
Tidak apa-apa semua pasti akan baik-baik saja, sebuah ungkapan yang terlintas ketika merasa hati ini terasa tidak enak, sebuah ungkapan yang selalu kita ucapkan untuk menyemangati hati kita, sebab tidak ada yang tau perasaan seseorang, meski mulut kita berkata, tidak masalah dan tidak apa-apa, senyum tersungging di bibir, tetapi siapa tau perasaan sesungguhnya kalau bukan kita sendiri?
Hanya saja terkadang kita tak mau membuat seseorang yang berada di dekat kita merasa tak enak hati, oleh karena itu, kita selalu tersenyum dan berkata "tidak apa-apa".
Yak tidak apa-apa, semua pasti akan baik-baik saja, ungkapan yang mila ucapkan beberapa kali sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, hatinya merasa tidak enak dari semalam dan bertambah buruk seiring berjalannya waktu.
Ia tidak tau harus bersikap seperti apa pada angelo nantinya selain tersenyum dan menyembunyikan perasaanya, memang ia sudah berjanji pada angelo tidak akan menyimpan rahasia apa pun darinya, tapi beda untuk kali ini, rasanya ia tak mau membuat angelo merasa tak enak hati, padahal seharusnya dia harus merasa senang sebab hari ini adalah harinya keluar dari rumah sakit.
" ahh, sudahlah, ayo semangat mil " batin mila
Deru sepeda motor greb yang di tumpanginya berhenti di depan rumah sakit " Mitra Setia" Jakarta Selatan.
"maaf mba kita sudah sampai" ujar seorang lelaki berusia setengah abad dengan mengenakan jaket khas greb, helm, masker dan sarung tangan
Ucapannya membuat lamunan mila buyar, "eh iya, maaf pak " ucap mila gugup
lantas mila mengecek ponselnya untuk melihat berapa tarif yang harus ia bayar untuk perjalanannya, setelah itu ia langsung memberikan sejumlah uang yang tertera di layar ponselnya lantas turun dari motor.
Sambil menenteng kantung plastik berukuran sedang yang berisi bekal untuk angelo, mila berjalan menuju halaman rumah sakit dimana lalu lalang terlihat sangat ramai di sana, tanpa memperdulikan sekeliling, mila terus berjalan menyusuri halaman rumah sakit, hingga dirinya sampai di pintu masuk rumah sakit.
Mila menoleh ke samping kiri, dimana ada jam dinding yang berukuran lumayan besar tergantung di sana, jam telah menunjukan pukul 09.30 WIB yang artinya kurang 2 jam lagi bagi angelo keluar dari rumah sakit, setelah ia menyelesaikan beberapa dokumen mengenai dirinya yang akan keluar dari rumah sakit.
Mila menghela nafas pelan sembari menata ekspresinya, di perjalanan menuju ruangan angelo dirinya bertemu dengan linda yang juga tengah berjalan menuju ruangan angelo di lorong rumah sakit, ia dapat mengenali linda dari bentuk badan, cara berjalan dan setelan yang di kenakannya.
" woey lin " teriaknya dari arah belakang
Linda menghentikan langkahnya, berbalik badan, " hey, baru dateng mil? tadi gue mau nyamper lo ke rumah, tapi gue pikir lo udah disini, gue telepon lo, tapi lo gak angkat-angkat, apa mungkin ponsel lo gak aktif? " tanya linda begitu mila sampai di depannya
" iya nih, kayaknya gue belum aktifin ponsel gue deh, sorry ya, yuk jalan "
Linda mengangguk, mereka berdua jalan bersamaan.
" eh mil besok kita musti ke sekolah kan, lo inget kan "
" iya tenang aja, kan gue ketua kelas masa lupa, agak males si sebenernya, udah libur tapi di suruh berangkat di tengah-tengah liburan kan gak enak "
" tumben ni anak bilang males, biasanya paling semangat berangkat sekolah, ada apa nih "
" gapapa sih, cuma males aja, berangkat cuma bentar ngecek berkas buat pembagian raport, ngotor-ngotorin seragam gak sih "
" hehehe, ya gapapa lah, kan bisa dapet uang saku plus makan di kantin, jadi buat gue si fine-fine aja " ucap linda terkekeh
" huu dasar, lo emang pikirannya makan terus yah, pikirin tuh nilai lo besok kaya apa" ucap mila
" ya, ya, ya ibu guru, udah ceramahanya? dah yuk kita masuk ke dalam" ujar linda mengibas-ngibaskan tangannya
Mila menghela nafas pelan, menggelengkan kepala, lantas membuka pintu ruangan angelo.
Ceklek........., begitu pintu ruangan terbuka terlihat angelo,dani dan dimas tengah duduk bersama di sofa, mereka bertiga langsung menoleh begitu mendengar pintu terbuka, angelo nyengir melihat ke arah mila, ia langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri kekasih hatinya itu.
" hey beb, dateng juga ahirnya " ucapnya tersenyum tengil
Sementara angelo menghampiri mila,
Linda juga menghampiri dimas dan dani yang tengah duduk di sofa, meski sudah lumayan lama menjadi kekasih kakaknya namun tetap saja linda masih merasa sungkan padanya.
Angelo seakan tidak peduli lagi dengan atmosfir yang tengah terjadi saat ini di sekitarnya, dirinya sudah menemukan kebahagiaannya sendiri bersama dengan kekasih hatinya.
Mila tersenyum menyambut angelo,
" nih aku bawain nasi goreng kesukaan kamu" ucapnya sembari menyerahkan kantung kresek pada angelo
" makasih lah udah repot-repot bawain, aku makan nanti ya, gapapa kan"
" hmmm, iya terserah kamu aja gel "
" ya udah yuk duduk dulu " ajaknya
Mila mengangguk, berjalan mengikuti angelo
" hey mil, gue kira lo gak bakal dateng" sambut dani
" apaan sih be*o, gak usah ikut campur napa" timpal angelo langsung duduk di depan dani
"sini beb, duduk di deketku" ucap angelo lagi
Dani mencibir angelo dengan menggerak-gerakan bibirnya mengikuti ucapan angelo
Plak......angelo menepuk kepala dani dengan keras, dimas hanya tertawa melihat tingkah laku adiknya dengan sahabatnya, sementara itu mila dan linda pun ikut larut dalam candaan mereka.
🍂🍂🍂🍂🍂
Di dalam rumah mewah,
Nindy tengah menyantap sarapan paginya di meja makan sendirian.
ia tampak jengah memainkan peralatan makannya.
Drrrrrkkkk......., yuda menarik kursi di depan nindy bersiap untuk duduk di sana.
" makanan jangan di mainin, kalo gak suka gak usah di makan, sayang makanannya" ucap yuda sembari mengambil roti tawar dan pisau, serta menarik selai blueberry ke depannya
Nindy mendongak, melihat yuda sekilas, acuh tidak berkata apa pun selain kembali memainkan potongan roti di depannya
" Lo denger kan gue ngomong? masih banyak orang di luar sana yang gak bisa makan, kita di kasih makan enak gak boleh mubazir makanan"
Tak.....nindy meletakan pisaunya cukup keras ke atas piring, menatap yuda dengan kesal
" bisa gak, lo gak usah urusin masalah gue, mau gue makan atau gak, itu urusan gue, ini makanan gue, kalo lo ada masalah sama gue ngomong langsung aja gak usah ngomong gak jelas gitu "
" ck, dasar nenek sihir, di bilangin yang jelas bukannya di dengerin malah ngoceh gak jelas, okey, okey gue salah udah ganggu waktu sarapan berharga lo, maafin gue, ada apa, pagi-pagi udah bad mood kaya gitu "
" bukan urusan lo "
" ya gue tau bukan urusan gue, terus gue gak bisa gitu tau lo kenapa? rasanya agak males aja musti liat orang marah pagi-pagi, gak bisa tenang idup gue "
" itu derita lo, kalo gak betah disini bisa pergi dari sini, gampang kan"
" sabar yud sabar, gak boleh kesulut emosi" batin yuda, ia menghela nafas panjang
" ya udahlah terserah lo aja "
Yuda bangkit dari duduknya menatap nindy sekilas yang acuh padanya lantas pergi meninggalkannya sendirian di meja makan
Yuda berjalan menuju garasi mobil, membuka pintu mobil lalu mulai menyalakan mesin mobilnya.
brummm........mobil yuda melaju dengan kecepatan tinggi begitu pintu gerbang di buka.
ia pergi hanya mengenakan celana boxer dan kaos oblong berwarna putih polos, ia merasa tak enak hati jika terus-terusan di rumah bersama dengan nindy yang tingkahnya tidak pernah bisa ia duga.
" ck, dasar be*o, udah gangguin acara makan main pergi seenak jidat" gerutunya
nindy bangkit dari duduknya, berjalan menuju kamarnya.
brak......pintu kamar terbanting begitu dirinya sampai di sana
suasana hatinya sedang merasa tak enak dan bertambah menjadi lebih tidak enak lagi oleh yuda.
nindy merasa sangat bosan beberapa hari ini hanya berada di dalam rumah tidak pergi kemana pun, ingin rasanya jalan-jalan, melihat angelo, meski dari kejauhan namun ia tidak bisa untuk saat ini, yuda masih terus mengawasi tingkah lakunya, ia tentunya tidak mau yuda mengacaukan kesenangannya, oleh sebab itu nindy hanya bisa berdiam diri di rumah.
🍂🍂🍂🍂🍂
Di rumah sakit,
Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 13.30 WIB, dokter tengah mengecek kondisi angelo, sementara itu, dani,dimas,linda dan mila menunggu di luar.
tuk....tuk.....tuk, langkah kaki terdengar menuju ke arah mereka berempat yang tengah menunggu di luar ruangan.
Terlihat rio dan andi tengah berjalan menuju mereka.
langkah mereka berdua berhenti tepat di samping dani yang tengah duduk di kursi panjang.
" sorry baru kesini " ucapnya menepuk bahu dani
" gak masalah " jawab dani
" gimana angelo?" tanyanya
" belum tau gue, kayaknya baik-baik aja deh dia, barusan makan juga lahap " ucap dani menjelaskan
Sementara dani dan rio berbincang-bincang, andi tengah menyapa mila, linda dan dimas.
Rio manggut-manggut menjawab ucapan dani, ia ikut duduk di samping dani menunggu angelo
" eh yo, gimana anak-anak xtc? aman kan? si cecunguk ron gak macem-macem lagi kan" tanya dani
" hmmm, anak-anak xtc baik, tenang aja dan, kalo ron untuk saat ini masih diem sih, kayaknya dia udah jera deh sama kita, secara kemarin kan kita bertarung abis-abisan kegitu angelo aja nyampe lupa ingatan" jawab rio
" hmmm, baguslah kalo gitu, udah lama kita gak kumpul di base camp sih jadi ya gak tau konidisi di sana. gue harap juga gitu, udah males juga tiap hari musti gelud sama mereka "
" iya, tapi gue gak kapok si kalo musti ngebela temen sendiri, lagian kan salah mereka nyari masalah sama kita ye kan, kalo mereka sampe mati pun gue gak masalah "
" aishh, sadis amat lo yo sekarang ngomongnya. hahaha, udahlah beneran gue udah males, tapi kalo terpaksa ya beda lagi urusannya"
" hmmmm, iya jangan sampai lah yah, udah waktunya kita have fun bareng-bareng, semoga aja gak ada kendala selama kita have fun besok"
Dani mengangguk, sementara dani dan rio terus berbincang, dimas,andi,mila dan linda pun sama, mereka berempat larut dalam obrolan mereka masing-masing.
🍂🍂🍂🍂🍂
Setelah menunggu waktu yang cukup lama, ahirnya dokter keluar bersama dengan suster, dimas langsung menyambutnya dengan pertanyaan seperti biasanya.
" bagaimana keadaan adik saya dok" ucapnya
Seorang lelaki, bertubuh tambun, mengenakan kaca mata dan setelan putih, tersenyum hangat, " kondisi pasien sudah membaik bisa pulang hari ini, anda bisa menebus obatnya di apotik rumah sakit sebelum pulang dan jangan lupa untuk cek kondisi setiap satu minggu sekali" ucapnya
" baik, kalau begitu terimakasih dok " ucap dimas tersenyum
Lelaki yang mereka panggil dokter mengangguk dan tersenyum, lantas berjalan pergi meninggalkan mereka semua yang berada di luar ruangan angelo.
Tak lama dokter pergi dari sana, angelo membuka pintu ruangannya, tersenyum lebar memandang ke arah mila
" dasar be*o di sini banyak orang, yang di lirik cuma mila doang, elah " celetuk dani di samping ruangannya
Angelo menoleh ke samping, " apaan si lo dan, syirik aja jadi orang"
" ya udah sini pada masuk dulu ke dalem, gue musti beres-beres dulu, siapa tau masih ada yang belum gue masukin ke dalam tas " ajak angelo kepada semua orang yang berada di sana
Mereka semua mengangguk, lantas berjalan menuju ke dalam ruangan angelo.
mila otomatis membantu angelo yang tengah berkemas.
" gak usah beb, kamu duduk aja dengan rapi sama linda di sana, ini biar aku aja" cegah angelo memegang tangan mila
" gak papa gel, biar cepet selesai "
Angelo hanya tersenyum menjawab ucapan mila.
" eh bucin, abang mau ke apotik rumah sakit dulu ya, nebus obat lo, sekalian ngurusin berkas-berkas lo" ucap dimas mengganggu
Angelo yang tengah memasukan barang-barangnya menoleh ke belakang,
" apaan si bang, ya udah sana "
" gue ikut bang dimas ya mil, lo gapapa kan gue tinggal" timpal linda di samping dimas
Mila mengangguk, tersenyum pada linda
" ck, bilang orang lain bucin, sendirinya juga bucin " gerutu angelo sambil sibuk
ctak....., dimas menyentil kepala bagian belakang angelo, di saksikan dani,rio dan andi yang dari tadi mengobrol ringan sambil memperhatikan tingkah laku angelo, mereka bertiga cekikikan melihat angelo mendapat sentilan dari dimas.
" aihhhh, sakit bang yaelah " keluh angelo mengusap belakang kepalanya.
" mulutnya terlalu centil " ucap dimas
" puahahhahaha, mulut angelo centil, ya ampun, kalian denger yo, ndi " ucap dani terbahak-bahak
Angelo berjalan dengan cepat menghampiri dani.
plak......menggampar kepala dani dengan keras.
" hahahaha, ya ampun gel mulut lo centil, aishhh sakit tau " ucap dani mengelus kepalanya
Angelo mendengus sebal, sementara itu rio dan andi terus tertawa dengan keras melihat dua sahabatnya bertengkar seperti biasa
Dimas meninggalkan ruangan angelo dengan menggelengkan kepala, di ikuti linda di belakangnya yang mengekor padanya.
suasana riuh terasa sangat kental di ruangan angelo, bagaimana tidak, tiga sahabat yang setiap hari bersama sudah kumpul semua, jika tidak menciptakan suasana gaduh dan riuh bukan mereka namanya.
Meski begitu, mila tidak merasa terganggu sedikit pun, dengan tersenyum ia terus memasukan pakaian dan beberapa barang angelo ke dalam tas besar, sambil sesekali menghela nafas panjang mengingat dirinya yang tidak bisa ikut liburan di puncak tetapi belum berani berbicara pada angelo sebab ia takut mengganggu suasana hati angelo saat ini. Ia hanya bisa pasrah dan menunggu waktu yang tepat, serta berharap ada keajaiban datang pada dirinya.
Tbc.....
Author's : hallo teman-teman, maaf nih saya up nya terlambat yang biasanya tiga hari sekali sekarang malah lambat satu atau dua hari, saya gak mau muluk-muluk, hanya saja kesehatan saya terganggu beberapa hari lalu, saya merasa pusing, flu sama radang tenggorokan, sebenarnya saya sangat menyesal sudah up terlambat namun saya tidak bisa melakukan apa-apa selain hanya berbaring, tidur seharian, hari ini saya merasa lebih baik setelah periksa ke dokter, meminum obat serta vitamin. Syukurlah saya masih bisa up walaupun telat, sekali lagi saya minta maaf ya teman-teman sudah mengecewakan kalian, saya harap kalian tetep stay disini, sehat selalu, bahagia terus di mana pun kalian berada. Dan tetep jaga kesehatan ya, jangan bepergian terlalu lama jika tidak terlalu penting, selalu pakai masker dan bawa handsanitizer ketika di luar ruangan. Jaga kesehatan ya teman-teman. Terimakasih dan sampai jumpa lagi ♥️♥️♥️