My Husband Is A Vampire

My Husband Is A Vampire
Berenang di laut



Di sebuah dermaga. Kaisar mengajak Airish naik ke sebuah yacht miliknya. Di tempat tersebut, tidak ada siapapun selain mereka berdua, sesuai keinginan Kaisar.


Mulut Airish menganga, dan dia hanya menurut, saat lelaki itu mengulurkan tangannya, dan membawa tubuhnya naik ke atas salah satu kendaraan, yang mengapung di air itu.



Semuanya selalu tampak mewah, cocok dengan lelaki satu ini yang selalu tampil sempurna. Mau memakai pakaian seperti apapun, Kaisar tetap saja tampan di mata Airish.


Hentikan pikiran konyolmu Airish! Bisa-bisa dia semakin besar kepala. Otak warasnya mulai memaki.


"Kenapa? Kau mau memujiku tampan tapi kau malu?" Kaisar meledek seraya melangkah ke arah kemudi, tetapi matanya setia melirik-lirik Airish.


Yang dilirik menunduk dengan pipi merona, berjalan pendek-pendek mengikuti langkah suaminya itu. Ketika dia akan mendudukan dirinya di samping Kaisar, lelaki itu buru-buru menarik Airish, hingga gadis itu sukses duduk dipangkuannya.


Gadis itu sedikit terkejut, tetapi ucapan Kaisar membuatnya tak bisa menolak apapun yang dilakukan suaminya itu.


"Seperti ini akan lebih nyaman, Sweetie." Ucap Kaisar dengan seringai kecil.


"Memangnya kita mau kemana, Tuan? Dan kapan kau menyiapkan kendaraan ini?" Tanya Airish, matanya mengelilingi setiap sudut.


Semuanya tidak ada yang murah, bahkan terkesan lengkap, layaknya sebuah rumah yang mengapung di laut lepas.


Sebelum menjawab, Kaisar memegang kedua sisi pipi Airish, mengecupnya bergantian dan membuka topi yang dikenakan gadis itu. "Aku akan menunjukkan sesuatu lagi padamu. Dan untuk semua ini." Jari telunjuk Kaisar berputar. "Sudah ada sebelum kau datang kemari." Tangan Kaisar berganti memegang kemudi, lalu mulai melajukan yacht tersebut menuju ke tengah laut.


Kemarin mungkin mereka hanya mengitarinya dengan sebuah kapal, tapi kali ini, Kaisar akan membawa Airish menikmati keindahan ruang bawah laut yang sangat mempesona. Sekaligus mengetes kemampuan berenang gadis itu.


"Apa kita akan mengitari laut ini lagi?" Tanya Airish, dia mencari posisi duduk ternyaman, kepalanya menyandar di dada Kaisar.


"Tidak, tapi kita akan turun ke bawah sana." Balas Kaisar, dia menunduk ingin melihat wajah Airish, raut gadis itu tampak bertanya-tanya.


Dengan matanya yang mengerjap lucu, membuat Kaisar selalu gemas. Lelaki itu menarik hidung Airish pelan, lalu menyembunyikan kepala istrinya itu ke dada bidangnya.


Setelah itu, Airish tidak banyak bertanya lagi, dia hanya tersenyum-senyum dibalik dada bidang itu, senang atas sikap manis Kaisar terhadapnya.


Hingga mereka sampai di tengah laut. Kaisar menghentikan yacht tersebut. Suasana nampak tenang, dengan sinar mentari yang tampak terang menyinari bumi.


Kaisar mengajak Airish untuk bangkit, dan naik ke atas deck. Di sana Kaisar membuka bajunya, menyisakan dada bidang polos dengan celana ketat yang tengah ia kenakan.


"Tuan, kau mau apa? Bukankah kau tidak bisa terkena sinar matahari langsung?" Wajah Airish tampak cemas.


Tetapi Kaisar justru menikmati raut cemas itu. Tanpa menjawab, Kaisar menjauh dari tubuh Airish. Pantulan sinar terang itu menerpa tubuh Kaisar.


"Lihatlah keajaiban suamimu, Sweetie." Ucap Kaisar seraya merentangkan tangannya. Matanya memejam, sedangkan tubuhnya mulai ditumbuhi akar keemasan.



Note : Anggep aja ada emas-emasnya.


Mulut Airish langsung menganga, kedua netranya menatap lekat Kaisar dengan begitu takjubnya. Seolah tak pernah habis, lelaki itu selalu memiliki sesuatu yang jauh dari pemikiran otaknya.


Dia kira, Kaisar akan terluka jika terkena paparan sinar matahari langsung. Tetapi ternyata dia salah, Kaisar justru terlihat semakin indah.


"Tuan, apa itu api?" Tanya Airish polos, dia mendekat ke arah Kaisar, ingin menggapai tubuh lelaki itu.


"Ini emas, Sweetie." Kaisar menarik tangan Airish untuk menyentuh lehernya. Dan saat dia merasakan keajaiban itu, tubuh Airish bergetar, bagai disengat, dia merasakan tubuhnya tertarik, dan terikat kuat.


Tubuh keduanya sudah merapat sempurna. Bukan, ini bukan keinginan Airish, tetapi seolah telah menyatu dengan suaminya, Airish tak bisa jauh dari lelaki itu.


Ajaib! Ini benar-benar ajaib!


Kaisar tersenyum, memandang lekat wajah Airish yang berjarak hanya beberapa centimeter darinya. "Kau ingin mengetahui semua tentangku bukan? Dan kau sudah mengetahui semuanya, dan sekarang kita sama-sama lompat ke bawah." Ucap Kaisar.


Netra Airish membulat sempurna.


Belum sempat menjawab, tubuh Airish terasa melayang, dan "Byuuurrr"


Keduanya masuk ke dalam air. Airish memejamkan matanya kuat, ia masih merasakan Kaisar memeluk tubuhnya. Kakinya bergerak-gerak secara otomatis, seperti yang diajarkan lelaki itu kemarin.


Gulungan ombak membawa dua tubuh itu semakin turun ke bawah sana.



Pelan, Kaisar melepas satu tangannya dari pinggang Airish. Dia menarik dagu gadis itu, lalu mencium kedua netra Airish secara bergantian.


Sebagai isyarat, dia meminta Airish untuk membuka mata. Mendapat perlakuan seperti itu, Airish mulai paham, dengan mengerjap perlahan, gadis itu membuka kedua matanya.


Sumpah demi apapun, tidak ada keindahan lain, selain wajah dan tubuh sempurna suaminya. Terlihat gadis itu mengulum senyum, lalu mulai merasakan alam sekitar yang tampak begitu mempesona.


Ikan-ikan kecil bertaburan, berenang sesuka hati, kesana-kemari. Sedangkan terumbu karang berhias cantik, dan menjadi tempat bermain ikan-ikan kecil itu.


Kaisar melepas pelukannya, berganti menggenggam erat satu tangan Airish.


Lelaki itu mengajak istrinya untuk mengitari alam bawah laut itu dengan berenang bersama. Airish mengangguk, lalu keduanya kembali bergerak.


Airish terlihat semakin lihai, dia benar-benar menikmati semua ini bersama Kaisar, berenang layaknya putri duyung si ratunya lautan.


Hingga saat Airish kehabisan oksigen, gadis itu menggerakan jarinya, menunjuk ke atas. Kaisar paham, dia mengangguk dan kembali menarik satu tangan Airish yang masih berpaut dengannya.


Keduanya bergerak naik, mengayuh kaki mereka masing-masing, menuju sinar terang di atas sana.



"Huaaaa.." Airish langsung menghirup oksigen sebanyak-banyaknya saat mereka sampai di atas sana. Dadanya naik turun, dengan kaosnya yang berkibar-kibar karena terkena ombak lautan.


Dengan gerakan cepat, Kaisar menarik tubuh Airish, mengalungkan tangan gadis itu ke atas lehernya.


Keduanya saling menatap dengan uluman senyum, tanda kebahagiaan yang mereka rasakan benar-benar membuncah hebat.


"Kau suka aku ajak berenang di sini?" Tanya Kaisar, mengurai rambut basah Airish yang memenuhi wajah gadis itu.


Pelan, Airish mengangguk. Dengan berani dia mengecup bibir Kaisar dengan nafasnya yang terengah. "Biarkan aku membayar semua kebahagiaan ini, Tuan." Ucap Airish, lalu kembali memagut bibir tipis yang semakin terngiang-ngiang di kepalanya itu.


Lagi, Kaisar semakin tersenyum senang. Dia membalas Airish, dengan rasa yang tak kalah dalam.


Baru kali ini, aku merasakan sebuah ketulusan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semangatin aku, biar aku bisa jinakin vampir ganteng guys🤭



Eits jangan lupa juga, selama kalian nunggu cerita ini, aku mau rekomendasiin bacaan bagus buat kalian.


Ini ada dua karya temanku.


Judul : Hay, Pak Guru


Karya : Susanti 31


Dan


Judul : Camelia Chen


Karya : Zain Wushi


See you, and thank you so much.


Salam anu👑