
Episode 27
Wushhhh……angin berhembus cukup kencang begitu kontras dengan malam yang semakin larut, bau darah mulai menusuk hidung, asap-asap bertebaran tercipta dari kobaran api yang beberapa saat lalu menyala sebagai salah satu tanda di mulainya perang sengit antara dua geng yang cukup berpengaruh
Deru nafas bersahut-sahutan memenuhi area base camp fire wolf, angelo sudah tidak tahan lagi melihat salah satu anggota gengnya tergeletak tak berkutik di samping musuhnya, walaupun ia berhianat pada dirinya namun tetap saja angelo harus menyelamatkannya bagaimana pun caranya
Angelo terdiam mengepalkan tangannya, suasana tegang mulai tercipta di sekitarnya, pandangan-pandangan dingin di belakangnya seakan mendorongnya untuk maju melawan ketua geng yang sudah menjadi musuhnya sejak lama
Angelo berlari dengan sangat cepat menuju sendy, sedangkan dani dan anggota yang lain hanya menatap dingin ke arah mereka, dani merasa sangat kesal ia harus menuruti permintaan angelo untuk tidak ikut campur selama angelo masih baik-baik saja, ia hanya bisa berharap bahwa apa yang angelo katakan selama ia di base camp terwujud yaitu ia akan baik-baik saja, melihat semangat angelo yang masih membara meski sudah melawan sendy cukup lama membuat dani mencoba untuk percaya padanya, jika nanti terjadi sesuatu sesuai perkataan, maka dani tidak akan segan-segan melanggar perkataannya untuk tidak ikut campur
Angelo mengangkat tangannya tanpa ragu, buk……angelo menghantam kembali tubuh sendy
Sendy tersungkur tak jauh darinya, angelo langsung berlari lagi menindih tubuh sendy namun sebelum angelo sempat melayangkan tinjunya untuk yang kedua kalinya, sendy seperti memberikan kode untuk anak buahnya yang berada di samping andi
Angelo menghentikan tangannya di udara, menatap bengis kedua bola mata sendy
“ ayo lanjutin, gebukin gue, satu pukulan yang lo lakuin ke gue, dua kali lipat yang bakal anggota gue lakukan ke orang lo” sendy tertawa
Angelo menghempaskan tinjunya tak peduli dengan ucapan sendy, saat itu juga andi mendapat siksaan seperti yang ia katakan pada angelo, terdengar teriakan kembali dari arah andi, namun teriakannya kini tidak sekeras beberapa waktu yang lalu
Angelo mengentikan pukulannya, ia mengangkat kerah sendy menatapnya garang, giginya bergelemetuk, orang-orang sendy masih tetap menghajar andi di sana
Angelo semakin murka, ia menghempaskan tubuh sendy ke lantai lantas ia terdiam dengan nafas yang memburu
Sendy mencoba bangkit kembali, “ hahahaha, udah lo nyerah sekarang”
“cukup, gue bilang cukup, lo tuli haahhh” teriak angelo, teriakannya menggema memenuhi ruangan base camp fire wolf
Sendy tersenyum sinis “ lo mau gue hentikan orang gue, turuti perintah gue”
Dani melangkahkan kakinya, ia sudah tidak tahan, baru beberapa langkah di belakang angelo, angelo segera mengangkat tangannya, ia menghentikan langkah dani
“ apa syarat lo” ucap angelo menatap tajam sendy
“ berlutut lo di depan gue, sekarang” teriak sendy
“ jangan gel, lo gak usah dengerin cecunguk sialan”
Angelo terdiam ia masih menatap tajam, perlahan ia meloloskan tubuhnya turun, ia berlutut tepat seperti yang sendy katakan, andi menatapnya setengah sadar, air mata menghiasi sudut matanya, dani mengepalkan tangannya, menatap tajam sendy yang tertawa puas mempermalukan angelo
Sendy berjalan mengahampiri angelo yang tertunduk di tempatnya, angelo bisa saja langsung menghajar sendy secara brutal kembali, namun nyawa andi berada di tangannya, jika ia tidak menuruti, entah apa yang akan terjadi dengan andi, dari segi orang sendy memang kalah tapi ia terlalu picik dari segi pemikiran hingga mampu membuat angelo berada di posisinya satu tahun silam
“ bagus, jadilah anjing penurut, gue suka “
Sendy mengangkat tangannya, ia menyuruh orang di belakangnya untuk mengambil tongkat base ball, dengan segera orang itu berlari dan menyerahkan tongkat base ball pada sendy
Buukkkkkk…….. sendy menghantam kepala angelo dengan keras, darah mengucur dari kepalanya, angelo masih diam menunduk
“ gel sorry gue gak bisa tepatin janji gue” ucap dani
Ia lari ke arah sendy, tinggal selangkah lagi dani sampai di depan sendy
“ berani lo maju satu langkah lagi, ketua lo mati di tangan gue”
“ arghhhh peduli setan, bacot lo”
Bukkkk…..sendy menghantam kembali kepala angelo lebih keras dari sebelumnya, dani sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan sendy, dengan hitungan sepersekian detik
Buk….buk…..buk….bak…..bak dani menghajar sendy membabi buta, pandangan matanya tajam ia sudah tidak peduli lagi dengan hidup atau mati, beberapa anggota xtc di belakang ikut maju menyerang kembali sisa geng fire wolf, setelah mendapat tanda dari dani, ron yang masih mencoba berdiri tak luput medapat serangan pukulan bertubi-tubi dari rio
Suasana mencekam terjadi kembali, pandangan-pandangan mata yang haus akan darah menghiasi perkelahian itu
Angelo mencoba bangkit, ia merasa seperti melayang, darah sudah membanjiri lantai di bawahnya, wajahnya sudah tertutup cairan kental berwarna merah miliknya, namun ia tetap berusaha tetap terjaga, ia tidak mau kalah, ia tidak mau mengorbankan anggota gengnya, pandangannya menyapu semua yang terjadi di depannya, sendy dan dani masih bertarung dengan bengis, mereka sudah tidak peduli lagi dengan segalanya
Dor…............suara letusan dari senjata api menghentikan segalanya, angelo menatap tajam asal suara itu, terlihat seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya, sorot matanya tajam, badannya kekar, angelo bisa menaksir umurnya kira-kira berusia 20 tahun, ia menatap pemandangan yang terjadi di depannya tanpa ekspresi sedikit pun
“ ketua, ahirnya lo keluar juga “ ucap sendy tersenyum sinis
Angelo mengerutkan keningnya, bukankah ketua geng fire wolf adalah sendy mengapa bisa berganti orang itu? Pikir angelo, namun ia masih menatap tajam orang-orang di depannya
“ jadi ini geng xtc yang lo ceritakan, yang udah bunuh kakak gue satu tahun silam?” ucap lelaki itu
Memang kejadian satu tahun silam cukup menimbulkan banyak korban, angelo tidak tau apa maksud perkataan lelaki itu, anggota ia juga mati akibat kejadian itu, jika memang benar apa yang ia katakan, angelo tidak bisa memungkirinya
Angelo menatap dingin lelaki itu
“ nyawa di bayar nyawa, mata di bayar mata, hari ini gue bakal nuntut balas kematian kakak gue” teriaknya
ia mengacungkan senjata apinya ke arah angelo lantas menarik pelatuknya
wushhhh…..peluru meluncur dengan sangat cepat ke arah angelo
“arghh” seseorang di depan angelo tumbang,
ia menghadang peluru yang akan mengenai dirinya
Angelo tersadar, ia seperti terhipnotis beberapa waktu lalu saat peluru melesat menuju arahnya, rio tergeletak dengan nafas yang lemah, ia segera berlari menghadang peluru saat melihat angelo tak bereaksi sedikit pun
Angelo linglung melihat kondisi saat ini, badannya bergetar, ia melangkahkan kakinya
menuju rio
“ gue gapapa gel” ucap rio lirih
Sirine mobil polisi terdengar di kejauhan rupanya letusan senjata api yang di buat geng fire wolf membuat warga beramai-ramai mendatangi tempat itu hingga salah seorang dari mereka menelpon polisi untuk segera mengamankan asal suara
Dani, aan dan rendi berlari ke samping angelo dan rio, mereka diam mematung, sementara anggota geng fire wolf pontang panting menyelamatkan diri setelah mendengar sirine polisi mendekat
“ yo, lo gak boleh mati tanpa seijin gue, lo gak boleh” air mata angelo turun membasahi wajah rio, badanya bergetar
“ gue gak bakal mati, gue gapapa, lo gak usah nangis” ucapnya lirih, nafasnya semakin melemah namun ia berusaha tersenyum
Dani membuka kemejanya, ia menekan darah yang terus keluar dari dada rio
“ kita harus segera bawa rio kerumah sakit” ucap dani
“ an, ren lo bawa mobil gue di sebelah, cepetan” teriak dani lagi
Angelo masih terdiam sembari menahan kepala rio, ia memandang rio, badannya masih bergetar
Citt….mobil yang aan dan rendi bawa sudah berhenti di depan base camp, angelo segera membawa rio, ia di bantu dani, sedangkan dani dan rendi membawa andi, anggota gengnya yang lain sudah mereka bubarkan, namun baru beberapa langkah mereka keluar polisi sudah mengepung base camp fire wolf, mereka mengacungkan pistol menyambut angelo and the geng, sedangkan sendy dan ketuanya itu sudah berhasil di ringkus meski mereka sudah melarikan diri lewat belakang, namun mereka kurang cepat
Angelo menatap dani, “ biar gue yang tanggung jawab, lo urus rio sama andi”
“ gak, gue ikut lo, gue bisa bebasin lo”
“ lo gak usah debat sama gue, lo bawa rio sekarang, lo bisa nolong gue setelah lo selese”
Dani mengangguk, angelo mengangkat kedua tangannya di depan polisi, tangannya segera di borgol, sedangkan dani, aan, dan rendi tetap membawa rio dan andi ke rumah sakit namun mereka di ikuti beberapa polisi
Angelo berpisah dengan dani, ia di bawa ke kantor polisi beserta beberapa anggotanya yang berhasil di tangkap termasuk sendy, ketuanya dan anggota geng fire wolf lainnya, polisi juga segera mengamankan senjata api yang di gunakan orang yang di panggil ketua oleh sendy, mereka juga mengamankan beberapa tongkat base ball, balok kayu dll yang mereka temukan di base camp fire wolf
🍂🍂🍂🍂🍂
Langkah kaki memenuhi pintu utama rumah sakit husada, beberapa petugas dari rumah sakit segera membawa brankar menyambut dani dan yang lainnya, dengan langkah terburu-buru mereka mendorong brankar menuju ruang UGD, untuk segera melakukan operasi pengambilan peluru pada rio, andi pun sama ia masuk UGD karena kondisinya juga cukup parah
Mila yang baru saja dari kantin memandang kerumunan orang yang berjalan terburu-buru tak jauh dari arahnya, ia seperti dejavu memandang kerumunan orang itu, pandangannya menangkap dani di sana, ia segera berlari ke arah mereka
Sebenarnya mila tidak berniat ke kantin karena waktu juga sudah menunjukan pukul 3 dini hari, namun tiba-tiba ia merasa sangat haus dan ingin minum sesuatu yang dingin, setelah ia tidak bisa tidur semalaman memikirkan angelo, bahkan teleponya tidak di jawab angelo, membuat perasaanya semakin gelisah semalaman
Hingga pandangan matanya yang menangkap dani berlalu tak jauh dari arahnya membuat perasaan mila tak karuan, ia benar-benar takut sesuatu yang buruk benar terjadi pada angelo, ia tidak peduli lagi dengan rasa haus yang tadinya membakar dirinya, ia tak peduli lagi dengan suasana rumah sakit, dengan cepat ia berlari menuju dani meninggalkan kantung kresek yang terjatuh akibat dirinya yang terlalu kaget melihat dani
Dani, rendi dan aan berhenti saat petugas rumah sakit menutup pintu UGD di depan mereka, mereka menatap lesu pintu di depannya
“hosh….hosh….hosh” nafas mila memburu, ia berhenti di samping dani
“ apa…apa yang terjadi” tanya mila panik
“ gue gak bisa jelasin sama lo mil saat ini” ucap dani memandang wajah mila dengan tatapan dingin
Mila terdiam mendapat tatapan seperti itu, baru kali ini ia melihat tatapan yang begitu dingin di kedua bola mata dani padahal biasanya ia akan berusaha tegar meski ia dalam kondisi panik seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, namun kali ini berbeda, apa yang sebenarnya terjadi, hal apa yang membuatnya sangat dingin tanpa ekspresi, mila bertanya-tanya pada dirinya, ia hanya bisa diam tanpa bertanya lagi, ia mencoba memahami situasi yang terjadi saat ini
Sedangkan rendi dan aan mereka menutup wajah mereka, menghela nafas beberapa kali
“ an, ren lo tunggu sini, gue masih ada urusan” ucap dani kemudian
Baru dani membalikan badannya, polisi yang mengikuti mereka sudah berjalan menghampiri mereka, dani menghela nafas menatap dua orang polisi yang berjalan menghampiri mereka
Setelah berbincang sebentar dengan raut wajah tegang, dani mengikuti kedua polisi itu, aan dan rendi juga tak luput dari pandangan polisi
Mila kebingungan saat melihat polisi membawa mereka bertiga, ia ingin bertanya, baru ia akan membuka mulut, dani menatapnya dan mendekat ke arahnya
“ mil kali ini gue minta tolong sama lo ya, tolong jagain rio sama andi, nanti orang dari rumah gue bakal kesini, lo gak usah khawatir”
“ tapi apa yang terjadi”
“ udah lo jangan banyak tanya sekarang, lo bisa tanya ke angelo besok”
Mila mengangguk paham saat dani menyebut nama angelo, pasti sesuatu yang buruk telah menimpa mereka, pikir mila
Saat dani sudah selesai menyampaikan pesannya, ia segera melangkah kembali bersama dengan aan dan rendi, mereka bertiga berjalan bersama di ikuti dua orang polisi di belakangnya, mila menatap punggung mereka dari tempatnya berdiri, perasaan gelisah yang ia rasakan semalaman ahirnya benar terjadi, sesuatu yang tidak pernah ia inginkan terjadi, ia tidak tau dimana angelo, seperti apa keadaanya saat ini, padahal kemarin angelo sudah berjanji padanya akan mengajak jalan ahir pekan besok, padahal mereka tertawa bersama, makan bersama, semua bagaikan mimpi indah bagi mila, ia seperti baru terbangun dari mimpi indahnya, ia seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, fikiran-fikiran negatif mulai memenuhi hati mila, ia takut sangat takut
Mila mengatupkan kedua tangannya ia berdoa, air matanya turun begitu saja
“ ya tuhan, aku mohon jika di perbolehkan aku ingin memeluk angelo, selesaikan masalahnya dan teman-temannya, aku sangat ingin bertemu dengannya, aku mohon “ ungkap mila
Tuk….tuk….tuk langkah kaki berhenti di samping mila, ia membuka matanya melihat siapa yang datang ke arahnya, terlihat seorang lelaki mengenakan setelan rapi, memakai kacamata berdiri di sampingnya, mila menaksir umurnya sekitar 30 tahun, ia memandang ke arahnya
“ maaf non, saya yudi, saya di perintah tuan muda dani untuk menemani anda disini” ucapnya
Mila mengangguk paham menatapnya, lantas mereka menunggu rendi dan rio tanpa berbicara satu sama lain, mila sudah hanyut kembali dengan fikirannya sendiri
Tbc…..