My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 75



\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Mobil sedan hitam mendarat tepat di depan pintu masuk perusahaan Ferrers Group. keluarlah seorang laki - laki dewasa dari mobil tersebut. Kemudian seorang laki - laki memutari mobil dan membukakan pintu di samping kemudi.


Seorang wanita cantik dengan style kantoran keluar dari balik pintu sebelah pengemudi. Darren dan Alexi, yap mereka adalah Darren dan Alexi.


" Kamu masuklah dulu, nanti aku jemput saat pulang kantor " Darren mengecup puncak kepala Alexi. Banyak karyawan yang menatap mereka berdua dengan tatapan iri dan kagum.


" Iya, kalau begitu aku masuk dulu. Kamu hati - hati, jangan ngebut - ngebut bawa mobilnya " Alexi tersenyum kemudian berlalu pergi memasuki gedung perkantoran sementara Darren memasuki mobilnya dan meninggalkan depan perusahaan Ferrers Group.


Alexi berjalan dengan anggun melewati lobby kantor untuk sampai di lift. Banyak karyawan yang menyapanya dan Alexi hanya menganggukkan kepalanya.


Ia sampai di depan lift khusus petinggi perusahaan kemudian ia menekan tombol untuk membuka liftnya, saat lift terbuka Alexi segera masuk dan menekan tombol lantai 30 tempat ruangannya berada.


Ting.


Lift yang di naiki Alexi pun sampai dan terbuka, Alexi segera keluar dan berjalan dengan anggun menuju ke ruangannya.


Saat melewati meja kerja Marry, Alexi memberhentikan langkahnya dan bertanya.


" Is my schedule today, Marry? " ( Apa jadwalku hari ini, Marry? ) Tanya Alexi saat ia berada di depan meja kerja Marry.


" At 10 you have a meeting with JS Company after that you don't have a meeting anymore Miss " ( Jam 10 anda ada rapat dengan JS Company setelah itu anda tidak ada rapat lagi Nona ) Alexi hanya menganggukkan kepalanya dan memasuki ruangannya.


Alexi berbalik dan berkata. " Oh yeah, what file do I have to sign? " ( Oh ya, apa berkas yang harus aku tanda tangani? ) Tanya Alexi lagi sebelum ia memasuki ruangannya.


" There Miss, I put it on your desk " ( Ada Nona, sudah saya taruh di meja kerja anda ) Tanpa menjawab sepatah katapun Alexi kemudian memasuki ruangannya kemudian dan berkutat dengan berkas - berkas yang sudah di siapkan oleh Marry.


Saat Alexi tengah fokus berkutat handphone Alexi berbunyi.


**Chorus


'Cause I knew you were trouble when you walked in


So shame on me now


Flew me to places I'd never been


'Till you put me down


Oh, I knew you were trouble when you walked in


So shame on me now


Flew me to places I'd never been


Now I'm lying on the cold hard ground


( Taylor Swift - I Knew You Were Trouble**. )


Saat ia melihat layar handphonenya tertera nama Husband dengan gambar Love di sampingnya.


Ia menggeser tombol hijau dan terdengar sapaan dari seberang sana.


" Halo sayang " Sapa Darren dari seberang.


" Iya. Ada apa Darren, kenapa kamu telfon, apa ada yang ketinggalan atau ada masalah? " Tanya Alexi beruntun.


" Gak sayang, aku cuma mau tanya. Kira - kira nanti kamu bisa gak pulangnya agak pagian, aku ingin ngajak kamu dan anak - anak quality time bersama? "


" Kebetulan nanti aku gak ada jadwal lagi setelah rapat dengan JS Company jam 10 dan mungkin setelah istirahat aku baru bisa pulang karena aku masih harus mengerjakan berkas - berkasku " Penjelas Alexi.


" Baiklah kalau begitu. Nanti aku aja yang jemput anak - anak, setelah jemput anak - anak aku akan langsung jemput kamu di perusahaan dengan anak - anak " Putus Darren.


" Baiklah " Setelah itu Alexi memutuskan sambungan telfonnya dan melanjutkan mengerjakan berkas - berkas yang tertunda akibat ia mendapat telfon dari Darren suaminya.


" Miss, the meeting will start soon " ( Nona, rapatnya akan segera di mulai ) Beritahu Marry.


" OK " ( Baiklah ) Alexi dan Marry pun menuju ke ruangan meeting dan memulai meetingnya.


\*\*\*DARREN MATTHEWS POV\*\*\*


Setelah aku menghubungi istriku, aku segera melanjutkan pekerjaanku lagi. Beruntung Alexi juga tak ada jadwal hari ini jadi aku ingin menghabiskan waktuku dengan keluarga kecilku.


Aku ingin mengajak mereka ke suatu tempat yang menurutku sangat indah, semoga saja mereka juga menyukainya.


Aku fokus membaca dokumen - dokumen kerjasama dan investasi perusahaan sampai - sampai aku tidak sadar bahwa sudah hampir waktunya makan siang, itu berarti waktunya untukku menjemput kedua buah hatiku.


Aku segera berdiri dari dudukku dan menyambar jas yang ku gantung di kursi kebesaranku.


Aku berjalan keluar dari ruanganku dan segera pergi ke sekolah kedua buah hatiku. Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan sedang.


Tak membutuhkan waktu lama karena jarak dari perusahaanku dan sekolah kedua buah hatiku juga tak terlalu jauh. Aku sampai dan segera turun dari mobilku dan berjalan santai ke tempat tunggu.


Banyak ibu - ibu yang menatapku kagum, aku hanya acuh dan memainkan ponselku untuk mengurangi rasa bosen.


Banyak bisik - bisik dari ibu - ibu itu yang sangatlah menggangguku, saat ku alihkan pandanganku ke arah ibu - ibu semua ibu - ibu senyum - senyum ke arahku dan kubalas dengan senyum tipis.


' Dasar sudah tua juga masih aja centil - centil seperti itu, gak inget anak dan suaminya. sudah dandanan menor bukannya menarik malah membuatku sangat jijik ' Gerutuku dalam hati.


Aku pun sibuk dengan handphoneku lagi, tiba - tiba ada seseorang yang berdiri di depanku saatku alihkan pandanganku mataku membulat.


" Sayang kok kamu di sini? " Aku langsung berdiri saat melihat Alexi di depanku, yap orang yang di depanku adalah Alexi istriku.


" Iya, biar kita langsung pulang dan kamu gak bolak - balik nanti kamu sama anak - anak capek, gimana? " Istriku ini memang sangatlah pengertian dan aku sangat beruntung bisa mempunyai dirinya.


" Yasudah kamu duduk di sini dulu mungkin anak - anak 5 menit lagi keluar " Aku menuntun Alexi untuk duduk di sampingku ia hanya menurut dan duduk di sampingku. aku langsung merangkul pinggangnya mesra dan Alexi tersenyum kepadaku.


Lima menit aku dan Alexi menunggu, satu persatu anak - anak keluar. Aku dan Alexi berdiri menyambut kedua buah hati kami.


Saat netraku menangkap sosok Aldrich dan Maisha aku melambaikan tanganku dan ku lihat kedua buah hati kami berlari ke arahku dan Alexi.


" Sayang jangan lari - lari nanti kalian jatuh " Ucap Alexi saat Aldrich dan Maisha sampai di depan kami, sedangkan Aldrich dan Maisha hanya menyengir menampilkan gigi susunya yabg rapi.


" Oke, sekarang kita pulang. Daddy akan mengajak kalian ke suatu tempat " Aldrich dan Maisha bersorak gembira.


...


Sore hari telah tiba, saat ini aku dan keluarga kecilku sedang berada di mobil. Aku mengendari mobil dengan kecepatan sedang.


Di dalam mobil aku dan keluarga kecilku bersenda gurau saling melempar candaan, sangat hangat dan aku sangat menyukainya.


Saat ini Alexi terlihat anggun dan juga cantik, ia memakai gaun pink selutut dengan gambar bunga - bunga di bawahnya begitu juga dengan Maisha yang memakai gaun couple dengan Alexi, sedangkan aku dan Aldrich memakai kaos warna putih dan jaket kulit dengan celana levis.


2 jam aku berkendara akhirnya mobilku berhenti, Ponquogue Beach yap aku membawa keluarga kecilku ke pantai sambil melihat sunset.


Aku dan keluarga kecilku turun dari mobil, Aldrich dan Maisha langsung berlari ke bibir pantai.


" Sayang hati - hati, jangan lari - lari dan juga jangan sampai jauh - jauh " Teriak Alexi mengingatkan Aldrich dan Maisha yang langsung berlari.


Setelah aku mendapat parkiran yang pas, aku dan Alexi jalan beriringan dengan aku yang merangkul pinganggangnya.


Aku dan Alexi pun duduk di kursi pantai dan mengamati kedua buah hati kami yang sibuk main air di bibir pantai. Mereka tersenyum cerah, begitu juga dengan aku dan Alexi.


Aku pun merangkul Alexi dan menyandarkan kepalanya di dada bidangku sambil menunggu sunset.


Cukup lama Aldrich dan Maisha bermain air, mereka berdua terlihat capek dan menghmapiri kami . Mereka duduk di antara kami sambil menunggu sunset tiba, tak lama kemudian matahari perlahan turun dan menyisahkan warna orange di langit.


Aku dan keluarga kecilku tersihir dengan betapa indahnya sunset itu sambil berangkulan dengan senyuman yang bertengger di bibir kami masing - masing.