My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 59



\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Rumah Sakit L*n*x H*ll


Di depan ruangan UGD seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik terlihat duduk di kursi tunggu dengan menelungkupkan wajahnya di antara telapak tangannya sambil menangis.


Setelah mendapat kabar kecelakaan yang menimpa anaknya ia buru - buru ke rumah sakit tempat anaknya di bawa saat ini.


Tiara yap wanita itu adalah Mommy Darren, saat dirinya berada di Mansionnya ia mendapat telfon dari pihak rumah sakit bahwa anaknya mengalami kecekaan dan di bawa ke Rumah Sakit L*n*x H*ll.


Setelah mendapat informasi tersebut ia buru - buru pergi ke rumah sakit dengan di antar sopirnya.


" I haven't contacted Alexi, surely he doesn't know Darren's current situation " ( Aku belum menghubungi Alexi, pasti dia belum tau keadaan Darren saat ini )


Mommy Darren mengeluarkan handphone dari tas jinjingnya dan mencari kontak Alexi. Sambungan pertama, sambungan kedua tak ada sahutan sampai sambungan ketiga barulah terdengar sahutan dari sebrang telfon.


" Hello Mommy " ( Halo Mommy ) Sahut Alexi dari sebrang telfon.


Dengan tangisnya Tiara Mommy Darren menjawan. " A-Alexi Da-Darren "


" What's wrong with Darren Mommy, say ! " ( Ada apa dengan Darren Mommy, katakan ! ) Jawab Alexi tidak sabaran, tiba - tiba ia cemas apalagi Tiara Mommy Darren berkata sambil menangis tersedu - sedu seperti itu.


" Da-Darren Alexi accident, can you go to L*n*x H*ll Hospital ? " ( Da-Darren kecelakaan Alexi, bisakah kamu ke Rumah Sakit L*n*x H*ll ? ) Tiara masih menangis, ia tak kuasa menahan tangisnya jika anaknya seperti itu.


" Alright Mommy Alexi will be there soon " ( Baiklah Mommy Alexi akan segera ke sana ) Setelah mengatakan hal tersebut Alexi segera mematikan sambungan telfonnya.


\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*


Pulang dari rumah Darren setelah menjemput kedua buah hatiku aku segera membersihkan badanku.


Hari ini aku merasa sangat lelah dan ingin istrirahat tapi tiba - tiba telfonku berdering ku lihat Mommy Tiara yang menelfonku.


Aku pun mengangkat panggilan tersebut, ku dengar Mommy Tiara bicara sambil terbata - bata, mendengar suaranya yang seperti itu membuatku cemas dan kalimat selanjutnya membuatku sangat terkejut.


Darren mengalami kecelakaan.


Setelah aku mengatakan akan ke sana aku buru - buru mematikan sambungan telfonnya dan bergegas ke rumah sakit tapi sebelum itu aku pergi ke kamar kedua buah hatiku dan ku lihat mereka masih belum tidur.


" Sayang, ayo ikut Mommy " Ucapku setelah membuka pintu kamar kedua buah hatiku.


" Emana Mommy " Tanya Maisha dan Aldrich bersamaan.


" Ikut saja sayang nanti kalian juga tahu sendiri yang jelas kita bakal bertemu Daddy dan Grandma " Maisha bersorak girang sedangkan Aldrich tentu saja hanya diam dan menampilkan ekspresi dinginnya benar - benar couple dengan Daddynya.


Setelah itu kita bertiga - Aku, Maisha dan Aldrich menuju ke mobilku dan bergegas ke rumah sakit.


...


Sesampainya di rumah sakit aku segera ke bagian resepsionis dan menanyakan ruangan Darren saat ini.


" Excuse me, where is Mr. Mattews's room right now? " ( Permisi, di manakah ruangan Tuan Mattews saat ini ? )


" Mr. Matthews in the UGD room, madam " ( Tuan Matthews di ruangan UGD nyonya ) Jawabnya.


" Where is the UGD room? " ( Di manakah ruangan UGDnya ? ) Tanyaku lagi, saat ini aku sudah sangat cemas dengan kondisi Darren saat ini.


Aku dan kedua buah hatiku pun berlalu ke ruangan UGD tempat Darren saat ini, aku berlari kecil karena aku juga menuntun anak - anakku. Sebenarnya aku tak ingin membawa mereka tapi apalah dayaku di Mansion tak ada siapapun, baby sitter mereka sudah pulang dari tadi sore dan para pelayan sedang aku liburkan untuk berkumpul dengan keluarganya.


Aku memang memberikan waktu mereka pulang kampung selama satu bulan sekali dan biasanya aku beri mereka waktu 3 - 5 hari.


Sampailah aku di depan ruangan UGD di situ sudah ada Mommy Tiara sendirian yang sedang menangis, aku semakin mendekat dan memanggil Mommy Tiara.


" Mommy " Panggilku sedikit berteriak karena ini di rumah sakit, Mommy Tiara menoleh ke arahku.


Dan sampailah aku di depan Mommy Tiara beliau segera memelukku dengan erat sambil menangis tersedu - sedu.


" Da-Darren Alexi " Ucapnya masih sambil menangis di pelukanku.


" Darren is definitely fine, Mommy " ( Darren pasti baik - baik saja Mommy ) Ucapku menenangkan Mommy Tiara yang berada di pelukanku sambil mengelus punggungnya yang bergetar karena tangisannya.


" Calm down Mommy, Alexi believes all will be well " ( Tenanglah Mommy, Alexi yakin semua akan baik - baik saja ) Ucapku lagi.


Aku mengurai pelukanku dengan Mommy Tiara dengan lembut dan membawanya duduk di kursi tunggu. Ku lihat perhatian Mommy Tiara teralihkan pada Aldrich dan Maisha.


" Mommy is Maisha and Aldrich is Mommy's granddaughter " ( Mommy ini Maisha dan Aldrich cucu Mommy ) Ucapku lembut. Ku lihat Mommy Tiara sudah sedikit tenang dan bisa sedikit tersenyum karena kehadiran Aldrich dan Maisha.


" Al sama Isha gak mau peluk Grandmanya " Ucapku menatap Aldrich dan Maisha sambil tersenyum, kemudian Kedua buah hatiku memeluk Mommy Tiara dan memanggilnya Grandma.


" Grandma " Panggil Aldrich dan Maisha bebarengan. Aku yang melihatnya hanya tersenyum.


\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Sudah tiga jam mereka berempat menunggu di depan ruangan UGD tak lama seorang pria paruh baya dengan memakai pakaian steril keluar dari rungan UGD dengan membuka masker yang ia pakai.


Alexi dan Tiara Mommy Darren segera berdiri dan menghampiri dokter tersebut dan menanyakan keadaan Darren.


" Doctor how is Darren's condition? " ( Dokter bagaimana keadaan Darren? ) Tanya Alexi dan Tiara Mommy Darren bersamaan.


" are you a patient's family? " ( kalian keluarga pasien? ) Tanya dokter tersebut.


" Yes, we are family doc " ( Ya, Kami keluarganya dok ) Jawab Alexi dan Mommy Darren bersamaan.


" Emm like this, Mr. Matthews is fine and has passed his critical period, except that he was declared in a coma due to a collision on his head and also his right leg had a broken bone and had to be casted " ( Emm begini keadaanTuan Matthews sudah baik - baik saja dan sudah melewati masa kritisnya hanya saja beliau dinyatakan koma akibat benturan di kepalanya dan juga kaki kanannya mengalami patah tulang dan harus di gips ) Jelas dokter panjang lebar menjelaskan kondisi Darren saat ini. Setelah mendengar penjelasan dokter Mommy Darren kembali menangis dan memeluk Alexi erat, Alexi pun membalas pelukan mertuanya tersebut.


" Can we visit the doctor? " ( Bisakah kita menjenguknya dokter? ) Tanya Alexi dengan masih memeluk mertuanya tersebut.


" Can you Madam, after we move it to the room " ( Bisa Nyonya, setelah kita memindahkannya ke ruang inap ) Jawab dokter tersebut.


" Alright thanks doctor " ( Baiklah terima kasih dokter ) Ucap Alexi.


" Alright, then excuse me " ( Baiklah, kalau begitu saya permisi ) Dokter tersebut pun berlalu dan Alexi segera membawa mertuanya duduk di kursi kembali.


Alexi masih setia memeluk mertuanya tersebut dan menenangkannya.


Sedangangkan Aldrich dan Maisha hanya duduk diam dan melihat Mommy dan Grandmanya berpelukan. Tapi di dalam hati Aldrich ia berkata.


Daddy maafin Al karena selalu bersikap cuek dan dingin kepada Daddy, Al sayang sama Daddy jadi Al mohon cepat bangun ya Daddy terus kita bisa main sama - sama dan tinggal bersama.