
Episode 22
“duh mampus”
Angelo mengusap belakang kepalanya sembari menatap lurus mila, ia tidak tau apa yang sedang di fikirkan kekasihnya itu setelah melihat dirinya menerima minuman dari gadis lain selain dirinya
Angelo beranjak dari tempatnya duduk, namun belum sempat kakinya melangkah, pelatih sudah meniup peluitnya kembali, angelo berdecak kesal niat untuk menemui kekasihnya ia urungkan setelah mendengar peluit tanda memulai kembali latihan, dengan perasaan malas dan bersalah angelo melanjutkan kembali latihannya, baru beberapa menit angelo ikut latihan tiba-tiba ia berlari ke luar lapangan, sikapnya membuat pelatih dan semua orang yang berada di lapangan menghentikan kegiatan mereka lantas memadang ke arahnya
“arghh, gue udah gak peduli lagi lah, di hukum di hukum deh” batin angelo
Ia berlari dengan cepat menuju mila yang masih berdiri di tempatnya memandang dirinya yang perlahan mendekat
Grep….angelo memeluk mila dengan erat, ia sudah tidak peduli lagi dengan keadaan sekitar yang memperhatikan sikapnya , mila tersentak di dalam dekapan angelo
“apa yang lo lakuin” protes mila
“lo jangan marah sama gue beb, gue gak
sengaja nerima tuh minuman, kalo gue tau itu bukan dari lo, gue gak mau nerima sumpah beb”
“apaan sih gel, gue gapapa kali dan gue gak marah sama lo”
Angelo melepaskan pelukannya, ia menatap lekat-lekat wajah mila
“beneran lo gak marah sama gue, lo percaya kan sama gue?”
“iya iya gue percaya sama lo, udah sana balik lagi, semua liatin kesini”
“bener ya lo gak marah sama gue”
“iya gue gak marah, udah sana”
“ya udah gue balik dulu, tar kita lanjutin lagi”
Angelo berlari meninggalkan mila, ia kembali ke tengah lapangan tapi sebelum itu, ia harus menerima ceramah dulu dari pak heru pelatihnya, karena sikapnya yang tiba-tiba meninggalkan latihan, angelo manggut-manggut mendengarkan ceramah dari pak heru
Mila menghela nafas melihatnya, memang mila tidak marah dengan angelo, tapi bohong kalau ia merasa baik-baik saja nyatanya saat ia melihat nindy mendekati angelo, ada rasa seperti tersetrum di dalam hatinya yang harus membuatnya terdiam beberapa menit melihat mereka
“emang yah gue tuh udah gak suka sama tuh rubah betina dari awal dia numpang mobil gue” gerutu linda
Linda masih di samping mila sampai sekarang, ia juga yang heboh melihat nindy mendekati angelo, namun ia cukup kecewa dengan sikap mila yang tidak merespon ucapannya untuk melabrag nindy, tapi sepertinya sekarang linda sudah merasa lebih tenang setelah angelo menghampiri mila dan memeluknya, ia diam menatap mila dan angelo berpelukan di sampingnya tadi
“udahlah gak usah ngomong kaya gitu, orang cuma ngasih minum apa salahnya? Lagian angelo juga udah kesini tadi kan?”
“lo bego apa buta sih mil jadi orang, udah jelas-jelas tuh rubah betina mau ngerebut angelo dari lo”
“mana ada nindy kaya gitu, gak mungkin lah anak seanggun nindy mau ngelakuin hal tidak terpuji seperti itu”
“ck, dasar di bilangin yang bener bukannya percaya malah ngebelain tuh orang, gue sebagai sahabat lo cuma bisa kasih peringatan sama lo mil, gue takut lo di sakitin sama orang yang udah lo percaya, nih gue bilangin yah mil, jaman sekarang tuh jangan ngeliat buku dari sampulnya doang, lo ngerti kan maksud gue?”
Linda memegang kedua pipi mila,
menatapnya lekat-lekat
“ hmmm, iya makasih lo udah khawatir sama gue, tapi gue percaya ko sama angelo, dan soal nindy gue gak tau lah lin, gak mungkin lah nindy bakal kaya gitu, udahlah gak usah di bahas lagi, sekarang kan udah gapapa”
Mila menyentuh tangan linda, menatapnya agar ia percaya padanya
“ck, ya udah deh kalo gitu, kalo ada apa-apa gue siap ko bantuin lo mil, kapan pun lo butuh”
“iya iya gue percaya, makasih ya lin”
Linda mengangguk lantas memeluk mila dengan erat, ia sudah bertekad jika nindy suatu saat berbuat sesuatu yang menyakiti sahabatnya, ia tidak akan segan-segan untuk membalas perbuatannya bahkan berlipat-lipat lebih kejam dari perbuatan yang mereka lakukan
🍂🍂🍂🍂🍂
Angelo kembali lagi ke lapangan setelah
mendapat ceramah cukup lama dari pak heru, ia sudah melupakan apa yang di bilang pak heru beberapa waktu lalu, memang angelo ya tetep angelo mau di ceramahin sampe mulut berbusa juga gak bakal dia ingat sedikit pun prinsip hidupnya sangat sederhana, berangkat sekolah numpang makan terus tidur di kelas, itu juga kalo dia gak bolos kalo bolos beda lagi urusannya, namun ia menikmati kehidupan yang seperti itu
Dani dan rio menyambutnya kembali setelah ia baru saja masuk ke tengah lapangan, mereka sudah sibuk dengan posisi mereka masing-masing menggiring bola, mengoper dan sampai mencetak gol kembali, cukup lama mereka bermain tidak terasa panas matahari sudah membakar kulit mereka, angelo mengibas kaos yang ia kenakan karena sudah basah terkena keringatnya
Prit……prit tiupan peluit panjang dua kali menandakan berahirnya latihan untuk hari ini, angelo menuju ke sudut lapangan yang lebih teduh sembari mengatur nafasnya yang terengah-engah, dani dan rio menyusulnya di belakang
“heh gel, lo gak nyamperin cewek lo” ucap dani yang berada di depan angelo, mereka sudah duduk secara melingkar di sudut lapangan
“gak lah, udah pergi juga kan dia”
“tumben, udah jera lo di ceramahin pak heru?”
“heh, gue jera gara-gara di ceramahin pak heru, lo ngimpi dan” angelo tersenyum miring
Dani dan rio tertawa bersama menimpali ucapan angelo, mereka memastikan angelo yang biasa mereka kenal sudah kembali lagi setelah beberapa waktu lalu seperti orang tidak waras berlari mengejar seseorang yang ia sukai dan bahkan memeluknya tanpa pikir panjang
“woey gimana kalo kita ke warung mbok jum setelah ini” rio memberi pendapat
“yuk lah, gue mau ngopi, lo gimana gel? Udah
lama lo gak kesana setelah lo pacaran sama mila, anak-anak lain juga sering nanyain, lo gak pernah ikut nongkrong lagi”
Angelo menimang-nimang pertanyaan dani dan rio, “oke, boleh lah, btw kalian berdua liat andi gak sih dari tadi pagi?”
“ck, kesel banget deh gue denger nama tuh bocah, ngapain sih gel lo tetep kekeh nyariin tuh bocah” dani berdecak kesal
“kan gue udah bilang kemaren sama lo berdua , gue mau nyelesein masalah gue sama dia, kalian lupa”
“ck, serah kalian berdua aja deh, yuk lah cabut ke warung mbok jum” ajak angelo
Angelo and the geng beranjak dari tempatnya, mereka berjalan menuju belakang sekolah, pandangan dani seperti mencari sesuatu sesampainya di belakang sekolah
“lo nyari apaan” tanya angelo memperhatikan gerak-gerik dani
“lo gak bawa mobil hari ini?”
“gak, gue sengaja gak bawa mobil”
“terus lo kesininya gimana?” rio menimpali
“gue terbang” angelo tersenyum miring
“emang kalian pikir gue cuma punya mobil doang? Gue pake si merah”
“tumben amat, lo kesambet setan apa gel bawa si merah, udah lama gue gak liat lo bawa si merah, gue kira udah binasa tuh motor”
“ck, sembarangan lu ngomong dan, gue lagi pengen aja bawa si merah”
Angelo berjalan menuju motor ninja berwarna merah yang sudah lama tidak ia sentuh setelah mengenal mila, ia merasa sedikit bersalah membiarkan motor kesayangannya mendekam lama di garasi, untung saja dimas mau mengambilkan motornya tadi pagi sebelum ia berangkat ke sekolah, sedangkan kedua temannya menaiki mobil yang sengaja mereka parkir di belakang sekolah, angelo berjalan di depan di susul dani dan rio di belangkangnya, mereka bertiga menancap gas meninggalkan suasana ramai SMA venus yang sebentar lagi selesai waktu istirahatnya
Mila berjalan menyusuri koridor kelas setelah ia melihat angelo yang menampilkan gol cantik yang ia janjikan padanya sembari tersenyum bangga melihat ke arah dirinya beberapa waktu lalu, sedangkan linda berjalan di sebelahnya
“mil, lo beneran gak nyamperin angelo dulu” tanya linda yang berusaha menjajari langkah cepat mila
“gak usah lah, udah cukup hari ini gue jadi selebriti dadakan gara-gara kelakuan dia, ntar juga dia nyamperin sendiri, bentar lagi juga mau masuk kan” ucap mila sembari terus melangkahkan kakinya dengan cepat
“ya deh serah lo mil, tapi gue heran sama tuh anak, bisa-bisanya dia luluh sama lo, pake jimat apaan sih lo”
“ck, gue gak pake jimat cuma dianya aja yang udah kesengsem sama gue, kan gue cantik” mila tertawa
“pede amat lo mil, dari mana tuh datengnya kepedean lo”
“dari langit ketujuh” mila tersenyum miring
Linda menatap tingkah laku sahabatnya yang aneh hari ini, tidak seperti biasanya mila bersikap seperti itu dari semenjak menonton sepak bola tadi, mungkin itulah kekuatan cinta yang mampu membuat sikap dingin mila perlahan luntur mengubahnya menjadi pribadi yang berbeda dari biasanya
Mereka berdua sudah sampai di depan kelas setelah berjalan cukup lama menyusuri koridor, tatapan teman-temannya menyorot langsung pada mereka berdua yang memasuki ruang kelas, ada beberapa anak yang berjalan menghampiri mereka, ketika mereka baru saja duduk, semua anak di kelasnya seperti ingin tau hal menarik tentang dirinya dan angelo beberapa waktu lalu ketika di lapangan, mila bak selebriti dadakan yang langsung menjadi sorotan anak-anak di kelasnya pasalnya ia mampu membuat angelo bertekuk lutut di hadapannya bahkan sampai melakukan hal-hal yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya mengingat posisi angelo sebagai ketua geng xtc yang terkenal dengan sikap dingin serta brutalnya itu
🍂🍂🍂🍂🍂
Sementara itu, deru motor angelo sudah memasuki halaman warung mbok jum yang terlihat sedikit ramai dengan anak-anak anggota geng xtc, angelo memarkirkan motornya di depan warung mbok jum sembari mencopot helm full face yang ia kenakan, dani dan rio sudah berjalan masuk ke dalam warung mbok jum bahkan sudah bertos ria dengan anggota lainnya
“woey gel udah sembuh lo” sapa salah satu anggota geng xtc ketika angelo memasuki warung mbok jum
“yoi, cuma luka kecil mah gampang, gak perlu juga gue di rawat, cuma dani sama rio aja yang lebay bawa gue kesana” ucap angelo sembari mendaratkan tubunhya di samping anggota lainnya
“udah bagus lo gak mati gel, tau gitu gak gue bawa lo ke rumah sakit” dani berdecak
“ sewot aja lu dan, lagi pms yah” timpal salah satu anggota di depan dani
Mereka tertawa mendengar ucapannya, membuat suasana riuh di dalam warung mbok jum yang tidak terlalu besar, angelo memesan segelas kopi hitam sembari menyalakan rokok yang sudah di apit bibirnya
“gel, apa rencana lo selanjutnya sama geng fire wolf yang udah ngacak-ngacak base camp kita” ucap cowok di depannya, aan
Angelo menyesap rokok lantas menghembuskan asapnya ke langit-langit sembari menimang-nimang jawaban untuk aan
“iya gel, lo mau diem aja liat base camp kita di obrak abrik, gak kaya lo banget deh, apa lo udah insaf sekarang” rendi menimpali di pojokan samping dani
“gimana kalo tar malem kita samperin tuh geng fire wolf di sarangnya” dani memberi ide
Angelo menoleh menatap dani sembari berfikir, bagus juga ide dani sudah lama tangannya gatal tidak menyentuh senjata tajam lagi semenjak ia mengenal mila, ia seperti ridu dengan masa-masa tawuran, merusak property warga serta membabi buta mengacak-acak geng sekolah lain yang menurutnya sangat menganggu, meski mereka tidak mencari masalah padanya
“oke kalo gitu, ntar kita start jam 10an di base camp, dan, lo hubungin deh tuh anak-anak lain suruh mereka siapin senjata,motor serta kelengkapan keamanan yang lain, kita serang base camp fire wolf” ucap angelo berapi-api
Dani segera menuruti perintah angelo untuk menghubungi anak-anak geng xtc lainnya, mereka sepakat untuk menyerang balik anggota geng fire wolf setelah apa yang mereka lakukan pada base camp xtc
Angelo kembali larut dalam obrolan seputar aksi mereka nanti malam sembari berfikir kali saja nanti malam ia dapat menemukan andi di sana pasalnya hari ini ia sudah cukup lelah mencari keberadaan andi yang tak kunjung kelihatan di lingkungan SMA venus, besar kemungkinan andi bersama dengan mereka saat ini, hingga ia tidak hadir di sekolah bahkan sudah keluar dari anggota team sepak bola yang ia ikuti bersama dengan dirinya
Brak…… terdengar suara gaduh di luar warung mbok jum
“keluar lo angelo, bangsat” teriak seseorang
Angelo bergegas menghampiri asal suara di ikuti 8 orang anggota gengnya termasuk dani dan rio di dalamnya, terlihat anak-anak sma yupiter berjumlah 10 orang di luar warung mbok jum, ron pemimpin pasukan sma yupiter tersenyum miring menatap angelo berdiri di depan pintu warung
“apa mau lo” tanya angelo marah
“gak usah banyak bacot lo sialan, gue kesini mau nuntut balas”
“cihhh, banci lo main keroyokan”
Buk…..ron melayangkan tinjunya ke wajah angelo tanpa menjawab pertanyaanya, namun sayang tinjunya berhasil angelo tahan, tangannya kuat mengepal tinju ron
“kalo lo mau cari ribut jangan disini, gue gak mau tempat tongkrongan gue di kotori darah lo” angelo menatap garang masih dengan mengepal tangan ron
Clap….clap….clap, seseorang menepuk tangannya sembari tersenyum miring keluar dari kerumunan anak-anak sma yupiter, angelo mengalihkan pandangannya menatap ke sumber suara begitu juga dengan anggota geng angelo yang lainnya di belakang, terlihat sendy alvaro menepuk-nepuk tangannya berjalan mendekat ke arah mereka
“cihh, gak nyangka gue, ternyata sma yupiter anggota geng fire wolf” angelo berdecak menatap sendy dari arahnya berdiri sembari menghempaskan kepalan tangan ron
Angelo berjalan meninggalkan ron yang masih menatapnya penuh amarah, ia mendekati sendy menatapnya penuh dendam, sendy hanya tersenyum miring seperti merendahkan angelo, orang yang di tunggu-tunggu ahirnya menampakan diri setelah sekian lama mereka tidak bertemu, masih ada tatapan dendam yang kental di mata mereka berdua mengingat peristiwa satu tahun silam