
Episode 14
Buk…buk….buk….buk angelo masih mengayunkan kuat-kuat tongkat base ball di tangannya, tatapan matanya tajam melihat orang-orang yang menghampirinya, angelo bagai kerasukan setan ia sudah tidak peduli lagi denggan luka-luka di tubuhnya
Wajahnya sudah tidak terlihat seperti wajah lagi karena darah yang terus menetes dari kepalanya sudah berbaur menjadi satu dengan keringat yang membasahi wajahnya sembari tetap mempertahankan posisi tubuhnya angelo terus maju menghajar orang-orang yang masih kukuh mencoba berdiri, meski keadaan mereka sudah sangat mengenaskan
Buk….satu hantaman kuat tepat sasaran mengenai kepala orang terahir yang menghajar angelo, angelo terdiam melihat pemandangan tubuh-tubuh tergeletak penuh darah di samping kanan kirinya , masih ada satu orang yang belum tumbang sama sekali atau bisa di katakana orang itu hanya memperhatikan angelo melawan 14 anggotanya, dia orang yang pertama kali menghajar angelo
Smirk, orang itu tersenyum melihat wajah penuh darah angelo, sedangkan angelo masih diam di tempat tangannya masih menggenggam tongkat base ball ia menatap tajam ke arah orang itu, menggertakan giginya, angelo masih punya tenaga yang besar meski ia sudah bertarung melawan 14 orang sendirian
Clap….clap….clap, orang itu menepuk tangannya berjalan menghampiri angelo dengan senyum sinis yang masih menghiasi wajahnya
“pantas lo jadi ketua geng xtc, 14 orang sepertinya terlalu mudah buat lo” ujar orang itu
Angelo tidak memperdulikan ucapan orang itu dengan segera ia mengayunkan lagi tongkat base ball di tangannya, pakk…..orang itu menangkis tongkat base ball angelo
“hahahaha, ayunan lo lemah, tenaga lo habis” cibir orang itu
“bacot lo” teriak angelo menatap tajam
Angelo tidak kehabisan akal meski tongkat base ball tertahan di udara, ia masih memiliki dua kaki yang cukup kuat untuk menendang orang brengsek di depannya
Buk….angelo menghantamkan kakinya kuat-kuat ke tubuh orang di depannya, membuat orang itu tersungkur ke samping, angelo tidak membiarkan orang itu bangkit dari posisinya dengan cepat ia berlari ke arahnya menindih tubuhnya mencengkeram kerah orang itu
Buk….buk….buk….buk angelo tidak memberi jeda sedikit pun pada orang itu untuk membalas pukulannya, nafas angelo terus memburu sembari tetap menghujami orang di bawahnya dengan tinjuan bertubi-tubi
Meski wajah orang itu babak belur tak berbentuk lagi tetap saja senyum sinis di sudut bibirnya tak hilang dari sana, ia justru memandang angelo dengan tatapan mencibir
“bangsat lo, masih bertahan, oke jangan salahin gue nyawa lo hilang di tangan gue hari ini” ucap angelo berapi-api mencengkeram kerah orang di bawah tubuhnya
Cuihhh….. orang itu meludah ke samping
“mimpi lo mau habisin gue. Hahahahaha” ujarnya
Ucapan orang itu cukup menyulut api amarah angelo yang sedari tadi sudah berkobar membuatnya lebih besar lagi, angelo sudah tidak peduli lagi dengan akal sehatnya, ia benar-benar tersulut emosi mendengar ucapan orang itu
Buk….. angelo kembali mendaratkan pukulan kuat tepat ke wajahnya, satu pukulan masih membuat orang itu bertahan, angelo fokus menghujami wajah orang itu dengan pukulan, tanpa memperkirakan orang itu akan membalasnya
Pakk…..orang itu menepis tangan angelo, dengan cepat membalikan posisinya dengan mendorong tubuh angelo kuat-kuat, namun angelo berhasil lolos darinya sebelum ia sempat menahan tubuh angelo dengan tubuhnya
Mereka berdua saling pandang dengan nafas yang terus memburu,orang itu berlari ke arah angelo meluncurkan tinjunya, angelo menepisnya, perkelahian terjadi lagi dengan sengit
Buk….bak…buk….buk angelo menendang, menepis, meninju orang itu, mereka berdua tidak ada yang berniat mengalah satu sama lain
“kita selesaikan sekarang” ujar orang itu dalam posisi menepis tangan angelo, senyum sinisnya sudah hilang dari wajahnya, tampaknya ia sudah sangat serius dengan pertempuran mereka
Ngingggg….kuping angelo berdenging, ia mengibas-ngibaskan kepalanya memaksanya untuk tetap sadar, ia tau batas tubuhnya sendiri, jika sudah seperti ini ia tidak punya pilihan lagi selain menghabisi orang di depannya dengan cepat sebelum kesadarannya hilang
Orang itu meluncurkan kembali serangannya menggunakan belati yang entah darimana datangnya
Wushhh….. angelo menghindar kesamping berbalik menyerang orang itu, menangkis belati yang akan mendarat ke arah tubunya
Plakk…… belati terhempas dari tangan orang itu, angelo meraih tangan orang itu memutarnya ke belakang tubuhnya
Krekk…… mematahkan lengan orang itu, menekan tubuhnya dengan kuat ke tanah
Bruk….tubuh orang itu sudah dalam posisi bersujud dengan tangan di belakang tubuhnya, angelo menghempaskan tubuh orang itu ke depan lantas berdiri meninggalkannya , angelo sudah bosan bermain-main dengannya ia tidak bermaksud melanjutkan untuk membunuhnya
Tertatih-tatih angelo berjalan menuju mobilnya, penampilannya sudah sangat kacau saat ini namun fikiran dan hatinya kuat membawa tubuhnya menuju base camp xtc sembari berharap anggota gengnya tidak banyak yang tumbang, mobil angelo sudah melesat cepat meninggalkan tubuh-tubuh tergeletak di jalanan, ia sudah tidak peduli lagi dengan itu, fikirannya hanya tertuju dengan nasib anggota gengnya
Angelo terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, beberapa menit kemudian angelo sudah memasuki area base camp xtc, keadaan di sana sudah cukup kacau dengan menampakan tubuh-tubuh tergeletak di depan base camp, angelo membanting pintu mobilnya, membawa tubuhnya untuk berlari meski perasaan pusing sudah menghiasi dirinya, dengan sisa tenaga yang ada angelo menembus masuk ke dalam base camp xtc, pandangannya awas mencari teman-temannya
Di ruang utama hanya ada tubuh-tubuh tergeletak anggota geng fire wolf beserta anggotanya sendiri, tidak terlihat dani, andi dan rio, angelo terus mencari ke sudut-sudut ruangan itu, langkahnya membawanya menaiki tangga base camp itu
Pandangannya menangkap dua orang temannya yaitu dani dan rio tergeletak di pojokan ruang atas, angelo berlari menghampiri dani
“woy dan bangun, gue dateng” ucap angelo mengguncang tubuh dani
Dani diam tidak ada respon, “ lo berani mati gue kubur sekarang” anggelo mengguncang kembali tubuh dani
“uhuk…uhuk… lo dateng juga gel” ucap dani kemudian, ia tersenyum, wajahnya sama seperti angelo babak belur, memar di sana sini bahkan sudut bibirnya robek meninggalkan bekas darah disana
“lo gapapa, sorry gue telat” angelo membantu dani Bngkit dari posisinya
“gapapa, gue oke kok, gue cuma capek ngalahin orang-orang fire wolf” ucap dani nyengir kemudian
“kampret lo dan, sia-sia gue panik, terus rio juga sama kaya lo berarti” angelo menoyor pundak dani
“hahaha sorry sorry buat lo panik,ia dia sama tuh, coba lo liat sana jangan-jangan tuh bocah mati” ucap dani tertawa sembari menahan perih sudut bibirnya
Angelo bangkit dari posisinya, ia menendang rio di bawahnya
“woy kampret, mati lo yah” angelo menendang-nendang tubuh rio
Rio membuka matanya ia segera bangkit dari posisi, “ ck, sembarangan lo ngomong gel” rio berdecak
“heh gelo lo kira orang-orang rendahan geng fire wolf bisa buat kita berdua mati, tidak semudah itu ferguso. Hahha” dani tertawa menunduk
Buk….” Gue seneng lo ngomong gitu, muka lo jelek banget sumpah dan. Hahaha” ejek angelo sembari memukul pelan pundak dani
“lo juga gel parah, tuh muka apa pantat panci, penyok gitu “ balas dani mengejek angelo
“hahaha sama-sama penyok juga” rio menimpali
“hahaha, tapi gengs gue terimakasih banget sama lo berdua udah bantu gue nahan geng fire wolf, gue tanpa kalian bukan apa-apa, untunglah kalian berdua gak mati” ucap angelo menyentuh pundah rio dan dani bersamaan
“apaan sih gel ko lo jadi mellow gitu, ih jijik, bukan lo banget tau.” Nada dani di buat-buat menjengkelkan
“ serah lu deh dan, lo emang gak pernah menghargai kata-kata tulus gue yah”
“eh udah-udah kalian berdua bisa gak sih kalo bareng gak usah bertengkar, udah kaya pasutri aja” celetuk rio tertawa
Angelo mengacak-ngacak rambut dani dan rio mereka tertawa bersama melihat wajah absurd mereka masing-masing, sembari menghela nafas lega, sakit kepala angelo seperti hilang saat ia bertemu dengan dani dan rio melihat mereka baik-baik saja, tapi ada satu yang membuat angelo tersadar andi tidak ada bersama dengan mereka, ia segera menghentikan tawanya
“eh yo andi mana” tanya angelo menatap rio
Rio diam mendengar pertanyaan angelo, begitupun dengan dani mereka sama-sama diam, angelo bingung menatap mereka berdua secara bergantian
“heh andi mana, gue tanya, kalian gak punya mulut? Apa bisu” gertak angelo
“andi udah hianati geng kita” ucap rio menunduk
“bagaimana mungkin” angelo marah
“lo gak percaya, gue juga gak percaya tapi memang itu kebenarannya gel, gue juga gak tau sejak kapan dia rencanain ini buat mukul mundur geng kita ” ujar dani
“ sebenernya gue udah tau lama gel, dari kelakuan dia kalo lagi sama gue, dia selalu bilang hal-hal aneh tentang lo sama dani, katanya lo lebih ngandelin dani daripada dia, terus pas lo kenal mila juga dia bilang sama gue katanya lo cuma mikirin mila gak mikirin anggota geng kita terus dia juga bilang lo udah berubah jadi jarang main sama kita, gue gak curiga sama dia, gue kira dia cuma marah biasa sama lo, sama dani juga, gue juga gak nyangka kalo andi bakal senekat itu gabung anggota fire wolf, setahu gue andi tuh gak terlalu tahu seluk beluk anggota fire wolf, gue takut dia cuma di manfaatin sama sendy” rio menjelaskan
“ck, sial bisa-bisanya tuh anak mikir kaya gitu” angelo memukul lantai di sampingnya
“lah lagian kalian berdua kalo lagi bareng kan mesranya minta ampun, lo juga tiap hari apa-apa dani, bagi andi yang belum lama gabung sama kita ya wajar aja kalo dia merasa di abaikan, dia juga paling muda di antara kita bertiga” rio menambahkan
“terus lo juga iri sama gue yo, ya udah ambil aja tuh gelo, gue juga ngenes di tempelin mulu, bukan gue juga yang ngelahirin dia” celetuk dani
“ih ogah mah, gue normal tau” jawab rio bergidig
“aisttt, gue pusing nih jadinya, lo tau kan yo gue kenal sama dani dulu ketimbang kalian berdua, dani juga yang bantuin gue ngumpulin geng xtc dari yang gak terkenal sampe sebesar sekarang, gue lebih deket sama dani lebih ngandelin dia karna dia lebih kuat dari kalian berdua, gue juga tau kekuatan tubuh kalian semua, bukan berarti gue gak butuh kalian, gue udah bilang kan tanpa kalian gue bukan apa-apa, kalo masalah gue lebih deket sama dani ya lo pasti udah bisa narik kesimpulan dari penjelasan gue, gue gak maksud beda-bedain kalian semua yang ada di anggota xtc, apalagi lo, andi dan dani kalian itu penting banget buat gue, aishhh” angelo mengusap-usap belakang kepalanya menjelaskan semua yang ia bisa, matanya berkaca-kaca, mengalihkan pandangannya
“iya gue tau kok gel maksud lo, gue sih gak masalah lo deket sama siapa bagi gue lo ya tetep lo, sifat lo berubah gue juga gak nyalahin lo yang jelas lo masih ketua geng xtc, gue beruntung banget bisa kenal lo terus gabung di geng xtc, lo tuh gak pernah nganggep anggota lainnya sebagai bawahan lo walaupun lo ketua, gue yakin anggota lain juga perasaanya sama kaya gue, mereka pasti rela mati buat lo gel” rio menepuk pundak angelo
“fyuhh,, ah pusing deh gue dengerin lo berdua, paling benci gue kalo udah mellow gini” ucap dani memalingkan wajahnya, matanya juga berkaca-kaca mendengar ucapan rio dan angelo, ia hanya terlalu malu untuk mengakuinya
“ck, dasar lo dan, sok tsundere, nangis aja gapapa kali gue gak bakal ngolok-ngolok lo” ujar angelo
“paan sih gel, siapa juga yang mau nangis, gue laki mana mungkin gue nangis” wajah dani memerah
“pffttttt. Hahahahaha reaksi lo bikin ngakak dan” timpal rio tertawa
Pluk….angelo memeluk dani dan rio, dani terkejut dengan kelakuan angelo yang tiba-tiba memeluk mereka
“terimakasih gengs, gue gak mau denger ocehan absurd dari lo sekarang dan, gak usah pura-pura sok tsundere gue gak butuh, biarin andi menempuh jalan dia sendiri, kalo dia udah bosen, balik lagi ke kita ya kita sambut balik aja dia, gak usah ribut-ribut gak jelas, besok gue bakal temuin tuh anak di sekolah, gue tanya baik-baik, kalo dia gak mau jawab ya udah biarin aja” ucap angelo menepuk-nepuk punggung dani dan rio
Dani diam mendengar ucapan angelo sembari menyeka sudut matanya, dani dan rio membalas tepukan angelo mereka berpelukan bersama, bagi angelo dani dan rio sama pentingnya, mereka yang selalu ada untuk angelo, membantunya saat ia butuh bantuan, angelo merasa bagai mempunyai saudara laki-laki karena mereka berdua, walaupun angelo sudah memiliki dimas sebagai abangnya, ia cukup sedih andi menghianatinya, tapi angelo tidak bisa berbuat apa pun selain mengerti perasaan andi dan membiarkan keputusannya
Angelo melepaskan pelukannya, ia menyeka sudut matanya lantas tertawa bersama memandang satu sama lain, mengingat betapa konyolnya mereka saat ini, tiga orang terkuat geng xtc mengharu biru setelah mereka bertarung habis-habisan, dani memegangi perut yang mulai sakit karena tertawa terlalu lama
Ring…..ring….ring ponsel angelo berbunyi, angelo menghentikan tawanya ia segera mengangkat telepon dari mila
“hallo beb” ucap angelo nyengir, sikap songongnya sudah kembali
“lo dimana? Lo gak bermaksud ngingkarin janji kan” mila mendengus
Angelo menepuk jidatnya, dani dan rio memperhatikan kelakuan angelo
“mampus, jam berapa sekarang” batin angelo
“eh iya gue lupa, gue segera kesana sekarang” ucap angelo bangkit dari duduknya lantas memutus sambungan telepon,
Dani dan rio ikut bangkit dari posisinya melihat angelo bangkit, angelo meletakan kembali ponselnya di sakunya, ia melihat ke arah dani dan rio secara bergantian
“gue cabut dulu yo, dan” ucap angelo sembari melangkahkan kaki
Dani dan rio mengangguk, baru beberapa langkah angelo melangkahkan kakinya menjauhi mereka,ia merasa sakit kepalanya kembali lagi
Ngingg…......brukk angelo tumbang di depan mereka berdua
jangan lupa berikan vote serta like kalian, biar aku tambah semangat. terimakasih❤️
❤️❤️💙💙💙