My Husband Is A Vampire

My Husband Is A Vampire
Diantara dua pilihan



Para pengawal yang tersisa berdiri rapih, dengan kepala yang senantiasa menunduk, salah satu diantara mereka tengah menjelaskan kejadian yang baru saja terjadi.


Tentang wanita milik Kaisar yang tiba-tiba memiliki kemampuan luar biasa, hingga membabat habis pengawal yang Dewa kirimkan.


Mendengar itu, Dewa meremat pinggiran kursi singgasananya. Netranya langsung menatap bengis, dengan nafas yang menderu hebat.


"Siapa yang menembak gadis itu hingga tidak sadarkan diri?" tanya Dewa dingin. Tatapannya lurus, dengan tubuh yang duduk dengan tegak.


"Dia, Tuan," tunjuk mereka kompak pada salah seorang yang menembak Airish kala itu. Lelaki itu langsung meneguk ludahnya kasar dan bergerak ketakutan, perlahan dia maju ke hadapan Dewa.


"Mana pistolmu?" Dewa menengadahkan tangan meminta pistol lelaki itu. Dengan ragu-ragu dan tangan yang gemetar, dia menyerahkan senjata api itu kepada sang tuan.


Dewa menggapai pistol itu, dan letusan senjata langsung terdengar, seketika lelaki itu ambruk dengan lubang di kepalanya.


Para pengawal saling pandang dengan menelan saliva masing-masing, air yang terasa mencekak di tenggorokan, dan sulit untuk ditelan.


"Sekali lagi kalian mencoba membunuh calon wanitaku, ku pastikan kalian akan bernasib sama dengannya." Dewa berdiri dan memandang bawahannya secara bergantian dengan tatapan yang sama sekali belum melunak, menghunus tajam.


"Aku akan pergi ke rumah ayahku, jaga keamanan di rumah ini baik-baik." Dewa melangkah tanpa menunggu jawaban siapapun setelah melemparkan pistol itu sembarangan.


Sedangkan di luar ruangan Jane sudah menunggu. Lelaki itu akan pergi ke hutan, tempat dimana ayahnya memimpin, dari cerita yang dia dengar, ia yakin ada sesuatu yang terjadi pada tubuh Airish, entah itu apa, yang jelas Kaisar pasti telah memberikan sesuatu pada gadis itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di bumi belahan lain, Kaisar begitu heran kenapa bisa Airish hamil darah dagingnya. Dia berpikir kalau vampir tidak akan mungkin bisa membuahi, apalagi terhadap seorang manusia.


Namun, kenyataan kini telah berbeda. Rasa sakit yang diterima oleh Airish adalah akibat dari janin vampir yang dikandungnya. Jabang bayi itu marah, begitu merasakan sesuatu yang menyakiti tubuh ibunya.


Entah sejak kapan dia ada di sana, Elena tidak bisa memperkirakannya. Yang jelas, kini jabang bayi itu tampak tenang dalam rahim Airish, karena kehadirannya telah diketahui oleh kedua orang tuanya.


"Mom, Dad apa dia berbahaya?" tanya Kaisar dengan wajah yang begitu gamang. Dia benar-benar bingung sekarang, apa yang harus dia lakukan?


Elena menatap Kibrit, dan lelaki itu mengangguk, dia sendiri yang akan menjelaskan pada sang anak tentang penglihatan Elena yang menerawang jauh ke masa depan, dengan pedoman masa lampau, yang masih saling berkaitan.


"Kai, kita tidak bisa memutuskan bahwa bayi itu berbahaya atau tidak. Yang jelas sekarang kau hanya memiliki dua pilihan," jelas Kibrit.


Tak hanya Kaisar, semua orang yang ada di sana menatap Kibrit dengan tatapan serius. Mereka semua ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, bahkan Jack kini sudah ikut bergabung, meski memilih untuk duduk berjauhan dengan Airish.


"Maksud Daddy apa?" tanya Kaisar dengan kening yang mengernyit heran.


Kibrit menghela nafas. "Kau hanya memiliki dua pilihan, Kai. Kehilangan Airish atau jadikan dia sepertimu."


Deg!


Dua jantung itu langsung berhenti berdetak secara bersamaan. Kaisar langsung melayangkan tatapannya pada wanita yang sangat dicintainya, Airish.


Gadis itu terlihat terperangah dengan apa yang didengarnya, tetapi batinnya langsung berbisik bahwasannya tidak ada yang perlu dia takutkan selama bersama Kaisar.


Hingga akhirnya Airish mencoba mengukir senyum, dia membalas tatapan nanar Kaisar. "Sayang, aku_"


"Tapi, Sayang kalau aku tidak_"


"KU BILANG TIDAK, SWEETIE! DAN KAU AKAN TETAP HIDUP!" Kaisar memekik, dan menjambak rambutnya frustasi, dalam hati dia terus merutuk, merasa bodoh karena membiarkan Airish menanggung semua ini.


Air mata Airish mengalir, dia mengerti kenapa Kaisar tidak bisa menerima pilihan itu, semuanya semata-mata karena rasa cinta Kaisar terhadapnya.


Rose memeluk tubuh kakak iparnya itu mencoba menenangkan. Dan Airish terus sesenggukan di tempatnya.


"Cukup aku, Sweetie. Aku tidak ingin mengubahmu menjadi monster penikmat darah sepertiku," lirih Kaisar.


Sementara Kibrit dan Elena pun tidak bisa berbuat apa-apa.


Kaisar membuang pandangannya, sementara otaknya terus berpikir untuk mencari cara lain, hingga tiba-tiba dia menemukan sebuah ide, Kaisar kembali menatap Kibrit.


"Dad, bagaimana kalau kita ambil bayi itu dari dalam perut Airish?" tanya Kaisar dengan bola mata yang berbinar.


Mata Airish langsung terbelalak lebar. Kini giliran dia yang menggeleng cepat, tidak! Dia tidak setuju dengan ide Kaisar.


"Aku tidak mau, Sayang. Aku tidak mau menggugurkan bayi ini," ucapnya dengan air mata yang semakin menderas.


Ibu mana yang tega membunuh janinnya sendiri? Apalagi itu buah cintanya dengan Kaisar.


Kaisar memejamkan matanya sejenak, dia tengah berada di dalam pilihan yang sulit. "Sweetie, aku tidak mungkin membiarkanmu diantara dua pilihan itu!"


"Dan aku tidak mau mengikuti idemu! Bagaimana pun dia tetap anakku, Kai." Airish ikut berteriak.


"Hentikan perdebatan kalian! Karena anak itu tidak bisa digugurkan. Sekalipun kalian memilih jalan itu, aku pastikan nyawa Airish tidak akan selamat," jelas Kibrit, membuat Kaisar dan Airish bungkam.


Kaisar kembali dilanda kegalauan. Elena yang melihat itu akhirnya melangkah ke arah Kaisar, dia mengusap bahu putra sulungnya, hingga Kaisar mengangkat kepalanya, kekalutan itu sangat jelas terlihat.


"Kai, ada sebuah ramalan di masa lampau, tetapi entah benar atau tidaknya. Bahwa lahirnya anak vampir dengan seorang manusia, akan menjadi penguasa keabadian yang sesungguhnya, dia yang akan melawan manusia serigala kelak," terang Elena, dia mencoba membuka tabir masa lalu.


Kaisar menatap kedua orang tuanya secara bergantian, mencari jawaban. Dan Kibrit menganggukkan kepala, membenarkan ucapan istrinya itu.


"Jadi maksud Mommy, aku harus mengubah Airish menjadi makhluk seperti ku?"


Elena mengangguk. "Kita buktikan benar tidaknya ramalan itu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Vampire bentar lagi end yah, enaknya happy end or sad end?


Maaf updatenya jarang🙏🙏🙏 bagi yang mantau akun sosial media author pasti tahu kesibukanku di dunia nyata bagaimana, hihi.


Salam anu-anu🤧