
Episode 40
Angin bawalah aku terbang bersamamu, hempaskan rasa sesak membunuh ini
Hilangkan lukanya gantikan dengan senyum terindah yang pernah ada, jangan sisakan kepedihan untukku dan dirinya, biarkan semua rasa sakit ini pergi sejauh-jauhnya tanpa bekas
Sorak sorai terdengar memenuhi setiap penjuru lapangan belakang SMA venus, terlihat di setiap sisi lapangan anak-anak cewek maupun cowok bergerombol dengan kelompok mereka, kertas warna warni bertuliskan nama idola mereka terhampar memenuhi setiap sisi lapangan, anggota cheerleader sudah siap dengan yel-yel mereka untuk menyemangati tim sepak bola garuda bangsa kebangaan SMA venus mereka sudah berbaris rapi di sudut lapangan melakukan gladi bersih sebelum tim garuda bangsa dan tim lawan memasuki area lapangan
Waktu kini menunjukan pukul 10 pagi, suasana SMA venus pagi ini sudah sangat ramai, ya hari ini adalah hari turnamen tahunan yang sudah lama dinanti-nanti setiap siswa siswi SMA venus maupun anggota tim lawan, kali ini SMA venus akan bertanding melawan tim patriot dari SMA yupiter, mereka akan memperebutkan piala kemenangan yang sudah menjadi salah satu lambang dari sebuah pertandingan
Mila duduk diam dibawah pohon kelapa di sudut lapangan sebelah kiri, ia memilih diam duduk sembari memperhatikan keramaian di depannya, paginya sangat buruk, terlihat dari kantung matanya yang menghitam, wajah pucatnya tanpa senyum semua tergambar jelas di sana, ia juga beberapa kali menghela nafas berat, semalam tidak dapat tidur dengan nyenyak memikirkan bagaimana keadaan angelo, dia juga terus bertanya-tanya sendiri, apakah angelo hari ini akan berangkat dan ikut pertandingan? Jika tidak, apa yang harus dilakukannya, angelo adalah kapten dari tim garuda bangsa bisa dibilang jantungnya jika dia tidak ikut lantas bagaimana dengan nasib dari anggota tim yang lain, batin mila
Tuk……sesuatu dingin menyentuh pipinya, ia merasa dejavu dengan suasana saat ini, mila menoleh sembari berharap bahwa yang berdiri di sampingnya adalah angelo dan dia akan meminta maaf padanya seperti kemarin,begitu pikir mila
Namun sayang harapannya tidak terkabul yang berdiri di sampingnya dengan botol minuman dingin adalah yuda, dia tersenyum menatapnya
“ hey mil, nih minum dulu, gue takut lo dehidrasi panas banget soalnya”
“ eh lo yud, thank’s ya”
Yuda mengangguk, dia berjongkok di samping mila ikut memperhatikan kerumunan di depannya, sorak sorai terdengar begitu memekikan telinga, wajah-wajah segar turut andil ikut serta menghiasi seluruh sisi lapangan
“ gak ikut gabung ke sisi lapangan mil” tanya yuda
“ gak lah, agak males, nunggu linda juga, ini udah siang dia belum berangkat”
“ iya yah mentang-mentang hari bebas pada seenaknya”
Mila terdiam kembali, tanganya masih menggenggam botol minuman dingin yang di berikan yuda, ia mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru lapangan sembari mencari sesosok yang ingin dilihatnya sedari kemarin, nihil dia tidak ada dimana pun
🍂🍂🍂🍂🍂
Sementara itu di dalam aula gedung olahraga,
Dani berjalan bolak balik di depan aan dan rendi, tangannya di letakan di dagu, pandangan matanya cemas
“ dan, lo bisa diem gak, gue pusing liat lo bolak balik kaya setrika gitu” ucap aan yang risih dengan tingkah laku dani
“ arghhh, gue juga pusing kali an, angelo dari kemaren gak ada kabar, hari ini belum berangkat, gimana nih nasib kita” dani berdecak melipat tangannya, dia sudah berhenti di depan aan dan rendi
“ lah lo udah tanya ceweknya belum, siapa tau dia tau dimana angelo” timpal rendi
“ gue lupa tanya ceweknya, gue pikir si bego itu sama ceweknya, secara kemaren kan weekend, tapi semalem gue telepon nomornya gak aktif”
“ duh parah sih itu namanya, ya udah gue apa lo nih yang nyamperin ceweknya, siapa tau angelo lagi sama dia” ucap aan memberi saran
“ ya udah, gue aja yang pergi, kalian berdua tunggu sini sambil nunggu anggota yang lain”
“ okeh, good luck dan”
Dani mengangguk, dia berlari dengan cepat mencari mila ke kelasnya, namun sesampainya di kelas tidak ada satupun anak yang berada di sana, dani langsung berlari kembali menuju lapangan belakang sekolah yang sudah ramai sesak teman-temannya, ia juga bertanya kepada orang-orang yang berhadapan dengannya sembari terus mengedarkan pandangan matanya kesetiap penjuru, tatapan matanya menangkap sesosok yang di carinya dari tadi, sedang duduk dibawah pohon kelapa, dani langsung bergegas menghampirinya
Hosh….hosh….hosh, nafas dani memburu berdiri di depan mila dan yuda, mila mendongak melihat kearahnya
“ ada apa dan?” tanya mila bingung
“ lo gak liat angelo ada dimana?”
“ angelo? Belum dateng dia? Gue juga nyariin dan”
“ serius lo nyariin, terus dimana dia sekarang, lo beneran gak tau?”
“ iya gue gak tau serius”
“ bukannya kemaren lo jalan sama dia, kemaren kan minggu, gak mungin lah kalo kalian gak ketemu”
Mila menghela nafas panjang, “ gue emang ketemu sama angelo tapi gue gak jalan sama dia, cuma ketemu bentar terus dia pergi”
“ kalian berantem yah”
Mila diam tidak menjawab pertanyaan dani, namun sepertinya dani langsung paham dengan sikap mila yang diam tidak menjawab pertanyaanya
“ aishhh si bego itu mikir apa dia” dani mengacak rambutnya
“ ya udah kalo gitu, thank’s mil infonya, gue cari dulu dia”
Mila mengangguk penuh harap menatap dani, dani juga membalas anggukan mila lantas berjalan meninggalkan mila dan yuda berdua, ia cukup pusing dibuat angelo pertandingan 5 menit lagi akan dimulai tapi angelo tidak kelihatan batang hidungnya dimana pun, ia juga sudah berusaha menghubungi angelo namun ponselnya tetap tidak aktif
“ arghhh, apa yang ada di otak tuh anak, udah tau jadi kapten, apa dia gak mikirin reputasi tim kita, mau di taruh dimana nih muka kalo sampe hari in iron ikut bertanding” guman dani mengusap wajahnya dengan kasar
Sorak sorai mulai terdengar lebih kencang dari sebelumnya, mereka meneriakan jagoannya masing-masing, mata dani membulat melihat sesosok yang di carinya sampai setengah mati sedang berjalan ketengah lapangan dengan di ikuti anggota tim garuda bangsa yang lain di belakangnya, dani langsung berlari secepat mungkin menuju tengah lapangan dimana angelo berada
“ gel lo kemana aja, gila yah, gue cariin sampe mau mati rasanya, dasar bego” dani menepuk bahu angelo dengan keras
Angelo hanya menoleh sekilas melirik dani tanpa bertanya apa pun dan menjawab celotehan dani seperti biasa
“ gengs, kita berkumpul dulu membentuk lingkaran” teriak angelo
Anggota tim garuda yang lain langsung melaksanakan perintah angelo, mereka membuat lingkaran seperti yang angelo katakan, sedangkan dirinya mulai membicarakan strategi yang akan di gunakan untuk melawan tim patriot dari SMA yupiter, semua tim yang mendengar strategi angelo manggut-manggut paham
“ oke, apa pun yang terjadi kita harus bisa menang lagi kali ini, reputasi SMA venus ada di tangan kita, jangan sampai lengah” ucap angelo lantang
pada diri masing-masing
Terlihat tim patriot dari SMA yupiter tengah memasuki lapangan, sorak sorai kembali terdengar, angelo mengedarkan pandangan matanya menatap 13 orang yang memasuki lapangan, matanya membulat saat mendapati seseorang yang tidak ingin dilihatnya, seseorang itu juga menatap wajahnya langsung, ya itu ron musuhnya
Tangan angelo mengepal kuat menatap wajah ron yang tersenyum sinis kearahnya, dia seperti mengejek dirinya secara terang-terangan
“ sabar gel, kita lawan nanti kalo udah waktunya”
Angelo mengangguk, dani tau angelo hari ini tidak dalam mood yang baik semua terlihat jelas di wajahnya, meski ia bersikap normal pada yang lainnya, namun wajah angelo terlihat sayu, matanya merah, dani hanya bisa berharap angelo tidak akan mengacaukan pertandingannya hari ini
“ gel yuk kita baris ke tengah, anggota tim patriot udah siap nunggu kita” dani menepuk pundak angelo
Angelo mengangguk menatapnya, mereka berdua berjalan bersama menuju anggota tim garuda bangsa yang sudah berbaris menanti mereka berdua gabung kedalamnya, setelah dua tim berdiri saling berhadapan, angelo sebagai kapten dari tim garuda bangsa maju beberapa langkah ke depan begitu juga dengan ron yang di ketahui menjadi kapten tim patriot, wasit berada di tengah-tengah mereka sembari membawa satu buah koin sebagai alat untuk mengundi tim mana yang akan memulai pertandingan terlebih dahulu
Koin di lempar ke atas, jatuh kebawah kembali dengan cepat, wasit menangkap koin tersebut dengan telapak tangannya, terlihat gambar angka yang terbalik disana itu berarti tim dari angelo lah yang memulai terlebih dahulu, sebelum itu kedua kapten berjabat tangan
“ heh, gue kira lo udah mati” bisik ron
menyeringai
Angelo menggenggam kuat tangan ron, ia sangat marah namun tidak bisa berbuat apa pun selain hanya dengan melawannya ketika dalam pertandingan
Priiitttttt……peluit panjang dari wasit membuat angelo melepaskan cengkraman tangannya, semua anggota dari kedua tim sudah siap menempati posisi masing-masing, angelo dan ron berhadapan kembali dengan wasit di tengah-tengah membawa sebuah bola untuk melakukan kick off (tendangan awal)
Priiittttttt……sekali lagi peluit di tiup dengan kencang, sorak sorai terdengar begitu bersemangat, angelo sudah beraksi dengan bola di kakinya, pandangan matanya lurus kedepan, semua yang terlihat di depannya bagai debu yang tak kasat mata untuk angelo, dia bermain dengan sangat cantik seperti saat latihan bahkan lebih baik dari sekarang
🍂🍂🍂🍂🍂
Sementara itu di sudut lapangan,
Mila sudah berdiri di sisi lapangan dengan yuda menemani disampingnya, ia tidak percaya angelo berangkat ke sekolah hari ini, meski terasa sesak dadanya namun tetap saja ada sedikit rasa lega bersama dengan dirinya, berarti angelo tidak melalaikan tugasnya sebagai kapten dari tim sekolahnya
“ syukurlah gel, lo baik-baik aja, semoga hari ini lo bisa menang yah, bawa reputasi baik buat sekolah kita, dan gue harap masalah kita bisa cepat selesai” batin mila meletakan kedua tangannya teratup di depan wajahnya
Panas matahari mulai menyengat kulit, wajah mila mulai basah karena keringat yang terus menetes dari keningnya walau begitu dia tetap antusias melihat pertandingan angelo yang masih menggiring bola menuju gawang lawan
Srekkkk……sesuatu menutupi sebagian dirinya dari panas matahari, mila langsung mendongak ke samping, yuda tersenyum kearahnya
“ biar lo gak kepanasan”
“ thank’s yud, tapi gak usah repot-repot juga”
“ gak papa, kebetulan gue juga gerah kalo musti pake jaket terus, lebih baik buat tudungan kita berdua” yuda tersenyum menunjukan deretan gigi putihnya, cekungan mendalam di salah satu pipinya turut menghiasi wajah tampannya
“ errr, gue kira posisi kita gak baik deh kalo diliatin orang” ucap mila tidak enak
“ eh iya sorry mil, gue gak bermaksud bikin lo gak nyaman”
“ emmmm, iya gue tau”
“ tapi gue gak mau lo kepanasan mil, wajah lo udah pucet banget gitu, gimana kalo lo jadi pingsan gara-gara kepanasan?”
“ ah ya udahlah serah lo lah yud, gue lagi males debat sama orang”
Yuda tersenyum melihat wajah cemberut mila
Di tengah lapangan angelo masih menguasai bola, menggiringnya ke gawang lawan, dani berlari tak jauh dari posisinya, mereka terus bergerak maju meski tim patriot berusaha merebut bola dari kaki angelo namun mereka gagal merebutnya, saat angelo sudah lebih dekat dengan gawang, ron berlari ke arahnya
Tepat saat itu pandangan mata angelo menangkap mila yang sedang di payungi jaket oleh yuda berdiri di sisi lapangan menatap ke arahnya, konsetrasi angelo langsung buyar seketika
“ gel fokus gel” teriak dani
Brak……ron menendang tulang kering angelo dengan sangat keras, menabrak tubuhnya juga membuat keseimbangan angelo goyah, ia langsung jatuh tersungkur ke tanah
Priitttt……wasit meniup peluit langsung menghampiri ron memberinya sebuah peringatan, pertandingan terjeda sebentar, dani langsung berlari menghampiri angelo yang memegang tulang keringnya
“ gel lo gak papa?” tanya dani khawatir,
langsung berjongkok di depan angelo, di susul dengan rendi dan aan
“ gue oke dan, bisa tolong bantu gue berdiri gak” angelo meringis menahan sakit
Dani langsung membantunya berdiri, aan dan rendi juga turut serta membantunya
“ serius lo gak papa? Bisa lanjut gak?” ucap aan di depannya
“ iya tenang aja, gue gak papa”
Setelah merasa kondisi lumayan aman, pertandingan di mulai kembali, meski sesaat menyisakan keheningan yang cukup mencekam, namun sekarang sudah bisa berjalan lagi, angelo berlari menahan sakit di kakinya, tidak ada kata menyerah di kamusnya, meski badannya hancur sekalipun dia harus tetap berlari mencetak gol untuk timnya
“ fokus, fokus, gue bisa, gak usah pikirin hal lain” batin angelo terus berlari sembari menghindari lawan yang akan merebut bolanya
Srak…….angelo menendang bola dengan kencang ke arah gawang dan gooolllll, gol pertama di cetak oleh tim garuda bangsa setelah melewati suasana yang tidak mengenakan beberapa saat lalu, dani langsung berlari menghampiri angelo, memeluknya dengan penuh suka cita
Ron menatap angelo penuh dengan amarah setelah apa yang di lakukannya gagal membuat angelo terluka parah malah membuatnya mendapatkan gol pertamanya dengan cantik, ia berdecak kesal
Mila diam pandangan matanya lurus kedepan menatap sesosok yang sangat di rindunya sedang menikmati gol pertamanya, ia tau meski sesaat angelo sempat melihat kearah dirinya berada, hingga membuatnya hilang konsentrasi dan mendapat cidera, mila menghela nafas panjang, sembari meletakan telapak tangannya di dada, menatap nanar pemandangan penuh suka cita di depannya, tak terasa air mata turun membasahi pipinya sambil tetap diam menatap lurus kedepan
Tbc…..