my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 19



Episode 19


Seperti musim semi yang bermekaran, seperti itu juga perasaan mila dan angelo saat ini


Bagi mila yang baru pertama kali jatuh cinta angelo adalah sesosok yang membuatnya bahagia dengan sifat dan kelakuannya yang tidak di miliki setiap cowok yang ada di SMA venus, berada bersamanya saat ini membuat hati mila sangat nyaman apalagi setelah apa yang menimpa angelo beberapa waktu lalu hingga ia harus di rawat di rumah sakit, membuat perasaan mila semakin merindukan cowok tampan itu, wajar saja saat ini mila sangat menyukai waktunya bersama dengan angelo, ia masih memeluk cowok tampan itu dengan sesekali terdengar sesegukan dari arahnya karena lama menangis


“ekhm…ekhm…ekhm, buset dah gue kalah” celetuk dimas tiba-tiba


Dimas baru saja sampai di depan pintu ruangan angelo setelah ia membeli beberapa makanan untuk dirinya sendiri, sedangkan ny.sabrina pamit pulang beberapa jam yang lalu untuk membersihkan dirinya, jadilah dimas di tinggal bersama dengan angelo, karena dimas merasa angelo jauh lebih baik jadi ia meninggalkan adiknya sendiri di ruangannya


Mila melepaskan pelukannya dari angelo saat ia mendengar seseorang berbicara dari arah belakangnya


“ck, apaan sih bang, ganggu aja” angelo berdecak


“oh gitu yah, mentang-mentang udah sembuh tuh mulut mulai pedes lagi”


Mila diam ia tersipu malu melihat dimas yang mendekat ke arah mereka berdua


“mil lo kok mau-maunya pacaran sama tuh kunyuk satu” dimas meletakan makanan di atas meja


Mila diam ia tidak menjawab pertanyaan dimas, wajahnya sudah sangat merah menahan rasa malu akibat dirinya berpelukan dengan angelo tercyduk olehnya


“stttt, sini gue bilangin bang, mana ada kunyuk ganteng kaya gue, makanya mila mau. hahaha” angelo tertawa lepas


Mila menoleh kearah angelo ia mendelik menatap angelo yang tertawa lepas di sampingnya


“tuh kan bener mil, dia itu sinting, gue juga gak nyangka punya adek kaya gitu, udah sinting, gak tau malu lagi, ampun deh, bunda nyidam apaan ya waktu ngandung lo gel”


“yang pasti bunda itu nyidamnya gak aneh-aneh waktu ngandung gue, gak kaya pas ngandung lo bang, pasti bunda nyidam rumput pas ngandung lo, udah pasti itu” angelo terkekeh


Dimas mengerutkan keningnya


“kok rumput si gel? Emang gue titisan sapi”


“iya rumput, habisnya lo bego bang, umur sama badan lo gak sesuai”


“aishh sembarangan, gue kutuk lo jadi batu baru tau rasa, abang sendiri dibego-begoin, biar bego gini tetep aja lo adek gue brati lo lebih bego dari gue dong” dimas memukul angelo, ia tertawa


“hahahaha lo kira gue malin kundang bang, ya ampun, gini yah bang biar gue bego tetep aja gue lebih ganteng dari lo bang”


“gue bawain kaca nih gel biar lo liat muka lo sekarang” dimas tertawa


Mila tertawa kecil mendengar celotehan kedua kakak adik itu, mereka sangat dekat di dengar dari ejekan mereka, mila tidak menyangka melihat sisi angelo yang seperti itu ketika bersama dengan keluarganya, benar apa kata bunda beberapa waktu lalu, angelo hanya terlihat garang di luarnya saja namun hatinya sangat lembut, mila menghela nafas melihat angelo yang sudah bisa tertawa seperti biasa, hatinya merasa sangat lega melihat pemandangan yang harmonis itu


Pandangan mila menangkap nindy yang sudah berdiri di depan pintu saat ia tertawa mendengar celotehan angelo dan dimas, ia tampak merasa canggung untuk masuk ke dalam ruangan, mila yang menyadari itu lantas menghampirinya


“eh nindy, yuk masuk”


Mila mengajak nindy masuk ke dalam ruangan angelo, belum sempat mila dan nindy melangkahkan kaki, linda sudah berdiri di belakang mereka, ia terengah-engah membungkukan badan sembari mengatur nafasnya, dimas dan angelo yang sedari tadi bercanda menoleh ke arah mereka bertiga yang berada di depan pintu


“lo kenapa lin, kaya abis ngejar maling gitu”


“aishh bukan maling lagi mil, tapi…”


Ucapan linda menggantung saat pandangan matanya menangkap sesosok cowok di samping angelo yang menurut pandangannya sangat tampan itu hingga ia tidak bergeming menatapnya, mila yang menyadari linda mematung lantas menoleh ke arah yang di lihat linda, mila tersenyum


“pantas aja, ada cowok ganteng” batin mila manggut-manggut


“eh ko jadi sunyi gini, ekhm, kenalin nih kak temen mila, ini linda teman sekelas mila dan yang di sampingnya itu nindy dia teman satu sekolah beda kelas”


Mila mencubit linda yang tetap diam menatap dimas di tempatnya, padahal mila sudah memperkenalkannya, linda meringis mendapat cubitan dari mila, ia mengajak linda dan nindy untuk masuk dan berkenalan dengan dimas di samping angelo


“ hay kenalin gue dimas, abangnya angelo” dimas mengulurkan tangannya


“emmmm, hay gue linda”


Linda tersipu menjabat tangan dimas lantas dimas melepaskan jabatan tangannya dengan linda, berlanjut pada nindy di sampingnya


“hay kak dimas, salam kenal, saya nindy”


Dimas tersenyum menyalami nindy, cukup lama dimas memandangi wajah nindy di depannya itu, ia seperti terpana dengan wajah cantiknya


“ekhm…ekhm “ angelo memecah keheningan


“ahh sorry” dimas melepaskan jabatan tangannya saat mendengar suara dari arah angelo


“heh gel lo hebat ya sekarang, kenalan lo cantik-cantik bener” bisik dimas menyikut angelo


“lo mau bang, ambil aja tapi jangan my princess” bisik angelo


Mila tertawa kecil melihat angelo dan dimas berbisik-bisik cukup keras hingga ia dapat mendengar dari tempatnya berdiri yang tidak terlalu jauh dari mereka, mila melirik linda yang berada di sampingnya, wajah linda terlihat masam sedari ia berkenalan dengan dimas, mila sudah menebak apa yang linda rasakan hanya dengan melihatnya saja, ia pasti tidak suka melihat nindy begitu di perhatikan oleh dimas, ia harus memecahkan perasaan linda, pikir mila


“lin, lo gapapa” mila menyentuh pundak linda


“ I’m oke kok mil, sekarang apa? Gue canggung banget sumpah, lo tau kan gue gak berani liat angelo” bisik linda


“iya gue tau, tenang aja angelo gak bakal gigit kok, dia udah jinak”


Linda tertawa mendengar ucapan mila, tawa linda membuat angelo dan dimas menoleh ke arahnya, linda langsung menutup mulut, ia sadar sekarang ia berada di ruangan orang bukan dengan mila berdua saja, wajahnya langsung memerah saat dimas melihat ke arahnya


“apaan sih yang lucu sampe ketawa gitu” ucap angelo galak


“ck, bukan urusan lo gel, gak usah sok galak deh di depan sahabat gue”


“iya iya sorry my princess”


Ucapan angelo membuat nindy menatap lekat-lekat wajahnya yang nyengir memperlihatkan deretan giginya yang rapi, ia merasa tidak suka melihat angelo tersenyum untuk mila apalagi sampai memenggilnya dengan mesra seperti itu, tapi apalah daya untuk saat ini nindy hanya bisa menahan dirinya dengan terus tersenyum


“dasar bucin, emang yak kalo udah bucin, dunia serasa milik berdua, yang lain pajangan” celetuk dimas kemudian


“apaan sih bang, ngiri aja, makanya cari pacar biar gak ngenes gitu”


“kak gue boleh duduk disini”


Dimas menoleh mendengar ucapan linda


“boleh silakan, gue hampir lupa buat nawarin kalian duduk, gara-gara si kunyuk, sorry ya”


“tak masalah” linda sudah duduk di depan dimas


Mereka sudah mulai mengakrabkan diri di sana, sedangkan mila dan nindy masih berdiri di tempat mereka, mereka bingung harus melakukan apa, nindy ingin mendekat ke arah angelo namun ia urungkan, ia berfikir jika ia lakukan itu saat mereka belum terlalu lama berkenalan pasti akan merusak citra dirinya yang anggun itu, ia hanya bisa menahan diri diam di tempat


“princess sini dong” angelo memecah suasana aneh di antara mila dan nindy


“aishhh, ada apa”


“makanya sini dulu, baru nanya”


“iya iya gue dateng, yuk nin, lo duduk aja di samping linda atau mau ikut gue ya boleh”


“nindy ikut mila aja”


“ya udah yuk”


Mila berjalan menuju angelo, nindy mengikuti di belakang, mereka duduk di samping angelo yang tampak tidak suka dengan kehadiran nindy di sana, matanya menatap galak gadis tercantik SMA venus itu, namun ia tidak bisa melakukan apa-apa selain menuruti mila, ia tidak mau berdebat lagi dengan mila setelah mereka satu sama lain melepas rindu bahkan sama-sama mengungkapkan perasaan cinta mereka, ia tidak mau merusak momen indah yang mereka ciptakan beberapa waktu lalu


Memang sangat aneh atmosfir di ruangan angelo saat ini, bagaimana tidak di sana dimas sibuk dengan linda duduk di sofa sedangkan angelo tidak leluasa menggoda ceweknya akibat adanya nindy di tengah-tengah mereka, mila juga kelewat baik rupanya dengan nindy hingga ia memberikan celah kepadanya untuk ikut bercanda dengan angelo dan berbincang-bincang, mila tidak mengetahui rencana si rubah betina itu maka dari itu ia terlalu menyambut kehadiran nindy di tengah-tengah hubungannya dengan angelo


🍂🍂🍂🍂🍂


Cukup lama mereka semua yang berada di ruangan angelo berbincang, linda melirik jam dinding yang berada di samping atas angelo jam sudah menunjukan pukul 5 sore rupanya tidak terasa karena saking asiknya berbincang-bincang dengan dimas


“eh kak, gue pamit pulang dulu ya udah sore nih” ucap linda


Dimas beranjak dari duduknya


“oia gak terasa yah, ya udah gapapa kalo gitu, terimakasih udah mau jengukin si kunyuk” dimas melirik angelo


“hahahaha kak dimas bisa aja, ya udah gue duluan”


Linda tersenyum pada dimas lantas melangkahkan kakinya menuju mila yang berada di samping ranjang angelo, ia menyentuh pundak mila


“mil gue mau cabut dulu, udah sore nih”


“eh iya bener udah sore gak terasa ya, ya udah kalo lo mau pulang, tanya nindy mau ikut gak”


“ck, ya udah” linda berdecak kesal


“heh gue mau pulang, lo ikut gue gak”


“gak usah lin, nindy pulang sendiri aja, tapi kita keluarnya barengan ya, soalnya supir nindy udah nunggu di depan”


“yayaya serah lo deh, mil gue cabut dulu, tar gue telepon lo, dan angelo semoga cepet sembuh ya”


“ yo, makasih udah dateng”


Linda mengangguk lantas berjalan meninggalkan ruangan angelo,di susul nindy di belakangnya yang baru saja selesai berpamitan, saat melewati dimas, linda berpamitan sekali lagi dengannya, dimas masih berdiri di tempat rupanya ia hendak mengantar linda dan nindy sampai depan rumah sakit


Mereka bertiga berjalan bersama keluar ruangan, meninggalkan angelo dan mila berdua di sana


Mila melirik angelo yang menghela nafas lega menatap kepergian tiga orang yang menurutnya sangat mengganggu itu, terutama si nindy yang sedari tadi menempel pada mila, membuatnya harus bersabar meladeni gadis itu


“ahirnya mereka pergi juga” ucap angelo kemudian


“ck, dasar gak sopan, berarti lo gak seneng juga nih gue disini”


“haih kalo lo beda lagi ceritanya beb, gue lebih seneng lo berdua sama gue aja. Hehehe”


“dasar mesum” mila cemberut


“mesum gini lo juga suka”


Angelo terus meledek mila dengan asiknya, ahirnya setelah gangguan pergi ia dapat menjaili mila lagi sesuka hatinya, angelo semakin menjadi-jadi meledek mila saat melihat respon mila yang menurut pandangan angelo sangat imut, dimana mila sesekali cemberut mendengar celotehan angelo, bahkan sampai menahan senyumnya hingga dua lesung pipi menghiasi wajahnya


“beb sini deh gue bisikin bentar, penting” angelo melambai-lambaikan tangannya


“apaan sih, segitu pentingnya perlu bisik-bisik segala”


Mila tanpa curiga mendekatkan dirinya ke samping angelo, membuat angelo tersenyum melihatnya


“nih anak polosnya kebangetan sumpah, jadi tambah gemes deh gue” batin angelo


“ buru mau bilang apa “


“gue mau bilang gue……”


Ucapan angelo menggantung, namun mila masih tetap di posisinya diam sembari menunggu kelanjutan ucapan angelo


Cuppp…..angelo mencium pipi mila, mila tersentak saat bibir angelo menyentuh pipinya, ia mendelik ke arah angelo tampaknya ancaman mata tidak membuat angelo takut malahan angelo nyengir, melihat tatapan mata mila yang mendelik


Mila mengangkat tangannya ia hendak memukul angelo, namun belum sampai tangan mila mendarat di tubuhnya, angelo sudah memegang lengan mila dengan kedua tangannya, mila memberontak untuk melepaskan genggaman tangan angelo, namun angelo tak bergeming sedikit pun, ia malah menatap wajah mila tanpa ekspresi, mila ahirnya menyerah juga, ia tidak bisa melepaskan genggaman tangan angelo meskipun sudah berusaha dengan keras lantas mila menoleh ke arah angelo, padangan mata mereka bertemu, mereka diam satu sama lain saling pandang


wajah angelo semakin mendekat, semakin dekat, mila diam di tempat menatap angelo, jarak wajah mereka saat ini hanya beberapa senti saja, anehnya mila tidak bergeming sedikit pun saat wajah angelo semakin dekat padanya


cuppp......angelo mencium bibir mila lantas memandang lekat-lekat wajah gadis cantik itu beberapa menit, angelo melanjutkan lagi mencium mila saat dirasa mila tidak memberontak padanya, mereka berciuman dengan mesra tanpa memperdulikan keadaan sekitar


ceklek.......


"upss, sorry gue gak liat" celetuk seseorang dari arah pintu


suara itu menghentikan angelo dan mila berciuman, mila menutup wajahnya yang memerah lantas berlari dengan kencang meninggalkan angelo yang kebingungan di tempatnya, mila sangat malu dirinya tercyduk untuk yang kedua kalinya saat bermesraan dengan angelo, ia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri, begitu bodohnya ia ketika bersama angelo tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri hingga menuruti perilaku angelo