MY HOT DUDA

MY HOT DUDA
MHD season 2



Keesokan Harinya


Eden merentangkan ke dua tangannya dengan mulut yang di buka lebar menahan rasa kantuk. Laki-laki itu seketika terperanjat ketika telapak tangannya menyentuh seseorang. Ya, dia adalah Jackie, tanpa sadar Eden sampai ketiduran di kamar anak itu, bahkan tidurnya terasa begitu nyenyak seolah tanpa beban.


"Astaga! Kenapa saya Sampai ketiduran di sini?" gumam Eden seketika membuka ke dua matanya.


Eden menatap wajah Jackie yang saat ini masih tertidur lelap tepat di sampingnya. Bibir anak itu nampak tersenyum kecil seolah dia sedang bermimpi indah. Eden mengusap satu sisi wajah tampan Jackie mencoba untuk membangunkan.


"Bangun, Jack. Sudah pagi," pinta Eden dengan nada suara lembut, "Kamu harus sekolah, Jack. Bangun, Nak."


Jackie mengedipkan pelupuk matanya pelan. Ke dua tangannya pun dia rentangkan, ekspresi wajah anak itu terlihat begitu menggemaskan membuat Eden tidak berhenti tersenyum menatap wajah anak itu.


"Kaka Eden, sedang apa Kaka di sini?" tanya Jackie seraya mengusap ke dua matanya.


"Apa kamu lupa kalau semalam Kaka emang tidur bersama kamu di sini?" Eden balik bertanya.


"O iya, aku lupa," sahut Jackie wajahnya seketika terlihat ceria.


"Kamu mau sekolah, kan? Kita bangun yu, mandi, sarapan terus Kaka akan mengantarkan kamu ke sekolah," imbuh Eden, mulai hari ini dirinya akan membayar waktu yang telah dia sia-siakan selama 5 tahun ini.


"Serius? Kaka mau mengantarkan aku ke sekolah?"


Eden menganggukkan kepalanya samar.


"Yeeeey! Aku senang sekali, aku ke kamar Mommy dulu ya, aku mau buru-buru mandi," ujar Jackie bangkit lalu turun dari atas ranjang.


"Kenapa kamu harus ke kamar Mommy? Di kamar kamu juga ada kamar mandi," tanya Eden melakukan hal yang sama, dia duduk di tepi ranjang.


"Kan mandi sama Mommy, aku belum bisa mandi sendiri, Kaka."


"Hmm! Ya udah, sini Kaka mandiin. Mommy pasti repot ngurusin si kembar, kasihan nanti."


Jackie lagi-lagi tersenyum ceria seraya menganggukkan kepalanya. Dia pun menatap wajah Eden dengan Tatapan mata berbinar benar-benar merasa senang.


Eden membuka pakaian yang dikenakan oleh anak itu. Dia benar-benar memandikan anak itu bahkan memakaikan seragam sekolah juga menyiapkan keperluan sekolah lainnya. Tidak lupa, laki-laki itu pun mengenakan sepatu di ke dua kaki mungil Jackie. Ini pertama kalinya Eden melakukan hal seperti itu, dan entah mengapa perasaanya benar-benar senang saat melakukannya.


"Waaaah! Tampan sekali putra Daddy," sahut Eden seraya menyisir rambut sang putra tanpa sadar memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Daddy.


Jackie seketika mengerutkan kening, "Daddy?" tanya Jackie merasa tidak mengerti.


Eden tertawa nyaring dengan wajah memerah, "Hahahaha! Maaf, Kaka keceplosan. Maksudnya, adik Kaka tampan sekali." Eden meralat ucapannya.


"Oh begitu, hehehe!" sahut Jackie seraya menggaruk kepalanya pelan.


Pintu kamar tiba-tiba saja di buka, "Jackie bangun, Nak. Maaf Mommy kesia--" Nata menahan ucapannya serta berdiri tepat di depan pintu dengan ekspresi wajah senang.


Ternyata, apa yang di ceritakan oleh suaminya semalam benar. Eden sudah tidak bersikap sinis lagi kepada anak ini. Jackie bahkan sudah mandi dan mengenakan seragam sekolah, sesuatu yang tidak si sangka dan di duga. Hati seorang Nata benar-benar merasa bahagia.


Eden yang semula berjongkok tepat di hadapan putranya pun seketika berdiri tegak, "Hari ini saya yang akan mengantarkan anak-anak ke sekolah, Mommy duduk manis saja di rumah, oke?"


Eden berjalan melintasi Nata begitu saja. Dia keluar dari dalam kamar dengan wajah ceria. Nata menatap kepergian putra sambungnya dengan senyuman yang mengembang dari ke dua sisi bibirnya. Wanita itu pun masuk ke dalam kamar lalu duduk tepat di samping Jackie, sang cucu.


"Tampannya putra Mommy," sahut Nata seraya merapikan helaian rambut Jackie yang sedikit berantakan, "Gimana, kamu senang di mandiin sama Kaka Eden?" tanya Nata menatap wajah Jackie dengan tatapan mata sayu.


"Senang sekali, Mom. Akhirnya Kaka bisa baik seperti ini sama aku. Apa Mommy tahu, semalam aku tidur sama Kaka lho," jawab Jackie dengan wajah ceria terlihat begitu bahagia.


"O ya? Hmm! Selamat ya, Mommy senang sekali mendengarnya, semoga Kaka Eden bisa bersikap baik seperti ini selamanya," lirih Nata memeluk tubuh anak itu juga mengusap punggungnya lembut dan penuh kasih sayang.


Cup!


Satu kecupan pun mendarat di pucuk kepala Jackie sebelum akhirnya kembali mengurai pelukan.


"Kita sarapan dulu, Mommy sudah siapin sarapan yang enak untuk kamu."


Jackie menganggukkan kepalanya seraya tersenyum lebar.


* * *


Di meja makan. Daren sedang menikmati sarapan pagi bersama keluarga kecilnya, rutinitas setiap pagi yang tidak pernah dia lewatkan. Nasi goreng lengkap dengan ayam goreng buatan sang istri adalah menu sarapan pagi ini.


"Eden di mana, sayang? Tumben dia belum turun," tanya Daren seraya menyuapkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya sendiri.


"Saya ada di sini, Dad," sahut Eden yang baru saja memasuki ruang makan. Eden menarik kursi makan lalu duduk kemudian, "Makan yang banyak, Jack. Biar kamu cepat tinggi sama seperti Kaka," ujarnya seraya mengusap kepala anak itu lembut juga tersenyum kepadanya.


Semua yang berada di meja makan nampak menatap wajah Eden dengan tatapan mata berbinar. Tidak terkecuali si kembar. Mereka menatap wajah Eden dengan perasaan heran.


"Tumben Kaka baik sama Kaka Jackie?" tanya Axelia penuh selidik.


"Iya, biasanya Kaka Eden cuek-cuek saja sama Kaka Jackie," sahut Xela menatap wajah sang Kaka dengan kening yang dikerutkan.


"Sttt! Kalau lagi makan itu jangan banyak bicara, nanti keselek lho," ujar Eden seraya mengisi piring miliknya dengan nasi goreng, "Makan yang banyak, hari ini Kaka akan mengantarkan kalian ke sekolah."


"Hah? Kaka mau mengantarkan kami ke sekolah? Beneran?" tanya Axelia menghentikan gerakan tangannya, "Aku gak mau, aku maunya di antarkan sama Mommy aja," sahutnya seraya menoleh dan menatap wajah sang ibu.


"Iya, sayang. Sama Mommy juga ko, mobil Mommy masih di bengkel jadi kita numpang mobil Kaka Eden dulu ya," jawab Nata beralasan.


"Daddy, coba beliin Mommy mobil baru. Udah 3 hari lho mobil Mommy di bengkel," pinta Xela seraya menatap wajah sang ayah.


"Iya, sayang. Bulan depan Daddy beliin mobil baru buat Mommy kalian," jawab Daren sembari meraih gelas berisi air putih lalu meneguknya kemudian, "O iya, Ed. Daddy akan mengenalkan kamu dengan putri dari sahabat Daddy."


Eden seketika menghentikan gerakan mulutnya yang sedang menguyah makanan, "Hah! Dikenalkan sama putrinya teman Daddy? Maksudnya di jodohkan, begitu?"


BERSAMBUNG