my love is a bad boy

my love is a bad boy
episode 65



Episode 65


Tuhan apakah ini caramu mengajarkanku apa itu arti dari sebuah kejujuran?


Jika iya, aku akan menerimanya dengan lapang dada, jika tidak, maka aku tidak mau engkau membuat situasi buruk yang seperti ini. Aku mau menerima semua yang engkau berikan meski itu menyakitkan tapi aku tidak mau jika engkau mengambilnya dengan secepat kilat.


Rintihan hati mila seakan menyayat hati bagi setiap yang mendengarnya, kisah cinta yang indah, kehidupan sekolah yang menyenangkan, pacar yang baik, baru saja hilang satu persatu dari genggamannya, ia merasa di permainkan akan hidup ini, bagaimana tidak, 6 bulan menjalin hubungan bersama angelo ia baru bisa merasakan hangatnya cinta tulus angelo selama 3 bulan, sisanya ia merasa angelo hanya penganggu baginya, ia dan angelo menjalin hubungan juga keinginan dari angelo sendiri yang seperti memaksanya, mau tidak mau ia harus menjalani hari-hari yang menurutnya sial bersama dengan angelo.


Namun namanya juga hati, lama-lama mendapat kasih sayang yang berlimpah setiap hari, meski merasa risih tetap saja akan merasa nyaman seiring dengan berjalannya waktu, begitu yang mila alami selama menjalin hubungan bersama dengan angelo, ya mau bagaimana lagi, ujian cinta mereka saat ini lumayan besar, yang kuat akan bertahan yang lemah akan tersingkir


🍂🍂🍂🍂🍂


Mila menghela nafas panjang, mengingat memorinya sewaktu di rumah sakit beberapa hari yang lalu, dari kemarin ia belum menemui angelo, lebih tepatnya, ia ingin menjauh sedikit dari angelo, ia tak mau terluka lebih dalam dari kemarin


Meski begitu ia juga tak mau terus-terusan seperti ini, cepat atau lambat ia harus menghadapi semuanya.


Tuk…..seseorang duduk di samping mila, tanpa ia ketahui, sebab ia tengah melamun merasa sedih sendirian hingga ia tidak menyadari seseorang duduk di sampingnya dengan terus memandang ke arahnya


“ ekhmmm…..” seseorang itu berdehem, sebenarnya si tidak ingin menganggu namun ia merasa sangat risih sudah lama ingin mengatakan sesuatu pada mila, namun belum sempat juga, ahirnya hari ini ia sudah membulatkan tekadnya.


Mila menoleh ke samping saat mendengar deheman cukup keras dari arah sampingnya, begitu menoleh ke samping, mila langsung bangkit dari duduknya dan langsung melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu, namun belum sampai kakinya melangkah jauh, lengannya terasa di tarik dari belakang.


Mila berhenti, lantas berbalik, “ lepaskan tangan gue “ ucapnya dingin


“ mil, gue mohon, beri gue waktu sebentar ya, gue mau ngomong sesuatu sama lo “ ucapnya memohon


“ udah gak ada lagi yang perlu di omongin, gue udah gak mau lagi ngomong sama lo “


“ gue mohon mil, kali ini aja, beri gue kesempatan satu kali lagi, anggap aja ini kesempatan terahir gue, kalo lo kabulin permintaan gue, gue janji gak bakal minta lagi


ke lo “ ucapnya masih terus memegang lengan mila


Mila diam tanpa kata, ia menimang permintaanya, meski ia merasa kesal dan sudah tak mau bertemu lagi namun ia juga tidak sejahat itu membiarkan seseorang apalagi seorang lelaki berlutut memohon padanya, akan sangat tidak pantas jika ada seseorang yang melihatnya dan hatinya juga akan merasa sangat tidak enak, begitu pikirnya


Setelah cukup lama menimang, ahirnya mila mengangguk pelan, perlahan yuda melepaskan genggaman tangannya dari lengan mila.


“ apa yang mau lo omongin ke gue, kalo gak penting, gue mau pergi sekarang, gue beri lo kesempatan bukan berarti rasa gak suka gue ke lo berkurang ya “ ucapnya dengan tatapan dingin


Yuda menghela nafas panjang setelah tertunduk, lantas ia mendongak melihat ke arah mila yang masih berdiri tak jauh dari posisinya


“ kita duduk dulu ya, biar lebih enak ngomongnya “ ucapnya


Mila mengangguk lantas memulai untuk duduk lewat satu kursi dari tempat yuda duduk


“ okey, gue udah duduk, sekarang giliran lo ngomong “


Helaan nafas panjang terdengar lagi dari arah yuda, perlahan ia menoleh ke samping “ mil, gue mau minta maaf sama lo, gue tau lo gak bakal maafin gue karena gue udah kurang ajar sama lo, padahal gue tau lo udah ada angelo tapi gue tetep ajak lo jalan-jalan dengan berbagai alasan biar lo mau ikut sama gue, sungguh gue gak ada maksud apa pun ke lo mil, gue mohon percaya sama gue “ ucapnya meyakinkan


Mila terdiam masih mencerna ucapan yuda, meski sudah mendapat penjelasan dari yuda namun hatinya masih merasa tidak enak jika mengingat apa yang sudah yuda lakukan padanya, perasaanya jadi campur aduk tidak karuan di buatnya


“ mil….mil, lo denger gue “ ucap yuda setelah memperhatikan mila hanya diam saja tanpa bereaksi apa pun


Meski sudah di panggil, tetap saja mila masih diam tidak menjawab ucapan yuda


puk..….yuda menyentuh pundak mila, ia merasa harus melakukan itu agar mila tersadar dari fikirannya sendiri, mila tersentak mendapat sentuhan di pundaknya, lantas ia menoleh ke samping.


“ sorry mil, gue gak bermaksud apa pun, gue cuma khawatir sama lo, lo diem aja gue panggilin dari tadi “ ucap yuda meyakinkan


“ hmmmm, terus ada lagi yang mau lo ucapin ke gue “ tanya mila


“ gue ngerasa bener-bener gak enak sama lo


mil, padahal sebelum masalah ini kita lumayan deket, gue gak mau kita kaya gini mil, gue cuma bisa berharap lo mau kita sama-sama kaya dulu lagi sebelum masalah ini muncul, gue gak maksa mil, itu hanya keinginan gue “


“ mungkin menurut lo gampang ngomong kaya gitu ke gue yud, tapi bagi gue itu bener-bener berat, lo gak tau perasaan gue selama ini kan, bagaimana gue ngerasa bersalah ke angelo tapi gue gak bisa ngomong ke dia, gue udah nyia-nyiain perasaan dia ke gue, lo tau, gue udah dapet balasannya sekarang, gue bener-bener udah gak tau lagi musti gimana sama lo sekarang, perasaan gue udah campur aduk gak karuan “ ucapnya berkaca-kaca, akibat hatinya yang merasa sedih dan frustasi, ia tanpa sadar berbicara tidak nyambung dengan apa yang yuda katakan, meski begitu, yuda memhami perasaan mila, walaupun ia tidak tau apa yang sedang terjadi antara mila dan angelo.


“ maafin gue mil, gue gak ngertiin perasaan lo


“ ucap yuda, ia ingin menengkan mila, namun apakah mungkin bisa? Begitu pikirnya


“ udahlah yud, gapapa, semua udah berlalu, gue udah gak mau bahas lagi “


Yuda mengangguk paham.


“ gue pergi sekarang “ ucap mila bangkit dari duduknya


“ gue anter yah, lo mau kemana? “ ucap yuda menawarkan diri


“ gak usah yud, thanks, gue bisa sendiri, udah pesen greb juga “


Yuda mengangguk, dalam hatinya ia merasa sedih tawarannya di tolak oleh mila, namun di satu sisi ia juga merasa lega sudah mengatakan apa yang harus ia katakana dari lama pada mila, saat ini ia hanya bisa memahami perasaan mila dan berharap mila baik-baik saja.


🍂🍂🍂🍂🍂


Di rumah sakit angelo berada,


Dani baru sampai di ruangan angelo, sama dengan mila ia juga baru selesai mengerjakan ujian kenaikan kelas.


Sesampainya di ruangan angelo, ia di sambut hangat oleh ny.sabrina ( ibunya angelo )


Yuda tersenyum lantas menundukan kepalanya, “ lumayan pusing bunda “ ucapnya tersenyum


“ halah, palingan lo nyontek ke andi tadi sok sokan bilang pusing “ celetuk angelo yang tengah memakan buah apel yang baru selesai di kupas oleh ny.sabrina


Dani mendelik ke arah angelo, tatapan matanya seolah berkata “ awas lo yah gel “


Namun angelo malah terkekeh memperhatikan tingkah dani, ia merasa sudah lebih baik dari sebelumnya, ia sudah bisa bercanda, tidak menolak lagi untuk makan, hanya satu, ingatannya masih belum kembali, ia masih tidak mengenali mila sebagai kekasihnya, meski dani sudah memancingnya perlahan-lahan namun angelo akan merasa kesakitan kepalanya dan emosinya menjadi tidak stabil.


Semua pasrah hanya menyerahkan kepada waktu, begitu juga dengan ny.sabrina yang hari ini baru menjenguk angelo dari setibanya angelo di rumah sakit, sebab ia merasa badannya sudah lebih enak dari sebelum-sebelumnya, ia juga sedih teramat sedih mengetahui angelo lupa ingatan, tapi sekarang ia sudah merasa sedikit lega melihat angelo sudah mau makan dan bercanda lagi


“ gel, bunda keluar sebentar ya nak “ ucap ny.sabrina


“ mau kemana bun? Ada dani yah, makanya bunda keluar, biar dani aja yang keluar bun “ ujar angelo melirik dani terkekeh


“ hmmmm, kamu tidak boleh berkata seperti itu sayang, bunda hanya ingin mencari udara segar sebentar, nanti bunda balik lagi “ ucapnya lembut


“ iya lah bun, maaf, ya sudah kalau begitu gapapa bun “


“ baik-baik ya nak, buahnya di habiskan. Nak dani, bunda titip angelo sebentar ya “ ucapnya lagi tersenyum


“ baik bunda, serahkan sama aku “ dani bangkit menunduk lantas tersenyum


Ny. Sabrina pun ikut tersenyum, lantas melangkahkan kakinya keluar dari ruangan angelo meninggalkan putranya berdua dengan temannya.


Sepeninggal ny.sabrina, dani meletakan tas ransel yang masih melekat di tubuhnya ke atas sofa yang tak jauh dari ranjang angelo berada, lantas menjatuhkan dirinya di ats sofa tersebut, menghela nafas dengan panjang.


“ kenapa lo dan? Gelagatnya udah kaya habis mikirin negara aja “ ucap angelo sembari menyuap buah apel di tangannya menggunakan garpu


“ aishhh, ini lebih parah dari mikirin negara tau gel, sumpah deh, gue gak tau lagi “ ucapnya meletakan satu lengannya di atas keningnya sambil menatap langit-langit


“ emang ada apaan, kaya gak biasa aja lo dan kaya gitu, elah “


“ lo gak tau sih, tadi pelajaran terahir, gue hampira gak bisa kerjain, sumpah susah banget, gak biasanya gue blank kaya gini, pusing deh, gak tau lah besok naik apa gak ke kelas 3 “


“ hahahahaha, sesusah apa sih tu soal, sampe seorang dani yang biasanya cepet banget kerjain soal ujian bilang kaya gitu, gue jadi penasaran, kalo lo gak naik, tenang aja dan, kan masih bisa ngulang, nanti bareng adek-adek kelas, siapa tau lo ketularan imut” ledek angelo


“ dasar be*o, untung lagi sakit, kalo gak udah gue pites kali lo gel, nyesel deh gue nangisin lo kemaren, lo mah enak tiduran mulu gak pusing kaya gue gini “


“ hahaha siapa suruh lo nangisin gue? enak, enak pala lo dan, besok kalo gue udah boleh keluar dari sini juga bakal ikut ujian ulang, ya sama aja kaya lo lah gak ada bedanya, malah lebih menakutkan, duduk sendiri sama pengawas, gak bisa nyontek, gak bisa nanya ke siapa-siapa, kalo gue mah lebih milih jadi lo dan, pusing dulu tapi setelah itu udah gak mikirin apa-apa lagi, alias udah bebas lepas “ cerocos angelo


“ udahlah, gue capek kalo harus berdebat sama lo “ dani memalingkan mukanya ke samping


“ elah udah kaya anak perawan aja lo dan pake acara ngambek-ngambekan. Hahaha, btw cewek yang biasanya kesini gak kelihatan lagi yah dari kemaren, kemana dia? “ tanya angelo mengalihkan topik


Dani memutar tubuhnya kembali menatap ke arah angelo, “ cieee, nanyain, kalau sudah tiada baru terasaaa “ ledek dani sembari bernyanyi


“ apaan sih dan, kan gue cuma nanya doang, salah emangnya? Heran aja, gak kelihatan dari kemaren, biasanya kan dia jam segini bakal datang bawa sesuatu yang bisa dimakan, anehnya yang dia bawa kesukaan gue semua, kan gue jadi bingung, dia itu suka atau ngefans sama gue sebenernya, gue kira dia pacar lo, lo bilang bukan, berarti bener nih, dia fans berat gue “


“ hoekkk, pengen muntah gue gel denger ucapan lo, mana ada orang yang ngefans sama lo yang tampangnya aja amburadul kaya gitu, cakepan gue kemana-mana kali, kalo dia mau ngefans tuh harusnya ke gue bukan ke lo, dia udah males kali gel liat lo terus “ ucap dani sembari bergidig, dalam hatinya berkata, “ dia tuh bukan hanya ngefans atau suka sama lo be*o, dia pacar lo, dia cinta sama lo, astaga, lama-lama emosi gue “ dani mengelus dadanya


Angelo yang melihat dani mengelus dadanya lantas berkata dengan heran, “ mikirin apa lo, sampe ngelus dada kaya gitu “


“ gue gak mikirin apa-apa, gue cuma mikir, gini amat yah ngomong sama orang gila “


“ si*lan lo dan, berarti lo mikirnya gue gila selama ini “ ucap angelo bersiap melemparkan sesuatu di dekatnya


“ hahahha, bercanda kali gel, gitu amat elah, ya udahlah gue mau hubungi rio dulu lah minta di beliin pizza, laper gue “


“ ck, serah lo lah dan “ ujar angelo kembali duduk dengan rapih


🍂🍂🍂🍂🍂


Sementara itu,


Mila baru saja sampai di depan rumah sakit, ia segera turun dari motor greb dan langsung mencopot helm, tak lupa juga ia memberikan tarif sesuai dengan yang tertera di ponselnya.


Setelah itu, ia langsung memasuki halaman rumah sakit, sebelum melangkah lebih jauh, mila menghela nafas panjang dan berhenti di depan rumah sakit sembari memperhatikan gedung rumah sakit yang lumayan tinggi lalu ia juga mengedarkan pandangan matanya ke pintu masuk rumah sakit, dimana banyak orang berlalu lalang disana, cukup lama mila hanya diam di tempat memperhatikan setiap kegiatan yang ada di depannya


“ ayo mil masuk, hari ini adek lo pulang, urusan angelo bisa belakangan, semoga aja angelo bisa cepet inget gue “ gumamnya pada diri sendiri


Lantas, ia melangkahkan kakinya kembali memasuki pintu depan rumah sakit, langkahnya lumayan cepat menuju ruangan adiknya


Di perjalanan menuju ruangan adit, mila bertemu dengan ny.sabrina, ia menghentikan langkahnya di depan ny.sabrina, lantas menunduk dan tersenyum ramah padanya


“ selamat sore bunda, jenguk angelo ya “ ucapnya menyapa ny.sabrina


Ny.sabrina tersenyum ramah, “ selamat sore nak mila, iya bunda lagi jenguk angelo, bagaimana kabar kamu nak ? “


“ baik bun “ ucapnya terjeda, matanya berkaca-kaca, “ kalau bunda sendiri bagaimana kabarnya? “ lanjutnya lagi


Ny.sabrina tau apa yang saat ini terjadi di antara putranya dan mila, melihat mata mila yang berkaca-kaca membuatnya mengelus pundak mila dengan lembut


“ ikut bunda sebentar yuk, ada yang ingin bunda bicarakan dengan mila “ ucapnya tersenyum


Tbc......


author's : hai semuanya pembaca setia, bagaimana nih dengan ceritanya? semakin seru? atau semakin membosankan? berikan komentar kalian di bawah yah jangan lupa like dan votenya, agar saya bisa semangat membuat ceritanya, sebenarnya saya ingin crazy up namun belum sempat mengejar waktunya jadi akan saya cicil dulu ya, doakan saja saya sehat selalu biar bisa bertemu dengan kalian terus, tentunya saya juga selalu mendoakan kalian dimana pun kalian berada, agar selalu dalam lindungan-Nya, baiklah cukup itu dulu ya pesan dari saya, terimakasih semuanya sudah mampir disini dan tetap stay, semoga rejeki kalian semakin berlimpah setelah mendukung saya. amin, jangan lupa jaga kesehatan setiap saat ya, cuci tangan dengan sabun selepas berpergian. Terimakasih semuanya. ❤️❤️❤️❤️❤️