
episode 49
Langit cerah tak berawan, sumilir angin lembut seakan mengajak untuk bersuka cita, ada apakah gerangan dengan suasana hati ini, begitu suram, sepi, ingin marah tapi tidak tau benar atau tidak, mengutuk perasaan sendiri sudah di lakukan beberapa kali, tetap saja perasaan marah, sepi, suram masih bersemayam disana.
Helaan nafas terdengar beberapa kali, nafasnya berat mengimbangi perasaannya, tidak tau lagi akan berbuat apa, semua yang ingin di katakan sudah di katakan
mungkin benar apa yang di katakan nindy, bahwa dirinya tidak mengetahui apa yang dia alami selama ini mengapa bisa lancang memberi nasehat tanpa tahu apa pun, wajar saja jika ia marah dan membentaknya
"ughhh begonya gue" yuda menghela nafas panjang menengadah ke atas menatap langit biru yang terlihat seperti mengejek dirinya
Rasa bersalah memang ada pada dirinya, namun amarah sepertinya lebih kental di dalam sepasang manik kelam miliknya, rasa marahnya kini berbeda dengan rasa marah yang biasa dirasakan, rasa marahnya kali ini lebih kepada menyalahkan diri sendiri karena merasa tidak berguna, tidak tau apa pun tapi tetap saja merasa lebih baik dari siapa pun, dirinya sudah gagal menjaga kepercayaan dari seseorang untuk menjaga nindy dan berusaha menganggapnya sebagai keluarga.
fikiran-fikiran aneh mulai bersemayam dalam hatinya, dengan perlahan ia menutup pandangan matanya dengan lengan, berusaha membuang semua fikiran negatif, berkonsentrasi penuh hingga tidak menyadari seseorang tengah mendekat ke arahnya dengan langkah cepat
tuk......langkah itu terhenti tepat di depannya
" yud, apa yang lo lakuin disini" ucap mila tanpa ba bi bu lagi
yuda membuka lengan yang menutup pandangan matanya, melihat suara siapa yang begitu lancang mengganggu dirinya sedang menenangkan diri, ia terdiam, tatapan matanya menangkap dua sosok yang sangat akrab dengan padangan matanya, mereka berdua sudah berdiri tepat di depannya menatap tajam ke arahnya
" eh hay mil, lin, sorry ada apa nyari gue " ucap yuda, canggung mengusap belakang kepalanya
" haishhh, lo tuh jadi anak mikirnya gimana sih yud, kita kan udah satu kelas udah semingguan juga, kok lo bisa-bisanya gak ngasih tau nomer hp lo ke kita, apa lo gak butuh temen di kelas" gerutu linda nyerocos berkepanjangan
mila mengangguk menyetujui ucapan linda
" emmm, sorry ini ada apa yah sebenernya, gue gak paham sama ucapan lo lin? "
" gini loh yud maksudnya si linda, kita kan udah kenal satu mingguan, kita juga teman satu kelas kan? apa gak ada tuh lo punya pikiran buat minta nomer gue atau nomer linda, biar kalau ada apa-apa kita bisa saling tukar informasi, lo juga anak baru, harusnya lebih aktif sama yang lama biar gak ketinggalan materi" mila berucap setenang mungkin dengan nada yang mudah di pahami, meski hatinya sempat merasa dongkol beberapa saat lalu
" singkatnya yah, gue sama mila tuh pusing nyariin lo di rumah sakit segede ini cuma gara-gara ada tugas kelompok buat kita kerjain bareng, kalo nunggu mila yang ngejelasin bakal lama " linda mendengus sebal
mila mendelik ke arah linda, mengancamnya
yuda linglung mendapat ocehan kesal linda
" eh, sorry mil, lin, gue gak punya maksud buat kalian pusing serius, soal masalah nomer hp, awalnya gue mau ngasih tau ke mila, tapi liat pacarnya yang nempel terus gue jadi lupa, kalo ke lo, kita kan belum terlalu akrab, secara pas gue awal masuk lo kan gak masuk "
" oh gitu, lo jadi gak enak sama gue gitu, ya udah itu salah lo sendiri kenapa lupa ngasih nomer ke mila kalo lo lebih ngerasa nyaman sama dia daripada ke gue " linda melipat kedua tangannya di dada, menatap tajam yuda
" astaga, linda cukup, udah dong, kita kesini mau kerja kelompok bukan buat berantem, lagian kalo si yuda lupa ya gak bisa di salahin dong, perasaan lupa kan memang manusiawi, lo aja sering lupa kalo gak buat PR, eh kalo itu si bukan lupa yah, tapi khilaf " ucap mila meledek linda sembari mencairkan suasana
linda mendengus sebal menjawab perkataan mila, sedangkan yuda tersenyum tipis menghadapi dua sosok di depannya yang terus berdebat satu sama lain, sembari menghela nafas panjang
" emmm, sorry ganggu acara debat kalian berdua, btw tugas apaan sih yang musti kita kerjain secara kelompok? terus dari siapa tugasnya emang? tanya yuda ingin tau
mila dan linda menoleh bersamaan, mila menghela nafas panjang, " gapapa yud, itu tugas biologi dari pak gito, kita di suruh mencari makalah tentang sistem reproduksi manusia, tumbuhan,hewan terus kelainan atau penyakit pada sistem reproduksi, terus kalo udah buat makalah kita tinggal tentuin siapa yang mau presentasi di depan, oia kita juga bebas memilih judul makalahnya mau tentang sistem reproduksi tumbuhan,manusia, atau hewan kita cuma boleh milih salah satu dari itu"
yuda manggut-manggut mendengar penjelasan dari mila
" terus rencananya kita mau buat makalah tentang yang mana mil, lin" ucap yuda menatap linda dan mila secara bergantian
mila meletakan jari telunjuknya di dagu mengetuk-ngetuknya disana sembari berfikir, linda pun ikut berfikir dengan diam
" eh kayaknya kalo kita bahas di sini kurang enak, ya gak sih, gimana kalo kita pindah aja, ke kantin rumah sakit misalnya? atau ke kafe deket sini " usul linda, ia merasa perutnya sedikit lapar dan kakinya juga mulai kesemutan karena berdiri terus sejak tadi di depan yuda, ia juga berfikir mila pasti juga ikut merasakan hal yang sama dengan dirinya
" gimana menurut lo yud? kalo gue si oke-oke aja, lo ada yang nyariin gak? tanya mila
" emmm, ya udah yuk, gue juga gak keberatan si sebenernya, kalian duluan aja ya, nanti gue nyusul, mau ambil laptop sama alat tulis dulu di mobil, terus sekalian ngomong ke asisten pribadi gue "
yuda mengangguk menatap mila dan linda
" oke kalo gitu, jangan lama-lama ya yud, udah sore juga ini, nanti kita gak kelar pas waktu ngumpulin tugasnya" ucap mila
" iya bener banget tuh kata mila, lo jangan nyasar kemana-mana" linda menimpali
yuda terkekeh mendengar ucapan linda, " oke, oke gue paham kok. hahaha, ya udah gih sana kalian tunggu di kantin sekalian pesen makan aja gapapa"
mila dan linda mengangguk, mereka berdua berjalan meninggalkan yuda yang juga sudah berjalan meninggalkan taman kecil samping rumah sakit, dirinya menuju ruangan nindy terlebih dahulu untuk melihat keadaan nindy setelah di tinggal olehnya
🍂🍂🍂🍂🍂
waktu sudah menunjukan pukul setengah 5 sore, angelo masih berbaring dengan ponsel di tangannya, ia masih bersama dengan dani memainkan game online di ponsel mereka masing-masing
" woey gel, lo ikut ntar kan ke rumah sakit jenguk andi sama rio, awas kalo gak " ucap dani di tengah-tengah permainannya
" sttt, gak lo bilangin gue juga sadar diri kali, emang gue gak punya tanggung jawab sebagai temen " tangan angelo sibuk dengan ponselnya
dani menghela nafas panjang, " oke baguslah kalo lo mikir gitu, berarti gak sia-sia lo dateng kesini buat nyantai bareng gue "
" pede lo, mana gue tau lo ada di sini, niat gue kan mau nyantai sendiri, eh malah ada lo yang lagi tidur kaya orang mati "
" sembarang aja lo ngomong gel, berkat gue juga hasrat pengen nyium lo kesampean kan" dani terkekeh
angelo diam, tetap fokus dengan permainannya, dani menghela nafas kembali, ucapannya tidak di respon oleh angelo
" gue mau cabut aja lah dan, laper pen makan" ucap angelo sembari menyimpan ponsel di sakunya
" lo laper, napa gak bilang sama gue dari tadi gel, gue bisa pesen ofood buat lo, atau nyuruh asisten gue kesini bawain makanan"
" haishhh, gak usah lah dan, gue pengen pulang aja, pengen makan sama bunda, siapa tau bunda gue pulang awal hari ini "
" tumbenan amat lo bilang kaya gitu? mau nebus dosa sama bunda, atau jangan-jangan ini pesan terahir lo, astaga gel, lo jangan mati dulu yah, ntar mila di rebut sama yuda gimana? terus yang berantem sama gue siapa? yang kaya orang **** gak bakal ada lagi, kalo lo mati gel " ucap dani nyerocos tanpa henti
ctak....." lo kira gue apaan hah! sembarangan aja lo ngomongnya dan, yang mau mati juga siapa?" angelo menyentil kening dani
dani mengusap-ngusap keningnya setelah mendapat sentilan cukup keras dari angelo
" lah lo lagian ngomongnya kaya gitu, orang yang gak pernah ketemu lo terus denger itu ya pasti bakal kaya gue lah reaksinya "
" boleh emang gue ikut "
" gak, gue nyesel tadi ngomongnya, hahahaha"
" dasar **** emang "
" ya udah gue cabut dulu ya, lo baik-baik jaga base camp "
" oke "
angelo terkekeh meninggalkan dani yang mendengus sebal karenanya, ia memakai helm full face kembali, mulai menancapkan gas pada motornya, dengan cepat motornya sudah melesat dengan cepat meninggalkan base camp xtc
🍂🍂🍂🍂🍂
tuk.....tuk.....tuk, linda mengetuk-ngetuk meja kantin dengan bollpoint miliknya, menghela nafas beberapa kali, mila diam menatap layar laptop milik yuda di depannya, sedangkan yuda membaca buku-buku untuk mencari referensi sebagai bahan bagi makalah mereka, hanya linda yang tidak bisa diam sedari tadi
" lin, lo bisa diem gak ngetuk-ngetuk meja, berisik tau, gue jadi keganggu baca artikelnya" protes mila memandang linda jengah
yuda mengalihkan pandangan matanya dari buku menatap mila dan linda di depannya
" ah elah mil, gitu aja ko marah sih, gue juga lagi mikir kali "
" ya gue tau, yang ngomong lo lagi tidur siapa! tapi bisa diem bentar gak "
" ya, ya lah gue salah "
" eh udah dong, gak usah berantem gitu, oia mil nih gue udah ada ide buat makalah kita "
" apaan ide lo " tanya linda
" oia, lo juga lin setelah yuda, lo bilang apa ide lo, udah dapet pasti kan, oke lanjutin yud " ucap mila melirik linda
yuda mengangguk, " gini, kita sepakat ya mila jadi ketua kelompok kita, gimana kalo gue yang presentasi? terus mengenai ide kita bisa ambil kata-kata dari buku ini, terus sambungin sama punya lo sama linda juga, kan tadi kita udah sepakat judulnya mau tentang sistem reproduksi hewan kan, gimana kalo tentang hewan mamalia, kayaknya lebih gampang menurut gue sih "
mila manggut-manggut mendengar ucapan yuda sembari menimang apa yang yuda katakan
" oke ide lo bagus, gue tadi juga sempet mikir itu, cuma belum kesampean aja ngomongnya keburu baca artikel yang lain, kalo lo gimana lin?"
mila mengalihkan pandangan matanya menatap linda di sampingnya, di ikuti dengan yuda
" kalo gue si gak masalah sama usul yuda, gue juga udah nandain sih usul yuda di buku sebelum dia ngomong, ya udah kita pake itu aja, gue juga setuju kalo mila yang jadi ketua, yuda presentasi sedangkan gue nyusun makalahnya "
" tumben nih anak, otaknya lagi bener, biasanya pasti ngomel-ngomel" batin mila
mila mengangguk, menatap yuda kembali, seperinya yuda juga tidak masalah dengan itu, ahirnya mereka mulai merangkum apa saja yang berhubungan dengan judul dari makalahnya
🍂🍂🍂🍂🍂
Clak..... pintu terbuka, terlihat seorang wanita paruh baya tengah menyapu lantai rumah besar milik angelo
" eh den angelo sudah pulang?" sapa bi marni asisten rumah tangga angelo
" iya nih bi, bunda udah pulang belum yah?" tanya angelo, berhenti di depan bi marni
" udah den dari jam 3 sore, nyonya di balkon teras sama den dimas"
" oh begitu, ya sudah, terimakasih bi " ucap angelo sambil lalu
bi marni mengangguk, tersenyum melanjutkan kembali pekerjaannya
langkah angelo gontai menuju kamarnya, berganti pakaian sebelum menemui ny.sabrina dan dimas yang tidak jauh dari kamarnya, setelah selesai berganti pakaian dan mencuci muka angelo melangkahkan kakinya menuju teras balkon
sesampainya di balkon, terlihat dimas tengah asik berbincang hangat dengan ny.sabrina sembari memangku satu toples cemilan, langkah kaki angelo membuatnya menoleh ke arahnya
" hay, adek kecil abang, udah pulang aja nih tumben " sapa dimas mengangkat satu tangannya
angelo mengangguk malas menatap kakanya, ia berjalan menuju ke arahnya lantas duduk di sampingnya
" iya nih, anak bunda yang paling ganteng, ada apa mukanya di tekuk gitu? berantem sama mila " tanya ny.sabrina meledek
" apasih bun, gak lah, angelo laper "
" halah ngomong aja pengen di suapin sama bunda, lagaknya pake kode-kode " celetuk dimas
" bener nih, angelo minta di suapin? dengan senang hati loh bunda mau "
" aishh, bunda jangan gitu lah, angelo beneran laper tau "
" lah di bawah kan ada makanan, bibi udah masak gel, tinggal makan sendiri si napa " ucap dimas
" sttt, diem napa bang, gue lagi gak selera ngeladenin mulut lo"
" lah terus mau kamu apa angelo? kalo gak mau makan makanan bibi?" tanya ny.sabrina lembut memecah perdebatan kedua putranya
" angelo mau makan masakan bunda " angelo menghela nafas panjang
" oalah nak, nak, bilang dong, ya udah bunda masak dulu, sekalian buat makan malam, hari ini ayah pulang katanya "
" oke bun, yang enak ya"
tuk......ny.sabrina mengetuk kening angelo lembut, dimas tertawa di sampingnya
" dasar anak nakal " ucap ny.sabrina sambil lalu
angelo nyengir mendengar ucapan ny.sabrina, meski sempat merasa lelah seharian hanya berbaring bermain game bersama dani tapi setidaknya keinginan kecilnya untuk makan masakan ny.sabrina dan makan bersama dengan keluarga terlaksana membuatnya merasa bahagia untuk hari ini dari sejak bersama mila hingga saat ini.
Tbc.....