
Setelah urusannya di markas telah selesai, Kaisar kembali pergi, dua pengawal sigap di belakangnya.
Namun, Kaisar menolak, dia akan pergi sendiri. Dengan menerobos pekatnya malam, Kaisar menyusuri hutan belantara.
Tempat, dimana keluarga vampirnya berada. Tak hanya ada hewan buas, banyak sejenis makhluk tak kasat mata juga disana.
Namun, siapa yang tak mengenal Kaisar? Dia telah terkenal dimana-mana, entah di alam manusia, ataupun di alam makhluk yang sejenis dengannya.
Blagh!
Kaisar sampai di sebuah rumah besar yang ada di tengah-tengah hutan. Tanpa menunggu apapun, ia langsung masuk ke dalam sana.
Terlihat, hanya ada Kibrit, sang ayah yang sedang berada di ruangannya. Membuat beberapa ramuan, dengan campuran darah hewan hasil berburunya tadi sore.
"Hello, Dad. Kemana semua orang?" Sapa Kaisar pada Kibrit, membuat lelaki itu menoleh sekilas, lalu melanjutkan kembali aktivitasnya. Mengaduk-ngaduk cairan yang sedikit kental itu, agar tercampur rata.
"Mereka masih berburu, Kai. Kenapa kau pulang? Apa ada masalah disana?" Tanya Kibrit, tangannya masih sibuk, kini berganti menuangkan ramuan-ramuan itu, ke dalam botol-botol yang tersedia.
Kaisar membaringkan tubuhnya di atas sofa. Menyangga kepala dengan kedua tangan sambil memperhatikan kegiatan sang ayah.
"Aku habis bertarung dengan para serigala." Balas Kaisar. Seketika tangan Kibrit berhenti bergerak. Kemudian menatap sang putra. Ada tanda tanya besar di keningnya.
"Apa yang membuat kalian bertarung? Kau membuat masalah? Atau mereka yang membuat masalah denganmu?" Tanya Kibrit menyelidik.
Melihat Kaisar hanya bergeming, Kibrit meninggalkan pekerjaannya, melangkah ke arah Kaisar yang tengah duduk di atas sofa.
Mumpung hanya ada mereka berdua, Kaisar memberanikan diri untuk bercerita. Karena tentang darah suci itu, hanya Kaisar, Kibrit dan Elena yang tahu.
Sedangkan Rose, Jack, dan Chris. Tidak ada sekalipun dari mereka tahu tentang hal ini.
Kibrit, lelaki itu duduk berhadapan dengan Kaisar. Dia mendengarkan semua yang terjadi pada putranya tersebut.
Tentang seorang gadis yang memiliki darah suci, Airish.
Tanpa mereka duga, ada sepasang telinga yang mendengar cerita fantastis itu. Membuatnya tertarik, dan menyeringai penuh.
Keabadian? Sepertinya aku harus merebut keabadian itu, sebelum Kaisar.
"Kau harus hati-hati, Kai. Dewa Aaron tidak hanya ingin mengambil itu darimu, tetapi juga nyawamu, kau harus ingat, dia masih menyalahkanmu atas kematian Serena." Terang Kibrit, memberi peringatan pada sang anak untuk senantiasa berhati-hati dengan Dewa Aaron.
Sama halnya dengan Kaisar, lelaki itu juga terkenal mematikan. Apalagi jika sudah menyangkut tentang dendam.
Kaisar mengangguk-anggukan kepalanya. Tanda mengerti dengan ucapan sang ayah. Lalu ia kembali memegangi dadanya yang beberapa kali merasakan nyeri.
"Dad, aku ingin meminta ramuanmu." Ucap Kaisar meringis.
Kibrit menoleh, tatapannya mengarah pada dada Kaisar.
"Kenapa? Kau terlalu banyak makanan manusia? Hingga membuat dadamu sakit?" Tebak Kibrit, karena memang beberapa kali Kaisar telah meminta ramuan itu, dengan alasan yang sama.
Kaisar mengangguk sebagai jawaban. "Gadis itu yang menyuapiku banyak makanan."
Mendengar itu, Kibrit justru terkekeh, alasan yang masih sama, hanya saja, kali ini seorang gadis yang memaksa Kaisar untuk memakan makanan manusia, bukan lagi kedua orang tua angkatnya.
"Kenapa Daddy tertawa?" Cetus Kaisar tidak suka.
Dan Kibrit langsung menyelesaikan kekehannya. "Hati-hati Kai, makanan manusia bisa membuat jantungmu membeku. Dan ingat, jangan sampai gadis itu membuatmu jatuh cinta."
Mendengar petuah sang ayah, Kaisar justru berdecih. "Cih, mana mungkin aku jatuh cinta padanya." Kaisar mengelak, melengoskan wajah.
Dan hal itu semakin membuat Kibrit tak mampu untuk menahan tawanya. "Kau tidak pernah mendengar kisah cinta antara vampir dan manusia?"
Kaisar menggeleng cepat, sama sekali tidak percaya dengan bualan ayahnya.
"Tidak! Tidak ada kisah cinta yang seperti itu. Lagi pula, aku ini tidak punya hati, mana mungkin aku mencintainya."
"Baiklah, kita lihat saja ujungnya. Sebesar apa kekuatanmu, menolak pesona seorang gadis pemilik darah suci."