
Episode 21
Turnamen sepak bola SMA venus sebentar lagi akan di mulai, acara rutinan setiap tahun yang harus ada di SMA venus untuk menciptakan generasi muda yang berprestasi dalam bidang olahraga, acara yang selalu di tungu-tunggu para siswi untuk mendukung jagoan serta lelaki idaman mereka berlaga di tengah lapangan hijau
Sorak-sorai mulai terdengar di beberapa titik, team cheerleader sudah siap dengan yel-yel mereka yang sebentar lagi akan mereka sorakan di tengah lapangan hijau, team sepak bola kebanggan SMA venus sudah siap di sudut lapangan, mereka semua akan segera melakukan latih tanding sepak bola untuk mengikuti acara turnamen tahunan
Mila duduk sendiri di teras depan perpustakaan sembari memperhatikan suasana ramai di depannya, dari tempatnya duduk ia mampu melihat dani dan rio yang sedang berjalan ke tengah lapangan, tanda bahwa latihan akan segera di mulai, tapi sayang ada satu yang membuatnya kurang di sana, ya kapten mereka belum bisa mengikuti latihan pertama mereka, mila menghela nafas tidak dapat melihat penampilan cowok yang di sukainya, walau begitu ia tetap perlu mendukung team sepak bola kebanggan SMA venus meski tanpa angelo yang di ketahui sebagai kapten mereka, toh ini baru latihan pertama, pikir mila
🍂🍂🍂🍂🍂
Mila bukan sendiri duduk di sana, beberapa waktu lalu linda menemaninya, namun karena linda merasa lapar dan memang sudah waktunya istirahat jadi ia pergi ke kantin untuk membeli beberapa makanan untuk dirinya dan mila, jadilah mila sendiri menunggu linda di depan perpustakaan sembari melihat penampilan team sepak bola sekolahnya latihan
Tuk…..sesuatu dingin menyentuh pipinya, ia tidak menoleh namun tangannya menerima sesuatu yang baru saja menyentuh pipi mulusnya itu
“thank’s lin, sini duduk”
“kok sendiri disini, lagi mikirin gue yah”
Mila menghentikan botol yang sebentar lagi
mendarat di bibirnya, ia menoleh setelah mendengar suara yang di rasa cukup familiar bagi indera pendengarannya
“ eh, lo kok bisa disini?”
“hahaha apa sih yang gak bisa prince angelo lakukan”
“gak bukan itu maksud gue, kok lo bisa keluar dari rumah sakit, bukannya belum boleh keluar”
“siapa bilang gak boleh?” angelo tersenyum menunjukan deretan giginya
“dokter lah”
“nih gue bilangin yah beb, gak ada yang namanya kata gak boleh di kamus gue, lo udah pernah gue kasih tau kan, lo lupa”
“ck, apaan itu, mana ada yang kaya gitu, jangan-jangan lo kabur yah dari rumah sakit”
Angelo tertawa menjawab pertanyaan mila, pertanyaan mila tepat sasaran bahwa angelo kabur dari rumah sakit pagi tadi itu benar adanya, ia kabur di bantu dimas, bukan angelo namanya kalau sudah sadar tapi tetap berdiam diri di dalam ruangan, apalagi tanpa bisa melihat wajah cantik pujaan hatinya, pasti rasanya sangat membosankan, maka jadilah ia merencanakan kabur sedari semalam, untungnya dimas membantu acara kaburnya, bukan tanpa sebab dimas membiarkan angelo kabur dari rumah sakit bahkan sampai membantunya, ia tau persis sifat dari adiknya itu, kalaupun dia melarangnya pasti ia akan tetap kabur dan bahkan malah lebih parah lagi dari itu oleh karena itu dimas tidak mempunyai pilihan lain selain membantu angelo
“ di tanya ko ketawa dasar aneh” ucap mila memandang wajah angelo yang masih tertawa
Tuk…..sebuah bola tergelincir menyentuh kaki angelo membuatnya harus menunduk mengambil bola tersebut, angelo menoleh ke samping sembari memegang bola di tangannya
“woy gelo, sini ikut main” teriak dani melambai-lambaikan tangannya
“ck, ya ya bentar”
Angelo menatap mila yang ikut menoleh ke sumber bola berasal
“beb gue ikut main dulu ya, lo semangatin dari sini, tar gue buatin gol cantik buat lo”
“eh tapi kondisi tubuh lo”
“udah, gue gapapa, gue kuat gini kok” ucap angelo sambil lalu
Angelo berlari menuju sudut lapangan, ia segera menanggalkan seragam osis yang hanya ia gunakan sebagai luaran, menaruhnya di atas tas-tas yang tergeletak di sana lantas berlari ke tengah lapangan menyapa rio dan dani di sana
Mila menghela nafas melihat cowok yang ia sukai berlari meninggalkannya, ia tak habis pikir bisa menyukai cowok seperti angelo yang tidak menyayangi tubuhnya sendiri dan bahkan melanggar peraturan rumah sakit dengan kabur dari sana, mila menggelengkan kepala menatap tawa di wajah angelo yang tersorot sinar matahari membuat wajahnya berlipat-lipat lebih tampan walaupun masih ada lebam serta bekas luka di sana namun mila tidak bisa lagi membohongi hatinya tentang apa yang di lihat di kedua matanya bahwa angelo memang sangat mempesona dengan tawa yang menghiasi wajahnya
“coba aja kalo yang gue liat tuh anak beberapa waktu lalu, pasti pandangan gue gak bakal kaya sekarang, bener-bener udah gila gue” batin mila, menggelengkan kepala
“woy gel ko lo bisa kesini, gila lo yah”
Dani menyambut angelo yang baru saja berlari ke arahnya, ia merangkul angelo bersama dengan rio
“ck, apaan deh, gue bosen sendiri di rumah sakit mending kesini aja sekalian nengok my princes”
“lah terus kondisi tubuh lo gimana?” tanya rio
“tenang aja gue udah kuat kok, nih liat, nanti gue mau buat gol cantik buat my princess”
“ck, dasar bucin” celetuk dani
“lo ngiri aja dan, cari pacar sana biar lo tau rasanya suka sama orang, jadi gak ngenes gangguin gue mulu”
“ya ya serah lo deh gel, besok gue cari pacar yang 10 kali lipat lebih cantik dari mila, gue pamerin ke lo, liat aja”
“hahahahaha mana ada orang yang cantiknya 10 kali lipat dan” celetuk rio
“iya.hahahaha kalaupun ada mana mau dia sama lo dan”
Angelo dan rio tertawa memegangi perut mereka mendengar celotehan dani
Priittttt……pelatih meniup peluit, memecah
gelak tawa angelo and the geng, angelo, dani dan rio berlari ke posisi mereka masing-masing,
team kebanggan SMA venus di bagi menjadi dua kelompok selama latih tanding, dengan anggota cadangan 3 orang, mereka ikut semua dalam latih tanding untuk menguji kekuatan masing-masing setiap anggota dan memudahkan pelatih menentukan pemain penyerang dan bertahan karena di team mereka ada beberapa anggota baru yang di rekrut untuk tetap meneruskan team SMA venus tetap berdiri agar dapat terus mengikuti turnamen tahunan seperti sekarang, khusus untuk angelo dani, dan rio mereka hanya perlu meningkatkan perfoma mereka dari sebelumnya, pelatih sudah percaya dengan kemampuan mereka yang selalu bisa merebut bola dan bermain dengan cantik hingga membuat SMA venus terkenal akan prestasinya di bidang olahraga
🍂🍂🍂🍂🍂
Mila memandang lapangan hijau di depannya dengan wajah yang berseri-seri, melihat setiap gerakan yang angelo ciptakan serta betapa seriusnya raut wajahnya mempertahankan bola tetap bersama dirinya
“dor……” linda menepuk bahu mila dari samping
“apaan sih lin, bikin kaget aja”
“lah lagian lo liatin bola sampe serius gitu, padahal gue lari loh, lo gak denger langkah kaki gue”
“hmmmm” jawab mila cuek, kembali mengalihkan pandangannya ke lapangan
Linda duduk di samping mila, sembari membuka kantong kresek yang ia bawa sedari tadi
“ ck, dasar, nih gue beliin lo siomay, gue tau lo paling suka sama siomaynya mang ujang jadi gue rela antri panas-panasan buat lo, gimana gue baik kan”
“baik apaan, lo juga suka sama siomaynya mang ujang kan, pake acara bawa-bawa gue buat jadi alesan lo”
Mila menjitak kening linda sembari menerima satu bungkus siomay dari tangannya, linda nyengir mendengar perkataan mila yang memang benar adanya
“hehehe, btw lo lagi liatin siapa si, ngomong sama gue gak mau liatin gue, setahu gue lo kan gak suka-suka amat sama tuh sepak bola”
“ya gusti, galak amat bu”
Mila diam pandangan matanya terus menatap ke lapangan hijau di depan sembari memegang satu bungkus siomay yang masih panas, linda menoleh ke arah yang di lihat mila, ia cukup penasaran dengan tingkah laku sahabatnya, tidak biasanya mila begitu antusias melihat sepak bola, padahal setiap tahun ia tidak akan pernah mau melihatnya walaupun linda mengajaknya, linda manggut-manggut lantas tersenyum setelah pandangan matanya menangkap angelo yang tengah berlari menggiring bola di sana
“pantes aja liatinnya sampe matanya mau copot gitu, sampe gak peduli tuh siomay udah ambyar kemana-mana” celetuk linda
Mila menoleh mendengar celetukan linda dan segera mengalihkan pandangannya ke bawah dengan panik
“ck, dasar lo lin”
Mila menjitak kembali kening linda yang
tengah menikmati siomay
“apaan sih mil ganggu gue aja”
“lah lo ngagetin gue tau, gue kira beneran siomay gue ambyar kemana-mana”
“hehehe, salah lo sendiri, nyuekin gue”
Linda tertawa tanpa dosa di samping mila
Gooollllllllll…….. terdengar teriakan dari arah lapangan, mila segera mengalihkan pandangannya, terlihat angelo berjingkrak-jingkrak di tengah lapangan ia berhasil mencetak gol pertamanya, dani dan rio berlari ke arahnya, mereka merangkul angelo
“ck, gara-gara lo nih lin, gue gak liat gol yang angelo buat” mila berdecak
“loh ko salah gue, kan gue lagi nikmatin siomay, bukan salah gue dong”
Linda berucap tanpa rasa bersalah di samping mila, mila berdecak kesal di buatnya sembari terus berceloteh seperti pembawa berita
“ish lo yah lin gak tau banget, gue…..
Cuppp……ucapan mila terhenti saat seseorang menyentuh pipinya, ia menoleh dengan kaget
“hehehe, udah ngomelnya?”
Angelo tersenyum setelah mencium mila, terdengar jeritan dari cewek-cewek di
samping kiri kanan lapangan, mereka histeris melihat angelo yang secara terang-terangan mencium mila setelah dengan kerennya mencetak gol pertama, mila memegang pipinya menatap angelo yang tersenyum di depannya
“ok, udah cukup tambah energinya, makasih beb”
Angelo sudah berlari kembali ke tengah lapangan, meninggalkan mila yang linglung akibat perbuatan dirinya,
di sudut lapangan ada beberapa tatapan menusuk ke arah mila, ya itu nindy beserta teman-temannya yang tidak menyukai hubungan angelo dan mila, mereka berdecak melihat perbuatan yang di lakukan angelo
“ck, bisa-bisanya si angelo ngelakuin itu, apa dia udah gak waras” celetuk feni
“iya, lagian tuh si miskin ngapain coba pake acara sok polos gitu, ihhh nyebelin banget, pengen gue gampar tuh anak” via menimpali
Nindy diam di tengah-tengah mereka, ia juga sangat marah sampe ke ubun-ubun, tapi ia tidak bisa meledak saat di keramaian, ia menghela nafas, menyentuh pundak feni dan via
“ kalian jangan ngomong kaya gitu dong, kan gak enak di denger, wajarlah angelo mencium mila, dia kan pacarnya, kalau angelo nyium nindy baru itu gak wajar”
“tapikan nin, mila tuh gak pentes buat angelo, yang lebih pantes itu lo bukan dia”
“iya ngapain si lo belain si miskin terus”
“nindy gak belain mila, menurut nindy mereka pantes ko berdua, lagian kalo misal kalian bilang nindy lebih pantes sama angelo emang ada bedanya? Yang angelo suka kan mila bukan nindy, jadi ya kita dukung aja hubungan mereka” nindy tersenyum
“gue heran sama lo deh nin, jadi anak kelewat baik, kita tau kok lo suka sama angelo, buat apa di tutup-tutupin? Kita lebih ndukung hubungan lo sama angelo daripada si miskin” ucap feni
Via manggut-manggut dengan ucapan feni
“jangan gitu ah, kalaupun nindy suka sama angelo juga gak ada artinya, nindy gak mau jadi perusak hubungan orang, nindy udah seneng kok liat angelo tersenyum kaya gitu”
“gak bisa gitu dong nin, kita pasti bakal bantuin lo deketin angelo, lo percaya aja sama kita” ucap feni
“jangan deh, nindy gak mau, beneran”
“gak, pokonya nindy kali ini harus nurut sama kita, udah cukup acara ngalahnya”
Nindy diam mendengar ucapan feni, didalam hatinya ia sangat senang mendengar teman-temannya mendukung perasaanya, memang itu yang nindy inginkan selama ini
“ternyata pura-pura lemah itu ada bagusnya juga, gue gak perlu ngotorin tangan gue rencana beres” batin nindy sembari menoleh ke arah feni dan via secara bergantian, tatapan matanya pura-pura pasrah
“liat aja lo miskin, sekarang lo boleh sok
polos, boleh ketawa, saatnya tiba lo bakal nangis sampe air mata lo habis” ucap feni penuh dendam
“bagus, gue suka lo bilang kaya gitu” batin nindy
Prittt……pelatih meniup peluit tanda untuk beristirahat sejenak, angelo berlari ke pojokan menyusul dani dan rio, mereka duduk bersama berhadapan satu sama lain, nafas angelo terengah-engah di depan dani
“udah cepet sana samperin angelo, ini waktu yang tepat buat lo kasih minuman” ucap feni
“tapi nindy gak enak sama mila”
“udah udah gak perlu merasa gak enak”
Feni mendorong nindy untuk maju ke arah angelo, nindy melangkahkan kakinya sembari terus menatap ke belakang, feni dan via manggut-manggut memandang nindy
Tuk….nindy menempelkan minuman ke pipi angelo, angelo tidak menoleh dan langsung menerima minuman itu lantas dengan cepat membuka tutupnya tanpa ragu langsung menenggaknya
“makasih my princess minumannya”
“psttt, gel lo gila yah main samber aja tuh minuman” bisik dani
“apaan sih”
Angelo menatap bingung ke arah dani yang memberi kode untuk menoleh ke belakang, angelo menoleh ke belakang, terlihat nindy berdiri di belakangnya
“hay angelo terimakasih udah nerima minuman nindy, penampilan kamu sangat keren hari ini” ucap nindy menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya
“ck, apaan sih lo pake acara dateng ke sini, kalo gue tau lo yang ngasih ni minuman gue gak bakal mau terima ni minuman”
Angelo melempar botol di tangannya ke arah rio, pandangannya langsung beralih ke mila, ia dapat melihat dari posisinya mila diam menatap lurus ke arahnya sementara linda di sampingnya ribut sendiri