
Tidak mendapati Martin dimana pun, akhirnya Airish memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Kamar yang terlihat sedikit berdebu, karena jarang dibersihkan.
Gadis itu tahu, pasti sang ayah yang menyempatkan diri untuk membereskan kamar ini, meski tidak terlalu sering, tapi itu sudah cukup membuktikan bagaimana sayangnya lelaki paruh baya itu pada dirinya.
Fenita dan Jane? Hem, keduanya mana sudi membantunya. Yang ada mereka pasti menginginkan Airish tidak kembali pulang. Atau kalau bisa mati saja sekalian.
Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang lumayan usang. Sambil menunggu Martin pulang, Airish memainkan ponselnya.
Tiba-tiba terbersit dalam otaknya untuk menghubungi Kaisar, ingin sekedar bertanya apa yang sedang lelaki tampan itu lakukan.
Seperti dejavu, ponsel Airish bergetar dan menampil nama "Si Bedebah Gila" itu artinya, Kaisar menelponnya.
Sedikit berjingkrak, dengan hati yang dipenuhi bunga-bunga asmara, Airish mengusap icon berwarna hijau di layar, dan langsung terdengar suara berat Kaisar.
"Halo, Sweetie?" Sapa Kaisar diseberang sana. Sebelum masuk ke ruang rapat, lelaki itu menyempatkan diri untuk menghubungi sang istri.
"Em, iya halo, Tuan." Balas Airish sedikit tergagap, tak bisa bohong, jantungnya sedang berdebar-debar sekarang.
Hingga suaranya terasa tercekat di tenggorokan. Ah, dia terlalu senang.
"Siapa yang kau panggil tuan?" Ketus Kaisar, tidak suka.
Di tempatnya, Airish melipat bibir, lalu menepuk-nepuknya dengan pelan. Dia keceplosan. "Maaf Sayang, aku salah sebut. Ada apa, kenapa Sayang menelponku?" Mengatur suaranya dengan lembut, agar terdengar alami seperti biasa.
Mendengar itu, Kaisar kembali mengulum senyum. "Tidak ada, aku hanya ingin memastikan kau sudah sampai di rumah dengan selamat. Apa kau sudah bertemu ayah mertua?"
Airish berguling ke samping, lalu memeluk erat gulingnya dengan pipi merona, dia benar-benar ingin berjingkrak-jingkrak sekarang, saking senangnya.
"Belum, ayah sepertinya masih ada di luar bersama ibu. Hanya ada Kak Jane di rumah." Balas Airish apa adanya. Dia menggigit-gigit kecil kuku jarinya.
"Kalau begitu aku akan kesana." Ujar Kaisar membuat mata Airish membola, karena terperangah.
"Hei, mau apa?" Cetus Airish dengan suaranya yang sedikit meninggi, bahkan dia langsung terduduk di atas ranjang tersebut.
"Menemanimu." Balas Kaisar enteng, dia menyandarkan bahunya di dinding dekat pintu.
Sedangkan Joni berdiri di sampingnya. Hanya mematung dan tidak dapat berkomentar apa-apa.
"Sayang, tidak perlu. Kau bilang pagi ini ada rapat kan? Sebentar lagi juga ayah pulang. Lebih baik sekarang kau bekerja saja yah." Airish mencoba membujuk, sedikit demi sedikit dia mulai hafal sifat Kaisar.
Selain pemaksa, lelaki ini juga tidak main-main dengan ucapannya.
"Jadi kau menolak tawaranku?" Suara Kaisar terdengar dingin, sedangkan matanya tak sengaja menatap tajam cicak yang menempel di dinding.
Lihat, cicak saja langsung lari ketakutan, saat mendapat tatapan tajam dari seseorang bernama Kaisar.
"Eh, tidak begitu. Maksudnya_"
"Benar tidak mau?" Potong Kaisar cepat dengan suaranya yang naik satu oktaf.
Aduh bagaimana ini?
Airish bergeming. Otaknya tidak bisa diajak berpikir sekarang. Menolak salah, apalagi menerima. Saat ini, dia belum bisa menjelaskan apa-apa pada ayahnya, lalu bagaimana jika lelaki tua itu bertanya siapa Kaisar, dan ada hubungan apa diantara mereka berdua?
"Baik, diammu aku artikan kau menolakku. Dan sekarang aku marah, ayo bujuk aku, Sweetie." Cetus Kaisar tanpa tahu malu, membuat mata gadis itu membola, dan terus meneguk salivanya.
Tidak percaya kalau Kaisar bisa bersikap lebih manja.
Sedangkan Joni yang mendengar itu semua, hanya bisa mengerutkan keningnya. Seorang vampir yang dikenal kejam minta dibujuk oleh seorang wanita?
Apa dunia akan kiamat? Batin Joni bertanya-tanya.
Cih, dia ini apa-apaan sih. Airish.
Detik selanjutnya, gadis itu tersenyum malu-malu, sedang membayangkan wajah menggemaskan Kaisar, yang merengek minta dibujuk.
"Sayang, aku tidak menolak tawaranmu. Hanya saja, kau kan sedang bekerja, bahkan kau juga mau rapat. Aku tidak ingin mengganggumu." Ujar Airish dengan suaranya yang begitu lembut. Memberi pengertian.
Berharap lelaki satu ini menyudahi kekesalannya.
Kaisar mendengus kesal, karena Airish tak mengerti juga akan kode-kodenya.
"Apa aku pernah bilang kau menggangguku?"
"Emm tidak sih. Tapi aku_"
"Cium? Tapikan kau jauh, bagaimana bisa aku menciummu?" Tanya Airish dengan polosnya.
Satu alis gadis itu terangkat, sedangkan otaknya mencerna permintaan Kaisar.
"Cium jarak jauh."
Kening Airish mengerut. "Apa? Bagaimana caranya?"
Muah.
Di ujung sana. Terdengar Kaisar memberikan satu kecupan manja untuk Airish. Gadis itu langsung mengulum senyum, dengan pipi yang merah merona.
Benar-benar ya dia, kenapa Tuan tampan satu ini berubah menggemaskan sekali.
"Aku sudah memberimu contoh, Sweetie. Ayo lakukan untukku." Kaisar meminta balasan, dia membolak-balikkan tubuhnya di tembok, persis seperti seorang remaja yang sedang kasmaran.
Sial! Vampir ini benar-benar jatuh cinta. Joni.
"Ah sayang tapi aku malu." Seru Airish dengan suaranya yang merengek manja.
Mendengar rengekan itu, diam-diam Kaisar tersenyum gemas, lalu menggigit kepalan tangannya. Dia mulai merasa tidak sabar untuk pulang ke rumah, untuk segera bertemu istrinya.
"Kalau begitu aku akan terus marah." Kaisar tidak peduli pada tatapan mata Joni, dia terus bergerak kesana-kemari.
"Eum baiklah, baiklah. Tapi jangan tertawa yah." Sumpah demi apapun, Airish sangat malu untuk melakukannya.
Namun, kalau tidak dilakukan, otomatis lelaki satu ini akan terus menagihnya.
Muahhh.
Kaisar tergelak kencang di ujung sana. Dia tidak sanggup untuk tidak tertawa mendengar suara manis Airish.
"Lagi!" Pintanya dengan kegirangan.
Joni mulai garuk-garuk kepala.
"Sudah dong, aku malu." Airish kembali berbaring dan menutup wajahnya dengan bantal, saking malunya.
"Lagi!" Cetus Kaisar dengan suaranya yang meninggi, dan tidak sabaran.
Ah! Dia ini lagi kenapa sih? Airish terlihat frustasi meladeni tingkah suaminya. Tetapi tetap tidak bisa membantah.
Dan...
Muah
Muah
Muah
"Sudah ya Sayang. Aku benar-benar malu." Rengek Airish dengan suara tertahan di dalam bantal.
"Haha, baiklah. Di rumah aku tunggu yang asli. Jangan lupa makan siang, Sweetie."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sayang nggak sama Tuan Kaisar dan Airish? Harus sayang yah.
Sayang nggak sama Dede othornya?
Ini mah nggak usah. Ga apa-apa.
Ayo dong, bantu semangati mereka biar muncul terus dalam pikiran aku. Ramaikan like, dan komen. Asli komen next aja, bikin moodku nambah. Apalagi panjang-panjang yakan, kaya belalai sebelah, nggak usah aku sebutin, penikmat Kakak pacar pasti tahu🤭
So, kita pakai simbiosis mutualisme, artinya saling menguntungkan satu sama lain.
Dah itu aja buat hari ini, maapin kalo kurang menghibur🙏🙏🙏
Salam anu 👑
Dari author pemes yang suka bikin lemes🤧