my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 64



Episode 64


Bagai petir di siang bolong, menggema di langit-langit, memekikan, menakutkan, sekaligus membuat seseorang yang mendengarnya akan tercengang, bergumam sendiri, ada apakah gerangan?


Satu minggu sudah angelo di rawat di rumah sakit, berlalu juga masa ujian kenaikan kelas bagi mila dan anak-anak SMA venus, meski begitu terlihat sangat jelas di wajah mila bahwa ia merasa tidak senang begitu keluar dari ruang ujian, berbeda dengan anak-anak SMA venus yang lain, wajah sumringah dan lega terlihat menghiasi wajah mereka.


Tuk…..seseorang menepuk pundak mila dari belakang, dengan rasa malas ia menoleh ke belakang, linda sahabatnya lah yang menepuk pundaknya


“ hey mil, gimana perasaan lo? Nih minum dulu biar tenang tuh fikiran “ ucapnya menyodorkan satu buah minuman kaleng


“ thanks lin “ ucapnya singkat


“ gue tau kok mil lo lagi ada masalah tapi jangan sampe lo nyiksa diri lo gini yah, kantung mata lo udah hitam banget gitu kaya panda “


“ hmmmm, gimana sih ya lin gue bingung, emang sih angelo udah sadar dari 4 hari yang lalu tapi dia sampe sekarang masih gak inget gue siapa dan adit udah boleh pulang besok, gue masih bersyukur sih adek gue udah mendingan, tapii……” ucapan mila menggantung


Linda menghela nafas pelan, “ iya gue tau, lo sedih banget angelo hilang ingatan, gue cuma bisa bilang ke lo sabar aja mil, gue yakin angelo juga kebingungan saat ini, lo pelan-pelan aja ke dia, jangan di paksakan “


“ mmmmm “ mila mengangguk menjawab ucapan linda


Mereka berdua jalan bersama menuju pintu gerbang sekolah dan berpisah disana, mila duduk di halte depan sekolahnya sembari mengeluarkan ponselnya, ponselnya terasa sangat sepi tidak ada apa pun di sana, baru kali ini hatinya merasa sangat sepi tidak ada pesan dari angelo selama satu minggu ini.


Ia menghela nafas panjang terduduk lesu sendiri, ia masih ingat saat angelo pertama kali membuka matanya dan melihat ke arahnya pandangan matanya seperti baru pertama kali melihatnya.


🍂🍂🍂🍂🍂


Flash back on,


Malam terasa lebih dingin dari sebelumnya, mila masih duduk di ruangan adit bersama dengan rio, mila memang sengaja membiarkan rio disana untuk menggantikan dirinya menemani adit jika ia pergi ke ruangan angelo, ia masih menemani adit bercakap-cakap hingga adit tertidur , setelah adit tidur ia langsung menuju ke ruangan angelo dimana ada dani di sana


Cklek…..mila membuka pintu, suara pintu terbuka membuat dani yang tengah memainkan ponselnya langsung menoleh.


“ eh lo mil, gapapa adit lo tinggal kesini “ tanya dani


“ gak lah, baru tidur dia, gue udah minta tolong rio buat jagain adit selama gue ada di sini “


“ hmmmm, gitu “


Mila mengangguk, “ gimana angelo? Udah sadar ?” ucap mila sembari berjalan menghampiri ranjang angelo


“ lo bisa liat sendiri lah mil, dia masih mimpi indah kayaknya, gak mau bangun “ jawab dani sekenanya


Mila menghela nafas panjang, lantas menyentuh tangan angelo yang terpasang jarum infus.


“ gel, kamu lagi mimpi indah yah, makanya gak mau bangun? Udah hampir empat hari loh kamu diem kaya gitu, gak mau ketemu aku sama yang lain ya, maafin aku udah buat salah ke kamu, aku gak berani bilang apa-apa ke kamu, aku takut kamu kecewa, aku takut kamu marah sama aku “ ucap mila, matanya tampak berkaca-kaca.


Dani hanya diam mendengarkan ucapan mila yang begitu menyayat hati, ia tidak bisa berkata apa pun, ia juga sangat mengharapkan kesadaran angelo.


Setelah cukup lama mila memandang ke arah angelo, ia mengalihkan pandangan matanya pada dani, sembari mengusap ujung matanya yang basah.


“ sorry dan, gue jadi mellow gini “


“ it’s okay mil, gue tau kok, lo sedih liat angelo kaya sekarang, gue juga gitu “


“ hmmm, btw kak dimas dimana?” tanya mila mengalihkan pembicaraan, ia mencoba tegar sebisanya.


“ kak dimas lagi pulang bentar , katanya mo ngambil sesuatu “


“ oh gitu, bunda tau gak angelo disini “


“ mmmm, tau sih, tapi bunda lagi gak sehat jadi kak dimas melarangnya buat kesini, sebagai gantinya kak dimas lah yang mengurus semua keperluan angelo “


Mila mengangguk tanda ia paham, lantas ia menarik kursi yang berada di dekat ranjang angelo dan duduk di sana dengan terus memandang angelo


Tangannya mulai meraih tangan angelo, memegangnya dengan erat, sambil berkata dalam hati, “ gel aku mohon bangun ya, aku janji, aku tidak akan berbohong dan menyembunyikan sesuatu lagi ke kamu, aku bakal katakan semua yang mengganjal hatiku saat ini, aku mohon gel bangun“


Mila masih terus memegang tangan angelo sambil meletakannya di keningnya dan berharap angelo cepat sadar, sedangkan dani masih diam di tempatnya tanpa berbicara apa pun selain hanya mendengarkan jarum jam yang terus berdetak


Cukup lama hanya terdengar detakan jarum jam, tangan angelo mulai bergerak sedikit, gerakan tangan angelo membuat mila langsung mendongak melihat ke arah wajah angelo.


“ gel, kamu bisa dengar aku “ ucap mila kemudian


Perlahan mata angelo terbuka, mengerjap-ngerjap menerima cahaya yang mulai masuk memasuki indera penglihatannya


Mendengar ucapan dari mila, dani langsung berlari menghampiri mila, melihat ke arah angelo yang mulai melihat ke arahnya.


“ syukurlah gel, lo sadar juga ahirnya “ ucap dani tersenyum


“ bagaimana perasaanmu saat ini gel “ tanya mila


“ ka…mu siapa “ ucap angelo pelan


Mila terdiam, ia terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut angelo


“ hey gel, ada yang salah sama lo yah, lo kenal gue gak “ ucap dani memecah keheningan di antara angelo dan mila


Angelo mengangguk pelan.


“ siapa nama gue “ ujar dani meyakinkan


“ da..ni “ ucap angelo pelan


Mila menoleh ke samping menatap dani dengan bingung, tatapan matanya seolah berkata “ apa yang terjadi sebenarnya “


Melihat tatapan mata mila, dani langsung berucap, “ lo tenang aja mil, gue panggil dokter sekarang, lo tunggu angelo disini ya, jangan tanya apa pun ke angelo dulu sebelum dokter datang “


Mila mengangguk paham, lantas dani langsung bergegas memanggil dokter.


Sepeninggal dani, mila hanya terdiam tanpa berkata apa pun seperti yang dani katakan padanya.


Mila diam tanpa menjawab pertanyaan angelo, hatinya masih merasa sangat bingung saat ini, ia masih mencerna kondisi saat ini.


🍂🍂🍂🍂🍂


Beberapa saat kemudian dokter datang bersama dengan satu perawat dan dani berjalan di belakang mereka.


Mila menunduk menyapa dokter.


“ maaf, bisa tinggalkan pasien dengan dokter “ ucap seorang wanita berjilbab mengenakan setelan putih, dengan wajah yang tersenyum ramah


Dani dan mila mengangguk bersamaan, lantas mereka berdua keluar bersama menunggu di luar.


“ lo gapapa mil? “ tanya dani menepuk pundak mila yang terdiam menatap ke arah pintu ruangan angelo


Mila mengangguk pelan.


“ Semua pasti akan baik-baik aja mil, mungkin angelo shock makanya dia berkata seperti itu, kita serahkan saja semuanya sama dokter ya


“ ucap dani berusaha menenangkan mila


Lagi-lagi mila hanya mengangguk dengan pelan, ia masih merasa sangat kebingungan dengan situasi saat ini, hatinya merasa sangat takut angelo benar-benar tidak bisa mengingatnya, jika itu terjadi bagaimana ia harus berbuat, pikirnya


Cukup lama dokter memeriksa angelo, dani mengajak mila untuk duduk di kursi tunggu di samping ruangan angelo, namun mila menolak.


Dani paham dengan perasaan mila, lantas ia hanya membiarkan mila tetap berdiri di depan ruangan, sementara dirinya berjalan menuju kursi untuk duduk disana, sebelum ia memulai duduk, ia melihat rio berjalan ke arahnya.


“ gimana dan, dengan angelo “ tanya rio langsung


“ udah sadar dia, tapi sepertinya ada masalah sama ingatanya “ jawab dani pelan


“ maksud kamu gimana dan, angelo udah sadar terus “


“ ia dia udah sadar, tapi….”


Belum selesai dani meneruskan ucapannya, pintu ruangan angelo terbuka, dani langsung bangkit dari duduknya di ikuti rio di belakangnya


“ bagaimana dok keadaan teman saya “ tanya dani begitu dokter dan suster keluar dari ruangan angelo


“ apakah disini ada keluarga dari pasien? ” tanya seorang lelaki berkacamata dengan tubuh tambun mengenakan setelan berwarna putih


“ kakaknya sedang pulang ke rumah dok, tapi saya lebih dekat dengan keluarganya “ujar dani meyakinkan


“ baiklah, begini, pasien mengalami amnesia anterograde, akibat pukulan keras yang mengenai kepala pasien membuat pasien kesulitan untuk mengingat sesuatu yang baru namun tidak dengan masa-masa kecilnya atau kejadian sebelum cedera, bisa saja pasien hanya mengenal orang-orang yang sudah bersamanya lama namun tidak dengan yang baru kenal atau kenal belum terlalu lama “ tutur lelaki berkacamata yang mereka biasa panggil dokter itu


Dani, rio manggut-manggut tanda mereka paham dengan penjelasan dokter, mila hanya diam, ia menolak untuk paham, dengan mendengar penjelasan dari dokter, ia sudah tau, angelo tidak dapat mengingat dirinya, sesuatu yang ia takutkan ahirnya benar-benar terjadi.


“ maaf dok, itu bisa sembuh atau tidak yah, apakah amnesianya bersifat permanen ?” tanya rio


“ kita lihat perkembangannya, pada kasus ini amnesia anterograde bisa terjadi sementara atau juga bisa terjadi secara permanen, tergantung kondisi dan mental pasien, kami perlu memeriksanya lebih lanjut lagi untuk tau lebih dalam, untuk sekarang jangan memaksakan ingatan pasien, biarkan pasien mengingat secara pelan-pelan dan jangan lupa berdoa kepada Tuhan agar pasien cepat sembuh “ ucapnya tersenyum


“ baik dok, terimakasih “ ucap dani dan rio secara bersamaan


Lelaki berkacamata, bertubuh tambun yang mereka panggil dokter itu mengangguk, lantas berjalan meninggalkan mila, dani dan rio masih di posisi mereka.


Dani menoleh ke samping memperhatikan mila yang hanya diam saja sedari dokter menjelaskan tentang kondisi angelo, “ mil lo gapapa? “ tanya dani khawatir


Rio hanya manggut-manggut tanda ia juga ikut bertanya pada mila, namun mila hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan dani.


Dani tau persis bagaimana perasaan mila saat ini, sudah tugasnya selama angelo sakit ia harus menjaga mila seperti yang angelo katakan biasanya, melihat mila seperti orang yang baru saja tercabut nyawanya, dani langsung menepuk pundak mila.


Tuk….., “ mil lo gapapa? “ tanyanya sekali lagi


Mila menoleh ke samping menatap dani dan rio secara bergantian, matanya terlihat berkaca-kaca. “ hmmmm, gue oke kok dan, yo “ ucapnya sembari menyimpulkan sedikit senyumnya


“ sabar aja mil, pelan-pelan, gue yakin angelo juga gak mau kaya sekarang, kita tidak tau dengan rencana Tuhan “ ujar dani menenangkan mila


Mila mengangguk, ya mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur, meski angelo tidak dapat mengingatnya, tidak membuat mila menyerah begitu saja, ia bertekad akan berusaha membuat angelo ingat padanya lagi, ia juga sempat berfikir, mungkinkah ini karma dari perbuatannya yang sudah menghianati cinta tulus angelo, jika memang seperti itu maka ia akan menerimanya dengan lapang dada, begitu pikirnya.


Sepertinya dani tau isi kepala mila, lantas ia berkata sembari menepuk pundak mila “ lo gak perlu salahin diri sendiri, lo gak perlu mikir macam-macam tentang lo udah bohong ke angelo, lo nyimpen rahasia dari angelo, ini semua bukan salah lo, ini kecelakaan yang kita juga tidak mau ini terjadi jadi lo jangan berfikiran yang macam-macam yah, gue mau masuk ke dalem nengok angelo sama rio, lo mau ikut? “ ucap dani, ia tau persis mental mila saat ini pasti sangat down ia hanya bisa memberikan dukungan semampunya.


Mila menghela nafas panjang masih mencerna perkataan dani, “ kalian berdua duluan aja, nanti gue nyusul, gue mau sendiri dulu di sini “


Rio dan dani masuk ke dalam lagi, tak selang waktu lama dari dani dan rio masuk ke dalam ruangan angelo, mila ahirnya ikut masuk ke dalam setelah perasaanya merasa sedikit lebih baik


Namun baru saja mila membuka pintu ruangan angelo, ia bisa melihat sorot mata tajam yang sudah lama tidak angelo tunjukan padanya, sorot mata dimana mereka berdua baru saling mengenal waktu itu, terasa sedikit asing bagi mila, namun mila tidak mau keluar sekarang, sudah kepalang tanggung baginya untuk melarikan diri sekarang.


Dengan helaan nafas panjang mila berjalan mendekat ke arah angelo dimana dani dan rio berada di sana.


“ siapa dia dan, kenapa bisa masuk ke sini? Setahu gue, gue gak kenal sama cewek mana pun, kenapa sekarang ada cewek dateng ke ruangan gue, apa dia pacar lo dan “ ucap angelo begitu melihat mila mendekat ke arah ranjangnya.


Duarr….bagai petir di siang bolong, mila tersentak mendengar ucapan angelo, ia langsung diam di tempat, ia tidak pernah menyangka mendengar kata-kata seperti itu dari seseorang yang setiap hari mengikutinya, memberinya perhatian dan tidak pernah lupa menjemput dan mengantarnya setiap hari.


Ia tau, ia tak boleh merasa sakit dan sedih saat ini mengingat angelo sedang lupa ingatan, namun tetap saja namanya hati tidak ada yang bisa berbohong, meski ia sudah menguatkan perasaanya tetap saja ini sangat berat baginya.


Atmosfir di ruangan angelo menjadi dingin, semua yang ada di situ seperti bungkam, dani bingung harus menjawab seperti apa pertanyaan angelo itu


“ dan, lo tuli yah, gue nanya, dia siapa? “ ulang angelo


Dani masih tetap diam tanpa menjawab pertanyaan angelo,


“ yo, bagaimana dengan lo, lo pasti tau kan dia siapa? Jawab gue “ ucapnya semakin meninggi


Rio tersentak mendengar nada suara angelo yang mulai meninggi, “ emmm, anu, itu, dia mila, dia….” Ucapnya mengantung, terlihat sangat jelas di kedua bola mata rio, ia merasa ragu untuk melanjutkan ucapannya.


Ia hanya bisa menoleh ke samping melihat ke arah dani, tatapannya seolah menyiratkan agar dani membantunya.


Tbc…..