my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 69



Episode 69


Tanah tandus, gersang, tak terurus, akankah terus seperti itu.


Kesedihan, kegundahan, rasa sakit, akankah terus bertahan ?


Tak akan ada yang bisa menebak kapan waktu bahagia tiba, kapan rasa sakit akan segera berahir, yang jelas semua yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi, sekalipun itu rasa sakit maupun kebahagiaan


Setiap orang akan menerima kisah hidup mereka masing-masing, terserah mereka dengan cara apa akan menjalaninya.


Yang kuat akan bertahan yang lemah akan tersingkirkan.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Bagaikan embun di pagi hari begitu sangat menyejukan, meski hanya tetes-tetes yang menempel pada dedaunan namun mampu menyejukan udara pagi.


Seperti itulah perasaan mila saat ini, perasaan sedihnya mulai berkurang sedikit demi sedikit meski perlahan namun sangat pasti.


Pagi ini mila bangun dengan wajah yang sumringah, setelah beberapa hari ia tidak bisa tidur karena kegundahan hatinya yang memikirkan angelo, tapi berkat kemajuan sedikit yang di tunjukan angelo nyatanya mampu mengobati rasa gundahnya sedikit.


Mila turun dari ranjangnya, membuka jendela kamarnya, agar udara pagi yang menyejukan dapat masuk ke kamarnya, hari ini sekolahnya sudah mulai liburan semester jadi ia tidak terlalu terburu-buru seperti biasanya, hari ini ia sedikit santai sebab tidak ada kegiatan yang sangat mendesak selain bersih-bersih rumah, masak dan mencuci baju, paling-paling ia akan menemui angelo siang nanti jika semua yang ia kerjakan sudah beres semua.


Tok….tok….tok, ketukan pintu tiga kali mengalihkan pandangan mila, ia langsung bergegas menuju pintu untuk melihat siapa yang pagi-pagi sudah mengetuk pintu kamarnya.


Ceklek……, mila membuka pintu kamar, terlihat adit sudah berdiri di sana, mila memandang wajah adit dengan penuh keheranan.


β€œ ada apa dit, pagi-pagi sudah ketuk pintu kamar kakak? Kamu perlu sesuatu? β€œ tanya mila


β€œ emmmm, anu itu kak,….” Ucapnya ragu


Mila mengangkat satu alisnya masih menatap wajah adiknya yang tertunduk di depannya, pasalnya dari kemarin mila merasa adiknya sedikit berbeda dari biasanya, ia lebih banyak diam, ragu ketika mau bertanya dan hal-hal lain yang membuat mila merasa sangat heran.


β€œ ada apa? Kok kamu sekarang jadi beda yah dit, kakak perhatikan dari kemarin, kamu tuh selalu ragu kalo mau ngomong sama kakak, ada apa sih? kamu gak papa kan? β€œ


β€œ emmmm, gak papa kok kak, aku cuma merasa aneh aja sekarang kalo mau bertanya sesuatu yang menyangkut kak angelo, rasanya gak enak β€œ


β€œ hmmmm, kakak tau sekarang, kamu masih merasa bersalah kan sama kak angelo makanya kamu sungkan kalo bertanya tentang dia ke kakak, dit, dengerin kakak yah, kamu jangan merasa seperti itu oke, ya memang perbuatan kamu sama kak angelo keterlaluan, tapi kakak yakin kok, kalo kamu beranikan diri buat minta maaf, kak angelo bakal maafin kamu, walaupun dia gak ingat, dia orang yang baik dit, kakak juga menyesal sudah menyia-nyiakan orang sebaik dia β€œ ucapnya menghela nafas panjang


Adit menghela nafas panjang sembari mencerna ucapan mila, β€œ baiklah kak, hari ini aku berani hadapi kak angelo, gak bakal kaya kemarin lagi. Jadi kakak mau menjenguk kak angelo lagi kan hari ini? β€œ


β€œ mmmmm, iya tentu saja, tapi itu nanti jika semua pekerjaan rumah kakak sudah selesai, selesai cepat ya kita akan ke sana cepat β€œ


β€œ baiklah, aku akan membantu kakak untuk hari ini, oia kak, bapak udah berangkat kerja, tadi aku cek ke kamarnya udah kosong, terus bapak ninggalin surat di meja makan, katanya hari ini bapak berangkat lebih awal, biar bisa pulang hari ini, kan udah beberapa minggu bapak nginep terus di rumah kak angelo β€œ


β€œ begitu, ya sudah tidak apa-apa, bapak khawatir sama kita dit, makanya beliau sengaja minta pulang hari ini, ya sudah, kakak mau cuci muka dulu, kamu bisa mulai menyapu ruang tamu dit, biar kaka yang masak β€œ


β€œ oke kak β€œ


Mila mengangguk, tersenyum, lantas ia berjalan menuju kamar mandi seperti apa yang ia katakan pada adit, sedangkan adit pun sudah mulai bergegas menyapu ruang tamu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di rumah sakit angelo berada


Dani dan rio tengah menyantap sarapannya dengan lahap, mereka berdua sengaja sarapan di ruangan angelo karena kejadian kemarin, mereka berdua takut angelo akan kenapa-kenapa jika di tinggal sendirian.


β€œ aishhh, enak banget si baunya, kalian berdua makan apaan si β€œ tanya angelo, ia saat ini tengah menikmati buah pepaya kiriman bundanya.


β€œ biasa gel bubur ayam, enak banget sumpah, ya gak yo β€œ sikut dani pada rio


β€œ yoi, kuahnya itu loh yang enak banget, bubur ayam di depan gang warung mbok jum si kalah enaknya dari ini β€œ sahut rio


β€œ hmmmm, iya deh iya, yang lagi enak-enak tapi gak bagi-bagi, gak papa kok udah biasa


gue mah, ini juga enak β€œ


β€œ hahaha, sabar aja gel, lo kan masih di suruh makan buah banyak jadi ya ikuti aja apa kata dokter, lagian sebentar lagi sarapan lo juga dateng kok β€œ ucap dani


β€œ iya bener tuh kata dani, lo udah pengen keluar kan dari sini, apa mau tetep disini aja?


β€œ timpal rio


β€œ aishhh, ya lah, oia, dan, gue mau nanya, cewek kemarin yang kesini bareng anak laki-laki gak kesini lagi yah? β€œ


Dani menoleh ke samping memperhatikan angelo, β€œ emang kenapa gel dengan dia? Lo kangen? Atau ada sesuatu yang lo inget tentang dia mungkin? β€œ


β€œ hmmmm, gue gak tau sih dan, tapi kemarin gue tiba-tiba aja nyahutin kata-kata dia, terus anehnya kalo gue liat dia nangis, rasanya tuh ganggu banget disini β€œ ucapnya sembari menyentuh dadanya


β€œ oh begitu, wajar si gel, dia kan pujaan hati lo, kalo lo liat dia nangis ya otomatis lo ngerasa gak enak, gue yakin lo gak bakal percaya kalo dia pujaan hati lo yang selalu buat lo ngebucin kaya orang gi*a β€œ ucapnya enteng


β€œ gak tau lah dan, mungkin aja omongan lo ada benernya, tapi gue gak tau, kenapa ni otak gak bisa inget-inget, tapi kalo emang bener dia pujaan hati gue, ya berarti gue harus berusaha sembuh dong, gue gak mau nyakitin anak orang terus β€œ


β€œ cakep, lah itu pinter, ahirnya angelo si be*o pinter juga, kita perlu adain acara makan-makan nih yo setelah angelo keluar dari sini β€œ ledek dani


Rio mengiyakan ucapan dani, alhasil berahir dengan meledek angelo.


Meski begitu, ada perasaan lega yang menjalari hati dani, melihat sahabatnya sudah mulai terbuka hatinya, sudah mulai melembut, jadi sekarang tugasnya untuk membantu hubungannya kembali seperti semula, sebab dia sudah berjanji dengan mila, akan selalu membantunya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Brukk……, setumpuk majalah dan buku komik mendarat dengan kasar di atas meja kaca.


Nindy yang tengah membaca komik anime terpaksa menurunkan komiknya dari pandangan matanya, menatap dengan jengah pada seseorang yang sudah menganggu waktu damainya.


β€œ bisa gak sih! kalo dateng tuh gak usah pake acara ngamuk-ngamuk kaya gitu? Bisa-bisa lo ngancurin barang di rumah gue, ck β€œ


β€œ lo gak suka? Gak usah nyuruh-nyuruh gue kalo gitu, lo kira gue seneng di suruh-suruh terus sama lo, itu pesenan yang lo minta! gue heran, makin hari kelakuan lo tuh makin aneh, yang gak suka baca komik sama majalah tiba-tiba jadi kaya orang gi*a ngeborong semua majalah sama komik terbaru β€œ ucap yuda geleng-geleng


β€œ ck, serah lo deh yud mau ngomong apaan ke gue, kalo gue kasih tau, lo juga gak bakal tau, mending lo diem aja deh, udah sana pergi β€œ


Yuda menghela nafas panjang, β€œ haishh, okey kalo gitu, jangan ganggu gue lagi”


β€œ emang lo mau ngapain? Pake acara gak boleh di ganggu segala β€œ


β€œ mau tidur, ada masalah dengan itu tuan putri? β€œ


β€œ ohh, gue gak janji yah bakal ganggu lo apa gak”


β€œ ya udah lah serah lo aja, gue pergi sekarangβ€œ ucap yuda sambil lalu meninggalkan nindy sendirian di ruang tamu


Semenjak nindy keluar dari rumah sakit perilakunya sedikit berbeda dari sebelumnya, yuda lah orang pertama yang menyadari itu, ia jadi suka membaca komik anime, melihat-lihat majalah fashion, yang lebih mengejutkan lagi, ia tidak mau berangkat ke sekolah dan meminta untuk homescooling sampai ia menginjak kelas 3.


Mau tidak mau yuda menuruti semua permintaan nindy, sebab mami sudah setuju dengan keputusan nindy, bukan yuda menjadi lembek pada nindy, hanya saja ia merasa tak enak pada mami yang memintanya untuk membantu nindy selama beliau dan ayahnya nindy belum pulang.


Jadilah sekarang pribadi nindy yang baru, ia lebih suka di rumah menyendiri dengan buku komiknya, entah apa yang ada di kepalanya saat ini, yang jelas terahir kali ia tau kabar angelo yang lupa ingatan dari vian, dirinya belum bergerak sama sekali hingga sekarang.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sementara itu mila,


Ia sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk dirinya dan adit, tak lupa ia juga mencoba membuatkan bekal untuk angelo, berharap bekal yang ia buat mampu mengingatkan angelo padanya meski itu hanya sedikit.


Mila mulai memotong sayuran, sosis, bawang, dll, ia berencana membuat nasi goreng spesial kesukaan angelo jika ia bertamu ke rumah mila, tapi ketika bahan sudah siap semua, mila lupa ia kehabisan telur, hal itu membuat mila berhenti melakukan sesuatu di depannya


β€œ aishh, bisa-bisanya gue lupa sama hal yang paling penting” gumam mila di depan wastafel


β€œ ada apa kak? β€œ tanya adit, ia baru saja selesai menyapu seluruh ruangan, namun tenggorokannya terasa kering, oleh sebab itu ia menuju dapur untuk minum dan tidak sengaja melihat kakaknya yang tengah kebingungan di depan wastafel


Mila menoleh, sempat terkejut, β€œ ini, kakak lupa beli telur dit, kamu bisa tolongin kakak gak? β€œ


β€œ boleh kak, beli telur di warung mbok darmi kan? β€œ


β€œ hmmm, nih uangnya, jangan mampir-mampir, ini udah siang banget”


β€œ okey kak, ya udah adit berangkat dulu kalo gitu β€œ ucap adit lantas ia berjalan meninggalkan mila masih di dapur


Sambil menunggu adit, mila duduk di meja makannya, bahan nasi gorengnya sudah siap semua tinggal masuk penggorengan hanya kurang telur saja


Daripada tidak berbuat apa pun, berdiri di depan wastafel membuat mila merasa pegal, ia lebih memilih duduk, termenung seorang diri, sebenarnya ia tak mau termenung, sebab termenung membuatnya mengingat hal-hal yang ia lakukan bersama angelo, kesalahan yang sudah ia perbuat pada angelo, tapi keadaan lah yang mendukungnya untuk termenung tanpa sadar seperti itu.


Helaan nafas panjang terdengar dari arahnya, β€œ udahlah mil, gak usah cengeng, lo kudu semangat, angelo pasti inget sama lo, lo gak boleh nyerah hanya karena masalah kaya gini β€œ ucapnya sendiri


Cukup lama mila menunggu adit, ahirnya yang di tunggu datang juga, dengan segera mila mengeluarkan isi kantung kresek yang adit berikan, memasukannya ke dalam penggorengan satu persatu


Sedangkan adit sudah duduk di meja makan sembari memperhatikan mila dari tempatnya duduk.


β€œ kak, kakak masak apa? β€œ tanya adit memecah keheningan


β€œ ohh, ini dit, kakak masak nasi goreng kesukaan kak angelo, kita kan mau ke rumah sakit masa gak bawa apa-apa, siapa tau dengan cara ini dia inget sama kita dit β€œ


β€œ hmmm, semoga saja kak, maafin adit ya kak selama ini udah gak sopan sama kakak, juga sama kak angelo, adit benar-benar menyesal udah ngebuat kak angelo lupa ingatan seperti itu β€œ ucapnya pelan


Mila menoleh, β€œ jangan bicara seperti itu dit, kak angelo pasti ikhlas kok nolongin kamu, dia kan orang yang baik, ini bukan salah kamu oke, semua sudah di gariskan seperti ini, yang sudah ya sudah, kita harus tetap maju ke depan jangan melihat ke belakang terus, kamu mengerti apa yang kakak katakan? β€œ


Adit mengangguk paham, terlihat senyum simpul menghiasi bibirnya, harapannya saat ini sama dengan mila, agar angelo cepat kembali seperti semula.


Setelah berbincang dengan adit, mila melanjutkan kembali acara masaknya, tidak butuh waktu lama untuk memasak tiga porsi nasi goreng bagi mila.


Ia sudah mematikan kompornya, mengambil dua piring dan satu tempat bekal.


Pertama mila mengambilkan nasi gorengnya untuk adit dan dirinya lantas menaruhnya di meja makan, setelah itu, ia menyiapkan bekal untuk angelo dengan sangat hati-hati, menghiasnya dengan cantik dan penuh harap yang melihat akan suka dengan apa yang di buatnya.


Adit hanya duduk di meja makan memperhatikan kakaknya yang masih sibuk dengan kotak bekalnya, ia menunggu mila untuk makan bersama.


Cukup lama mila menghias isi kotak makannya, ahirnya ia membawa dirinya menuju meja makan di mana adit berada


β€œ loh, kok belum di makan nasi gorengnya dit? β€œ tanya mila sembari menarik satu kursi di depan adit


β€œ ohh, iya kak, aku nunggu kakak, kan lebih enak kalo makan bersama, lagian juga masih panas kak β€œ


β€œ hmmm, ya sudah yuk kita makan sekarang, nanti setelah makan, kamu mandi dulu, biar kakak cuci perabotan sama piring, terus nanti gantian kakak yang mandi, pas kakak mandi, kamu pesen greb ya dit, jadi kalau nanti kakak sudah selesai mandi kita bisa langsung berangkat β€œ


Adit manggut-manggut tanda ia paham dengan apa yang kakaknya katakan, lantas mereka berdua menikmati nasi goreng hangat dengan tenang tanpa berbincang lagi, hanya suara gesekan antara sendok dan piring mereka berdua yang memenuhi ruang makan sederhana itu.


Tbc….