my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 20



Episode 20


Gelak tawa memenuhi ruangan angelo sepeninggal mila beberapa waktu lalu, dani dan rio terkekeh sembari menghampiri angelo yang mendengus kesal di tempat duduknya


“ck, sialan lo berdua, paling bisa ngerusak momen gue” gerutu angelo


“wkwkwkwk, sorry sorry gel, kita gak sengaja” dani terkekeh


“ lah lagian lo gak mikir apa, ini kan rumah sakit, main sosor aja tuh anak orang, untung kita yang dateng” rio menimpali


“untung, untung pala lo yo, mana ada untung buat gue”


“hahahha, udah deh lo gak usah lebay gitu, kita kan gak sengaja, salah lo sendiri kali” dani masih tertawa memegangi perut


“ ya ya serah lo aja deh, eh btw kalian darimana baru dateng sekarang, gak mungkin kalo kalian sekolah, bakal kiamat nih dunia kalo kalian mendadak rajin”


“aish sembarangan aja lo gel ngomongnya, kita baru selese ngurusin anggota geng xtc yang luka-luka kemaren plus nata kembali ruangan yang di hancurin geng fire wolf”


“ iya gel, lumayan banyak geng kita yang tumbang, untung aja gak ada yang mati,


gue penasaran deh sama lo, ko bisa-bisanya lo tumbang kaya kemaren?” rio ikut menimpali


“hmmmm, emang kurang ajar tuh geng fire wolf, bisa-bisanya nyerbu base camp saat gue gak ada, ck, gue juga gak tau kenapa gue bisa tumbang, kemaren gue juga di hadang geng fire wolf jumlah mereka 15 orang, gue kesel banget sama pemimpin pasukan mereka yang rambutnya biru, gue gak tau siapa dia, gak mati-mati gue hajar sampe batas tubuh gue, gue tinggalin aja dia tergeletak di jalanan gue gak tau dia hidup atau mati, gue gak peduli”


“parah lo gel, pantes aja lo tumbang lo makan 15 orang sendirian, emang ketua kita gak pernah ngecewain geng xtc” dani memberi aplouse


“ kita aja yang keroyokan kewalahan, apa lagi lo, apa itu bukan si sendy?” rio menambahkan


“ bukan yo, kalo sendy ya gue pasti kenal lah kalaupun dia ganti penampilan, gue yakin itu salah satu pentolan geng fire wolf, gue jadi pengen cepet-cepet ketemu si sendy setelah sekian lama, gue pengen tau kaya apa tuh bocah sekarang, gue pengen hajar mampus tuh bocah”


Tatapan angelo berapi-api kembali setelah ia rasa cukup istirahat selama satu malam di ranjangnya


“sabar, sabar gel, lo sembuhin dulu tuh tubuh lo, baru kita tantang geng fire wolf adu tanding, gak lucu kan lo tumbang kedua kalinya” ujar dani


“ck, iya lo bener dan, eh btw gimana si andi?”


“gue gak tau lah sama tuh bocah”


“kalo lo yo, lo pasti tau kan keadaan andi, secara rumah lo sama dia kan gak jauh”


“ gimana yah gel gue ngomongnya, gue emang ketemu tuh bocah tadi malem waktu gue pulang dari sini, gue samperin dah tuh bocah, awalnya gue pengen ngomong baik-baik sama dia, gak taunya dia main tonjok aja wajah gue pas gue nyamperin dia, ya udah ahirnya gue berantem sama dia di depan rumah, terus kakak dia dateng ngelerai kita, habis itu si andi masuk ke rumah gak ngomong apa-apa sama gue”


“aishh, apa sih yang dia fikirin, heran gue” ucap dani mengacak rambutnya


“udah biarin aja dulu, kalian berdua gak usah urusin tuh bocah, biar gue aja yang nemuin sendiri, gue mau tanya apa mau tuh bocah sebenarnya, kalo gue tau salah satu dari kalian diem-diem nemuin andi terus main keroyok tuh bocah, gue gak bakal mau berurusan sama kalian berdua inget tuh baik-baik”


Angelo memandang galak dani dan rio di depannya, mereka manggut-manggut menjawab pertanyaan angelo


dani merasa tidak senang dengan keputusan angelo yang menurutnya sangat ambigu itu, buat apa coba mempertahankan seseorang yang udah jelas-jelas berhianat, emang dengan dia tetap melindungi si andi semua bakal baik-baik aja gak bakal ada pengaruh sama geng xtc, pikir dani, tapi ia tidak bisa membantah perintah angelo, ia hanya bisa memahami angelo mungkin saja angelo mempunyai rencana tersendiri untuk kebaikan anggota geng xtc


dani manggut-manggut dengan fikirannya sendiri,sementara rio dan angelo masih berbincang-bincang tentang masalah andi dan geng fire wolf, dani menjadi diam sejak angelo memerintahkan ia dan rio untuk tidak menyentuh andi walaupun ia mencoba memahami sisi angelo tetap saja ia masih merasa kesal dengan fikiran angelo, sikap dani yang berubah rupanya membuat angelo menyadari akan itu lantas ia memandang lekat-lekat wajah dani yang duduk di samping rio sembari meletakan dagu di telapak tangannya


“eh gel, gue keluar bentar yak cari minum” ucap rio yang menyadari tatapan angelo


Angelo mengangguk menjawab pertanyaan rio lantas rio berjalan meninggalkan angelo berdua dengan dani di dalam ruangan


“ woy kampret, kalo lo ada apa-apa ngomong jangan kaya anak perawan gitu, ngambeknya diem, mana gue tau lo kenapa”


Angelo menepuk pundak dani cukup keras, membuat dani tersadar dari lamunannya lalu ia menoleh menatap angelo dengan kesal


“ck, apaan sih gel ngagetin gue aja”


“eh elah, salah lo sendiri ngapain ngelamun, lo jatuh cinta sama orang yah, apa lagi mikirin utang” angelo nyengir


“arghhh angelo bego, gue kesel banget sama lo sumpah, gue hajar nih”


Dani mencengkeram kerah kemeja yang angelo kenakan, angelo mengerutkan keningnya melihat tatapan tajam dani


“ heh sabar, sabar lo kenapa sih, kerasukan setan perawan yah” angelo terkekeh


“ arghhh pusing gue ngomong sama lo” dani melepaskan cengkramannya


“ hahahaha, sorry, sorry gue tau kok lo kesel kenapa, cuma gue pengen denger sendiri dari mulut lo, lo gak suka kan sama perintah gue yang gak minta pendapat lo dulu”


“hmmmm”


Dani memalingkan wajahnya dari angelo, ia merasa bodoh tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri, padahal ia sudah berfikir untuk memahami sisi angelo tapi tetap saja amarah lebih menguasai hati ketimbang akal sehatnya


Angelo menghela nafas melihat respon yang dani berikan padanya


“ gini dan, bukan gue gak mau minta pendapat lo tentang gue yang ngelarang lo sama rio nemuin andi, tapi gue gak mau kalian berantem gara-gara masalah yang gue sebabin, secara tidak langsung andi berhianat kan gara-gara gue yang bersikap acuh sama dia, gue pengen nyelesein sendiri masalah pribadi gue sama andi, gue yakin kok andi sebenernya gak niat hianati geng xtc apalagi kita, lo tau kan apa yang gue bilang tempo hari, lo,andi,rio tuh seperti nyawa dalam geng xtc, kalian bertiga penting banget bagi gue, kalo salah satu dari kita hilang arah ya udah sepatutnya kita tunjukin jalan yang bener bukan malah tambah di sesatin, gue gak mau persahabatan kita yang udah terjalin lama pecah dengan mudah hanya gara-gara masalah sepele, lo paham maksud gue”


Dani diam mendengar ucapan angelo, ia mencerna setiap kata yang angelo ucapkan, memang benar apa yang angelo katakan, mereka sudah berteman sejak geng xtc belum sebesar sekarang, pertama ia yang memberikan ide nama geng xtc pada angelo, ia juga yang membantu angelo merekrut anggota baru yaitu andi dan rio, mereka berempat juga sudah mengalami asam,pahit,manis rintangan untuk membesarkan geng xtc, ia merasa malu dengan dirinya sendiri yang tidak bisa berfikiran luas seperti angelo, walaupun angelo sangat galak di luarnya, suka bercanda bahkan sembrono tapi jika sudah menyangkut persahabatan jiwa dan hatinya akan lebih dewasa di banding mereka bertiga, memang pantas angelo di pilih sebagai ketua geng xtc karena sikapnya itu


Angelo melihat dani yang terdiam menunduk di tempatnya, ia tau apa yang ia katakan tepat sasaran menusuk hatinya


Buk….dani memukul dada bidang angelo, matanya berkaca-kaca


“sialan lo gel sumpah”


Angelo terkekeh mendengar ucapan dani, sedangkan dani menunduk ia cukup malu menunjukan wajah merahnya serta tatapan matanya yang berkaca-kaca, ia hanya bisa mengucap sumpah serapah sembari tertunduk di depan angelo dengan posisi tangan mengepal masih menyentuh dada bidang angelo


Angelo memeluk dani, menepuk-nepuk pundaknya, dani memberontak di pelukan angelo


“diem, gue tau perasaan lo lagi gak enak, jadi gue juga terpaksa peluk lo” ucap angelo songong


Dani diam mendengar ucapan angelo, ia tidak menangis di pelukan angelo, ia menatap lurus melihat tembok di belakang angelo dengan sejuta perasaan yang menghiasi hatinya


“astaga, bundaa angelo jadi gay” teriak dimas yang baru saja sampai di depan pintu


teriakan dimas membuat angelo dan dani kaget lantas melepaskan pelukan mereka, dani berjalan menuju dimas menarik tangannya ke hadapan angelo, dimas memberontak saat dani menariknya, ia tau jika angelo dan dani sudah bersatu hancur sudah dunianya di isengi kedua bocah nakal itu


“mampus gue” batin dimas


“bang lo gila yah teriak-teriak di rumah sakit, lo pengen orang jantungan di ruang sebelah mati denger teriakan lo”


Angelo memukul dimas yang masih di pegang dani


“hahaha lagian lo berdua ngapain ihh gila, peluk pelukan mana cuma berduaan di ruangan ya ampun gel mau di kemanain mila” cerocos dimas


“ish sumpah yah punya abang bego itu susah, gue sama dani pelukan itu kita lagi berbagi perasaan bang, ya kan dan”


“ihhh apaan deh, lo gak usah buat kata-kata ambigu gitu napa, bikin orang salah paham dengernya” dani bergidig


“dasar sinting emang” dimas menimpali


angelo tersenyum jail mendengar ucapan dimas, ia memberi kode pada dani seperti biasa mereka akan menjaili dimas jika bertemu dengannya, terdengar durhaka memang tapi itulah yang selalu angelo dan dani lakukan jika dimas mengganggu mereka tanpa sengaja, dimas juga umurnya lebih dewasa dari mereka berdua tapi tetap saja kalah dengan mereka, mungkin karena ia lebih sayang angelo makanya ia rela di kerjai adiknya


angelo dan dani tertawa lepas mencopot baju dimas melemparnya ke sofa, dani lantas berlari mengambilnya melempar lagi ke angelo, membuat dimas berlari ke sana kemari mengejar bajunya itu, cukup lama mereka melakukannya, ahirnya dimas mengalah, ia malah dengan pedenya membuat pose dengan bertelanjang dada di depan dani dan angelo yang tertawa mempermainkan dirinya


dimas berjalan berlenggak-lenggok layaknya model yang berjalan di atas catwalk memperlihatkan abs nya dengan pose sexy yang di buat-buat, ia berjalan menuju dani di samping angelo


“hay sayang, ikut aku yuk” dimas membelai dagu dani dengan mesra


Dani bergidig di buatnya, angelo segera memasang perisai di depan tubuhnya dengan bantal di belakangnya


“berani lo mendekat mati lo bang” ancam angelo


Dani sudah berlari menjauh dari mereka, baru kali ini dimas melawan mereka berdua, cukup asik juga dimas merasakannya, ia tersenyum jail mengalihkan pandangannya lantas menatap dani dengan tajam yang menjauh, ia berlari ke arahnya


“arghhhh setan, iblis, genderuwo, banci kaleng minggir lo” dani mengucapkan sumpah serapah sambil terus berlari


Angelo tertawa melihat kelakuan kakaknya dan dani yang berlari kesana kemari, beberapa menit kemudian, dimas berhasil menangkap dani dengan posisi dimas di atas menahan tubuh dani, dimas tersenyum miring melihat dani di bawahnya yang meronta-ronta bergidig melihat senyum dimas


Pluk…..glundung…..glundung….glundung, rio menjatuhkan kantong kresek di tangannya yang berisi beberapa minuman kaleng, ia diam mematung melihat ke adaan di ruangan angelo yang absurd itu, ia melongo melihat posisi dimas yang setengah telanjang di atas dani, mereka semua menoleh ke arah rio yang melongo di tempatnya


Angelo tertawa terbahak-bahak melihat reaksi rio di sana, dimas segera melepaskan tubuh dani yang berada di bawahnya lantas mengambil kaosnya yang tergeletak di atas sofa, ia berjalan ke arah rio, menepuk pundaknya


“ santai aja bro “


dimas tertawa lantas berbalik duduk di samping dani yang mendengus kesal olehnya, rio berjalan ke arah mereka berdua dengan tatapan linglung memandang angelo,dani dan dimas secara bergantian


“hahahha sorry yo, lo baru tau yah, kita bertiga kalo bercanda tuh emang gini, tapi gue takut beneran sama lo bang” angelo bergidig


“iya tuh, lo kerasukan yah bang, gak biasanya bales ke kita” timpal dani


“wkwkkwk makanya kalian tuh jangan berani-beraninya sama yang lebih tua” dimas terkekeh


“tapi asik juga ngerjain kalian, kalian masih berani sama gue, sinih gue cium beneran” dimas menambahkan


“ihhhhh amit-amit, abang sama adek sama aja, bisa-bisa gue gila beneran disini”


Dani berjalan ke samping rio, bersembunyi di belakangnya, rio masih bingung menatap kelakuan mereka bertiga


Angelo masih tertawa memegangi perut


melihat reaksi rio dan dani yang tak jauh dari tempatnya duduk.


cukup lama, rio ahirnya ikut bercanda dengan mereka setelah mencerna setiap apa yang di lihatnya, memang angelo orang yang sangat ajaib bagi rio, angelo dapat berubah-ubah sesuai tempatnya bahkan ia bisa terlihat bukan seperti angelo yang biasa ia lihat, dimana pandangan matanya yang penuh aura membunuh ketika di medan pertempuran, ya itulah angelo dia akan garang jika sudah melawan musuhnya tapi jika bersama dengan orang-orang yang penting untuknya ia akan berubah menjadi pribadi yang kocak hingga seseorang bisa berfikir, apakah itu angelo yang biasa di lihatnya.


Namun satu hal yang pasti, rio sangat beruntung bisa bergabung bersama dengan dirinya bahkan menjadi salah satu orang kepercayaan dia, berkat angelo juga ia bisa merasakan bagaimana mempunyai seorang saudara lelaki karena rio hanya memiliki seorang ibu yang selalu sibuk dengan pekerjaan malamnya, rio menghela nafasnya setelah lama ia tertawa


Ahirnya rio dan dani memutuskan untuk menginap di ruangan angelo malam ini, dimas menelpon ny.sabrina untuk tidak datang ke rumah sakit karena teman-teman angelo berada di sana.


Mereka melewatkan malam yang panjang dengan terus berbincang sesekali tertawa bersama.


author's : jangan lupa berikan like serta kritik dan saran dari kalian ya untuk terus mendukung saya. terimakasih semoga kalian bahagia terus dimana pun kalian berada 😘😘😘❤️❤️💙❤️❤️