
Kelahiran bayi vampir itu menghebohkan seluruh jagat raya. Perubahan dunia yang tiba-tiba menjadi gelap gulita, serta beberapa guncangan alam, menyisakan tanda tanya.
Ada apa gerangan?
Bahkan sebagian dari mereka berpikir bahwa dunia akan segera kiamat. Dan mewanti-wanti, bila esok matahari akan terbit dari arah barat.
Sementara Dewa tidak lagi heran, dia begitu yakin bahwa anak Kaisar dan gadis darah suci itu telah lahir ke dunia ini, hal itu sesuai dengan apa yang dibicarakan Loco waktu itu.
Pada hari itu, Dewa dan para manusia serigala yang lain, terus melolong panjang dan bersahut-sahutan. Hingga bulan purnama muncul kembali menerangi alam.
Loco memperingati Dewa untuk semakin berhati-hati dan mempersiapkan diri untuk membunuh makhluk tersebut.
Jikalau tidak, maka nyawanya lah yang akan melayang. Dan Dewa tidak akan membiarkan hal itu terjadi, anak vampir itu harus habis di tangannya.
"Bersiaplah Kaisar, lihat kehancuranmu nanti. Aku akan membunuh anakmu, dan menghabisi semua keluargamu!" ucap Dewa dengan begitu yakin.
"Hahahaha."
Dia sudah mempersiapkan persenjataan. Serta pasukan serigala yang akan membabat habis wilayah Kaisar. Semuanya akan dia persiapkan dengan begitu matang.
Kebenciannya semakin terpupuk, apalagi setelah kelahiran bayi vampir itu. Seolah ancaman demi ancaman terus datang menghampiri Dewa. Dan dia tidak boleh lengah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aiden tumbuh dengan sangat cepat, baru beberapa hari bayi itu sudah bisa berjalan layaknya bayi yang sudah berumur satu tahun.
Dia terus berkembang hingga kini Aiden sudah berumur genap satu bulan. Namun, tubuhnya justru seperti manusia yang berumur tujuh tahun. Dan semua yang dia lakukan, benar-benar di luar nalar.
Tak lagi heran, Airish dan Kaisar justru begitu takjub dengan kepandaian putra mereka. Bahkan Aiden sudah bisa berbicara setelah hari itu, bayi vampir itu memang sangat luar biasa.
"Hello, Boy. Apa kau ingin ikut dengan Daddy?" tanya Kaisar, lelaki itu berencana ingin berburu di hutan bersama sang istri, Airish.
"Apa Mommy ikut?" Aiden menatap Airish yang berdiri di depan Kaisar, karena kini kedua orang dewasa itu tengah berpelukan.
Lebih tepatnya, Kaisar memeluk Airish dari arah belakang.
"Of course. Mommy akan ikut dengan Daddy untuk mencari makanan lezat," balas Airish dengan sumringah.
Membuat mata bulat Aiden berbinar seketika. Karena bocah lelaki itu sangat suka sekali dengan darah segar. "Come on, Aiden akan ikut dengan Mommy and Daddy."
Mendengar itu, Kaisar dan Airish terkekeh, lalu mengangguk kompak, mereka menggandeng tangan Aiden keluar dari rumah, dan terbang bersama, untuk mencari hewan liar yang hidup di sekitar hutan.
Sesampainya di hutan, Aiden langsung melepas pegangan tangan kedua orang tuanya, karena merasa tak sabar.
Dia berlari kesana-kemari untuk mengejar kelinci putih yang kebetulan dia lihat. Sementara Airish duduk di bawah pohon, untuk mengumpulkan darah yang berhasil Kaisar dapatkan.
"Mommy! Aiden dapat kelinci putih yang manis, apa boleh Aiden langsung memakannya?" Aiden berteriak dari tempatnya berdiri.
Mendengar itu, Airish menganggukkan kepala. "Makanlah, Baby. Kenyang kan perutmu selagi kau berada di sini."
Dia membuang tubuh kelinci itu begitu saja, setelah sari patinya sudah dia hisap sampai habis.
Hingga petang menjelang, mereka memutuskan untuk pulang. Namun, sebelum mereka terbang, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara lolongan serigala yang saling bersahut-sahutan.
Mereka mencoba untuk tidak peduli. Tetapi semakin mereka mengacuhkan, suara itu terdengar semakin nyaring, memekik hingga Aiden menutup kedua telinganya.
"Boy, are you okey?" tanya Kaisar.
Seketika bocah vampir itu memejamkan mata, penerawangannya melalang buana, sampai di titik rumah utama. Rumah yang menjadi tempat tinggal Airish dan Kaisar sebelumnya.
Aiden mengepalkan tangannya kuat, keningnya mengerut, dan penglihatannya terhadap rumah itu semakin terlihat jelas.
Deg!
Aiden membuka matanya dengan tiba-tiba, mengagetkan Airish dan juga Kaisar.
"Baby, ada apa?" tanya Airish cemas.
Apalagi saat melihat wajah putranya begitu pias
Nafas Aiden sedikit memburu. Dia menatap Airish dan Kaisar secara bergantian. "Apa sebelumnya, Daddy dan Mommy berhubungan dengan manusia?" tanya Aiden terbata.
Kedua vampir itu terperangah mendengar ucapan Aiden. Dari mana bocah lelaki itu tahu? Kompak, Kaisar dan Airish mengangguk.
"Kami memang berhubungan dengan mereka," jawab Kaisar apa adanya.
"Kalau begitu, kita harus menyelamatkan manusia-manusia itu, karena sekarang mereka sedang diserang oleh para manusia serigala," jelas Aiden sesuai dengan penglihatan batinnya.
Mata Airish dan Kaisar seketika terbelalak lebar. Mereka begitu tak percaya, bahwa Aiden memiliki penglihatan seperti Elena.
"Boy, are you lie?" tanya Airish, dia mencari kesungguhan dari sorot mata putranya.
"No, Mommy. Aku tidak berbohong, mereka semua terlihat ketakutan!"
Kaisar dan Airish saling memandang, dan akhirnya mereka mengangguk, keduanya percaya pada ucapan Aiden yang terlihat sungguh-sungguh.
Sore itu, Airish dan Kaisar akan pulang ke rumah utama, tanpa membawa Aiden. Karena sepertinya akan ada bahaya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa untuk senantiasa like dan komen 😍😍😍
Baby Aiden 🍭