My Husband Is A Vampire

My Husband Is A Vampire
Siapa kau?



Waktu menunjukkan pukul sembilan pagi, Kaisar sudah rapih dengan pakaiannya, sedangkan Airish masih terlihat berbaring di atas ranjang, dengan kedua bola mata yang tertutup rapat.


Gadis itu masih tidur.


Kaisar mengulum senyum, dia baru saja keluar mengambil sarapan pagi untuk istri kecilnya.


Makanan itu ia letakkan di atas meja nakas, sedangkan lelaki itu duduk di samping Airish. Mengurai rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu, dan satu kecupan mendarat di dahi sempitnya.


Layaknya orang bodoh, Kaisar tersenyum-senyum sendiri, sedangkan tangannya tak berhenti untuk mengelus puncak kepala Airish.


"Kau tidur jam berapa sih, kenapa tidak bangun-bangun juga, siapa yang membuatmu seperti ini, hem?" Tanyanya, yang ditanya bergeming, masih belum memberi reaksi apapun.


Tubuhnya yang polos hanya tertutup kain selimut, Kaisar menyibaknya hingga bahu putih itu terbuka.


Pelan, Kaisar mengecupinya, bertubi-tubi hingga bermuara di bibir tipis nan menggoda itu.


Dan pergerakan itu dirasakan oleh Airish, bahkan dia langsung reflek membuka mata. Kantuknya hilang, dengan suguhan wajah tampan suaminya, yang berjarak beberapa centimeter darinya.


Bibir itu masih menempel, dan detik selanjutnya, Kaisar menarik diri, mengusap bibir ranum Airish menggunakan ibu jari. "Rasanya masih sama, manis." Ucap Kaisar, setelah mengecup ibu jarinya sendiri.


Airish tersipu malu, pipinya merona. Ia menggigit bibir bawahnya, lalu kembali menyembunyikan diri dibalik selimut. Hanya rambut panjangnya yang terlihat menyembul.


"Bangunlah, Sayang. Sudah jam berapa sekarang, kau belum sarapan." Ucap Kaisar lembut, bahkan kata sayang itu, langsung membuat Airish bergerak salah tingkah.



Tanpa sadar kakinya menendang-nendang selimut, dan Kaisar menahan tawanya, melipat bibir itu ke dalam agar tidak pecah.



Ada apa dengan sikapnya? Kenapa berubah manis seperti ini, aku jadi ingin mencubit pipinya. Gumam Airish.


Airish mengintip Kaisar dari balik persembunyiannya. Gadis itu bisa melihat apa yang sedang Kaisar kerjakan, lelaki itu terlihat memegang piring yang penuh dengan makanan.


Dia menatap dengan lamat-lamat, hingga terdengar Kaisar buka suara.


"Berhentilah memperhatikanku, apa kau masih belum puas melihatnya semalaman?" Cibir Kaisar sambil mengaduk-ngaduk makanan yang ada di tangannya.


Tak dipungkiri sebenarnya dia pun gemas melihat tingkah Airish itu.


Apa? Bahkan dia yang paling bersemangat semalam. Aku kan hanya mengikuti apa maunya.


"Duduklah Sweetie. Kau perlu mengisi tenagamu, hari ini aku akan mengajakmu belajar berenang." Ucapan Kaisar langsung membuat Airish menyibak selimutnya, dan kembali menatap Kaisar.


Apa dia tidak salah dengar? Belajar berenang?


"Tuan, tapi aku tidak suka berenang. Aku hanya suka main air." Airish terdengar merengek, karena untuk seumur hidupnya, dia paling tidak suka olahraga satu ini, bahkan gara-gara olahraga itu, Airish hampir saja mati.


"Kau akan suka, karena ada aku." Balas Kaisar enteng, lalu membantu Airish untuk bangkit, duduk dan bersandar di kepala ranjang.


Gadis itu memegangi selimutnya agar tidak merosot. Sedangkan Kaisar memintanya untuk membuka mulut. "Buka mulutmu." Pintanya seraya mengarahkan sendok berisi makanan itu ke arah Airish.


"Tuan, biar aku saja. Aku bisa makan sendiri." Tolak Airish halus.


Kaisar mendesah kecil, dia paling tidak suka dibantah, tapi kenapa Airish tidak mengerti juga.


"Buka mulutmu, atau ku tarik selimut itu." Ancam Kaisar. Dan akhirnya yang mampu Airish lakukan hanyalah menurut, dengan malu-malu dia membuka mulutnya, dan menerima suapan dari tangan Kaisar.


"Tuan sudah makan?" Tanya Airish sambil mengunyah.


"Berhentilah bicara, nanti kau tersedak. Aku sudah makan lebih dulu." Tegur Kaisar, dan sampai seterusnya, lelaki itu menyuapi istri kecilnya dengan telaten, bahkan hingga makanan itu tandas.


Terakhir, Kaisar mengelap pinggiran mulut Airish menggunakan ibu jarinya, lalu menjilatinya pelan, hingga makanan itu tak tersisa sedikitpun di bibir Airish.


"Bersiaplah, Sweetie. Aku akan menunggumu di kolam renang." Ucap Kaisar sebelum ia bangkit dari atas ranjang.


Kaki jenjang itu melangkah keluar, meninggalkan Airish dengan jejuta debaran di dada yang membuncang hebat.


Dia memegangi pipinya yang merona, menggigit bibir, seraya menjejak-jejakan kaki gemas.


Ah, bedebah gilaku manis sekali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seperti perkataannya beberapa saat lalu, Kaisar benar-benar sudah menunggu Airish, di kolam renang yang berada di tengah-tengah rumah besar itu.



Gadis itu bisa melihat Kaisar yang bertelanjang dada, membelakangi dirinya. Airish melangkah pelan-pelan, ia nampak ragu, tapi tetap tidak bisa menolak.


"Tuan," panggil Airish saat dirinya sudah ada di tepian kolam.


Kaisar menoleh, dilihatnya Airish yang memakai jubah mandi, dengan kaki telanjang, serta rambut yang digulung tinggi.


Lelaki itu mengulum senyum. "Buka jubahmu, kemarilah." Kaisar mengulurkan tangannya.


Airish bergeming, jujur dia masih takut, takut tenggelam, seperti waktu dia mengikuti praktek olahraga renang.


Kalau kolamnya cetek sih tidak masalah, ini berbeda, bahkan Kaisar yang lebih tinggi darinya, tenggelam hingga sebatas dada.


"Ada aku, jangan takut, kemari aku akan mengajarimu. Setelah itu kita praktek di pantai."


Glek!


Di pantai? Kalau aku tergulung ombak bagaimana?


"Sweetie, cepatlah. Jangan membuatku menunggu." Ucap Kaisar sekali lagi, nampaknya kesabaran itu mulai menipis.


Dengan kaki yang bergetar, Airish membuka jubah mandi yang ia kenakan. Menyisakan bikini seksi yang menutup kedua inti tubuhnya.


Kaki jenjang itu mulai turun ke air, dengan sigap Kaisar memegangi lengan Airish. Begitu berhasil masuk ke dalam kolam itu, Airish langsung mengalungkan tangannya erat di leher Kaisar.


Menempel seperti benalu. Membuat lelaki itu terkekeh, merasa lucu.


"Rileks, gerakan kakimu pelan-pelan. Aku akan memegang tanganmu." Titah Kaisar, dan Airish malah menggelengkan kepalanya.


Tidak mau!


"Sweetie, tidak akan terjadi apapun." Kaisar membujuk dengan nada lembut, tidak seperti biasanya.


Dan kali ini, Airish mencoba memberanikan diri. Menatap wajah Kaisar dengan senyum tipis dan mulai menggerakkan kakinya pelan-pelan.


"Ya seperti itu," ucap Kaisar dengan wajah sumringah, membuat Airish bersemangat, dan keberanian itu semakin bertambah.


Hingga saat Kaisar perlahan melepas pegangan tangannya, Airish mulai bergerak sendiri, dia mengayuh kedua kakinya, sesuai yang diajarkan oleh suaminya.


Dan beberapa saat kemudian, kepala Airish menyembul, dengan nafas yang terengah, Kaisar langsung memeluk pinggang ramping itu, agar Airish tidak kembali gugup.


"Bagaimana? Sudah bisa?"


Pelan, Airish mengangguk. Dia mengulum senyum, bangga pada dirinya sendiri, dia ingin mencobanya lagi, dan Kaisar mengangguk menyetujui.


Dan semua kebahagiaan-kebahagiaan itu, terus Airish dapatkan hingga menjelang sore hari. Matahari sudah condong ke arah barat, tetapi senyum gadis itu sama sekali belum menyurut.


Kaisar benar-benar memanjakannya hari ini, membawa dia mengelilingi lautan menggunakan kapal kecil yang di desain mewah.


Bahkan mereka sesekali bercumbu, layaknya pasangan suami istri yang saling mencintai.


Malam itu, Airish duduk di depan meja rias, dia sedang menyisir rambut panjangnya yang terlihat setengah basah.


Sedangkan sang suami, masih membersihkan diri, di kamar mandi.


Dengan bersenandung kecil, Airish terus memandangi pantulan wajahnya, yang ada di dalam cermin.


Hingga Kaisar keluar, lelaki itu langsung memeluk tubuh Airish dari arah belakang. Dan menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu.


Airish mengulum senyum, hingga di detik selanjutnya senyum itu perlahan sirna. Saat dia melihat ke arah cermin, ternyata tidak ada bayangan suaminya.


Gadis itu tertegun.


Airish melirik ke bawah, dimana tangan Kaisar masih melingkar sempurna. Namun, saat di melihat ke depan, dia benar-benar hanya sendiri. Dia tidak melihat Kaisar ada di belakangnya.


Tubuh Airish tiba-tiba bergetar hebat, pelan dia melepaskan pelukan Kaisar, dan menatap lelaki itu dengan sorot ketakutan.


"Siapa kau?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayo siapa?


Yang votenya nganggur, boleh lempar buat Airish sama Kaisar yah, hatur tengkyuu 🙏


Salam anu 👑