
Episode 59
Cinta tanpa bicara, terlihat bagaikan tak ada masalah di dalamnya, namun lubang besar menanti untuk meluluh lantakan segalanya.
Rintik hujan terdengar sayup-sayup, semakin deras, hawa dingin mulai masuk menusuk tulang, angelo masih berdiri di ruang tamu sederhana milik mila dalam balutan pakaian yang basah kuyup, badannya mulai bergetar menahan hawa dingin yang masuk berhembus melalui celah-celah kecil rumah mila.
Sedangkan sang empu rumah tengah mengenakan piyama berwarna biru satin bergambar beruang coklat di sebelah kiri bagian bawah, ia baru saja selesai membersihkan diri setelah basah kuyup di guyur air hujan bersama angelo beberapa saat lalu, ia memang sudah terlihat lebih stabil dari sebelumnya, namun jangan tanya dengan hatinya, bayangan wajah yuda yang menciumnya masih tergambar jelas dalam ingatannya, berkali-kali ia berusaha menghapusnya namun usahanya sia-sia.
Mila termenung di depan cermin mengingat memori yang ingin cepat-cepat ia hapus dalam kepalanya, namun tiba-tiba wajah angelo terlintas, dengan cepat menyadarkan lamunannya, ia langsung keluar dari kamar membawa handuk bersih di tangannya.
Langkahnya cepat menuju ruang tamu dimana angelo berada, mila menghela nafas pelan sesampainya di ruang tamu, ia melihat kekasihnya sudah menggigil kedinginan berdiri di samping rak sepatunya.
“ mandi dulu gel, nanti aku pinjamkan baju adit”
“ hachii…..hachiiii, euhhh, ada air hangat gak beb?” tanya angelo mengusap hidungnya, dalam sekejap hidungnya langsung berwarna merah
“ kamu gak biasa mandi pake air dingin yah gel? Bisa tunggu bentar gak, aku angetin air dulu buat kamu”
Angelo mengangguk sambil menerima handuk bersih dari tangan mila, ia mengikuti langkah mila di belakang dan duduk di meja makan, memperhatikan kekasih hatinya mengambil panci dan air untuk di hangatkan.
Ceklek…..kompor menyala, menyisakan keheningan setelahnya, angelo masih terus memperhatikan mila dari belakang, sedangkan mila masih berdiri di dekat kompor terdiam di sana
“ emmm, beb, kamu udah gapapa kan?” ucap angelo memecah keheningan
Mila terdiam, menghela nafas panjang, menata ekspresinya lantas berbalik badan
“ gak, aku udah oke ko gel, maaf ya tadi buat kamu khawatir” ucapnya memaksakan
senyum
“ emang ada apa sih beb? Kok kamu bisa sampe nangis kaya gitu?”
“ gak ada apa-apa”
Angelo menghela nafas, tersenyum, “ hmmmm, ya udah gapapa kalo kamu gak mau cerita sama aku, aku paham kok, jangan khawatir ya, jangan nangis lagi oke”
Mila mengangguk, bunyi air mendidih mengalihkan pandangan matanya, dengan segera ia langsung mematikan kompor di samping tubuhnya
“ biar aku aja yang bawa ke kamar mandi air hangatnya, kamu disini aja” ucap angelo di belakang mila
Mila menoleh, “ kamu bisa emangnya? “
“ bisa dong, gini aja mah kecil, kamu kira aku di rumah gak pernah bawa air anget kaya gini”
“ emang gak kan?”
“ hehehehe” angelo nyengir memperlihatkan deretan gigi rapinya, sangat manis
“ udah ah sini aku aja yang bawain, kamu diem disini, nanti kalo udah selese aku panggil”
Angelo mengangguk, ia terpaksa menurut, karena memang benar ia belum pernah membawa air hangat ke kamar mandi, di rumahnya kan ada shower jika ingin air hangat tinggal puter keran, beres deh urusan mandi air hangat, wajar saja jika kali ini dia merasa sedikit bingung dan kesusahan, sebenarnya dirinya merasa sedikit malu dengan hal sepele yang tidak bisa ia lakukan , meski begitu rupanya angelo dapat belajar mengenal sisi lain kehidupan selain di dalam rumah mewahnya dan membuatnya menyadari dirinya tidak ada apa-apanya ternyata, benar seperti yang di katakana ayahnya.
“ hey, gel, ada apa? Air nya udah siap” ucap mila di depan angelo
Angelo terkejut, “ eh iya, sorry beb, aku gak denger tadi, ya udah kalo gitu aku mandi dulu ya”
Mila mengangguk, “ oke, aku ambilin baju ganti ya” ucapnya sambil lalu meninggalkan angelo yang juga sudah berjalan menuju kamar mandi
“ fyuhhh, kuat mil kuat, semua akan baik-baik aja” gumamnya pelan di depan pintu kamar adit
Tok….tok…..tok, “ dit, bisa buka pintunya gak? Kaka minta maaf sama yang tadi”
Ceklek, “ hmmmm, gapapa kak, ada apa?”
“ tolongin kakak yah, pinjamin kak angelo baju kamu, kasian dia bajunya basah”
“ heuh, emang muat sama dia kak, kan lebih tinggi dia dari aku”
“ ya kamu cari yang agak panjang sama besar dikit, ukuran tubuhmu sama dia kan gak jauh beda, cuma tingginya doang yang beda”
“ hmmm, oke, aku cari bajunya dulu”
Mila mengangguk, menunggu di depan pintu
“ masuk aja gapa kak, ikut milihin buat dia”
Mila membuka pintu kamar adit lebih lebar dari sebelumnya, lantas melangkahkan kakinya masuk kedalam, menyusul adit yang sudah memilah-milah bajunya di dalam lemari
“ ini gimana kak, muat gak kira-kira” ucapnya menunjukan kaos berwarna hitam polos
“ coba kaka liat, emmmm, sepertinya muat, sama celana pendekmu yang selutut atau boxer ada kan dit”
“ iya ada kak, ini kaka tinggal pilih aja, semua
muat sama dia paling keliatan lebih pendek”
“ mmmm, ya udah, kaka ambil ini satu ya, makasih dit, oia kamu laper gak? Belum makan kan?”
“ hmmm, sedikit kak, tadi aku udah makan pas siang sih, sekarang belum”
“ ya udah nanti kaka masak ya setelah nganterin ini ke angelo, goreng telor gapapa kan”
Adit mengangguk, tersenyum, mila pun ikut menyimpulkan senyum di bibirnya sambil mengusap rambut adit, sebelum meninggalkan kamar adit menuju kamar mandi, dimana angelo berada
Tok….tok….tok, sesampainya di kamar mandi, mila langsung mengetuk pintu
“ gel, ini baju gantimu”
“ iya, bentar beb” teriak angelo
Ceklek….pintu terbuka sedikit, terlihat tangan angelo keluar dari pintu, mila tersenyum dan langsung menyerahkan baju ganti ke tangan angelo, setelah itu ia berbalik kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam
🍂🍂🍂🍂🍂
Brak……bantingan pintu membuat sesosok yang tengah diam membaca buku di ruang tamu terkejut, nindy segera mengangkat buku yang menghalangi pandangan matanya, menatap yuda yang tengah berjalan menuju ke arahnya tanpa ekspresi
“ aih, lo gak bisa yah datengnya tuh santai dikit” ucapnya
“ nih pesenan lo”
“ thank’s, di toko biasa kan?”
“ hmmmm” ujarnya, sambil lalu meninggalkan nindy sendiri di ruang tamunya yang masih menatapnya dengan keheranan
Namun yuda tak peduli lagi dengan itu, hatinya sangat tidak karuan ingin cepat-cepat masuk ke kamar mengguyur kepalanya di bawah shower dengan air dingin berharap air dingin mampu mengusir segala perasaan yang tengah membanjiri kepalanya itu
Tanpa pikir panjang lagi, begitu masuk ke kamar, Yuda langsung memasuki kamar mandinya dan langsung menyalakan shower,
Srashhh…..air dingin langsung membanjiri kepalanya dengan cepat, yuda terdiam di bawah guyuran air dingin tangannya mengepal menyentuh tembok di depannya
“ be*o banget sih, kenapa gue lakuin itu coba ke mila” gumamnya tertunduk, memukul tembok di depannya
🍂🍂🍂🍂🍂
Rumah mila,
Angelo baru saja selesai bersih-bersih, tampak wajahnya lebih segar dari sebelumnya, ia berjalan menuju dapur dimana mila berada.
“ beb lagi ngapain” tanyanya saat pertama kali pandangan matanya menangkap sosoknya yang tengah sibuk dengan sesuatu di depannya
Mila menoleh ke samping, “ eh, udah selese mandinya? Ini mau goreng telur buat makan malam, kamu belum makan kan?”
“ oia, aku lupa, tadi aku kesini bawain sesuatu buat kamu sama adit, hampir aja lupa, bentar yah aku ambilin dulu”
Mila terdiam, menatap angelo dengan bingung, angelo hanya tersenyum sambil lalu meninggalkan mila masih di dapurnya
Tak selang waktu lama ia kembali lagi dengan satu buah kantung kresek berukuran sedang, tersenyum menatap mila
Mila hanya terdiam, matanya tampak berkaca-kaca menatap angelo, hatinya merasa sangat bersalah padanya, mengingat kesalahan yang sudah di perbuatnya, padahal angelo begitu peduli padanya dan keluarganya namun ia malah dengan tak tau malunya jalan dengan laki-laki lain, bahkan sampai di cium,
ia merasa sangat bersalah pada angelo namun tidak dapat melakukan apa pun selain hanya diam menatapnya dengan pandangan
mata yang sedih
“ beb, kamu gapapa, ada apa? “ ucap angelo panik, setelah lama melihat kekasihnya tidak ada respon
Mila masih diam tanpa ekspresi
“ beb, beb ada apa?” angelo menyentuh kedua pundak mila
Air mata mila jatuh, menatap angelo di depannya “ maafkan aku gel”
“ gak papa, semua akan baik-baik aja, jangan menangis, aku ada disini” ucap angelo menarik mila dalam pelukannya mengusap lembut punggungnya
Cukup lama angelo menenangkan mila dalam pelukannya, perlahan ia mengangkat tubuh kekasihnya menatapnya dengan lembut wajah yang tertunduk sesegukan di depannya
“ udah yah jangan nangis lagi beb, kita makan yah sekarang, nanti kamu sakit, aku gak tau apa yang terjadi denganmu hari ini, aku hanya gak mau kamu terus-terusan menangis seperti ini, aku percaya sama kamu kok, jadi lupakan semua hal yang saat ini menjadi beban pikiranmu yah, aku ada disini oke” ucapnya lembut
Mila mengangguk, meski dalam hatinya ia terus mengutuk dirinya karena telah menghianati lelaki yang begitu sangat percaya dan menyayanginya dengan sepenuh hati.
“ hmmm, anak baik, kalo gitu aku bantu ambil piring yah, kamu cuci muka dulu biar enakan, terus panggil adit “
Mila mengangguk kembali, lantas membalikan badannya, berjalan menuju kamar mandi.
Sedangkan angelo masih sibuk menyiapkan piring untuk mila dan adit tapi tidak untuknya, ia merasa masih sangat kenyang setelah makan bersama teman-temannya sore tadi.
Dengan senyum yang sumringah meski wajahnya memerah akibat ia sering bersin setelah terguyur hujan, ia duduk menunggu mila di meja makan sendirian , keheningan sangat kental menemaninya, hanya helaan nafas panjang yang terdengar sesekali dari arahnya.
🍂🍂🍂🍂🍂
Di dalam kamar mandi,
Mila diam memandang dirinya di dalam cermin yang ada di samping kamar mandi, terlihat wajahnya sudah memerah, matanya sembab, begitu sangat berantakan dirinya di dalam sana, ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi
“ beb, beb, udah belum “ teriak angelo dari arah dapur
Teriakan angelo membuyarkan lamunannya, mila meletakan kedua telapak tangannya di pipi, “ ayo mil, sadar, bukan saatnya nangis lagi, angelo menunggu” gumamnya sembari menepuk-nepuk pipinya
Lantas ia menghidupkan air, membasuh wajahnya, tidak butuh waktu lama dirinya sudah kembali lagi menghampiri angelo yang menatap ke arahnya dengan tatapan cemas
“ mmmm, aku panggil adit dulu ya bentar ” ucapnya
Angelo mengangguk, tersenyum menatap ke arahnya.
Tok….tok….tok, “ dit keluar dulu, makan yuk” ucap mila di depan pintu
Ceklek, pintu terbuka, “ hmmm” ucap adit mengangguk
Lantas berjalan mengikuti mila di belakang tanpa mengucapkan apa pun
Sesampainya di dapur, mila mengambil kursi di samping angelo
“ kamu gak makan gel? beneran nih?” ucapnya sembari mengambilkan adit nasi
“ gak beb, aku masih kenyang serius, kalian aja yang makan” angelo tersenyum
“ ya udah aku buatin teh hangat ya, bentar” ucap mila tersenyum
Angelo mengangguk.
“ gimana sekolahmu dit” tanya angelo membuka percakapan
“ hmmm, gak ada masalah”
“ baguslah kalo gitu, kalo ada apa-apa sama kamu ngomong aja ke aku”
“ hmmm”
Mereka berdua kembali diam satu sama lain
“ mmm, kamu ketua geng xtc kan” ucap adit tiba-tiba
Angelo tersentak mendengar ucapan adit,
“ bagaimana adit tau gue ketua geng xtc” batinnya
“ cih, udah ku duga, gak salah lagi “
“ maksud kamu apa dit? Emang ada apa?”
Tuk….mila meletakan satu cangkir teh hangat di samping angelo
“ ada apa, kok tegang?” ucap mila menatap angelo dan adit secara bergantian
“Gak papa kak” ucap Adit mengalihkan pandangan matanya
Angelo menoleh menatap Mila, mengangguk pelan
“hmmh, ya sudah kalau begitu mari kita makan sama-sama keburu dingin ayam dan nasinya” Mila menarik kursi di samping angelo, memulai untuk duduk bersama
dengan mereka berdua.
Meski senyum terlihat di bibir Angelo tetap saja hatinya bertanya-bertanya dengan apa yang Adit ucapkan, dia menjadi menghubungkan sikap Adit padanya selama ini dengan dirinya yang notabene adalah ketua geng xtc, begitu banyak pertanyaan yang muncul dalam benaknya, namun ia tidak dapat bertanya pada Adit untuk saat ini terlebih lagi membuat Mila khawatir dengan Adit.
Sesekali Angelo tampak melirik Adit dari tempatnya duduk, namun Adit sepertinya sudah tidak menghiraukan dirinya lagi.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Di dalam kamar mewah milik Nindy,
Tuk….tangannya menyentuh ponsel di samping tubuhnya, mencari nama Vian disana
“Hallo, Vian bisa kamu ke kamar gue sekarang? Gue mau denger berita yang kamu dapet hari ini”
Nindy memutuskan sambungan teleponnya, tersenyum sinis memandang langit-langit di atasnya.
🍂🍂🍂🍂🍂
Tak selang waktu lama, ketukan pintu terdengar dari ujung tempatnya berbaring,ia langsung mempersilahkan seseorang yang mengetuk pintu untuk masuk.
Terlihat Vian berjalan masuk ke dalam
kamarnya.
“ bagaimana dengan laporanmu kali ini? Gue mau denger, apa yang di lakukan Yuda seharian ini”
Vian mengangkat kepalanya perlahan, “ tuan muda yuda hari ini jalan-jalan dengan nona mila, mereka nonton film,makan bersama, namun saat hendak menuju parkiran di sebuah mall mereka berdua bertemu dengan laki-laki yang seusia dengan tuan muda, mereka berdua tampak hendak berkelahi namun nona mila menghentikan perkelahian mereka”
“Hmmm, lantas apa yang membuat Yuda mengamuk saat pulang tadi, kamu tau?” ucapnya meletakan satu jari di dagunya
“Maafkan saya nona, saya tidak tau kenapa tuan muda marah-marah, hanya itu yang saya tau tentang apa saja yang tuan muda lakukan seharian ini “
“ oke, kamu bisa kembali bekerja”
“ baik, non” Vian mengangguk, lantas berbalik badan berjalan meninggalkan Nindy
Nindy mengangguk-angguk setelah kepergian vian sembari menerka-nerka siapa laki-laki yang Yuda dan Mila temui, dan pasti kemarahan Yuda ada hubungannya dengan Mila dan Angelo. Begitu pikirnya.
TBC……
PS : hay author disini, gimana nih pada kangen yah sama aku, eh maksudku ceritaku.hehe maaf ya sebelumnya author sangat sibuk bulan kemarin, ini aja author sempet-sempetin waktu buat ngelanjut episode, semoga kalian memaklumi yah dan tetep stay sama aku disini, gak kemana-mana, author hanya bisa berusaha sekuat tenaga agar kalian tetap terhibur dengan ceritaku. maaf masih banyak kekurangan, author akan meningkatkan lagi, pasti itu, sekali lagi maafkan author yang baru up, terimakasih banyak yang masih setia menunggu dan tetep stay disini, aku doakan kalian sehat selalu dimana pun kalian berada, lancar rizqinya pastinya. Dan jangan lupa stay at home, jaga kebersihan, rajin-rajinlah mencuci tangan dan makan-makanan yang sehat yah. author sayang kalian semua. ❤️❤️❤️❤️❤️❤️