
selamat membaca guysđ
semoga kalian suka dan tidak bosan dengan ceritanyađ
Disisi lain Alex yang tidak bisa tidur karena masih terus memikirkan tentang peristiwa penculikan kakaknya yang mendadak membuat dirinya merasa menyesal dan tidak becus menjaga keluarga kecil yang selama ini damai dan tentram. rasa itu terus saja dirasakan Alex tiada hentinya.
05.30 am
*Akupun terbangun dari tidurku dan langsung menuju kamar mandi. Selepas mandi aku pergi menuju dapur untuk memasak sarapan. Karena aku tahu kalau kak Risa itu masih lelah. jadi akulah yang menggantinya untuk sementara.
Lalu tanpa menunggu lama akhirnya masakan untuk sarapan telah selesai. Dan langsung kuhidangkan dipiring dan meletakkannya ke meja. Semua telah lengkap dimeja dan menunggu orang yang menyantapnya saja.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 a.m akupun bergegas pergi untuk membangunkan semua saudaraku. Satu persatu kudatangi kamar mereka dan tampaknya mereka sudah bangun dan memberi jawaban atas teriakanku. Dan yang terakhir adalah kamarnya kak Risa. Akupun mulai mengetuk pintu kamarnya.
" tok...tok...tok... kak Risa bangun sudah pagi! Sarapan sudah siap kumasak jadi nanti tinggal turun aja kebawah ya kak? " pinta Alex.
Akupun heran kenapa tidak ada jawaban dari kak Risa. Karena penasaran akupun dengan lancangnya memasuki kamar kak Risa dan terkejutnya diriku saat melihat kak Risa tidak ada didalam. " Mungkin sedang mandi " pikirku.
Akupun mencoba memanggilnya tetapi hasilnya nihil. Kucoba untuk mencari kesetiap sudut ruangan tapi tetap saja tidak ada. Lalu akupun keluar dan memanggil semua saudaraku. " semuanya keluar Monica, Silvia, Jhon ! " teriak Alex panik.
Akhirnya merekapun datang. " ada apa Alex kenapa teriak-teriak begitu? " tanya Silvia keheranan dengan adiknya ini.
" aku mau tanya apakah kalian melihat kak Risa ataukah dia sedang bersama kalian? " tanya Alex ketakutan.
Mereka semua terkejut dan terheran saat mendengar pertanyaan dariku.
" emangnya kak Risa kemana? kok bisa gak ada dikamarnya? " tanya Jhon dengan ekspresi wajah datar.
" entahlah kakak juga gak tau kakak kira kak Risa bersama kalian! Ayo kita keruang tamu untuk menelpon polisi. " ujar Alex pergi meninggalkan adiknya.
" kak Alex tunggu dulu mana tau kak Risa lagi keluar untuk olahraga atau dia sedang membeli sesuatu? " ucap Silvia.
" kalau kak Risa keluar untuk olahraga mana mungkin pintu depan masih terkunci! " ucap Alex ketus karena bingung.
" yaudah coba aja kita tunggu mana tau kak Risa pulang? " ujar Silvia.
Mendengar perkataan kak Silvia akupun menyetujuinya. Saat sudah lama kami menunggu tetapi tak ada tanda-tanda kedatangan dari kak Risa. Mau tak mau terpaksa kami harus menelpon polisi supaya kak Risa dapat ditemukan*.
Tiba tiba ada suara ketukan pintu dari ruang tamu yang membuyarkan lamunan Alex. Lalu Alex menjawab suara ketukan itu.
" siapa itu? " tanya Alex penasaran siapa yang datang pagi pagi kerumahnya.
Tak ada jawaban dari ketukan itu lantas Alex bangkit dari tempat duduknya dan langsung mengambil balok yang ada di balik pintunya lalu mengambil posisi seperti detektif.
Alex mulai menyentuh kenop pintu lalu ditariknya kebawa secara perlahan. Kemudian..
" kyaaa.... rasakan ini! Siapa kau berani-beraninya datang tanpa bersuara! Kalo mau maling jangan disini? Disini gak ada barang yang berharga semuanya barang rongsokan. Sana pergi kau? " ujar Alex mengarahkan balok kepada Eveline.
Dengan sigap Eveline menghindar dari pukulan Alex yang tak karuan itu. Para warga berdatangan karena mendengar teriakan Alex.
" hei hentikan! apa yang kau lakukan? Aku ini bukan maling main mukul sembarangan aja! Tengok dulu orangnya siapa? Lihat tuh gara gara kau banyak orang yang melihat. " kesal Eveline dituduh maling.
" siapa kau? Ada urusan apa kau datang kesini? " tanya Alex mengintimidasi.
" saya adalah kakaknya Lee. Tujuan saya kesini untuk memberikan informasi sesuatu yang penting pada kalian! Tapi sebelum itu bolehkah saya masuk? " ujar Eveline.
" ok kau boleh masuk! " ucap Alex mempersilahkan masuk kepada Eveline.
" silahkan duduk! sekarang apa yang mau kau sampaikan? " tanya Alex penasaran.
" begini perkenalkan namaku adalah Elena Eveline thompshon. Biasa dipanggil Eveline. Jadi tujuanku datang kesini untuk menyampaikan sesuatu tentang informasi hilangnya kakak kalian. " ujar Eveline.
" tunggu dulu kenapa kau tau kalau kakak saya hilang? Sementara saya sama sekali belum menyebarkan berita hilangnya kakak saya? " tanya Alex mulai curiga kepada Eveline.
" ya saya tau tentang kakakmu karena adik saya pernah dekat dengannya. kuberitahu ya Sekarang kakakmu berada dipenjara bawah tanah. Dia sedang disiksa oleh Yosep yaitu musuh ayahku. " ujar Eveline.
" apaaa...!!! kakakku berada dipenjara bawah tanah? Itu gak mungkin terjadi? Bagaimana bisa kakakku dibawa ke tempat itu? " geram Alex.
Karena suara teriakan Alex terdengar kuat sekali. Tiba tiba Semua adiknya berdatangan keruang tamu.
" kenapa kak Alex teriak kuat sekali? Apa ada yang terjadi denganmu kak? " tanya Monica dengan ekspresi datar.
" iya nih ganggu orang aja! " gerutu jhon.
" iya sorry udah ganggu kalian semua. Jadi tadi kakak teriak karna terkejut soalnya informasi tentang kak Risa sudah dapat. " ujar Alex.
" apaaa.... kak Risa sudah ditemukan! Syukurlah kalau begitu jadi kita bisa lega yakan. Sekarang kak Risa ada dimana kak? " tanya Monica senang.
Mendengar pertanyaan dari adiknya Alex hanya diam dan tersenyum karna dia tau kalau nanti keberadaan kakaknya diberitahu pasti semua adiknya akan merasa sedih. Jadi Alex hanya menjawab dengan kalimat yang membuat adiknya tidak khawatir.
" sekarang kalian tidak usah khawatir? Kak Risa sekarang tinggal dirumah kakak ini?" sambil menunjuk arah ke Eveline.
Eveline sempat terkejut mendengar pernyataan yang dibuat oleh pria yanga ada dihadapannya itu. namun semua itu dihiraukan begitu saja dan ia langsung melambaikan tangannya kepada semua saudara Alex. Sepertinya ada rasa terheran dari salah satu saudaranya Alex kepada Eveline.
Eveline menjawab pertanyaan dari Silvia tetapi sebelum itu ia memperkenalkan diri dahulu baru memberitahu tujuannya kerumah tersebut.
Skip...
Setelah berbincang lama kemudian datang sekelompok polisi menuju rumah Alex.
" selamat pagi pak ? Bagaimana kabar bapak hari ini? " tanya komandan kepolisian itu.
" kabar saya baik silahkan masuk pak anggap saja rumah sendiri? " ujar Alex mempersilahkan masuk.
" bagaimana apakah sudah ada kabar dari peristiwa penculikan dari kakakmu? "Tanya komandan itu.
" sudah pak saya mendapat kabar dari perempuan itu namanya Eveline. Dia adalah kakak dari teman kakak saya. " jelas Alex.
" begitukah? Hmm.... coba jelaskan kepada saya? " tanya komandan tersebut dengan tatapan mengintimidasi.
Sebelum Alex memberitahu tentang keberadaan kakaknya, Alex meminta kepada saudaranya masuk kedalam kamar dengan syarat" jangan ada yang keluar". Dan peringatan tersebut akhirnya disetujui oleh mereka semua. Setelah Alex memberi peringatan kepada saudaranya, Alex langsung menuju ruang tamu dan langsung menceritakan secara detail kepada komandan itu.
" apakah saya boleh bertanya kepada saudara Eveline? darimanakah saudara bisa tahu keberadaan kakak dari bapak Alex ini? " tanya komandan itu.
Mendengar pertanyaan itu Eveline terkejut mana mungkin dia memberitahu kepada komandan itu kalau dia adalah vampire yang memiliki kemampuan yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa.
Lantas Eveline berpikir sejenak agar dia bisa menjawab pertanyaan komandan itu tanpa ada rasa curiga. Iapun menjawab pertanyaan komandan tersebut dengan seadanya, jelas, padat dan tepat.
Pertanyaan terus dilontarkan kepada Eveline sampai akhirnya komandan itu mengerti dengan semua jawaban yang diberikan Eveline.
" terimakasih atas jawaban dari saudara Eveline semoga dari informasi yang saudara berikan bisa kami lacak dengan mudah pelaku yang bernama Yosep ini. " ujar komandan itu.
" ya sama sama pak mudah mudahan saja. " ujar Eveline.
" kalau begitu saya pamit dulu? Selamat pagi " ujar komandan beranjak pergi dari rumah Alex.
" terimakasih karna sudah datang kesini pak? " ujar Alex sambil memberi salam.
" ya sama sama. " ujar komandan pergi menuju mobil dan memasukinya kemudian berlalu pergi dari rumah Alex.
Akhirnya sekelompok kepolisian telah pergi dari rumahnya. Saat kepergian polisi tersebut sudah terlihat jauh. Lalu Alex masuk kerumahnya dan berbicara kepada Eveline kembali. Alex meminta kepada Eveline supaya mau membantunya dalam pencarian kakaknya Risa.
" Eveline aku mau minta tolong samamu? Bantu carikan kakakku Risa, aku mohon tolong ya bantu kami karna tanpa dia...... ahh sudahlah yang penting kau maukan menolongku? " ujar Alex memohon.
Berfikir sejenak...... setelah itu...
" ok aku akan menolong kakakmu tapi ada syaratnya! " pinta Eveline.
" apapun syaratnya pasti akan kukabulkan tapi kakakku harus ditemukan? " jawab Alex sedang menundukkan kepala seperti menyesali sesuatu.
" ok baiklah. Syaratnya adalah adikku harus menikah dengan kakakmu, bagaimana dengan syarat yang saya buat? " ujar eveline menawarkan.
" apa! Tunggu dulu? Pasti dia tidak akan setuju kalau aku bilang padanya tentang pernikahan. " jelas Alex.
" kau tidak usah khawatir karena pernikahannya akan diadakan saat bulan merah dan semua itu akan aku urus kau tenang saja? " jawab Eveline dengan tenangnya.
" bulan merah? Emangnya ada ya bulan merah dijaman sekarang? Hmm... dari pada penasaran aku tanya saja pada eveline." Ujar Alex dalam hati.
" kalau boleh tau bulan merah itu apa ya? Coba jelaskan! " tanya Alex.
" nanti kau akan tau saat acara pernikahan dimulai. Jadi bagaimana setuju tidak dengan tawaran saya tadi? " tanya Eveline.
" ok kalau begitu aku setuju dengan tawaranmu. " jawab Alex. Demi keselamatan kakaknya Risa Alex menyetujui syarat yang diberikan oleh Eveline walau dengan keadaan terpaksa.
Â
 Disisi lain.....
Keadaan Risa semakin terpuruk ia selalu disiksa tanpa diberi istirahat. Rasa sakit yang dialami tidak dirasakannya lagi. Ia selalu berharap dan terus berharap kalau ada seseorang yang bisa menolongnya keluar dari neraka ini.
Sewaktu itu datanglah Yosep kedalam penjara dan memberitahukan kepada semua pengawalnya untuk beristirahat. Mendengar seruan dari yosep napi lain dan Risa merasa lega karna ia bisa beristirahat tanpa disiksa lagi. Tanpa disadari Risa ternyata Yosep sudah tiba didalam kurungannya dan menghadap kepadanya.
" sebenarnya aku merasa kasihan padamu yang selalu disiksa tanpa henti. Tapi sebaliknya kau yang tidak ada rasa kasihan padaku hanya untuk membantuku saja mulutmu susah berbicara.
sekarang kau kubebaskan tapi bukan bebas dari tempat ini hanya kau bebas untuk membantuku saja. Aku anggap dengan siksaan itu kau menyetujui perintahku! " ujar Yosep lirih.
Risa hanya diam dan mau tidak mau dia harus mengikuti kemauan Yosep demi bisa menghirup udara bebas diluar sana. kemudian Yosep memanggil para pembantunya untuk datang kesini. saat pembantunya telah sampai ia memerintahkan untuk membawa Risa untuk membersihkan Risa supaya terlihat tidak begitu buruk. perintahpun dilakukan langsung oleh pembantu tersebut. dan kemudian membawa Risa keluar dari penjara menuju ruangan yang disediakan untuknya membersihkan diri.
Saat hari itu juga para pembantu Yosep melayani Risa. Saat ini tubuhnya sudah terlihat bersih dan wangi serta sudah memakai baju pilihan Yosep. Ia juga didandani dengan sangat cantik seperti bidadari. Dan dia juga diberi ramuan obat untuk tetap bugar dan sehat. Ketika semuanya selesai disitu pula ia akan beraksi untuk membawa Lee dihadapan Yosep. Memang kalau mau hidup itu butuh perjuangan dan pengorbanan bukan.
Vote and coment ya
Maaf kalau ceritanya gaje dan banyak typony.
Tolong dimaklumi ya guys.