angelo sewaktu duduk di bangku SMA, namun nakalnya dimas lebih bisa di toleransi ketimbang angelo


Lantas bukan berarti ibu dan ayahnya membiarkan angelo menjadi anak nakal, hanya saja angelo tidak pernah mematuhi ucapan ayahnya maka mereka hanya menasehati angelo semampunya, jika mereka mengasari angelo takutnya angelo akan memberontak lebih dari itu.


Ny.sabrinalah yang paling mengetahui sifat anaknya, ia juga yang paling dekat dengan anak-anaknya karena sikapnya yang sangat lembut pada mereka, ia memahami sifat angelo saat ini, mungkin ini adalah masa-masa sulit dalam mendidik anak remajanya yang masih mencari jati dirinya itu


🍁🍁🍁🍁🍁


“bang bisa lepasin sekarang gak, gue gak bisa nafas sumpah, lo gak niat bunuh gue kan” ucap angelo setelah lama mereka terdiam


“hehe sorry gel, kebawa suasana” dimas melepaskan pelukan dari tubuh angelo


Mereka berdua menatap langit-langit kamar yang berwarna putih bersih sembari dimas yang terus ngoceh tentang masa lalu mereka, angelo hanya mendengarkan apa yang dimas katakan, angelo diam bukan berarti ia tak mengingatnya justru ia mendengarkan dengan terus mengulang momen-momen bersama abangnya


Hingga ia menjadi anak nakal seperti sekarang


Ucapan dimas membuat angelo seperti di bacakan dongeng pengantar tidur, tanpa sadar ia sudah terlelap di samping dimas dengan posisi mereka yang telentang menatap langit-langit, dimas sadar angelo tertidur di sampingnya karena sudah tidak ada gerakan dari tubuhnya, dimas menoleh melihat angelo yang tertidur, ia tersenyum segera menyelimuti tubuh angelo


“gue tau meski lo jadi anak berandal sekalipun, sikap lo dingin sama gue, gue yakin lo masih tetap mengingat momen kita, semoga lo cepet sadar dengan apa yang lo lakuin yah adik kecil” gumam dimas


Dimas menempelkan kembali kepalanya di atas bantal di dekat angelo, ia memejamkan matanya untuk segera tidur


🍁🍁🍁🍁🍁


Minggu pagi adalah hari yang di tunggu-tunggu setiap siswa setelah bersekolah selama enam hari berkutat dengan buku dan pelajaran yang di berikan guru mereka, begitu juga dengan mila


gadis cantik itu sudah siap bertempur dengan pekerjaan rumahnya di minggu pagi yang cerah


dandanan mila pagi ini berbeda dengan biasanya dimana rambut yang biasa ia kuncir membentuk kuncir kuda, khusus hari ini ia cepol rapi agar memudahkan dirinya untuk bergerak membersihkan rumah


"sapu ok, pel ok, lap ok, ember ok, dan bla bla bla" gumam mila menghitung peralatan yang akan ia gunakan


pertama yang mila lakukan adalah menyapu semua ruangan, karena adit dan ayahnya tidak berada di rumah maka mila bisa melakukan pekerjaan rumah dengan cepat tidak seperti biasanya yang mengharuskan dirinya berteriak membangunkan adit menyuruhnya pergi mandi dan segera menyuruhnya pergi ke rumah temannya agar tidak ada yang mengganggu acara bersih-bersih rutinan mila di hari minggu


mila bersenandung sembari terus melakukan pekerjaan rumahnya, entah kenapa hanya dengan membersihkan rumah membuat hatinya merasa ikut bersih seperti kaca meja yang ia lap barusan yang tadinya berdebu kini sudah mengkilap menampakan wajah manisnya


beberapa menit kemudian, mila selesai membersihkan semua ruangan di rumahnya


"ahhh luar biasa" mila meluruskan kakinya duduk di sofa, keringat sudah menghiasi wajah mila, ia menyeka kening yang di rasa sudah basah karena keringatnya


tok....tok....tok, mila bangkit dari duduknya setelah mendengar ketukan pintu di sampingnya


"hay princess" sapa angelo tersenyum berdiri di depan rumah mila


"hmmm, masuk dulu" ajak mila


angelo mengikuti mila di belakang, ia duduk di sofa ruang tamu dengan terus memperhatikan ceweknya yang hari ini berdandan tidak seperti biasanya, kaos mila yang berwarna biru bergambar doramon,celana selutut berwarna putih, rambut cepolnya, membuat mila semakin manis dari sudut pandang angelo


"ada apa? ada yang salah sama gue, lo liatin gue terus" ucap mila yang berdiri tak jauh dari angelo, ia sadar dirinya sedang di perhatikan sedari pertama angelo memasuki ruang tamunya


"gapapa, lo cantik" angelo tersenyum manis


"ish apaan sih nih anak pagi-pagi udah bikin jantung gue berisik" batin mila


"ekhm, gak usah gombal masih pagi, mau minum apa" ucap mila kembali bersikap biasa meski hatinya berdebar mendengar pujian dari angelo


"hmmm apa pun yang lo buat pasti gue minum tenang aja" angelo menyilangkan satu kakinya


"ok, lo tunggu disini gue buat dulu" ucap mila sembari meninggalkan angelo yang masih terus menatap punggung mila


mila berjalan sembari memegang dadanya yang terus berdebar menerima ucapan dari angelo, penampilan angelo hari ini juga lebih tampan dari biasanya, celana jeans berwarna hitam sedikit sobek di bagian lutut, jaket hoodie berwarna abu-abu bertuliskan RN besar di dada sedikit motif hitam di bagian tulisan serta lengan, sepatu berwarna putih, rambut yang di sisir sembarang membuat penampilan angelo sukses menarik hati mila hari ini


dengan susah payah ia mengatur kembali nafas serta ekspresinya setelah selesai membuat satu cangkir teh manis hangat untuk angelo, ia segera membawa teh manis hangat kepada angelo, terlihat angelo sibuk dengan ponsel di tangannya tak memperhatikan suasana sekitar


tuk... mila meletakan cangkir di atas meja suara ketukan cangkir membuat angelo menghentikan permainan ponselnya, ia melirik sekilas ekspresi ceweknya


"silakan di minum cuma ada ini" ucap mila yang masih berdiri dengan nampan di tangannya


"hmmm, ini teh manis kan? gue salah " angelo meletakan ponsel di meja


mila mengerutkan dahi mendengar ucapan angelo, apa yang di perbuatnya? batin mila


" iya aku salah, harusnya tadi aku minta teh tawar aja, kalo gini kan bisa-bisa gue terkena diabetes gara-gara minum teh ini sama liatin kamu" angelo tertawa


wajah mila memerah mendengar ucapan angelo


"aishhh, ya udah gue minta maaf kalo bikin lo terkena diabetes, tenang aja besok gue buatin teh pait sekalian" ucap mila tak kalah dari angelo


"hahahha mau lo buatin gue teh pait,asin,manis,tawar,asem pasti gue minum semua tenang aja" angelo tersenyum jail