
Jane bergumam tidak jelas. Dan akhirnya berteriak tertahan dengan bayangan menyeramkan. Dia menatap ke depan, di mana Roger masih digantung di atas crane dan sedang dipermainkan oleh dua binatang buas yang Kaisar lepaskan.
Wanita itu terus menggeleng. Mengusir semua bayangan Roger yang dihabisi dengan bengis. Karena ternyata lelaki itu masih hidup, hanya saja Kaisar belum mau memberi ampun padanya.
Kaisar bangkit dari tempat duduknya. Dan memerhatikan Jane yang ketakutan setengah mati. Wanita itu beringsut dengan menyembunyikan wajahnya, wajah yang sudah begitu basah oleh air mata.
Kaisar menyeringai tipis, suka sekali jika lawannya merasa lemah dan tak berdaya. Sebab itulah tujuannya, kalau sudah seperti ini dia akan lebih mudah mempermainkan mereka.
"Kamu bisa lihat, apa yang akan aku lakukan untuk orang-orang yang berani menyakiti keluargaku? Sebentar lagi akan aku pastikan kamu merasakannya. Aku akan membuatmu hidup segan mati tak mau. Semua perbuatan jahatmu akan aku bayar dengan setimpal," ucap Kaisar dengan tatapan mata remeh.
Dia menoleh ke belakang untuk melihat Airish. Wanita itu terlihat tersenyum tipis, sementara sang anak sudah menatap bosan. Bocah vampir itu merasa tidak ada hal yang menyenangkan di sini. Dia sedikit menyesal karena ikut datang.
"Baby, kamu tidak ingin bermain?" tanya Kaisar pada Aiden.
Pria kecil itu mengangkat wajah, menatap sang ayah dengan kening berkerut. "Bermain apa, Dad? Di sini tidak ada mainan."
Mendengar itu, Kaisar terkekeh kecil. Lalu menunjuk ke arah kandang Roger. Di mana Maxim dan Katty masih menakut-nakuti lelaki badjingan itu.
"Bermainlah dengan mereka. Daddy yakin kamu akan menyukainya," jawab Kaisar, lalu melambai meminta Aiden mendekat. Bocah vampir itu patuh, dia lebih berjalan mendekati sang ayah.
Baru kemudian tubuhnya melesat, hingga secepat itu dia masuk ke dalam kandang. Maxim dan Katty langsung menundukkan tubuh, seolah memberi hormat kepada tuan mereka. Dan hal tersebut membuat Aiden mengulum senyum.
"Dad, apa aku bisa menaiki mereka?"
"Of course, Baby."
Aiden langsung bergerak kegirangan. Dia menaiki Maxim, dan siap meloncat ke sana ke mari.
Airish hanya ikut tersenyum menyaksikan wajah putranya yang terlihat sangat bahagia. Lalu pandangan mata wanita itu beralih pada Jane. Tak henti-hentinya Jane menatap penuh kebencian, menganggap semua malapetaka ini berasal dari Airish. Wanita pembawa sial.
"Aku sudah memaafkanmu, Jane. Semua sikap burukmu padaku, telah aku kubur dalam-dalam. Mengingat kamu adalah saudara kandungku. Saudara satu ayah, aku tidak bisa menyimpan dendam ini terlalu lama. Tapi, ada satu yang tidak bisa aku lupakan ...." Airish menatap tajam dengan bola mata yang memerah. Mengingat betapa kejamnya Jane membunuh ayah mereka.
Plak!
Secepat kilat Airish membuat gerakan menampar wajah Jane dengan begitu keras, hingga sumpalan dalam mulutnya terlepas.
"Aku tidak akan lupa, bagaimana kamu membunuh ayahku. Itu semua kulakukan karena ayah!" teriak Airish, sementara Jane menunduk, merasakan pipinya yang begitu kebas, bahkan sudut bibirnya langsung mengeluarkan darah.
Sebab kini Airish bukan lagi manusia biasa.
"Aku akan membalas semuanya padamu, Jane. Sebab aku yakin, Ayah akan tenang, saat aku bisa membuatmu sadar, bahwa penyesalan selalu datang belakangan."
"Aku tidak akan menyesal!" teriak Jane tiba-tiba, tak peduli meski sudut bibirnya terasa perih.
Airish dan Kaisar saling pandang.
"Ambilkan aku alat untuk memotong lidahnya!" ketus Kaisar pada pengawal. Jane langsung mengangkat kepala dengan air mata yang semakin menderas. Dia terus menggelengkan kepala.
"Tidak!"
"Apanya yang tidak? Kamu masih belum sadar dengan posisimu, kamu kira dengan begitu kamu bisa terlepas?!"
Satu pengawal memberikan benda yang Kaisar inginkan. Dan hal itu semakin membuat Jane ketakutan.
"Tuan, jangan!"
"Pegang dan keluarkan lidahnya!"
"Kumohon jangan!" ujar Jane sesenggukan. Dia terus meronta, meksipun ia tahu itu tidak akan berhasil.
Kaisar yang sudah diselimuti api amarah, semakin mendekat ke arah Jane yang sudah dijegal oleh kedua pengawal, sementara lidahnya dikeluarkan, hingga ia kesulitan untuk bicara.
Tanpa segan lagi, Kaisar langsung memotongnya dengan begitu tega. Jane memekik kesakitan, sementara Airish hanya memalingkan wajah. Tubuh Jane bergetar hebat, merasakan sakit yang begitu luar biasa.
"Emhhh ...." Ujarnya tak dapat bicara, dia ingin meminta pertolongan, sebab perutnya seperti ingin meledak.
Airish dan Kaisar menatap tak percaya. Perut Jane yang membusung secara tiba-tiba.
"Kai, dia kenapa?"
"Entahlah, Sweetie."
Jane mengepalkan tangannya erat dengan kepala yang menggelegak. Seperti seseorang yang tengah dicabut nyawanya, Jane seperti ditarik dengan paksa. Tubuh wanita itu semakin menggigil hingga tak berapa lama kemudian, suara raungan kesakitan terdengar tak begitu jelas.
Bersama dengan seekor serigala yang keluar begitu saja dari perut Jane, melesat ke arah Aiden. Semua pasang mata terbelalak lebar, tak berbeda jauh dengan Roger yang ada di atas sana. Bahkan pria itu langsung pingsan saat itu juga.
Brak!
Kandang itu langsung dirusak, serigala kecil itu menerjang tubuh Aiden. Kaisar hendak menolong anaknya, tetapi kejadian tak terduga selanjutnya adalah serigala itu mengendus tubuh Aiden, dan mengusakkan kepalanya. Seolah mengajak Aiden bermain.
"Mom, Dad? Dia ini siapa? Kenapa tiba-tiba datang pada Aiden?"
Kaisar juga tak mengerti, tetapi sepertinya takdir menginginkan mereka berdamai. Dia yakin serigala kecil itu adalah anak dari Dewa Aaron. Yang diutus untuk membawa perdamaian di antara mereka.
"Dia menyukaimu, Baby. Dia akan menjadi temanmu," ucap Kaisar.
"Are you sure? Tapi dia ini laki-laki atau perempuan?" tanya Aiden seraya menghindari jilatan. Sejurus dengan itu, keajaiban seolah menjawabnya. Serigala kecil itu berubah menjadi gadis manis yang sama dengan usianya.
Aiden sampai terkejut dan sontak mundur ke belakang.
"Kai, dia—"
"Aku benar-benar tidak mengerti, Sweetie. Tapi sepertinya ini lebih baik."
Kaisar mengajak Airish untuk melangkah mendekati Aiden dan anak serigala itu. Mereka tersenyum, membuat serigala kecil itu pun tersenyum, sebab ia belum bisa bicara.
Satu yang Airish tangkap, wajahnya gadis serigala itu sedikit mirip dengan Jane.
"Kamu cantik sekali, boleh aku memberimu nama?" puji Airish sekaligus bertanya, sementara satu tangannya mengelus rambut panjang gadis cilik itu.
Dia mengangguk.
"Aku akan memberimu nama Lucy, apakah kamu senang?"
Gadis yang diberi nama Lucy itu mengangguk, lalu kembali mendekat ke arah Aiden. Dia mengulurkan tangan, seolah meminta berkenalan.
"Baby, ayo kenalan."
Aiden tampak ragu. "Aku Aiden."
Lucy tersenyum, dia merubah wujudnya kembali menjadi seekor serigala dan meminta Aiden untuk naik ke atas punggungnya. Aiden meminta persetujuan orang tuanya. Dan akhirnya ia mengikuti keinginan Lucy.
Lucy langsung berlari, membawa Aiden dengan tawa riangnya. Sementara Kaisar dan Airish saling tatap, mereka sama-sama melihat Jane yang sudah meninggal dunia dengan perut yang meletup, akibat mengeluarkan serigala manis yang sedang bermain dengan Aiden.
Dan mungkin ini adalah akhir kisah mereka. Akhir yang bahagia, meski harus melewati berbagai macam rintangan dan juga dendam yang tak berkesudahan.
Jane sudah mendapatkan apa yang diperbuatnya dengan melahirkan si cantik Lucy. Sementara Roger akan mereka bebaskan, sebab mereka sudah merasa cukup memberikan Roger berbagai macam penyiksaan.
***
Terima kasih, akhirnya gue ngerasa nggak punya utang 🤣🤣🤣
Jangan lupa baca lain🙏🙏🙏