
"Mak-sud ka-mu?" terbata-bata Daren mencoba untuk bertanya.
"Apa lagi? Aku akan menikahkan putriku dengan putra teman lamaku. Itu juga kalau dia mau," jawab Jude.
"Kalau dia tidak mau? Apa kamu akan memaksanya?"
"Tentu saja tidak. Kebahagiaan putriku segala-galanya, buat apa aku memaksanya menikah jika dia tidak merasa bahagia nantinya? Daren, apa kamu mau bergabung dengan kami di dalam?" tawar Jude, entah itu hanya basa-basi saja, atau Jude memang bersungguh-sungguh meminta Daren untuk bergabung di dalam sana, hanya Tuhan yang tahu.
"Hah? Gak usah, lain kali aja aku balik lagi,'' tolak Daren.
Dia pun segera berpamitan lalu meninggalkan kediaman Jude dengan perasaan kesal. Berbagai pertanyaan pun memenuhi relung hatinya kini. Pertama, kenapa Nata sama sekali tidak mengatakan apapun prihal perjodohan itu? Kedua, kenapa gadisnya itu seharian ini menghilang tanpa jejak bahkan ponselnya pun sama sekali tidak aktif, Nata tidak keluar dari dalam rumahnya sama sekali membuat Daren merasa heran tentu saja.
Pertanyaan lainnya lagi adalah, apa Nata akan menerima perjodohan itu atau tidak? Lalu bagaimana dengan dirinya? Haaaa ... Daren seketika merasa dilema layaknya anak muda yang sedang patah hati.
"Dad? Daddy kenapa? Katanya mau ke rumah Nata?" tanya Eden menatap kedatangan sang ayah dengan perasaan heran.
Daren diam tidak menanggapi pertanyaan putranya. Dia berjalan begitu saja menuju tangga lalu mulai menaiki satu-persatu anak tangga dengan perasaan hampa. Hal itupun membuat Eden semakin merasa heran. Dia mengikuti ayahnya dari belakang karena tubuh ayahnya itu seperti tidak bertenaga bahkan ketika Daren sampai di depan kamarnya di lantai 2.
Ceklek!
Daren membuka pintu kamarnya sendiri, dia pun masuk ke dalam kamar lalu meringkuk di atas ranjang. Wajahnya pun terlihat datar, mengabaikan Eden sang putra yang saat ini mengikuti dirinya ke dalam kamar.
"Hey! Daddy kenapa sebenarnya? Kenapa udah balik lagi? Katanya mau melamar Nata jadi Mommy aku?" tanya Eden duduk di tepi ranjang.
"Gak jadi.''
"Lho kenapa? Apa Om Jude tidak merestui kalian? Apa beliau menolak menantu sempurna seperti Daddy ini? Tampan, mapan, dewasa lagi, ya meskipun seumuran sama Om Jude juga sih, tapi gak ada menantu sesempurna Daddy di dunia ini. Apa perlu aku bantu buat bicara sama om Jude?"
"Gak usah."
"Hah? Daddy sebenarnya kenapa sih? Kalau Daddy punya masalah dalam percintaan curhat dong sama aku. Gini-gini putra Daddy ini pakar cinta lho. Banyak teman-teman aku di kampus yang minta pendapat aku saat mereka sedang dilema karena cinta. Katakan, ada apa sebenarnya?" Eden panjang lebar mencoba untuk membujuk Daren sang ayah.
Akan tetapi, ayahnya itu hanya menatap wajah Eden dengan tatapan mata sayu layaknya anak singa yang baru saja di tinggalkan induknya.
"Iya, ada apa katakan saja. Jangan sungkan, anggap saja kalau kita ini adalah teman," jawab Eden mencoba untuk bersikap santai.
"Nata-nya Daddy, Ed. Dia--" Daren tidak kuasa untuk meneruskan ucapannya.
"Dia kenapa? Astaga, Dad? Susah banget sih tinggal ngomong aja juga."
''Dia dijodohkan sama laki-laki lain, huaaaa!'' Daren memelas, juga berteriak histeris kemudian.
"Hah? Daddy serius? Calon Mommy aku yang cantik itu dijodohkan sama laki-laki lain? Gawat, ini benar-benar gawat," jawab Eden merasa terkejut tentu saja.
"Apa yang harus Daddy lakukan sekarang? Apa Nata benar-benar akan menerima perjodohan itu? Lalu bagaimana nasib Daddy nantinya, apa Daddy akan dicampakkan sama dia?''
"Gak bakalan, percaya deh sama aku. Memangnya Om Jude bilang apa sama Daddy?"
Daren menceritakan semua yang dia dengar dari Jude dari awal sampai dia meninggalkan kediaman Nata. Laki-laki berusia pertengahan 40-han bahkan menceritakannya dengan dramatis membuat Eden tidak berhenti tersenyum merasa lucu.
Baru kali ini Eden melihat Daren sang ayah terlihat seperti ini. Ayahnya itu benar-benar telah terserang virus yang sama sekali tidak ada obatnya, yaitu virus cinta alias bucin tingkat dewa.
'Baru kali ini aku lihat Daddy sebucin ini sama wanita, dasar Daddy. Apa dia lagi puber ke dua ya?' (batin Eden).
"Tolongin Daddy, Ed. Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Nata? Kenapa juga seharian ini dia gak bisa dihubungi? Daddy benar-benar merasa khawatir, rasanya Daddy gak tahu apa yang akan terjadi dengan Daddy jika Nata sampai meninggalkan Daddy," lirih Daren memelas lengkap dengan tatapan mata sayu menatap wajah Eden sang putra.
"Daddy benar-benar udah terkena virus cinta. Daddy tenang aja, aku akan cari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan dia. Kalau perlu, aku culik si Nata dan bawa dia ke Daddy. Jadi, berhenti merengek-rengek kayak anak kecil seperti ini, oke?''
Daren menganggukkan kepalanya lalu memeluk tubuh sang putra. Eden mengusap punggung ayahnya lembut dan penuh kasih sayang. Keadaan benar-benar terbalik kini, cinta telah merubah Daren menjadi seperti seorang anak kecil. Cinta juga membuat ikatan ayah dan anak itu semakin erat layaknya sepasang sahabat.
BERSAMBUNG
...****************...