
masih di ruangan yang sama,
"hmmm oke gampang kalo gitu berarti" ucap mila yang masih berdiri di depan angelo
"kurang apa coba gue udah ganteng,baik lagi" angelo menyisir rambutnya dengan jari tersenyum jail melirik mila
"ck, dasar pede" mila berdecak
"hari ini lo mau ke rumah sakit kan? gue anter" angelo menawarkan
"ok, bentar gue mandi dulu, lo tunggu sini"
"oke, dandan yang cantik" angelo tersenyum
mila tak menghiraukan ucapan angelo, ia melangkahkan kakinya meninggalkan angelo sendiri di ruang tamu
ring.....ring.....ring ponsel angelo berbunyi
Angelo mengambil ponselnya yang berada di atas meja, dani tertera di layar ponselnya
“hallo, ada apa” ucap angelo
“lo dimana? Anak-anak inti udah dateng nunggu lo” ujar suara dari ujung telepon
“tsk, gue di rumah cewek gue, lo atur dulu anak-anak tar gue nyusul”
“oke kalo gitu, jangan lama-lama”
“ iya iya, paling sebentar 3 jam” ucap angelo tersenyum miring
“ buset dah, paling bentar 3 jam, lo mau kita mati berakar nungguin lo” gerutu dani
“psttt, berisik, iya gue bakal secepatnya ke sana, lo ambil alih dulu dan”
“ck, ya udah kalo gitu buru kesini gue tunggu”
“iya iya, ya udah gue tutup dulu teleponnya” ucap angelo sembari menutup sambungan teleponnya
Hampir saja angelo melupakan pertemuan penting anggota geng xtc jika dani tidak meneleponnya mungkin saja angelo tidak akan datang kesana, sikap angelo memang sedikit berbeda setelah mengenal mila, ia seperti lebih mementingkan mila daripada anggota gengnya wajar saja jika begitu, angelo baru saja jatuh cinta dengan seseorang untuk pertama kalinya, namun bukan berarti angelo tidak peduli lagi dengan anggota gengnya itu, ia hanya mencoba menikmati waktunya sejenak untuk melepas beban berat di pundaknya sebagai ketua geng
🍁🍁🍁🍁🍁
Angelo meraih cangkir di depannya, ia menyesap teh yang sudah tidak panas lagi sembari menunggu mila selesai berbenah, ia memainkan ponsel di tangannya mencari sesuatu yang menarik di sana untuk menemaninya
Setelah menunggu cukup lama
Srushh….aroma bulgari rose menggelitik indra penciuman angelo, ia mendongak setelah mencium aroma yang di kenalnya, mila sudah berdiri di depannya
Ia mengenakan dress berwarna hitam simple, sepatu putih dan sling bag berwarna putih, rambut panjangnya ia biarkan tergerai dengan sedikit sentuhan kepang kecil di samping kanan kirinya, bibirnya berwarna peach sangat cocok dengan warna kulit mila yang putih, ia berdiri di depan angelo yang terpana melihat penampilannya
Penampilan mila hari ini sukses membuat hati angelo berdebar dengan cepat, mila terlihat sangat cantik lebih cantik dari bidadari di syurga menurut pandangan angelo
“lo kenapa liatin gue terus? Muka gue bermasalah” ucap mila sembari mencari masalah pada dirinya sendiri
“gak ada yang salah, Cuma gue baru percaya kalau bidadari itu ada setelah liat lo” ujar angelo yang terus menatap mila
“apaan sih, yuk kita jalan udah siang” wajah mila memerah mendengar ucapan angelo
Mila mulai melangkahkan kakinya menuju pintu , “tunggu” ucap angelo meraih tangan mila
Mila berbalik, “ ada apa lagi” mila menatap angelo
“ahh sial, gue gak tahan lagi liat wajahnya” batin angelo, angelo memalingkan pandangannya sembari mengusap belakang kepalanya
“gak papa, yuk jalan” angelo melepaskan tangan mila, ia berjalan melewati mila yang bingung dengan sikapnya
Wajah angelo memerah menahan hasratnya, angelo sangat ingin mencium mila tapi ia urungkan, ia takut akan merusak dandanan cantiknya, apa lagi mereka hanya berdua di dalam rumah, angelo tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika ia terus berada di sana, maka dari itu ia bergegas menyingkirkan fikiran aneh yang belum pernah melintas di kepalanya itu
angelo berjalan menuju mobilnya, mila mengikuti di belakang, di perjalanan mereka bertemu dengan ibu-ibu komplek yang baru saja berbelanja sayur, angelo menganggukan kepala sembari tersenyum melewati ibu-ibu komplek, begitu juga dengan mila
mila diam-diam memperhatikan tingkah laku angelo di depannya, ia tidak pernah berfikir bahwa seorang ketua geng seperti dirinya akan sangat sopan menyapa seseorang yang lebih tua darinya, sikap angelo itu membuat mila semakin ingin tau dengan kehidupan angelo
🍁🍁🍁🍁🍁
mila dan angelo sudah sampai di samping mobil sport warna biru, mobil yang biasa angelo gunakan untuk menjemput dirinya, angelo membuka pintu untuk mila, mila melangkahkan kaki memasuki mobil sport itu
angelo pun menyusul mila untuk masuk ke dalam mobil
" beb gue gak bisa ikut lo masuk ke dalam rumah sakit, gue ada urusan tiba-tiba, niatnya gue pengen ajak lo jalan ke tempat yang pasti lo suka" ucap angelo sembari memutar kemudi di depannya melirik wajah mila melalui kaca kecil di depannya
"sejak kapan lo mulai manggil gue beb? gue ikut lo" ujar mila tiba-tiba
ucapan mila membuat angelo tersentak hingga ia mengerem mobilnya secara mendadak, mila kaget dengan mobil yang tiba-tiba berhenti badannya sedikit maju ke depan karenanya
"gak bisa, lo gak bisa ikut gue, gue cuma sebentar, tar sorean gue jemput lo" angelo memandang wajah mila
"gak, gue mau ikut lo" mila memaksa
ring....ring.....ring ponsel dari arah mila berbunyi, ia langsung mengalihkan pandangannya dari angelo mencari benda tersebut
tut.... "hallo, ada apa pak" ucap mila
"kamu dimana nak? bisa ke rumah sakit sekarang" terdengar suara pak maman di ujung telepon
"ini mila lagi di jalan pak, apa ada sesuatu yang terjadi dengan adit pak?"
" tidak terjadi sesuatu nak, tapi syukurlah adit sudah sadar"
"sungguh pak, syukurlah, ya sudah kalau begitu mila kesitu sekarang ya pak"
"iya, kamu hati-hati di jalan ya" ucapnya sembari menutup telepon
angelo memperhatikan mila sedari tadi, tatapannya seperti mengatakan apa yang terjadi, belum sempat angelo membuka mulut mila sudah sadar dengan tatapan angelo yang seperti bertanya itu
"ayo jalan sekarang, adit sudah sadar" ucap mila merapikan duduknya
"beneran adit sadar, syukurlah kalo begitu" angelo segera menarik gas mobilnya
mobil angelo melaju dengan cepat, mila sudah tidak memaksa untuk ikut angelo lagi, ia hanya ingin cepat sampai di rumah sakit melihat adiknya, mereka diam selama perjalanan, angelo sesekali melirik mila dari kaca kecil di depannya memperhatikan ceweknya yang duduk rapi sembari menatap lurus ke depan
tidak selang lama mobil angelo sudah memasuki area rumah sakit husada, angelo menghentikan mobilnya di parkiran, tanpa melihat angelo, mila langsung membuka pintu mobil lantas berlari meninggalkan angelo yang baru saja melepas sabuk pengaman yang melilit tubuhnya, ia menyusul mila yang sudah jauh di depan
ceklek..... mila berlari ke arah adit yang masih berbaring,pak maman menoleh ke arah mila memperhatikannya yang baru saja sampai di ruangan itu
"hosh....hosh....hosh" nafas mila memburu
"syukurlah dek kamu sudah sadar, bagaimana perasaanmu?" tanya mila menyentuh rambut adit
adit tidak menjawab pertanyaan mila, ia hanya mencoba memperlihatkan senyum di bibirnya, air matanya turun melihat wajah kakaknya yang menangis haru
mila mengusap lembut rambut adit senyum masih menghiasi bibir mila, pak maman juga merasa terharu melihat mila dan adit
sedangkan angelo sudah sampai di ruangan adit, ia berdiri diam menatap mereka
"nak angelo juga ikut" ucap pak maman yang menoleh mendengar langkah kaki angelo berhenti di depan pintu
mila menoleh ke arahnya, ia tersenyum melihat angelo, Angelo berjalan mendekat ke samping mila
“ hay dek, bangun juga lo” ucap angelo nyengir
Adit mengangguk, meski sudah sadar tapi adit masih terlihat lemah, setidaknya kondisi adit cukup baik dari sebelumnya, kondisi saat ini sudah cukup membuat mila dan pak maman menghela nafas lega
🍁🍁🍁🍁🍁
Mila mengajak angelo untuk duduk di kursi tak jauh dari ranjang adit, kondisi adit saat ini membuat mood mila membaik, ia tampak berbincang-bincang dengan angelo sesekali menimpali candaan angelo, mereka terlihat lebih dekat dari biasanya, sikap angelo yang humor dan jail saat bersama mila membuat mila menjadi nyaman juga merasa terhibur ,ia sudah tidak merasa canggung lagi dengan cowok tampan yang sudah di akui di dalam hatinya
Ring….ring….ring ponsel angelo berbunyi, angelo menghentikan obrolannya dengan mila, ia mengambil ponsel di saku celananya, dani terlihat di layar ponsel angelo
“hallo, kenapa?” ucap angelo menerima telepon, seketika angelo teringat janjinya dengan anggota geng xtc di base camp
“hosh….hoshh…hoshh gawat gel” ujar dani nafasnya memburu
Angelo terhenyak dari duduknya, “ ada apa” tanya angelo tatapan damai hilang seketika dari mata angelo
“gawat gel, geng fire wolf nyerang base camp kita, buru lo kesini, gue gak punya banyak waktu lagi”
“sial, kok bisa? Ya udah lo tahan pokoknya jangan sampe lo tumbang, gue kesana sekarang” angelo bangkit dari duduknya sembari menutup telepon
Ia menoleh ke arah mila yang masih duduk di tempatnya memperhatikan air muka angelo sejak ia mendapat panggilan dari ponselnya
“beb sorry gue cabut dulu” ucap angelo terburu-buru
“lo mau kemana? Gue ikut” mila bangkit dari duduknya
“gak, lo disini aja, gue janji gue bakal kesini lagi tar kalo urusan gue udah selese, plis lo turuti perkataan gue” angelo memegang pundak mila
Pak maman memperhatikan mereka berdua dari tempatnya duduk, ia seperti mengetahui angelo sedang tidak dalam kondisi suasana hati yang baik
“ada apa ini” ucap pak maman mendekati mereka
“maaf pak, aku ada urusan mendesak, aku harus pergi sekarang” angelo menoleh ke arahnya
“ya sudah kalau begitu, biar mila sama bapak disini jaga adit, hati-hati di jalan den” pak maman tersenyum
“tapi lo harus kesini lagi, gue pegang janji lo” ucap mila kemudian
Angelo mengangguk, ia juga berpamitan dengan pak maman, segera ia meninggalkan ruangan adit, berlari secepat mungkin menuju mobilnya
Bruk…. Angelo menutup pintu mobil dengan kuat lantas menancapkan gas dengan cepat, mobil angelo melesat seperti peluru ia bergerak dengan sangat cepat, tatapan matanya penuh dengan amarah mendengar base camp xtc di obrak abrik geng fire wolf
“ck, bagaimana mungkin mereka nyerang base camp saat gue gak ada, ada yang gak beres” gumam angelo masih dalam kondisi kecepatan tinggi
Angelo memutari jalan pintas menuju base camp xtc, ia sengaja melakukan itu karena saat ini adalah jamnya kemacetan di Jakarta, ia tidak mau terlambat menuju base camp xtc
Namun angelo tampaknya memilih jalan yang salah, dari posisi angelo saat ini ia dapat melihat segerombol orang kira-kira ada 15 orang menghadang jalannya di depan, mereka seperti tau angelo akan melewati jalanan itu
“ck, bacot “angelo memukul kemudinya dengan sangat marah perjalanannya harus terganggu
Angelo terpaksa menghentikan mobilnya saat sudah mendekati gerombolan itu, ia sudah tidak bisa putar balik lagi jalan satu-satunya adalah menghabisi mereka semua dengan cepat sebelum terlambat menuju base camp xtc
“**** lu sendy, beraninya main keroyokan, ah sial” gerutu angelo di dalam mobil*
Salah satu dari mereka menghamipiri mobil angelo, dari penampilannya ia seperti orang kepercayaan sendy, ketua geng fire wolf musuh bebuyutan angelo
Duk…duk….duk orang itu menggedor kaca mobil angelo kuat-kuat
“keluar lo bangsat” teriak orang itu
Teriakannya membuat angelo murka, dengan cepat ia membuka pintu mobil lantas membanting kembali pintu mobilnya
“ada urusan apa lo sama gue” ucap angelo menatap garang orang di depannya
Buk…. Tanpa ragu orang itu langsung mendaratkan tinju ke wajah angelo tanpa menjawab pertanyaannya, tinjunya membuat tubuh angelo sedikit goyah ke samping
“bacot lu” buk…. Angelo berbalik menyerang
Buk….buk….buk….buk angelo dan orang itu saling tinju tak terelakan, angelo mencengkeram kerah orang itu kuat-kuat, smirk orang itu tersenyum sinis
Terlihat anggota yang lain mendekat ke arah mereka, namun orang yang berada di cengkeraman angelo mengangkat tangan memberi kode pada anggotanya belum saatnya menyerang, anggotanya berhenti saat melihat tanda itu
“ mana ketua lo” teriak angelo kuat-kuat
“hahaha buat apa lo nyari ketua gue, langkahin mayat gue dulu kalo lo bisa” gertak orang itu
Buk….. angelo mendaratkan tinjunya lagi dengan kuat lantas menghempaskan tubuh orang itu, tangannya mengepal di samping badannya, melihat orang itu tersungkur tak jauh darinya, pukulan angelo tidak membuat orang itu lantas tumbang, ia langsung berdiri memberi kode pada anggota di
belangkangnya untuk menyerang bersama
“ahhh sial, bacot, anj*ng” ceracau angelo menerima serangan dari 14 orang di depan yang berlari ke arahnya
Bukk….buk….bukk angelo memukul orang di depannya, menedang yang di sampingnya, tangannya kuat mengepal menghabisi mereka sekaligus
Buk….... Angelo lengah karena fokus dengan orang di samping kanan kirinya serta depan ia sedikit mengendurkan pertahanan dari belakang, darah menetes dari kepala mengalir tepat di atas pelipisnya, seseorang dari arah belakang memukul kepalanya menggunakan tongkat base ball
Angelo menyentuh kepalanya yang di rasa sedikit ngilu lantas menariknya kembali dengan cepat terlihat darah segar tercetak di tangan, angelo melihat seseorang yang memukulnya dengan tongkat base ball, tangannya mengepal berlari ke arahnya tanpa menghiraukan rasa sakitnya
“bangsat, mati aja lo” teriak angelo berlari ke arahnya, orang itu memukul angelo kembali menggunakan tongkat base ball di tangannya
Pakk….angelo menangkis tongkat base ball dengan kuat, kakinya menendang tepat ke perut orang itu, membuat orang itu sedikit membungkuk menahan perutnya, anggota yang lain sudah bangkit kembali lantas menyerbu angelo secara bersamaan, angelo merebut tongkat base ball yang berada di tangan orang di depannya
Plak…buk…buk angelo memukul orang yang menghampirinya satu persatu, tatapannya penuh aura membunuh, darah menetes dari telapak tangan menahan guncangan yang berasal dari tongkat base ballnya
Hosh….hosh…hoshh nafas angelo memburu menatap tajam orang-orang yang masih tetap bangkit setelah ia hajar, tangannya kembali menggenggam tongkat base ball dengan kuat, mengayunkannya secara membabi buta, ia sudah tidak peduli lagi dengan orang-orang yang menghajarnya entah mereka mati atau hidup
bersambung....❤️❤️
jangan lupa berikan vote serta like kalian ya. terimakasih😘😘😘