
selamat membaca guys😄
semoga kalian suka dengan ceritanya 😉
Akhirnya Risa pergi dari hadapan Lee dan langsung menuju rumahnya. Saat Risa melangkah masuk kerumah terlihat ada yang duduk disofa sendirian seperti menunggu seseorang. Ternyata dia adalah Alex adiknya sambil menampakkan wajah kesal dan bibir manyunnya yang khas.
Kemudian Risa berjalan menghampiri adiknya itu dan langsung duduk disampingnya.
Saat berada disampingnya tidak ada kata - kata yang terucap dari adiknya itu. Lantas risapun akhirnya angkat bicara dan langsung menanyakan tentangnya.
" Lex kau kenapa? Kok wajahmu kusut sekali? " tanya Risa sambil memiringkan badan Alex yang sedang membelakangi dirinya.
Tak ada jawaban dari Alex. Risa akhirnya mempunyai ide untuk membujuk manja Alex.
Kenapa risa melakukan ini? Karena alex walaupun diluar sikapnya dingin tetapi kalau didalam hatinya seperti "hello kitty". Tanpa menunggu lama risapun langsung melakukan aksinya.
" sayang Alex.... ulu ulu ulu adik kakak kok mukanya ditekuk kayak gitu cih? Muka gantengnya jadi hilangkan? " goda Risa dengan manja tanpa ampun.
" ck, Apaan sih kak? Aku gak suka digituin! " jawab Alex ketus kepada kakaknya sambil melepaskan tangan Risa dengan kasar dari wajahnya.
" Alex kenapa? Alex marah ya sama kakak karna semalam gak pulang? " tanya Risa.
" kakak sudah tau kenapa masih bertanya? Ketahuilah kak, kami adikmu ini selalu mengkhawatirkanmu. Kakak dari mana saja? Kami kira kakak hilang tau? " ucap Alex kesal.
Mendengar perkataan Alex, Risa merasa menyesal. Sebagai kakak pertama dia telah meninggalkan adiknya sendirian dirumah tanpa permisi kepada mereka semua.
Dan pada akhirnya Risapun meminta maaf kepada semua adiknya terutama pada Alex adiknya itu yang selalu mengkhawatirkan Risa dari semalam.
" maafkan kakak ya Alex karna sudah buat kalian khawatir seperti ini! Semalam kakak hanya mencari bahan praktek saja dihutan. " jelas risa.
" tadi apa kakak bilang? Kakak mencari bahan praktek dihutan sendirian? Oh astaga? Pasti kakak taukan kalau Dihutan itu berbahaya, kenapa sampai nekat sekali kakak datang kesana?
Apa kakak gak bisa bilang sama aku biar dicarikan? " ucap Alex dengan perasaan terkejut dan panik kepada kakaknya itu.
" kakak gak mau merepotkan kalian? Jadi kakak cari sendiri aja. kakak tau kalian itu sibuk dengan aktivitas masing-masing jadi kakak gak mau menggangu kalian " ujar Risa jujur.
" kakak ini masih saja segan sama adiknya. Apa salahnya minta tolong hah? Yaudah lain kali jangan diperbuat lagi seperti itu ya kak Risa? " ujar alex mengingatkan.
" iya kakak janji gak akan buat seperti itu lagi terutama sama alex adikku yang paling khawatiran orangnya Iam sorry. Jadi kakak dimaafin nih? " ujar risa.
" sebagai perwakilan pada semua adik kak Risa Alex memaafkan kakak " ujar Alex.
Akhirnya Alex memaafkan Risa dengan syarat harus permisi dulu saat mau pergi kemanapun. Risa akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Alex menuju kamarnya untuk mengganti baju dan mandi.
        ••••■••••■••••■••••
Disamping itu Lee yang sedang melihat Risa sudah memasuki rumahnya. Ia pun langsung masuk kemobil dan bergegas pergi dari rumah Risa menuju kampus yang satunya lagi. Agar tidak kelamaan menuju kesana Lee melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sampai suara decit dari ban mobilnya itu terdengar.
Saat diperjalanan Lee masih memikirkan tentang mobil yang mengikutinya itu. Lee penasaran apa tujuan mereka mengikuti mobilnya itu.
Apakah sesuatu akan terjadi kepadanya dan Risa atau keluarganya? Banyak pertanyaan mengalir di pikiran dan benaknya hingga membuat kepalanya pusing.
Tiba - tiba bunyi handphone Lee berdering. Lalu Lee memberhentikan mobilnya kemudian mengambil handphonenya dari saku kemejanya dan langsung mengangkat panggilan tersebut.
" halo... apakabar Lee sudah lama kita tidak berjumpa? " jawab Yosep.
" Siapa kau? " tanya Lee penasaran.
" oh ternyata kau sudah lupa padaku! " jawab Yosep.
" lupa apanya aku saja tidak mengenalmu? mungkin ini salah sambung? " jawab lee terheran.
" sudahlah lupakan, langsung saja ke intinya. kau harus bersiap - siap Lee tidak lama lagi kau dan saudaramu akan mati ditanganku. Aku tau dimana kau berada? Mau pergi kemana pun kau, aku selalu tau karna banyak anak buahku yang selalu memata - mataimu " jelas Yosep.
" apa maksudmu ingin membunuhku? Kau kira segampang itu untuk membunuhku hah? Membunuhku tidak segampang mematahkan ranting " ujar Lee menantang.
" lihat saja nanti aku pasti akan membunuhmu ingatlah perkataanku tadi? Dan Persiapkan dirimu! " ujar Yosep.
" hmm... kau menantangku ya? ok aku akan bersiap dan aku tau sekarang kau adalah Yosep musuh ayahku dulu kan? " ucap Lee.
" akhirnya kau ingat juga hahahahaha.... ingat disaat berakhirnya percakapan ini anak buahku akan langsung menyerangmu. Terimalah hadiah dariku dan selamat menikmati. " ujar Yosep seringai sambil memutuskan sambungan teleponnya.
" tunggu dulu... aku belum siap bicara padamu. Halo..halo... brengsek memang tidak ada sopan santunnya. " jawab Lee jengkel.
Saat telepon telah berakhir tiba - tiba anak buah Yosep terlihat sudah berkumpul mengerumuni mobilnya. Tanpa menunggu lama anak buah Yosep langsung berdatangan menyerang dan menghancurkan mobil Lee.
Lee yang sedang berada didalam terguncang-guncang dan berusaha tetap tenang. Karna sudah tidak tahan lagi ia menahan emosinya akhirnya amarah Leepun keluar. Ia langsung menjebol atap mobilnya yang membuat para anak buah Yosep terpental jauh.
Lee pov
"Akhirnya aku bisa keluar juga dari mobil itu! hmm..... saatnya aku beraksi akan kuhabisi mereka semua. Mereka kira segampang itu untuk melawanku"
Akupun langsung menyerbu semua anak buah Yosep. Satu persatu aku habisi dengan serangan mautku dan tak lupa pula aku selalu membawa belati didalam saku jas untuk berjaga - jaga.
Karena terlalu banyak akhirnya kuputuskan untuk mengambil belati dari jasku dan menusukkannya pas dijantung mereka.
Seranganku tak pernah meleset sampai akhirnya anak buah yosep telah lenyap ditanganku. Mungkin bukan hanya ini saja yang akan melawanku nanti. Lebih dari ini bisa saja disuruh oleh Yosep untuk menyerangku.
Mugkin aku harus siap siaga supaya saat pasukan Yosep datang secara tiba - tiba akupun sudah stay ditempat. Hmm..... menakjubkan sekali.
akhirnya anak buah Yosep telah mati ditangan Lee. Mereka semua telah menjadi abu dan tidak ada satupun yang tersisa.
Setelah bertarung Lee tampak kelelahan. Tampaknya ia tidak bisa kekampus lagi karna waktunya sudah tidak cukup dan berniat meninggalkan tempat itu dan langsung menuju kastilnya.
Sesampai dikastil, lee langsung pergi kekamar untuk istirahat tanpa menghiraukan bajunya yang sudah berlumuran darah. Setelah sampai dikamar iapun langsung merebahkan tubuhnya dikasur yang empuk nan nyaman itu sambil memejamkan matanya yang sedang sayup.
" semoga saja waktu bisa cepat berlalu ".
******Vote and coment guys..
Maaf lama apdatenya karena author banyak tugas yang menumpuk tetapi itu tidak menghalangi author membuat cerita. Tetap follow ceritanya ya...
See you ...
Author ucapkan selamat berbuka puasa bagi yang menjalankan****** ;-)