My Husband Is A Vampire

My Husband Is A Vampire
Pilihan yang sulit



Melihat itu, Jane tersenyum senang. Sementara Airish dan Kaisar terbelalak lebar, melihat Aiden yang mengudara, sementara lehernya dicekik, membuat bocah itu kesulitan untuk bergerak dan melawan.


Tanpa aba-aba, perkelahian itu berhenti begitu saja. Semua memandang ke arah Dewa yang tengah menyeringai, dengan bocah kecil yang terus berusaha melepaskan dirinya.


"Brengsekkk!"


Kaisar mengumpat, rasanya dia ingin langsung menyerang tubuh Dewa. Tetapi ucapan Dewa menghentikan niatnya, membuat Kaisar semakin bertambah geram, dia mengepalkan tangannya kuat.


"Diam di tempatmu, atau aku akan memutus leher anakmu!" ucap Dewa penuh penekanan, dia terdengar tidak akan main-main dengan ucapannya.


"Daddy, tolong Aiden. Leher Aiden sakit!" Tangan mungil Aiden memukul-mukul tangan besar Dewa.


Nafas Kaisar memburu, sementara matanya menyalak tajam, dia tidak bisa bertindak gegabah sekarang. "Cepat lepaskan anakku. Jika kau menginginkan nyawaku, maka ambillah. Tapi lepaskan Aiden!"


Mendengar itu, Dewa tertawa terbahak-bahak, tetapi cengkraman tangannya tidak melemah, dia terus menggantung tubuh Aiden di udara.


"Hahahaha.... Aiden? Nama yang bagus. Dan kau benar, Tuan Kaisar. Bahwa aku memang menginginkan kematianmu. Aku akan menukarnya dengan bocah ingusan ini. Tapi..."


Dewa menggantung kalimatnya. Membuat Kaisar mengeratkan gigi depannya, dia benci hal yang penuh dengan basa-basi. "Cepat katakan apa yang kau inginkan!" Teriak Kaisar.


Dewa menunjuk Airish, dia menatap wanita itu dengan seringai licik. "Aku ingin dia yang membunuhmu!"


Deg!


Jantung Airish seolah membeku. Nafasnya seketika memburu, dia menatap Dewa dengan gelengan di kepalanya. "Tidak! Aku tidak mungkin melakukannya. Tolong jangan bermain-main, Tuan Dewa. Tidak cukupkah para pengawalmu terus menyerang kami?"


Lagi-lagi Dewa tertawa, dia suka sekali melihat wajah para musuhnya mengiba dan putus asa. "Cepat lakukan! Atau nyawa anakmu benar-benar melayang!" Bentak Dewa.


"Pengawal siapkan semuanya!" Sambung Dewa memberi perintah.


Seperti sudah direncanakan. Api langsung berkobar di depan tubuh Dewa, dia menyeringai penuh ke arah Kaisar yang setia menatapnya penuh kebencian.


"Kurang ajar! Jadi kau sudah menyiapkan semuanya?" Akar dalam tubuh Kaisar mencuat. Namun sayang dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.


Karena keselamatan Aiden ada di tangannya. Jika dia menyerang, maka leher Aiden akan terputus dan langsung dibakar oleh Dewa. Dan dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Hahaha... Aku sudah bilang Tuan Kaisar, bahwa aku akan membalas dendam untuk kematian Serena. Aku mau kau lenyap, sama seperti dia yang lenyap karena mu!" balas Dewa, dia tidak akan memberikan belas kasih pada Kaisar, terlebih mengingat tentang Serena.


Gadis serigala yang jatuh cinta pada Kaisar, seorang vampir kejam. Dan bernasib pada pemenggalan, oleh kerajaan serigala, karena dianggap sebuah pengkhianatan.


"Sudah seribu kali aku mengingatkanmu. Adikmu mati karena keinginannya sendiri, bukan karena ku!" Kaisar menyangkal, karena dia memang tidak pernah merasa membalas perasaan gadis itu, meski Serena kerap mendekatinya.


Hanya Airish, wanita satu-satunya yang masuk dalam hati Kaisar.


"Cukup!!! Tidak perlu berbasa-basi, tembak jantungnya hingga dia mati, maka anakmu akan aku lepaskan!" Teriak Dewa pada Airish.


Jane melemparkan satu pistol ke depan tubuh Airish.


Membuat tubuh wanita itu langsung gemetaran. Dia menatap Kaisar dengan wajah pias dan menggigit bibir bawahnya kuat, dia tidak mungkin bisa melakukan itu.


Dan Kaisar tidak memiliki pilihan apapun. Dia harus mengorbankan dirinya untuk Airish dan juga Aiden. Dia mengangguk setuju ke arah wanitanya.


"Lakukanlah, Sweetie," ucap Kaisar pasrah.


Airish melihat ke arah Aiden yang terus meronta-ronta, lalu kembali melihat Kaisar. Kejadian itu berulang hingga membuat Jane yang tidak sabaran menendang tubuh Airish.


"Cepat ambil pistol itu, dan lakukan tugasmu! Jika kau bertindak bodoh, maka nyawamu dan nyawa anakmu akan melayang! Ingat itu!"


Jane menodongkan senjatanya, agar Airish tidak bertindak macam-macam.


Airish menelan salivanya dengan kasar, perlahan dia mengambil pistol yang jatuh di bawah kakinya. Rasanya benar-benar tidak mungkin dia membunuh Kaisar dengan tangannya sendiri, tetapi jika tidak? Maka nyawa Aiden yang tidak akan selamat.


Seluruh tubuh Airish dibuat gemetar, saat dia mengarahkan pistol itu ke arah Kaisar. Dia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, mencoba untuk bisa melakukan ini semua. Meski dalam hatinya dia tidak rela, dia sangat mencintai Kaisar, suaminya.


"Jangan ragu, Sweetie. Cepat lakukan! Kita tidak bisa membiarkan Aiden merasa tersiksa lebih lama," ucap Kaisar sambil mengangguk, dia merentangkan kedua tangannya siap menerima tembakan Airish.


Ini benar-benar pilihan yang sulit bagi wanita itu. Dia memejamkan matanya sejenak, memandang ke arah Aiden dan Kaisar secara bergantian.


"Go!!!" pekik Dewa.


Hingga akhirnya Airish membidik sasaran, dengan debaran di dadanya satu jari Airish menarik pelatuk. Dan pada saat itu juga.


Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!


Lima suara letusan senjata api itu terdengar beruntun. Dewa memekik karena menerima tembakan itu tanpa diduga. Dan hal itu menjadi kesempatan bagus untuk Aiden melepaskan diri, dia dengan cepat berganti menyerang Dewa.


Kaisar yang sudah bisa memprediksi karena kode dari Aiden, yang sama sekali tidak disadari oleh semua orang, langsung melesat membantu anaknya itu.


Jane melebarkan bola matanya, dia hendak menembak tubuh Airish, tetapi ada asisten Joni di belakangnya. Dia menendang wanita medusa itu, tubuh Jane hampir ambruk mengenai Airish, tetapi Airish kembali memberi tendangan di perut wanita itu. Hingga Jane memuntahkan darah segar.


Para pengawal Dewa tak tinggal diam, mereka mencoba untuk membantu Tuannya yang diserang oleh dua vampir sekaligus.


Namun, pasukan Kaisar juga justru bertambah banyak, mereka datang dari berbagai penjuru, siap memukul mundur lawan.


Aiden berdiri diantara bahu Dewa, mencoba mendapatkan kepala manusia serigala itu. Tetapi tak semudah itu, Dewa bukanlah manusia biasa, tembakan di dadanya memang cukup menyakitkan tetapi dia masih bisa berusaha melawan.


Kaisar ikut menyerang tubuh Dewa, mengalihkan fokus lelaki itu agar tidak menyerang Aiden. "Kau harusnya lebih pintar, Dewa Aaron." Kaisar mencengkram kuat dada Dewa, lelaki itu meronta, tangannya mencoba menggapai Aiden.


"Come on, Daddy!" Pekik Aiden.


Dan secara bersamaan, mereka menarik anggota tubuh Dewa, Aiden menarik kepala, sementara Kaisar mencoba menarik jantung manusia serigala itu.


"Aargggghh!!!" Dewa memekik kesakitan, dua tangannya terkepal kuat sementara otot-otot dalam tubuhnya semakin mencuat, hingga akhirnya tangan Kaisar berhasil mencabut jantung yang tengah berdetak itu.


Dan dengan mengeluarkan seluruh tenaganya, Aiden menarik kepala Dewa dan berhasil terputus. Mata Dewa terlihat membulat sempurna sebelum melayu seketika.


Api yang berkobar itu menjadi saksi, kobarannya semakin hebat saat kedua anggota tubuh itu dilempar dan dibakar secara bersamaan.


Nafas Aiden dan Kaisar memburu, mereka saling memandang dengan mengulum senyum. Misi malam ini telah berhasil. Keduanya melakukan tos, lalu menepuk dada bangga.


"Auuuuuuu...."


Suara lolongan serigala dari puncak tertinggi terdengar nyaring dan pilu, membawa kabar duka seiring tubuh Dewa yang ambruk ke atas tanah dengan bersimbah darah.


Melihat tuan mereka kalah, seluruh pasukan Dewa yang masih hidup ditarik mundur dengan terpaksa. Jane yang kala itu hendak ikut kabur bersama yang lain, diseret oleh asisten Joni, lelaki itu tidak akan membiarkan wanita itu hidup begitu saja.


"Kau harus melawan Katty dulu, baru bisa pergi," ucap asisten Joni yang sudah sangat geram dengan wanita siluman itu.


Sementara Aiden, Kaisar dan Airish terkekeh secara bersamaan, merasa sangat lega. Mereka berharap setelah ini, tidak ada lagi yang mengganggu kehidupan mereka.


Hanya akan ada bahagia.


Kaisar mengangkat tubuh putranya itu, lalu mendekat ke arah Airish, keduanya kompak mencium pipi kiri dan kanan wanita itu, wanita yang akan mereka lindungi, dan sangat mereka cintai dengan sepenuh hati.


"We love you, Mommy."


...END...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alhamdulillah, akhirnya kita sampai pada penghujung cerita. Aku minta maaf jika masih banyak kekurangan dan kurang menarik di hati kalian semua. Dan tak lupa juga terimakasih sebanyak-banyaknya untuk kalian yang udah setia mengikuti cerita mereka sampai saat ini. Apalagi yang udah like, komen, dan memberi vote maupun hadiah, pkoknya itu semua support sistem banget buat author.


See you 💙


Sampai jumpa dicerita yang lain.


I proud my self!


Salam anu👑