My Husband Is A Vampire

My Husband Is A Vampire
Kaisar vs Dewa Aaron



Brak!


Makhluk itu lari dari arah jendela. Saat Kaisar membuka pintu ruang kesehatan dimana Airish berada. Membuat Airish terlonjak kaget.


Lengan gadis itu terlihat terluka akibat bekas cakaran. Hingga aroma darah itu semakin menguar. Kaisar memejamkan matanya, mengendus-endus aroma nikmat yang begitu memanjakan indera penciumannya, semakin dekat, semakin terasa manis.


Kaisar seperti terhipnotis.


Sedangkan Airish hanya mampu menatap lelaki itu dengan meringis, merasakan perih yang ada di lengannya. Dadanya masih naik turun, akibat ketakutan yang melanda dirinya.


Saat sudah semakin dekat, Kaisar membuka mata, pelan, dia mulai tersadar, bukan ini tujuannya. Melainkan Dewa, ya manusia serigala itu. Tanpa ba bi bu, bahkan tanpa melihat ke arah Airish, Kaisar langsung keluar dari ruangan itu, karena ia yakin Dewa kembali kabur.


Lelaki itu berlari sekencang mungkin. Hingga sampai di tempat sepi, tubuhnya menghilang, aroma tubuh serigala itu masih mengental.


Ia mencoba menyusuri jejak itu, hingga masuk ke dalam pekarangan kosong. Yang hanya di tumbuhi pepohonan dan rumput liar.


Blash!


Kaisar kembali ke wujudnya, ia mengitari setiap sudut, dan memfokuskan dirinya, lalu berlari kembali sekencang mungkin.


Hingga dapat ia temukan, wujud serigala itu tengah berlari menjauh darinya. Rahang Kaisar mengeras dengan gigi geraham yang saling menaut. Tangannya mengepal kuat, tanda geram.


Kau tidak akan bisa lari dariku Dewa. Gumam Kaisar.


Dewa terus mengayuh kakinya, semakin menjauh dari keramaian warga, ia mencoba mencari batas wilayahnya. Dan 'blash'


Dia terlambat, tubuhnya sudah dihadang oleh Kaisar, lelaki itu mengudara. Tepat berada di atas tubuh Dewa. Sedangkan Dewa mengerem tubuhnya menggunakan kaki, hingga sedikit mengusak di atas tanah.


Kaisar menyeringai, sedangkan Dewa memasang tatapan tajam dan semakin mundur dengan teratur. Dewa merubah wujudnya kembali menjadi manusia.


Lelaki itu menyeringai bengis, menatap penuh kebencian ke arah Kaisar.


"Kau pikir, kau bisa lari dariku?" Cibir Kaisar, lalu turun menapaki bumi. Tatapannya masih sama, menungkik tajam. Dan berjalan pelan ke arah Dewa.


Dewa berdecih, lalu tersenyum remeh. "Memangnya apa yang bisa kau lakukan? Selain menakuti dan menyakiti para manusia?" Cibirnya sarkas. Membuat emosi Kaisar seketika tersulut.


"Kau selalu bicara omong kosong, Dewa. Kau tidak bisa berkaca dengan dirimu sendiri, bukankah kau yang sudah menakut-nakuti wanitaku?" Cibir balik Kaisar, keduanya sama-sama saling menatap tajam dengan nafas yang memburu.


Kebencian itu semakin terasa mendalam, mendarah daging dalam diri seorang Dewa Aaron. Mengingat sang adik harus menerima hukuman mati, akibat Kaisar.


"Heuh, kau bilang dia wanitamu? Bukankah kau hanya mengikatnya. Dan di ujung penantianmu, kau akan membunuhnya tanpa belas kasih? Lalu, untuk apa kau mengejarku hanya karena aku mengganggunya. Asal kau tahu, aku pun ingin memilikinya." Ucap Dewa sengit.


Tangan Kaisar semakin terkepal kuat, akar-akar di lehernya mencuat bersamaan emosinya yang semakin memuncak. Dia tidak suka mendengar itu, Airish hanyalah miliknya, hanya dia yang bisa memiliki gadis itu, entah karena darah suci atau apapun, Kaisar tidak suka ada orang lain yang menginginkan wanitanya.


Swing!


Dia berjalan cepat, tanpa celah, hingga tepat di hadapan Dewa, dia langsung mencekik leher manusia serigala tersebut.


Dewa merasakan tekanan kuat, lalu 'bugh' cekalan Kaisar terlepas. Lalu Dewa kembali merubah wujudnya.


"Auuu..." Serigala itu melolong panjang. Lalu kembali menatap bengis ke arah Kaisar. Kukunya menajam, dengan taring yang semakin memanjang.


Serigala itu berjalan mendekat, setiap melihat wajah Kaisar, ia selalu terbayang dengan wajah adiknya yang mati dengan cara mengenaskan.


Lelehan air mata itu terngiang-ngiang di pelupuk mata Dewa. Dan tiba-tiba, serigala itu menyerang tubuh Kaisar.


Ya, bagi seorang vampir seperti dirinya, dada adalah sasaran paling mematikan, karena di dalam sana, tempat jantungnya berada.


Seorang vampir akan mati, jika jantungnya ditarik dengan paksa, atau tidak dibiarkan berdetak walau hanya satu detik.


Kaisar melompat kesana-kemari, ia tak berhenti menunjukkan taringnya, dengan mata berkilat merah.


Bugh!


Kaisar berhasil menendang kepala Dewa, hingga serigala itu menabrak pohon, mengakibatkan pohon itu hampir tumbang.


Dan pada saat itu, Kaisar tidak menyia-nyiakan kesempatan. Tubuhnya langsung mengarah pada Dewa dan kembali melayangkan serangan membabi-buta.


Tubuh Dewa kembali mengusak di atas tanah, tetapi Kaisar tidak berhenti, dengan kemarahan yang memuncak dia berlari ke arah Dewa dan siap dengan tendangannya.


Namun, siapa sangka. Dewa justru berhasil bangkit dan berlari sekencang mungkin, dan aksi kejar-kejaran kembali terulang, dengan gerakan cepatnya Kaisar terus mengikuti kemana arah Dewa pergi.


Hingga sampai di sebuah daratan pinggiran sungai, tiba-tiba Kaisar diserang.


Sialan!


Para serigala yang menjadi abdi Dewa, sigap melindungi Tuannya, siap menyerang Kaisar secara bersama-sama. Seperti apa yang dibicarakan oleh sang asisten, sepertinya ini memang sudah direncanakan.


Dewa sengaja memancing dirinya untuk keluar. Agar ia mendapatkan serangan ini. Dan perkelahian pun kembali dimulai, satu melawan 10 serigala sekaligus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di bumi belahan lain, seorang gadis terlihat memasuki rumah tua yang sudah tidak berpenghuni.


Langkahnya mengendap-endap, melirik kesana-kemari, takut ada yang tahu ia memasuki rumah tua ini, rumah yang biasanya seseorang melakukan transaksi.


Entah jual beli, atau apapun. Rumah ini selalu menjadi tempat paling aman.


Jane melotot, saat pertama kali melihat dua pria yang ia bayar untuk menghabisi Airish, justru terlihat babak belur. Bahkan Airish bisa berkuliah dengan selamat sentosa, tidak ada luka sedikitpun.


Sebenarnya apa yang terjadi?


"Hei, apa sebenarnya yang kalian kerjakan? Aku membayar kalian untuk menghabisi gadis itu, kenapa malah kalian yang babak belur? Cetus Jane dengan emosi yang menggebu. Melipat tangan di depan dada, lalu melengos tidak suka.


Lelaki itu terlihat memegangi dadanya yang masih terasa sakit sambil sesekali meringis. "Maafkan kami, Nona. Tapi apakah anda tahu, siapa orang hebat yang menolongnya?" Jelas lelaki yang mengemudi mobil, bahkan dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat Kaisar membuka paksa pintu mobil hanya dengan satu kali tarikan.


Apakah manusia bisa sekuat itu?


Jane mendelik. "Apa maksudmu?"


"Nona, adik tirimu itu dilindungi oleh pengusaha nomor satu di wilayah ini. Dia terkenal kejam, dan tidak memiliki belas kasih. Tahu begitu, aku tidak menerima tawaranmu. Bahkan kami hampir saja dibunuhnya. Sepertinya dia mencintai adikmu." Terang lelaki yang satu lagi, kalau tidak, bagaimana bisa dia menyerang bahkan dengan tatapan mata yang menajam penuh dendam.


Jane nampak berpikir keras, mencoba menyusun keanehan in. Apa jangan-jangan Roger juga ada di tangannya? Tapi bagaimana bisa? Benarkah gadis sialan itu akan membalas dendam kepadanya? Gadis yang rapuh dan lemah, benarkah bisa membalas dendam? Cih, aku tidak yakin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Makasih buat kalian yang udah mau dukung author dengan cara like, komen dan vote. Author banget, banget makasih. Jangan pernah bosan yah, kalau bisa sekalian spam komen juga nggak apa-apa biar aku semakin semangat, hihi.


Sayang kalian banyak-banyak 🌹🌹🌹