My Husband Is A Vampire

My Husband Is A Vampire
Extra 2



Di dalam kandang besi itu, tangan dan kaki Roger diikat oleh rantai hingga merentang. Tubuhnya semakin terlihat kurus, dengan wajah yang penuhi luka, ada yang sudah kering dan ada yang masih basah, bahkan bernanah.


Kepala lelaki itu senantiasa menunduk, dia begitu lemah, karena setiap hari terus menerima siksaan dari para pengawal Kaisar. Tak sedikitpun mereka melepaskannya.


Namun, dalam siksaan itu pula, Roger kerap diobati kembali, lalu disiksa lagi. Begitu terus menerus, bahkan hingga telinga kirinya kini sudah tidak ada, karena diiris oleh pisau, pada saat itu dia hanya mampu menjerit, meraung sambil berharap malaikat maut mendatanginya.


Aneh, tetapi semua ini memang nyata, sekalipun Roger disiksa tanpa henti, dia justru seperti tidak diizinkan untuk mati. Umurnya terus memanjang begitu pun dengan siksaan yang ia dapatkan.


Jane menatap Roger dengan nanar, sedangkan mulutnya tak berhenti untuk menganga dengan pemandangan menyedihkan yang ada di depannya.


Wanita itu meneguk ludahnya kasar, jadi selama ini Roger masih hidup, dan menerima begitu banyak siksaan. Lantas, bagaimana dengan dirinya? Benarkah dia akan bernasib sama dengan lelaki itu.


"Tidak, aku tidak mau!" Pekik Jane, dia kembali meronta dalam cekalan dua pengawal Kaisar, dia ketakutan hingga terus meraung keras dan mencoba melepaskan diri.


Melihat itu, Kaisar semakin senang. Karena Jane masuk dalam perangkapnya, melihat musuh ketakutan memang sangat menyenangkan, sekali lagi Kaisar menarik rambut Jane dengan kasar, dan menyeretnya agar lebih mendekat ke arah kandang besi itu.


"Kita akan bermain bersama Nona Jane," ucap Kaisar menyeringai. Sementara Jane sudah menangis tersedu-sedu, sambil meminta ampun. Dia kembali merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.


"Tegakkan kepalanya, biarkan dia melihat wanita selingkuhannya ini, menerima hadiah dari mantan pacarnya! Sweetie, kemarilah," panggil Kaisar, seketika dari arah lain, sosok wanita cantik keluar dari persembunyiannya.


Kepala Roger dipegang dengan kuat, agar netra lelaki itu bisa melihat dengan jelas ke depan sana. Airish melangkah, mendekat ke arah Kaisar yang berdiri dengan menopang kakinya di bahu Jane.


Wanita itu mengulum senyum, sementara Kaisar sudah merentangkan kedua tangannya. "Oh, Sweetie. Aku sudah merindukanmu." ucap Kaisar manja.


Dia merengkuh pinggang ramping Airish, dan dengan sengaja merampas bibir ranum wanita itu, hingga disaksikan oleh mata telanjang Roger. Kekasih yang dulu selalu mendukungnya, menemaninya, kini justru berada dipelukan lelaki lain, bahkan mereka dengan jelas memperlihatkan kemesraan.


Hati Roger memanas, ternyata melepaskan Airish adalah kesalahan terbesarnya. Sementara Jane sudah merasakan pegal di bahunya, dia meringis dan Kaisar semakin memberikan tekanan.


Hingga mereka selesai berciuman. Kaisar mengelap bibir basah Airish dengan ibu jarinya, lalu kembali mengecup sekilas. "Kau selalu menggairahkan, Sweetie. Sayang sekali, lelaki yang ada di sana justru menyia-nyiakanmu." Tunjuk Kaisar pada Roger.


Airish mengulum senyum lalu mengelus pipi Kaisar dengan sayang. "Tidak apa-apa, Darling. Aku justru senang dia melepaskanku, karena akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Kau jauh lebih menggairahkan darinya. Kau sangat perkasa," ungkap Airish dengan cekikikan, merasa gemas Kaisar kembali menahan tengkuk Airish dan memberinya lumaatan.


Membuat Roger semakin dibuat kelabakan. Ternyata gadis yang dulu dia anggap bodoh dan lemah, kini sudah begitu berani, Airish telah berubah setelah bertemu Kaisar. Airish bukan lagi, wanita yang dulu dia kenal.