MY HOT DUDA

MY HOT DUDA
Lamaran Romantis



Nata duduk manis di dalam mobil bersama Daren yang saat ini sudah berstatus sebagai calon suaminya. Hubungan yang telah menggantung selama lebih dari 5 tahun itu pun akhirnya berakhir dengan rencana pernikahan juga mendapatkan restu dari kedua orang tua Nata seperti yang diinginkan oleh Daren.


"Cukup, sayang. Jangan liatin Mas kayak gitu,'' pinta Daren menatap lurus ke depan.


''Mas tampan soalnya. Aku ingin ngeliatin wajah Mas terus jadinya," jawab Nata semakin menatap lekat tanpa berkedip sedikitpun.


"Hahahaha! Kamu bisa aja, kamu juga cantik banget ko, sayang."


"Hmm ... Sayang, kita mau kemana emangnya?" tanya Nata kemudian.


"Mas mau bawa kamu ke suatu tempat pokoknya. Mas udah siapin kejutan buat kamu, sayang."


"O ya? Kejutan apa? Mas?"


"Ish, kamu ini. Kalau Mas kasih tau sekarang, ya namanya bukan kejutan lagi dong."


"Iya juga ya, hehehehe!"


Perjalan pun dilanjutkan dengan perasaan bahagia. Senyuman nampak mengembang sempurna dari kedua sisi bibir masing-masing, baik Daren maupun Nata merasakan hal yang sama kini, sama-sama bahagia dan sama-sama tidak sabar ingin segera tiba di hari bahagia mereka 3 bulan lagi.


Ckiiit!


Mobil pun berhenti tepat di depan hotel dimana Daren menginap saat ini. Tentu saja hal itu membuat Nata merasa heran. Kenapa harus ke hotel? Bukankah mereka berdua sudah menginap di sana semalam? Memangnya tidak ada tempat lain lagi selain hotel? Batin Nata.


"Lho, ini 'kan hotel? Katanya mau bawa aku ke suatu tempat?" tanya Nata kemudian.


"Iya, sayang. Kita turun aja dulu."


Ceklek!


Daren membuka pintu mobil. Dia pun keluar dari dalamnya lalu segera berlari ke arah samping dan membukakan pintu mobil untuk calon istrinya tersebut. Nata keluar dari dalam mobil dengan wajah datar. Dia pikir kejutan apa yang akan diberikan oleh Mas Daren-nya itu, ternyata hanya pergi ke hotel bukanlah sesuatu yang mengejutkan untuknya.


Keduanya pun berjalan memasuki hotel tersebut, sampai akhirnya tiba di kamar yang menjadi tempat tinggal Daren untuk sementara saat ini. Daren mengeluarkan sapu tangan berwarna hitam yang memang sengaja dia persiapkan.


"Tutup mata kamu, sayang. Sebentar aja," pinta Daren, tanpa menunggu persetujuan Nata dia segera menutup kedua mata gadisnya itu.


"Dih, Mas ini. Kenapa harus di tutup segala? Memangnya di dalam ada apaan?''


"Sudah jangan banyak nanya, gak akan lama ko."


"Hmm!"


Ceklek!


Pintu kamar dia buka lebar. Daren memapah tubuh sang calon istri masuk ke dalamnya kemudian. Setelah berada di dalam sana dan posisi berdiri pun sudah pas menurutnya, Daren pun menurunkan tapu tangan yang semula menutup kedua mata indah Natalia Agatha.


"Surprise!" ujar Daren saat kedua mata Natalia terbuka sempurna.


Gadis itu nampak mengedipkan kedua matanya pelan. Samar-samar dia melihat suasan kamar yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Warna pink terlihat mendominasi kamar tersebut, lengkap dengan kelopak bunga mawar merah yang hampir memenuhi lantai di tata begitu rapi dan juga indah di pandang.


Hal lain yang lebih membuatnya merasa terkejut lagi adalah, Daren sang duda tiba-tiba saja berlutut tepat di hadapannya dengan kotak cincin di atas telapak tangan sang duda kini dimana di dalamnya tersemat sebuah cincin indah dan juga mewah pastinya, cincin itu nampak mengeluarkan cahaya terang di tengah suasana kamar yang minim pencahayaan.


"Mas ..." Lirih Nata menatap wajah sang duda dengan tatapan sayu merasa terharu.


"Natalia Agatha, setelah melewati perjalanan panjang, bahkan sangaaaaaat panjang. 5 tahun kita lewati dengan saling memendam rindu, 5 tahun kita lewati dengan memendam rasa cinta, 5 tahun bahkan kita lewati dengan menutup diri dan menutup hati untuk orang lain.''


"Sampai akhirnya, takdir benar-benar mempertemukan kita lagi di sini. Seperti apa yang pernah Mas katakan waktu itu, bahwa kalau kita memang berjodoh Tuhan pasti akan membukakan jalan untuk kita bersatu kembali sebesar apapun ujian yang harus kita lewati.''


"Mas yakin kalau kamu adalah jodoh Mas. Jadi, maukah kamu menikah dengan Mas? Eh ... Salah bukan kayak gitu. Mas ulangi lagi ya! Hmm ... Marilah kita menikah, Nata. Mas yakin kamu gak akan menolak karena kamu juga mencintai Mas sama seperti yang Mas rasakan. I love you, Natalia Agatha. Mas sangat-sangat sayang sama kamu," lirih Daren panjang lebar. Dia pun segera melingkarkan cincin yang dia bawa di jari manis Natalia Agatha.


"Mas? Mas duda ku, Mas Daren ku,'' Nata tidak kuasa menahan air matanya. Buliran bening itu berjatuhan begitu saja dari pelupuk matanya kini. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa kejutan yang diberikan oleh Daren akan seromantis ini.


Nata bahkan tidak kuasa untuk meneruskan ucapannya. Hati dan jiwanya benar-benar merasa bahagia. Sangat-sangat bahagia. Kejutan tersebut sukses membuat Nata merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini.


Setelah sang duda melingkarkan cincin tersebut di jari manis Natalia Agatha, Daren pun berdiri lalu mendaratkan ciu*an di kening calon istrinya lembut juga penuh kasih sayang. Pelukan hangat pun menjadi penutup rangkaian lamaran romantis yang baru saja dilakukan oleh Daren.


"Makasih, Mas. Aku pikir kamu hanya membawaku ke sini tanpa menyiapkan apapun, kamu benar-benar luar biasa, Mas. Aku bahagia sekali," gumam Nata mendekap erat tubuh kekar sang duda.


"Mana mungkin Mas tidak menyiapkan apapun di saat Mas ingin melamar kamu secara pribadi?''


"Aku gak nyangka kamu bisa romantis juga ternyata, aku gak akan melupakan hari ini. Ini adalah hari yang paling indah di dalam hidupku, Mas. I love Mas duda ku sayang, i love you,'' lirih Nata benar-benar merasa bahagia, tidak ada kalimat yang cocok untuk menggambarkan betapa bahagianya perasaan seorang Nata saat ini.


"Tapi, sayang. Besok Mas harus pulang, ada pekerjaan yang harus Mas selesaikan di kantor.''


Nata seketika mengurai pelukan.


"Hah? Ko cepet banget? Kita baru aja ketemu 2 hari lho.'' Nata mengerucutkan bibirnya sedemikan rupa.


"Mas janji akan balik lagi ke sini. Sampai kita menikah nanti, tidak apa-apa 'kan kalau kita LDR dulu."


''Kenapa sih harus menunggu 3 bulan segala. Kenapa kita gak nikah besok aja? Daddy nyebelin.''


"Hahahaha! Itu karena Jude ingin yang terbaik buat kamu. Dia ingin pernikahan yang spesial untuk putri satu-satunya ini. Sabar sayang, 3 bulan gak lama ko," ucap Daren menatap lekat wajah Natalia Agatha.


Perlahan, dia pun mengusap kedua sisi pipi calon istrinya itu, kedua mata mereka pun saling menatap satu sama lain. Senyuman bahagia mengembang dari kedua sisi bibir masing-masing, sampai akhirnya satu kec*pan pun di daratkan di bibir pasangan masing-masing.


Grep!


Nata seketika melingkarkan kedua kakinya di pinggang Daren sang duda, sontak kedua tangan Daren pun diletakan di bawah pinggul Nata untuk menahan berat tubuhnya kini, dan kec*pan tersebut pun berubah menjadi ciu*an panas, bahkan sangat panas.


Daren perlahan mulai berjalan maju bersama Nata berada di dalam gendongannya kini, dengan bibir yang masih saling bertautan erat tentu saja. Sampai akhirnya, dia pun sampai di ujung ranjang lalu segera menjatuhkan tubuh Nata dan menerkamnya saat itu juga.


BERSAMBUNG


...****************...