
Episode 29
Wushh……sumilir angin pagi menemani perjalanan angelo dan mila saat mereka menuju ke SMA venus setelah cukup lama mila menenangkan perasaan angelo di halaman rumahnya beberapa saat lalu
Saat ini mereka sudah melaju membelah jalanan yang sudah ramai di penuhi kendaraan dengan tujuan mereka masing-masing, mila duduk diam di belakang angelo, sedangkan angelo menatap lurus jalanan di depannya, perasaanya sedikit lebih baik setelah ia bertemu dengan mila dan memeluknya
Namun tetap saja mereka berdua diam satu sama lain, mila merasa sungkan untuk bertanya setelah ia susah payah menenangkan angelo yang bertingkah tidak biasa, ia juga tidak tau apa yang angelo fikirkan hingga ia diam seperti sekarang, mila menghela nafas mencoba berfikir positif sebisanya
🍂🍂🍂🍂🍂
Beberapa saat kemudian, angelo menghentikan mesin motornya tepat di depan gerbang SMA venus, terlihat sudah sangat ramai halaman sekolahnya itu, wajar saja 15 menit lagi bel masuk akan berbunyi
Mila turun dari motor angelo, ia berjalan sedikit ke depan
“ lo gak berangkat hari ini?”
“ hmmmm, gue ada urusan”
“ gue harap urusan lo cepet selese, besok udah bisa berangkat lagi, kalau bisa ikut turnamen tahunan yang tinggal 5 hari lagi “ mila menatap lesu ke arah angelo
“ ya udah kalo gitu, gue pergi dulu, tar pulang gue jemput lagi” ucap angelo sembari menyalakan kembali mesin motornya
Mila mengangguk lesu menatap angelo, angelo membalas anggukan mila sebelum ia melajukan kembali motornya
Mila diam menatap punggung angelo yang sudah melesat dengan sangat cepat meninggalkannya sendirian di depan gerbang SMA venus, ia berbalik badan berjalan memasuki halaman sekolahnya, punggungnya terasa lebih berat dua kali lipat dari biasanya setelah menatap kepergian angelo, jika bukan karena ulangan pasti ia akan membolos satu hari mengikuti kemana perginya kekasihnya itu, namun karena ulangan mila mengurungkan niatnya dan harus dengan berat hati masuk sekolah
“ hey mil, di panggilin juga” linda menepuk bahu mila dari belakang
Mila menoleh dengan padangan lesunya menatap sahabatnya yang tersenyum sangat cerah mengalahkan sinar matahari pagi ini, lantas ia mengalihkan pandangannya lagi ke depan
“ astaga naga, lo siapa? Mana mila gue yang cantik” ucap linda memegang kedua pipinya memandang mila sembari berjalan mundur di depannya
“ apaan sih lin, pagi-pagi udah berisik “
“ lah lagian lo kaya zombie gitu, apaan tuh kantung mata udah kaya panda aja itemnya ngalahin penggorengan ibu kantin, astaga, gak bisa kaya gini”
Linda memegang kedua bahu mila, ia sibuk berceloteh di depannya
“ heuhh, terus mau lo apaan sekarang” mila menatap lesu mata berbinar linda
“ lo kudu ikut gue ke toilet “
Linda menarik tangan mila, menyeretnya secara paksa menuju toilet, mila hanya pasrah mengikuti langkah cepat linda di depannya, ia tidak bersemangat untuk melawan linda, tenaganya terasa tidak cukup jika harus melawannya
Beberapa saat kemudian, linda melepaskan pegangangan tangannya, ia menyuruh mila untuk diam di tempatnya, sedangkan ia sendiri membuka tasnya mengeluarkan alat make up yang selalu ia bawa ke sekolah, mila menghela nafas memandang tingkah laku sahabatnya
“ nih gue baru beli foundation kemaren, warnanya cocok banget sama lo mil, sini gue pakein biar tuh kantung mata gak ganggu pandangan wajah cantik lo” ucap linda sembari membubuhkan sedikit di punggung tangannya
“ lo beli foundation buat lo sendiri apa buat gue si lin? Kok warnanya nyocokin kulit gue”
“ ya gue beli buat gue lah, sengaja pengen lebih cerah kaya wajah lo, lo mah enak mil gak usah beli skin care mahal juga wajah lo udah putih kinclong dari sononya, gue iri tau” tutur linda, tangannya telaten mengaplikasikan foundation ke wajah mila
“ aish nih anak, warna kulit lo juga bagus tau, kuning langsat, emang kalo cantik kudu putih gitu? Mau putih kaya apa pun itu kalo orang yang lo suka gak suka sama lo ya percuma kan”
“ kalo menurut gue si iya, cantik kudu putih terus kalo misal cowok yang gue suka dia gak suka sama gue ya gampang, masih banyak ikan di laut tinggal pancing aja lagi yang kaya gitu kan banyak”
“heuhh, ya udah lah serah lo aja lin, gue gak tau deh sama jalan pikiran lo, suka-suka lo aja deh yang penting lo seneng” mila menghela nafas menatap wajah linda yang masih sibuk mengaplikasikan foundation
“ oke udah siap, nah gini kan jadi lebih hidup lo mil keliatannya, gue heran apa si gelo tuh gak komplain gitu liat cewek yang cintainya kaya zombie”
“ gak tuh” jawab mila jutek, mereka sudah
jalan kembali menuju kelas mereka setelah selesai berdandan sedikit
“ haishh, gue lupa namanya orang bucin mah mau liat orang yang di cintainya kotor penuh lumpur ya pasti bakal keliatan cakep menurutnya”
“ apaan sih lo ngomong lin, makanya lo pacaran sana biar tau rasanya bucin”
“ hahahaha, tenang aja kalo udah beres gue bakal kenalin sama lo ko mil” linda tertawa menyikut bahu mila
Mereka berdua terus berbincang selama perjalanan menuju kelas 2 A
🍂🍂🍂🍂🍂
Fuuhh…..….Kepulan asap memenuhi langit-langit warung mbok jum, angelo terduduk sembari menikmati hembusan asap dari rokoknya, ia duduk diam sendirian di sana
“ loh den gak berangkat sekolah lagi?” tanya mbok jum, ia membawa satu cangkir kopi hitam di tangannya
“ gak mbok, lagi males”
“ pie toh cah bagus sekolah ko males, mbiyen mbok pengen sekolah yo nangis-nangis, saiki wis penak ko malah ora gelem” ucap mbok jum sembari meletakan kopi di tangannya
“ lah itu si den dani ko gak kesini? Sama temen-temen mu juga?”
“ iya mbok, mereka lagi di rumah sakit sekarang”
“oalah sopo toh seng loro?’
“ si andi sama rio mbok”
“ lo kok den angelo disini, gak kesana?”
“ iya mbok, aku lagi pengen nenangin diri dulu, nanti juga kesana sebentar lagi”
“ oalah gitu toh, yowes nanti kalo den angelo ke rumah sakit, sampaikan salam dari si mbok yo, mbok ke belakang dulu nyuci piring”
“ hmmm, makasih kopinya mbok”
Mbok jum tersenyum lantas melangkahkan kakinya menuju ke dalam warungnya lagi, angelo menatap satu cangkir kopi hitam dengan asap yang masih keluar menghiasi atas cangkirnya
Semua masih tercetak jelas di ingatan angelo, pandangan mata tajam milik orang yang sendy panggil ketua tak pernah sekalipun angelo lupakan, sejak ia pulang beberapa waktu lalu, memang geng fire wolf sudah mendekam di penjara namun ia tidak dapat bernafas dengan lega kalau-kalau mereka keluar nanti apalagi yang akan mereka lakukan pada dirinya dan anggota gengnya
Angelo hanya bisa terdiam memikirkan itu semua dengan berusaha menikmati sisa rokok terahir di tangannya lantas menyesap kopi hitam di depannya, ia merasa sedikit pusing setelah semalaman tidak tidur sama sekali, bahkan kepalanya juga terasa sedikit berdenyut nyeri beberapa kali saat dirinya selesai mengantar mila tadi
Ring….ring….ring, ponsel dari sakunya berbunyi, angelo melihat layar ponselnya, dani nama yang tertera disana
“ hallo, lo dimana” ucap dani dengan nada sedikit keras
Angelo menjauhkan sedikit ponselnya dari telinga setelah mendapat teriakan cukup keras dari ujung ponselnya, belum sempat juga angelo mengatakan sesuatu sudah di semprot oleh dani
“ hmmm, ada apa” angelo menghela nafas
“ gue tanya lo dimana sekarang? Lo budeg yah gel, udah bawa motor gue gak ngomong-ngomong, pergi juga gak ngomong dulu sama gue, ck”
“ berisik, lo gak perlu tau gue dimana, ada apa telepon gue”
“ aish astaga, nih anak beneran oleng kayaknya, gara-gara di pukul tadi malem, gue cuma mau kasih tau sama lo, si penghianat udah bangun, gue masih sebel sama tuh anak jadi gue gak nemuin dia, si rendi sama aan ada di dalem “
“ oh “
“ astaga gelo bego, gue nyerocos kaya bajaj lo cuma jawab oh, enak banget yah, buruan lo kesini gue tunggu”
“ ck, lo temenin dulu lah andi, gue kesana ntar kalo udah nganterin cewek gue pulang”
“ lah emang lo ada dimana”
Tut….angelo langsung memutus sambungan ponsel dani tanpa menjawab pertanyaan dani sedikit pun, ia melempar ponselnya ke atas meja di depannya dengan cukup keras, ia tertunduk meletakan kedua tangannya di belakang kepalanya, mengusapnya secara kasar, ia bingung bagaimana caranya untuk menghadapi kedua temannya itu, untuk menemui andi si masih mending angelo masih bisa menatap wajahnya tapi bagaimana dengan rio yang sudah mempertaruhkan nyawanya, baru kali ini angelo dilema dengan perasaannya sendiri, padahal satu tahun silam pun sama seperti sekarang, bedanya yang gugur anggota gengnya yang tidak terlalu dekat dengan dirinya, namun sekarang berbeda rio kan salah satu orang yang angelo percaya setelah dani
“ arghhh apa yang musti gue lakuin” batin angelo
Ia terus berkutat dengan pikirannya sendiri, padahal ia sudah mendengar sendiri dari dani dan yang lainnya bahwa mereka tidak takut mati jika berkorban untuk dirinya dan geng xtc namun tetap saja angelo merasa lemah dan bodoh hingga ia lalai menjaga tugasnya menjadi ketua geng yang bertanggung jawab
🍂🍂🍂🍂🍂
Teng…..teng….teng….teng, bel istirahat SMA venus berbunyi, mila berjalan dengan gontai di samping linda, ia merasa rohnya telah keluar dari tubuhnya, ia mati-matian menahan kantuk selama pelajaran dan ulangan beberapa waktu lalu hingga kini ia seperti robot yang sudah di copot batrainya
“ kayaknya gue bakalan mati deh lin” ucapnya sembari menyenderkan kepalanya ke bahu linda
“ apaan sih mil, minggir coba, kalo lo kaya gitu kita bisa jatuh barengan tau” linda mendorong tubuh mila
“ astaga jahat banget lo si lin jadi anak, temen udah mau mati juga lo dorong-dorong” mila mendengus sebal
Mereka berdua berjalan ke kantin melewati lorong kelas yang terasa sangat panjang hari ini bagi mila, ia merasa sangat ingin menjatuhkan dirinya ke atas kasur empuk dan segera merajut mimpi indahnya
“ eh mil, si angelo gak berangkat yah hari ini? Gue lupa nanya tadi pagi”
“ ah elah udah basi kali lin pertanyaan lo baru tanya sekarang”
“ ya udah si tinggal jawab aja apa susahnya, dasar, gue liat-liat lo sekarang jadi lebih mirip angelo yah daripada mila”
“ hah maksud lo apaan”
“ iya lo jadi sering marah-marah, galak gak jelas gitu, kan gue jadi takut”
“ hmmm, begitu “
Mila menghela nafas memandang hamparan
tanah lapang berwarna hijau di sampingnya, terlihat anak-anak cewek sudah mulai memenuhi sudut tanah lapang itu hanya satu yang kurang disana angelo and the geng tidak mengikuti latihan hari ini, pak heru seperti orang kebingungan mendapati beberapa anak didiknya tidak mengikuti latihan hari ini, ia seperti meluap-luap memarahi anak-anak yang tidak salah sepenuhnya, terlihat sangat miris
“ ck, kasian banget yah itu teamnya sekolah kita, gara-gara cowok lo tuh yang gak bertanggung jawab” linda berdecak, ia melipat kedua tangannya di depan dada
“ gue juga gak tau kali lin dia kenapa, gue aja bingung liat tingkah pendiem dia tadi pagi”
“ hah, serius angelo jadi pendiem, gak percaya gue lah, biasanya juga dia petakilan di depan lo, apalagi tatapan matanya itu kaya anak kecil yang baru mendapat permen, girang banget”
“ ya udah sih kalo lo gak percaya, gue juga gak maksa lo lin, gue lagi bingung sendiri aja” ucap mila menghela nafas panjang
🍂🍂🍂🍂🍂
linda dan mila sudah sampai di kantin setelah mereka cukup lama berbincang mengenai angelo yang tidak masuk hari ini, mereka berdua masuk ke dalam kantin secara bersamaan
“ hay mil, baru dateng yah, nindy boleh gabung” ucap nindy sembari merangkul lengan mila
Mila dan linda menoleh bersamaan menatap nindy yang baru saja sampai di kantin dan langsung merangkul lengan mila
“ apaan sih lo rubah betina ikut-ikut, mana dua cecunguk sialan lo, gue gak mau mil dia gabung sama kita” linda melotot ke arah nindy
“ hiks, linda masih marah ya sama nindy gara-gara kemarin, nindy bener-bener minta maaf mil, lin atas apa yang temen nindy perbuat” ucap nindy dengan mata berkaca-kaca
“ iya gapapa nin, gue udah maafin lo serius, si linda emang kaya gitu anaknya, tapi dia baik ko”
Ahirnya nindy tetap ikut dengan mila dan linda, meski linda merasa sangat kesal akibat itu, namun apa boleh buat ia tidak mau meninggalkan mila hanya berdua dengan nindy, linda terlalu takut sesuatu yang lebih buruk akan menimpa mila lagi
Mereka segera mencari tempat duduk setelah memesan bakso, baru saja mereka bertiga akan duduk nindy dengan sengaja menumpahkan bakso ke tangan mila yang akan memulai duduk, kuah panas dengan asap yang masih mengepul langsung membuat kulit putih mulus mila terlihat melepuh dan kemerahan
“ arghhh” jerit mila
“ astaga mil maaf, maaf nindy gak sengaja seriusan “ ucapnya panik sembari mengambil tisu di depannya
“ lo bego apa buta hah, gue udah feeling gak bagus pas lo dateng, ternyata bener kan lo mau nyelakain mila, minggir lo gak usah usap kulit mila bisa-bisa kulit mila mengelupas gara-gara lo” linda kasar mendorong nindy
Membuat tubuh nindy terjerembab ke lantai, ia menangis sesegukan menatap linda, sedangkan linda menatap ke arahnya dengan tatapan galaknya sembari meniup-niup tangan mila
Tbc......