My Husband Is A Vampire

My Husband Is A Vampire
Let's play



Tanpa ba bi bu, Kaisar langsung menghubungi Joni. Dia terus mendesah kesal, dan berpikir bagaimana bisa adiknya dibawa kabur oleh Dewa.


Dalam getaran kedua, panggilan tersebut sudah dijawab oleh Joni.


"Jon, beritahu aku semuanya," ucap Kaisar tanpa basa-basi. Dan Joni benar-benar mengatakan semua yang ingin Kaisar dengar.


Mengenai Denis dan Sofia yang ditangkap langsung oleh Dewa. Semua pengawal yang Kaisar kirim, tak mampu untuk melawan manusia serigala itu, bahkan hanya satu diantara mereka yang selamat, saat dia dibawa ke rumah sakit.


Pengawal tersebut mengatakan bahwa kedua adik sang Tuan. Telah diculik oleh Dewa.


Setelah mendengar informasi itu. Joni terus menghubungi Kaisar, meski tidak mendapat jawaban. Karena terhalang oleh signal.


Tangan Kaisar semakin terkepal kuat mendengar itu semua. Dia mulai menyusun rencana dengan Joni untuk datang ke lokasi yang Dewa kirim untuk menyelamatkan kedua adiknya.


Dia merasa, Dewa sengaja melakukan ini semua, lelaki itu pasti memiliki rencana dan tujuan tertentu. Karena sebelumnya, Dewa tidak pernah menyentuh keluarga manusianya.


"Siapkan semuanya, kita akan segera ke sana." Ucap Kaisar lugas, dengan tatapan yang semakin menyalak tajam.


Melihat itu, Airish hanya bisa bergeming. Dan membiarkan Kaisar berbicara dengan Joni, hingga saat lelaki itu berbalik dan berjalan ke arahnya, Airish bertanya.


"Sayang, ada apa?"


Kaisar menatap wajah cantik Airish, dan mengecup bibir ranum itu sekilas. "Sweetie, ada sesuatu yang harus aku lakukan. Aku akan mengantarmu pulang."


Kaisar meraih tangan Airish, dan hendak membawa gadis itu untuk pergi. Tetapi Airish menolak, dia mematung di tempatnya.


"Katakan, ada apa? Aku tidak mau pulang."


Melihat Airish yang kukuh dalam pendiriannya, mau tidak mau Kaisar mengatakan semuanya, bahwa Denis dan Sofia telah ditangkap oleh Dewa, dan otomatis ada hubungannya dengan Jane.


Malam ini juga, Kaisar akan menyelamatkan kedua bocah itu, dia tidak memiliki waktu lagi.


Mendengar itu, Airish dengan semangatnya yang menggebu, menggenggam erat tangan Kaisar. "Aku ikut." Ucapnya sungguh-sungguh.


"Tidak, Sweetie. Aku tidak mau kau kenapa-napa," balas Kaisar tak kalah serius.


"Sayang, percayalah. Aku akan baik-baik saja, bahkan aku akan membantumu." Airish meyakinkan Kaisar, dia menatap lelaki itu dengan tatapan memohon.


"Sweetie."


"Sayang, aku janji. Aku tidak akan terluka."


Sesungguhnya dia ingin membalas perbuatan Jane. Dan dia tidak mau menunggu Kaisar di rumah utama, dengan kecemasan yang melanda. Lebih baik dia ikut, dan memastikan kakak tirinya itu, mendapatkan sesuatu yang menyenangkan darinya.


Kaisar menghela nafas panjang. Dan akhirnya dia mengangguk, dia mengecup kembali kening Airish. "Baiklah, jaga dirimu sendiri, oke. Aku tidak mungkin terus berdiri di sampingmu, Sweetie."


"Aku mengerti, Sayang." Airish mengulum senyum, lalu membalas Kaisar dengan kecupan di bibir lelaki itu.


Dan malam itu, mereka bersiap-siap untuk pergi ke lokasi yang telah dikirimkan oleh Dewa. Dada Kaisar terus bergemuruh, dia sudah tidak sabar untuk menghabisi manusia serigala itu.


Dengan pakaian serba hitam, dan berbagai persenjataan yang memiliki tingkat kecanggihan paling tinggi. Kaisar dan Airish menaiki mobil sport memimpin di depan.


Malam ini, keduanya akan berkolaborasi, tetapi Kaisar tidak akan membiarkan Airish terlihat oleh Jane dan juga Dewa. Gadis itu akan menjadi senjata bayangan, saat dia menyelamatkan kedua adiknya.


Tak berapa lama kemudian, mobil sport itu sampai di sebuah gedung tinggi dengan beberapa anak buah yang berjaga.


Kaisar dan Airish saling melempar senyum. "Kau sudah siap, Sweetie?"


Airish mengangguk cepat, dan mengecup bibir Kaisar. "Sangat siap, Sayang."


Kaisar terkekeh.


"Oh my, let's play!"