my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 33



Episode 33


Pritttt…..priitttt, suara peluit panjang dua kali membuat anak-anak SMA venus berkerumun mengelilingi lapangan hijau dengan sinar matahari pagi yang cerah, mereka baru saja keluar dari kelas masing-masing setelah bel tanda istirahat berbunyi


Angelo dan dani segera berlari saat mendengar peluit panjang dua kali berbunyi mereka berdua baru saja selesai mendapat ceramah yang cukup panjang dari pak heru, angelo dan dani mendapat hukuman mengelilingi lapangan sebanyak 10 kali akibat mereka tidak mengikuti latihan sepak bola selama 2 hari, meski merasa kesal mendapat hukuman namun dani dan angelo tetap melaksanakan hukuman tersebut sebagai bentuk tanggung jawab yang harus mereka lakukan terutama untuk angelo yang menjadi kapten dalam tim, sudah sepatutnya dia bertanggung jawab lebih untuk anggotanya namun dengan santai ia malah melalaikan tugasnya hingga membuat pak heru kalang kabut akibat ulahnya


“ arghhh, sial baru masuk juga udah kena semprot” gerutu angelo dengan terus berlari


“ terima aja gel, lagian ini salah kita gak ikut latihan kemaren” ucap dani di belakang angelo


“ ya gue tau ini salah kita, tapi apa tuh orang gak denger gue udah kasih alesan”


“ yaelah gel, lo mau ngasih alesan sampe matahari terbenam juga tetep bakal di hukum kali, udah lah terima aja nasib, sekalian bentuk otot tubuh” dani terkekeh


“ ya ya lah oke, gue harap tim kita bisa menang deh besok mana tinggal 3 hari lagi turnamennya”


“ ya pasti menang lah kan ada gue” ucap dani songong


“ dasar bego lo”


Dani tertawa mendengar jawaban angelo


“ apa yang kalian lakukan, terus berlari saya tidak memberikan kalian hukuman untuk main-main” teriak pak heru melihat dani tertawa sepanjang berlari


“ baik pak” jawab angelo dan dani bersamaan


Mereka berdua melanjutkan lari mereka yang tinggal beberapa putaran lagi, keringat sudah mulai membanjiri sekujur tubuh mereka akibat panas yang sudah mulai terik, sedangkan anggota tim yang lainnya mereka tampak sedang melakukan pemanasan di tengah lapangan dengan di bimbing salah satu dari mereka, pak heru tetap meamantau anggota tim yang lain sembari tetap memperhatikan angelo dan dani dari tempatnya


Masih terus berlari, angelo mengingat kejadian semalam ketika ia berada di rumah sakit hendak menengok rio


Dengan ragu ia membuka pintu ruang rawat inap rio, jika bukan karena dani mungkin ia akan tetap berdiri mematung di depan pintu tanpa melakukan pergerakan sedikit pun, dani memang lebih tau apa yang angelo rasakan meski terlihat cuek kelihatannya tapi ia lebih peka dari siapa pun jika menyangkut angelo


Dengan tampang songongnya dani membuka pintu ruangan rio, menarik tangan angelo untuk masuk, dani masih tetap tidak habis pikir angelo yang ia kenal begitu tidak berperasaan ketika ia berkelahi melawan musuhnya bisa tidak berkutik hanya dengan sedikit sentilan untuk hatinya, dani menyadari angelo sudah berubah ketika mengenal mila oleh karena itu dani mencoba memahami sisi baru dari angelo yang menjadi lebih memikirkan perasaan seseorang ketimbang dirinya sendiri, padahal tanpa sadar ia juga sering berkorban untuk anggota geng xtc yang lain namun ia tidak sadar karena terlalu fokus mempertahankan posisinya dan melindungi yang lain dan karena sikap angelo yang terlihat ceroboh tidak pernah memikirkan segala hal ketika semua sudah berlalu membuatnya terlihat tidak memiliki perasaan


Sikapnya itu kadang membuat dani merasa kesal tapi ahirnya setelah mengenal mila ia lebih sedikit mempunyai perasaan istilahnya angelo terlihat seperti manusia pada umunya dengan sisi barunya yang sekarang


Dani membawa angelo masuk kedalam ruangan rio walaupun angelo menolaknya namun tetap saja dani menarik tangannya dengan keras, terlihat rio duduk menghadap ke arah mereka berdua dengan tertawa kecil


“ yo, gimana kabar lo?” tanya dani


“ gue oke kok, gak ada yang bakal bisa bunuh gue tanpa persetujuan angelo, ya kan gel” rio terkekeh melirik angelo


Angelo diam tidak menjawab pertanyaan rio, matanya lurus memandang wajah rio yang masih tertawa kecil, angelo menatapnya tanpa ekspresi sedikit pun, ia merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya bahwa rio tampak lebih baik daripada yang ia lihat pertama kali setelah mendapat luka tembakan, nafas lemahnya, wajah pucatnya, suara lemah yang ia dengar semua sudah lenyap, meski wajahnya saat ini masih terlihat sedikit lemah dan pucat tetap saja ia sudah bisa tertawa menyikapi candaan dari dani, angelo menghela nafas panjang


“ liat yo, si angelo jadi kayak perawan yang khawatir pacarnya kenapa-napa, lo tau dia sampe gak mo makan terus kabur setelah keluar dari sel, ampun deh” dani tertawa menggoda rio


“ serius angelo mikirin gue sampe kaya gitu dan, aww gue terharu deh”


rio dan dani tertawa bersamaan dengan candaan mereka


“ syukurlah lo gak papa yo” ucap angelo matanya berkaca-kaca, ia tidak merespon ledekan dani dan rio


“ apaan sih gel, gak mungkin gue mati semudah itu, kalau pun gue mati, gue pasti bakal bangga udah lindungin lo, lo perlu inget kita semua gak bakal nyalahin lo kalo kita kenapa-kenapa, jadi lo gak usah nyalahin diri sendiri atau berfikir sesuatu yang belum tentu akan terjadi, kalo lo kaya gitu jadi sia-sia dong pengorbanan kita buat lo, gue gak mau liat tampang menyedihkan lo sekarang, ini udah tugas kita sebagai anggota untuk memberikan rasa hormat pada ketua kita, lo paham maksud gue” ucap rio menatap langsung sepasang bola mata coklat milik angelo


Angelo mengangguk, ia langsung memeluk rio, matanya berkaca-kaca, rio mengusap-usap punggung angelo sedangkan dani menghela nafas lega melihat pemandangan di sampingnya


“thank’s yo, lo gak nyalahin gue, gue janji gak bakal ada suasana kaya gini lagi, apa pun yang terjadi kedepannya kita hadapi bersama”


“ iya gue tau, gue juga bakal jadi lebih kuat lagi setelah ini, gue gak masalah ko gel kalo sesuatu seperti ini terjadi lagi, gak ada jalan mudah yang bisa di tempuh jika kita ingin lebih baik dari sebelumnya, thank’s lo udah nerima gue, udah khawatirin gue, iya kita hadapi bersama pasti”


Angelo mengangguk masih memeluk rio, suasana haru menyelimuti ruangan kecil dengan pemanas ruangan yang masih berhembus keluar, terlihat dani menyeka ujung matanya mendengar percakapan dua sahabatnya, ia juga merasa tersentuh dengan suasana saat ini, yang jelas hati mereka bertiga merasa lebih lega dari sebelumnya meski belum mengetahui kisah selanjutnya yang menanti mereka kedepannya


Angelo menghela nafas setelah ia diam untuk beberapa saat mengingat kenangan semalam, kakinya masih terus berlari memutari lapangan ia merasa jauh lebih baik setelah bertemu dengan rio tadi malam, semua kekhawatiran dalam dirinya sudah lenyap sepenuhnya membuat dirinya menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya


Tuk……angelo menghentikan langkah kakinya setelah mendengar peluit panjang satu kali tanda bahwa ia telah selesai melaksanakan hukuman yang di berikan pak heru, ia dan dani segera bergabung kedalam barisan yang sudah selesai melakukan pemanasan, mereka duduk berbaris bersiap mendengarkan arahan dari pak heru, aan yang berada di depan angelo segera memberikan botol air mineral padanya, angelo segera membuka tutup botol itu dan langsung meneguknya, ia juga mengibas-ngibaskan kaosnya yang sudah basah oleh keringatnya


“thank’s an”


Aan mengangkat tangannya membentuk jarinya seperti lingkaran tanpa menengok kebelakang, pak heru sudah berdiri di depan mereka semua, ia menjelaskan beberapa macam strategi yang mungkin ampuh untuk mengalahkan lawan mereka besok saat pertandingan, ia juga memberi tahu anggota yang lain, bahwa ada pergantian pemain mengingat rio masih di rawat di rumah sakit, sedangkan andi sudah keluar, kondisi itu membuat pak heru mencari pengganti mereka berdua, jadilah aan dan rendi yang di rekomendasikan dani untuk menggantikan rio dan andi, meski pertandingan tinggal beberapa hari lagi bahkan ada pergantian pemain yang tidak pernah mengikuti latihan sebelumnya, namun pak heru percaya dengan kemampuan anak didiknya tersebut, mereka pasti bisa memberikan yang terbaik untuk SMA venus, begitu pikirnya


🍂🍂🍂🍂🍂


Di ujung tempat angelo duduk bersama tim garuda bangsa, nama tim sepak bola SMA venus, ada sepasang bola mata indah yang memperhatikan tingkah lakunya, ia sedang duduk sembari menyesap teh kotak yang baru saja di belinya beberapa saat lalu sebelum ia duduk di sana, ya itu mila, ia baru saja selesai mengisi perutnya yang berteriak meminta makan, saat ini mila duduk sembari menyilangkan kakinya, pandangan matanya fokus melihat punggung kekasihnya itu


Brugh……” arghh capenya gue, baru makan udah di suruh bawain buku ke ruang guru sama pak gito” linda duduk menghela nafas berat di samping mila


Mila menengok mendapat getaran di tempat duduknya


“ ck, bisa gak sih lin, lo kalo duduk tuh pelan dikit, gimana kalo nih bangku ambruk gara-gara lo”


“ ah elah mil, baru dateng juga udah di omelin, lo gak kasian sama gue”


“ kenapa gue musti kasian sama lo? Hari ini kan lo piket ya udah jadi tugas lo lah, emang gue gak pernah ngrasain kaya lo, dasar “ mila mendengus sebal


“ iya iya deh, emang gue gak bakal menang kalo ngomong sama lo deh”


“ aishh, dasar”


Mila mengalihkan pandangannya kembali ke tengah lapangan, terlihat anggota tim garuda bangsa sudah berdiri dari duduk mereka dan segera menempatkan posisi mereka masing-masing


“ eh mil, si angelo udah ikut latihan lagi tuh”


“ hmmm”


“ elah juteknya, oia gimana tangan lo? Masih sakit”


Mila menunduk memperhatikan tangannya yang masih berbalut perban baru, ia menggantinya tadi pagi


“ udah lebih baik sih, cuma gue belum mau buka nih perban, gue takut lo jijik liatnya”


“ astaga mil, gue gak bakal jijik sama lo, kalo satu minggu masih ada bekasnya besok tak cariin salep buat mudarin bekas luka ya, kalo lo lebih baik di perban ya gue sih gak masalah, di buka juga gak masalah terserah enaknya lo aja mil”


“ hmmm, thank’s ya lin”


“ oke, gak masalah, lo harus hati-hati sama rubah betina itu kalo dia deketin lo”


“ oke, gue tau”


Gooolllll…….terdengar sorak sorai memenuhi lapangan, mila mengedarkan kembali pandangannya ke lapangan, ia melihat angelo bertos ria dengan dani dan yang lainnya setelah mencetak gol pertamanya, senyum lebar menghiasi wajah tampannya, mila menghela nafas lega melihat senyum angelo, tatapan mata sayu, wajah sedihnya yang mila lihat kemarin sudah hilang


Angelo menoleh ke depan perpustakaan dimana mila berada, ia tidak sengaja menoleh kesana karena sebelumnya tidak mendapati mila di manapun saat dirinya pertama kali masuk ke lapangan, namun kini pandangan matanya menangkap sesosok yang sangat ia sayangi dalam hidupnya tengah tersenyum sangat manis menatap ke arahnya


Angelo segera memberikan sun jauhnya menggunakan satu tanganya lantas mengedipkan matanya tersenyum manis pada mila, cewek-cewek yang mengelilingi lapangan berteriak histeris melihat tingkah genit angelo, begitu juga dengan linda di samping mila yang menyikut-nyikut mila


“ wahh gila memang si angelo, lo liat mil” ledek linda


Mila hanya diam, wajahnya memerah menahan malu akibat ulah angelo, ia tidak menghiraukan sikutan linda dan celotehan heboh di sampingnya


“ arghhh, sial “ mila menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya


“ oh astaga mil wajah lo udah kaya kepiting rebus. Hahahah”


“ apaan sih lin, diem ah” mila mendelik ke arah linda dengan wajah yang masih memerah


Sementara itu, angelo tertawa melihat tingkah mila dari posisinya


“ gila lo yah gel emang, dasar bucin” dani memukul punggung angelo


“ syirik aja lo dan “ angelo tertawa kembali


Priiiittttt……priiiittttt, pak heru meniup peluit panjang dua kali, semua anggota tim garuda bangsa segera berlari ke samping lapangan mencari tempat yang lebih teduh, sedangkan angelo berlari menuju mila berada


“ mil gue cabut dulu ya, gue baru inget belum ngerjain PR bahasa inggris, gue pinjem punya lo yak” ucap linda saat melihat angelo berlari ke arah mereka berdua


“ eh lin jangan tinggalin gue, temenin napa”


“ ogah, gue gak mau jadi obat nyamuk kalian, pokoknya gue pergi, nih minuman gue tinggal disini masih ada 2 botol belum di buka, byee mila” linda bergegas meninggalkan mila yang menatap kearahnya


Tuk…..angelo berhenti tepat di depan mila, nafasnya terengah-engah akibat dirinya berlari, mila menoleh saat mendengar langkah kaki berhenti di depannya, tanganya langsung otomatis meraih botol minuman yang ada di dalam kantung kresek di sampingnya lantas menyerahkan botol di tangannya pada angelo


Dengan cepat angelo membuka tutup botol


minuman yang baru saja di terimanya, mila memperhatikan gerakan naik turun pada leher angelo saat air memasukinya, keringat mengalir dari pelipisnya, mila langsung mengambil tisu yang ada di sakunya, beranjak dari duduknya tangannya bergerak mengelap keringat yang membasahi wajah angelo, angelo segera menghentikan minumnya saat tangan mila sudah mengusap lembut keningnya, ia menatap wajah mila dengan tersenyum


“ wah liat si miskin sengaja ngumbar kemesraan di depan semua orang”


Tiga orang di sudut lapangan menatap sengit ke arah angelo dan mila berada sembari melipat kedua tangannya kedepan


Tbc…..