
Esok harinya Airish dan Kaisar kembali ke markas. Tetapi sebelum berangkat mereka harus diinterogasi dulu oleh sang anak.
"Mommy, Daddy kalian mau ke mana?" tanya Aiden yang sudah menghadang di depan pintu, bila kedua orang tuanya pergi, pokoknya dia ingin ikut.
"Baby, kita ada urusan sebentar, Aiden di rumah saja yah," balas Airish sambil mengusap surai kecoklatan putranya.
Namun, bukannya mengiyakan Aiden justru menggeleng. "No. I want to follow you."
"Baby, tapi ini urusan orang dewasa. Aiden kan masih kecil."
"I don't care, Mom."
Airish menghela nafas, kalau sudah ngambek begini urusannya pasti panjang. Aiden tidak akan mungkin diam di rumah, anak ini pasti mencari celah untuk kabur dan mencarinya.
Airish menatap ke arah Kaisar dan lelaki itu mengangguk, mengizinkan Aiden agar ikut.
"Oke, don't naughty, kamu boleh ikut dengan Mommy dan Daddy," ucap Airish dan senyum Aiden langsung mengembang.
Ketiganya melesat bersama, hingga tak butuh waktu lama kaki mereka menapak kembali di bumi, tepat di mana markas besar milik Kaisar berada.
Untuk pertama kalinya pula, Aiden ke mari, dia terus memperhatikan sekitar, memindai setiap apa yang dia lihat. Tak terkecuali para pengawal yang berbaris rapih menyambut mereka.
Di sana asisten Joni sudah menunggu, dia telah menyiapkan semuanya. Sebuah pertunjukan yang begitu menyenangkan hari ini.
"Tuan, Nyonya, Tuan muda," sapa Joni sopan sebelum mereka masuk ke dalam.
Kaisar, Airish dan Aiden mengangguk kompak lalu melangkah semakin ke dalam, di mana mereka bisa melihat satu tubuh iblis berbentuk manusia sudah digantung di atas crane.
Sementara di bawahnya kandang kosong yang belum terisi apa-apa.
Melihat itu, senyum Kaisar mengembang. Dia menepuk bahu Joni beberapa kali. "Kerja bagus, Jon." Puji lelaki itu.
Dan dia mulai mendekat, ke arah Roger yang ternyata tengah digantung di atas crane itu dengan mulut yang disumpal.
"Siapkan mentalmu untuk bertemu Raja neraka, Brother," ucap Kaisar dengan tersenyum smirk.
Roger meronta-ronta menggerakkan tubuhnya. Membuat rantai itu terombang-ambing. Dan hal itu disaksikan secara live oleh Jane.
Masih sama seperti kemarin, dia diikat di sebuah kursi, dan di minta untuk melihat bagaimana kejamnya Kaisar dalam membabat habis musuhnya.
"Dia adalah orang jahat, Sayang. Tapi berkat dia, mommy jadi memilikimu."
"Kalau begitu dia orang baik dong, Mom."
"Aiden berhenti membela badjingan itu. Kita lihat saja, Maxim dan Katy akan berlomba. Jon keluarkan mereka!" titah Kaisar.
Dan seketika seekor singa jantan, dan juga cheetah diboyong untuk masuk ke dalam kandang, di mana atapnya langsung mengarah ke Roger yang digantung di atas sana.
Melihat itu, tubuh Roger langsung gemetar. Dengan netra yang membola. Sudah dipastikan dia akan habis dilahap jika rantai crane ini diturunkan.
"Selamat berlomba Katy, Maxim," ucap Jon menyeringai ke arah Roger, menakut-nakuti.
"Let's play, kita lihat siapa yang menang!" pekik Kaisar memberi instruksi.
Dan rantai itu mulai diturunkan, seketika di bawah sana mulai tak sabar. Mereka menunggu makanan datang.
Baru setengah crane itu turun, Maxim langsung menunjukkan aksinya, dia melompat dan mencoba menggapai tubuh Roger.
Hingga sebuah cabikan yang terasa menyakitkan langsung dia dapatkan.
Dia tidak bisa berteriak, karena mulutnya yang ditutup rapat. Dia hanya bisa bergumam tidak jelas, dan sangat ketakutan.
Melihat itu, Kaisar dan Jon tertawa, sementara Airish hanya terkekeh. Aiden yang tak mengerti urusan malah bergeming, dan menatap bosan.
Roger terus dipermainkan, hingga tubuhnya berlumur darah sana-sini. Karena mendapat serangan dari Maxim dan Katy.
Hingga saat Kaisar merasa puas. Lelaki itu menyeringai setan dan berteriak. "Turunkan!"
Clang!!!
Krahhh!!!
Katy dan Maxim langsung rebutan. Mereka mencabik-cabik tubuh Roger dengan brutal dan memakannya begitu lahap. Mereka terus seperti itu, hingga daging itu habis tak tersisa.
Hari ini habislah riwayat lelaki badjingan itu.