
Episode 46
Wajah cantik, rupawan, tubuh bagus, kulit putih, kaya, bergelimang harta, segala macam apa pun yang di inginkan hanya dengan menjentikan jari semua akan terwujud di depan mata bak sulap, tiada hidup yang sempurna meskipun kita memiliki segalanya, Tuhan tidak menciptakan segala sesuatu tanpa celah meski itu hanya sedikit saja, semua adil ada kekurangan dan kelebihannya.
Prakk……” aku tidak mau kamu menikah lagi “ tatapan mata berderai air mata, tertunduk di depan seorang lelaki mengenakan jas abu-abu dengan posisi tangan mengepal di samping
“ ini sudah keputusanku, jika kamu tidak mau, maka kamu dapat pergi dari rumah ini, tinggalkan nindy bersamaku, kamu tidak akan pernah bisa menghidupinya meski bekerja hingga mati ” ucapnya dengan keras menggema memenuhi ruangan
Isakan tangis terdengar menyayat hati, seorang perempuan hanya bisa terdiam mendengar ucapan yang begitu menyakitkan keluar dari mulut lelaki yang teramat di cintainya, hingga mereka mempunyai buah cinta yang sudah mulai beranjak dewasa dan kini tengah duduk di bangku SMP, rumah tangga harmonis impian semua orang sudah tidak ada lagi di dalam bayang-bayang
Brak…..pintu terbanting dengan keras meninggalkannya seorang diri dengan isakan tangis yang semakin menjadi-jadi, tidak ada yang tau pertengkaran mereka berdua telah di saksikan oleh sepasang bola mata cantik yang tidak sengaja lewat di depan ruangan mereka
Sepeninggal seorang lelaki yang ia sebut ayah, dirinya mulai menampakan diri setelah bersembunyi beberapa saat, isakan tangis dari seorang perempuan yang ia panggil ibu membuatnya ingin mendekat dan ingin tau apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya itu, bahkan dirinya baru tau bahwa kedua orang tua yang sangat ia banggakan bertengkar dengan hebat setelah dirinya hampir 14 tahun
Krieetttt…..pintu terbuka perlahan, bruk….. tubuhnya terjatuh ke lantai seakan tak percaya melihat pemandangan di depannya, seseorang yang setiap hari akan membangunkannya dan tersenyum penuh cinta sudah tergeletak dengan darah menggenang di samping tubuhnya, hanya beberapa saat dirinya bersembunyi menunggu situasi aman namun siapa sangka ketika kembali ingin melihat apa yang terjadi semua sudah terlambat
“mamamaaaaaaaaaa” jeritnya kencang sekencang-kencangnya
🍂🍂🍂🍂🍂
“ hosh…..hosh….hosh”
Deruan nafas tersenggal membuat seseorang di samping ranjang tempat tidurnya terbangun, dengan segera beranjak dari posisinya
“ lo udah bangun nin? Syukurlah, bentar, gue panggil dokter yah” ucap yuda panik namun sedikit lega melihat nindy sudah sadar dari komanya setelah ia menunggu semalaman di sampingnya
Nindy linglung menatap sekitar, mencerna setiap hal yang di lalui dirinya sebelum sampai di tempat yang tidak asing bagi indera penciumannya itu, tidak salah lagi dirinya berada di rumah sakit saat ini, mimpi buruk akan kenangan sebelum ibunya meninggal telah membangunkannya dari koma, ia hanya terdiam memandangi seorang lelaki mengenakan jas berwaran putih memeriksa dirinya, mendengarkan percakapan yang tidak ia mengerti, setelah itu seseorang itu pergi meninggalkannya kembali bersama dengan yuda yang berdiri di samping ranjangnya menatap dirinya penuh khawatir
“ gimana perasaan lo nin? “
Nindy diam melirik sekilas ke arah yuda, tatapan matanya kosong mengingat memori-memori yang tidak pernah ingin di ingatnya lagi
“ maafin gue, gue gak ada di deket lo, gue gak tau apa yang lo derita selama ini sampe lo berubah kaya sekarang, gue baru hadir sekarang, saat lo udah berubah, maafin gue” ucapnya tertunduk
Ruangan berukuran luas dengan satu ranjang dan beberapa sofa di samping kirinya terasa sepi hanya terdengar detakan jarum jam yang terus berjalan menunjukan pukul 10 pagi, baik yuda maupun nindy diam satu sama lain dengan fikiran mereka masing-masing setelah kalimat terahir yang yuda ucapkan
🍂🍂🍂🍂🍂
Suasana ramai terlihat di kantin SMA venus, mila tengah duduk di pojokan dengan satu mangkok bakso yang masih mengepulkan asap tipis di atasnya, pandangannya menyapu seluruh isi kantin memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang di depan matanya, sembari menunggu linda sahabatnya yang belum selesai mendapatkan apa yang di inginkannya, tubuhnya bagai tertelan dalam antrian panjang menunggu pesanannya di buat
“ beb, gue duduk sini yah “ ucap angelo tiba-tiba mengagetkan mila
“ aishhh, bikin kaget aja”
“ lah lagian lo dari tadi lagi liatin apa sih” angelo mengedarkan pandangan matanya menatap ke arah yang sedang mila lihat
“ oh, lo lagi liatin sahabat lo yang kejepit di sana yah, ck, kasian amat tuh anak”
Angelo geleng-geleng, dia sudah membawa dua minuman kaleng di tangannya
“ iya, gak biasanya dia pesen mie goreng, udah tau antrian panjang tetep aja ngeyel mau makan itu, btw lo gak makan apa gel?”
“ sebenernya si pengen, liat antrian kaya gitu jadi kenyang nih perut “ angelo menatap jengah pemandangan ramai di depan matanya
“ lah lo darimana aja baru kesini? Kalo datengnya awal ya gak kaya sekarang pasti, lo mau makan gak? Ntar gue pesanin buat lo, sekaligus nungguin antriannya”
“ aihhh, gue habis dari ruang BK tadi, biasa lah orang terkenal nan tampan kan selalu urusan sama guru BK “
“ ck, dasar , sapa bilang lo tampan? Lo terkenal? Dasar pede, di panggip BK kok bangga “
Mila menghela nafas panjang mendengar celotehan dari kekasihnya
“ gimana? Mau makan gak? “ tanyanya lagi
“ aishh gak usah lah, segitu khawatirnya lo beb sama gue, kalo gue mau ya mending gue aja yang ngantri, gue gak mau cintaku sampe kecapean nunggu antrian buat gue “
“ hmmm, ya udah deh serah lo aja gel “
Mila mengalihkan pandangan matanya setelah menatap angelo, tangannya mengambil kecap dan sambel membubuhkannya di mangkok baksonya, angelo hanya tersenyum menatap wajah serius mila di depannya
Tuk…..seseorang meletakan sesuatu di samping dan depan mejanya, mila langsung mendongak melihat siapa yang baru datang untuk gabung bersamanya dan angelo
“ ck, gila, ngantri mie goreng kaya ngantri sembako aja, mana panas lagi “ gerutu linda, bersiap duduk di sampingnya
Sedangkan yang baru sampai di depannya tak kalah mengomel juga dengan linda
“ nih pesanan lo tuan angelo yang agung” ucap dani menggeser satu mangkok mie ayam, dia juga bersiap duduk di samping angelo
“ thank’s my bro” angelo terkekeh melihat wajah masam sahabatnya
Mila geleng-geleng menatap angelo dan dani, pantas saja angelo tetap tenang meski dirinya ingin makan, tawaran mila juga di tolak olehnya, ternyata dia sudah memesan lewat dani terlebih dahulu sebelum duduk bersama dengan mila
“ eh btw, kita bentar lagi ujian yah, gak kerasa, gimana perasaan lo mil” tanya dani tiba-tiba
“ apaan sih dan, lo tanya-tanya ke cewek gue”
“ ya ampun gelo, pelit amat jadi orang, cuma nanya doang kok, milanya aja gak bakal tergores” dani geleng-geleng
“ iya lebay banget, kalo gue si biasa aja malah pengen cepet-cepet lulus” jawab mila melirik angelo di depannya
“ kenapa lo pengen cepet lulus”
“ emang lo gak pengen kuliah mil?”
“ iya mil, kuliah aja yah nanti daftar sama gue, kalo lo gak kuliah tar gue sama siapa?” timpal linda yang sedari tadi hanya menyimak percakapan
“ gue sih pengen kuliah sebenernya, cuma kayaknya gue lebih cocok langsung kerja aja lah, udah pengen ringanin beban ortu” mila menghela nafas panjang
“ tuh gel denger, cewek lo aja mikirnya pake otak, lah lo mikir pake dengkul “ celetuk dani tak berasalan
Celetukan dani membuat angelo kesal,
ctak…..” enak aja lo ngomong, gue juga mikir pake otak kali, lo nikah aja sama gue ya mil, tar gue yang ngidupin lo,bapak lo sama adit gimana “
“ wih wih wih, mendadak jadi acara lamaran dadakan ini, gue belum siapin kamera buat video kali, ulang gel ulang”
Ctak…..” apaan sih heboh banget lo dan” angelo menyentil kening dani kembali
Dani meringis menahan perih di keningnya sembari terkekeh di samping angelo, linda pun ikut tertawa kecil di depan dani, sedangkan mila hanya tersenyum masam mendengar ucapan angelo
“ lo kira nikah gampang kali ya gel, nikahnya si gampang, hidup setelah nikahnya tuh yang bikin geleng-geleng, lo aja belum kerja, anak mamih lagi, gimana mo ngidupin anak orang, astaga gel gel” dani nyerocos berkepanjangan
“ stttt, bisa diem gak lo dan, kuping gue panas tau, emang lo udah pernah nikah? Gayanya nasehatin gue kek gitu”
Linda menyikut lengan mila yang diam memperhatikan percakapan angelo dan dani, ada harapan di hatinya semoga saja memang angelo jodoh yang Tuhan berikan untuknya dapat membahagiakan dirinya, namun bukan saatnya sekarang memikirkan hal seperti itu, berdiam diri, pasrah, bukan sifat dirinya, sekarang yang terpenting adalah bagaimana dirinya mengikuti ujian dengan baik mendapat nilai yang memuaskan cukup membuat ayahnya bahagia, pikir mila sembari terus menyendok bakso di depannya
🍂🍂🍂🍂🍂
Suasana kantin yang sudah ramai semakin ramai, anak-anak cewek tertuju pada satu titik yang sedang bergerak menuju ke arah mereka berada, seorang lelaki muda mengenakan celana jeans hitam, sepatu kets putih, kaos putih polos, luaran mengenakan kemeja berwarna merah kotak-kotak dengan kancing yang terbuka semua, tak lupa kaca mata hitam bertengger menutupi matanya, berjalan bak model professional tanpa menengok ke sekeliling, menganggap sekeliling bagaikan penonton yang bersorak menyambut kedatangannya
“ eh ada apaan yah ko rame banget di depan” ucap mila tiba-tiba, ia masih melanjutkan makan bersama namun tak sengaja pandangan matanya menangkap suasana ramai di luar kantin
Angelo dan dani menengok bersamaan, hanya satu yang tidak menengok dan seperti sudah tau siapa yang datang ke kantin hingga menimbulkan kegaduhan seperti itu ya itu linda, dia diam tetap terus berkonsentrasi dengan makanannya
“ orang gila macam apa yang buat gaduh kaya gitu, perasaan pas gue lewat gak kaya gitu amat” celetuk angelo
“ apaan, siapa juga yang liatin lo pas lewat, orang lalat aja minggir pas liat lo” dani menimpali tanpa rasa berdosa
Angelo kembali memukul dani mendengar celotehannya, mereka berdua bergulat seperti biasa seperti kucing dan tikus sibuk sendiri sudah lupa dengan keadaan sekitar,
tanpa sadar seseorang yang menjadi objek perhatian tadi sudah berdiri di samping meja mereka berempat, membuka kaca mata hitamnya sembari memperlihatkan deretan gigi rapihnya, sangat tampan
“ eh bang dimas, ko disini? Gue kira siapa yang jadi pusat perhatian” ucap mila menyapa dimas
“ hay mil, iya nih temen-temen kamu lebay deh, kaya gak pernah liat orang ganteng aja, gue akui emang gue gantengnya kebangetan sih,hahahaha" dimas tertawa
"gue nemuin pacar gue dong pasti” imbuhnya sembari melirik linda yang tersipu malu menunduk di samping mila
“ dasar kampret, gue tadi bilang orang gila macam apa yang jadi pusat perhatian, ternyata lo bang, sejak kapan lo punya pacar dan kata siapa lo ganteng”
Mendengar suara yang tidak asing di pendengarannya membuat angelo menghentikan aksi gulatnya bersama dani dan langsung menanggapi ocehan dimas dengan kurang ajar seperti biasa
Mila geleng-geleng tertawa kecil melihat tingkah sepasang adek kakak itu, memang benar mereka itu mirip bagai pinang di belah dua, baik wajah ataupun cara bicaranya yang membedakan hanya umur, tinggi badan, dan tingkah laku, angelo lebih tinggi 5 cm dari dimas badannya juga lebih tegapan angelo, jika orang yang tidak tau pasti akan menganggap angelolah yang abang sedangkan dimas yang adik, meski begitu wajah mereka berdua sama-sama tampan mungkin karena turunan dari ayah dan bundanya yang rupawan sejak muda
“ eh lo bang, jangan dengerin omongan adek lucnut lo bang mulutnya itu loh ngalahin pedesnya cabe, btw siapa sih cewek lo bang, sampe lo repot-repot dateng kesini?” ucap dani menengahi dimas dan angelo yang sudah beradu mulut seperti biasa
Grekk…....dimas menarik kursi di belakangnya, duduk diantara dani dan linda bersiap menjawab pertanyaan dani, dia sudah tau ada beberapa pasang mata yang menunggu jawaban dari dirinya, oleh karena itu ia sengaja berlama-lama menjawab pertanyaan dari dani
“ ah elah lebay amat lo bang, mau jawab pertanyaan aja lagaknya kaya mau bacain pemenang nominasi penyanyi terbaik, pake di lama-lamain lagi” angelo menghela nafas menatap kakaknya jengah
Dimas terkekeh “ bilang aja lo udah penasaran banget kan pengen tau, siapa orang yang udah berhasil hatinya gue dapetin” ledek dimas
“ aishhh, serah lu lah bang, mie gue jadi dingin gegara nungguin lo ngomong”
“ lo bisa diem gak gel, ribet amat deh” protes dani
“ ya ya ya, gue salah, udahlah gue gak peduli lagi, mo lanjut minum aja” angelo bangkit dari duduknya bersiap mengambil minuman kaleng baru
“ yaelah adek manis gue ngambek “
“ bodo”
Angelo berlalu meninggalkan meja, dimas terkekeh di buatnya
“ ayo bang kasih tau dong, siapa sih cewek lo, gue udah penasaran ini “ ucap dani merasa gemash
Mila manggut-manggut, tak kalah ingin tau juga
“ oke, oke, kalian udah tau kok siapa orangnya, masa gak tau sih” dimas melirik linda
Mila langsung paham dengan lirikan dimas, tatapan matanya berubah, membulat lengannya dengan cepat mengguncang tubuh linda di sampingnya, sedangkan dani melongo melihat ke arah linda
“ astaga lin, lo pacaran sama abangnya angelo, sejak kapan? Jahat amat gue gak di kasih tau”
Linda hanya diam tersipu malu mendapat guncangan dan pertanyaan bertubi-tubi dari mila, memang hari ini dirinya berniat memberi tahu perihal hubungannya bersama dengan dimas namun menunggu waktu yang tepat, karena kebetulan ada dani dan angelo yang ikut makan bersama dengan mereka, jadi linda mempunyai fikiran untuk memberi tahu mila ketika mereka berjalan bersama menuju kelas nanti, tapi siapa sangka kekasihnya malah menghampirinya meski sudah di cegah beberapa waktu lalu lewat pesan singkat,
saat ada keramaian di luar kantinnya pikirannya langsung paham menangkap siapa yang datang, dan benar saja, seseorang yang di cegahnya untuk datang malah datang, hingga menimbulkan suasana heboh di mejanya, terutama mila sahabatnya yang terus bertanya padanya….
Tbc…..