MY HOT DUDA

MY HOT DUDA
Berbohong



"Apa maksud kamu? Kejelasan? Bukankah sudah jelas kalau saya sudah mengakhiri hubungan kita ini?" tegas Daren matanya masih menatap sekeliling.


'Astaga, jangan sampai Nata melihat dia di sini, bisa perang dunia ketiga nanti kalau dia sampai tahu,' (batin Daren.)


"Tapi Mas Daren tidak bilang alasannya? Kenapa Mas mengakhiri hubungan kita begitu saja?" ucap sang wanita memelas.


"Alasannya juga jelas. Karena saya sudah tidak mencintai kamu lagi."


"Apa? Segampang itu Mas bilang tidak mencintai aku lagi setelah janji-janji manis yang Mas ucapkan kepadaku? Jahat kamu, Mas."


"Saya memang jahat, makannya cepat pulang dan cari saja laki-laki lain yang lebih baik dari saya."


Grep!


Wanita bernama Savana itu memeluk tubuh Daren secara tiba-tiba, sontak hal itu membuat Daren semakin merasa panik. Dia hanya mengkhawatirkan satu hal, Nata, Nata dan Nata. Dia tidak ingin terjadi kesalahpahaman di antara mereka nantinya.


"Lepaskan, apa-apaan sih!" Daren menghempaskan tubuh wanita itu kasar.


"Mas Daren!"


"Apa? Lebih baik kamu pergi sekarang juga. Saya sibuk," pinta Daren hendak pergi.


"Aku hamil."


Daren seketika menghentikan langkah kakinya.


"Apa?"


Daren menarik pergelangan tangan wanita itu lalu membawanya masuk ke dalam mobil. Selang beberapa saat kemudian Nata keluar dari dalam rumahnya sesaat setelah Daren melajukan mobilnya kencang meninggalkan halaman.


"Mas ku sayang? Mau kemana dia?" gumam Nata menatap kepergian mobil tersebut dengan perasaan heran. Akan tetapi dia sama sekali tidak sadar bahwa seorang wanita sedang berada di dalam sana.


* * *


Ckiiit!


Daren menghentikan laju mobilnya di tepi jalan lalu meminta wanita itu untuk keluar. Apa wanita itu pikir dirinya adalah laki-laki bodoh? Mereka sama sekali tidak berpacaran terlalu lama. Jadi, mana mungkin mantan kekasihnya itu tiba-tiba saja hamil?


"Keluar kamu?" bentak Daren.


"Tapi, Mas--"


"Apa kamu pikir saya ini bodoh, hah? Mana mungkin kamu hamil sementara kita sama sekali belum pernah melakukan hal itu?"


"Apa kamu lupa apa yang telah Mas lakukan waktu itu? Waktu Mas mabuk malam itu!''


"Saya tidak sepenuhnya mabuk, saya masih sadar malam itu dan saya sama sekali tidak melakukan hal terkarang sama kamu! Stop mengarang cerita yang tidak benar, sekarang kamu keluar. KELUAAAAAR!" teriak Daren merasa murka.


Ceklek!


Sang wanita pun akhirnya menyerah dan memilih untuk keluar dari dalam mobil dengan perasaan kesal. Niatnya untuk mengelabui Daren ternyata gagal total, karena duda satu anak itu ternyata tidak sebodoh yang dibayangkan.


'Awas aja kamu, Mas. Aku pastikan akan merebut hatimu lagi. Semudah itu kamu melupakan aku, hah?' (batin Savana.)


Setelah memastikan wanita itu keluar, Daren segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Awalnya dia hendak bersikap dan mengakhiri hubungannya secara baik-baik, tapi ternyata sang wanita malah menggali kuburannya sendiri. Daren terpaksa bersikap kasar kepadanya.


"Dasar wanita gila, memangnya saya ini laki-laki bodoh apa? Seenaknya saja mengaku-ngaku hamil. Padahal saya 'kan hanya bermain-main sebentar dengan tubuhnya itu. Mana mungkin hal itu bisa menyebabkan dia hamil?'' gumamnya kemudian.


* * *


Di waktu yang bersamaan.


Nata memasuki rumah Daren begitu saja. Hal yang memang sudah biasa dia lakukan. Dirinya bahkan sudah tidak merasa canggung sama sekali berada di dalamnya seolah rumah itu adalah rumahnya sendiri.


"EDEN ... ED ...!" teriak Nata memanggil nama Eden sahabatnya.


"Apaan sih, masuk ke rumah orang gak ketuk pintu dulu. Dasar gak sopan," gerutu Eden dari dalam kamarnya, dia sedang berbaring santai dengan memainkan ponsel canggih miliknya.


"Mana tugas kuliahnya, udah selesai kamu kerjain?" tanya Nata masuk ke dalam kamar tanpa rasa canggung sama sekali. Dia pun duduk di tepi ranjang kemudian.


"Gimana mau ngerjain, kamu tiba-tiba pergi begitu saja tadi. Males aku kalau harus survei ke sana sendirian."


"Dih, aku 'kan kebelet PUP tadi. Makannya aku balik duluan," decak Nata, tentu saja itu hanya sebuah alasan.


"Jadi, tadi itu kamu kebelet PUP? Astaga, kenapa kamu gak bilang sih? Kalau kamu bilang, mungkin aku bisa putar balik tadi, hahahaha!" Eden menertawakan.


"Entahlah, semuanya terjadi begitu saja. Panggilan alam yang secara tiba-tiba membuat otakku tidak bisa berfikir dengan benar.''


"Dih, alasan saja."


"O iya, materi yang kemarin itu mana aku mau nyontek. Males aku kalau harus nyari di internet."


"Noh, ambil aja di meja belajar. Tapi, ingat nanti sore balikin lagi ya."


"Iya-iya, kamu tenang aja. Eu ... O iya, Om Daren mau kemana? Tadi aku lihat mobilnya keluar,'' tanya Nata tidak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya.


"Bilangnya sih mau ke kantor. Tapi, tadi ada Tante-tante yang kemarin mau dikenalin sama aku itu. Dasar Daddy, katanya udah putus, tapi masih aja ketemuan sama wanita itu,'' ucap Eden dengan begitu polosnya membuat Nata merasa terkejut tentu saja.


"Dasar kurang ajar, awas aja kamu Mas."


"Apa? Kamu bilang apa barusan?"


''Hah?''


BERSAMBUNG


...****************...