
\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*
Aku malu dan juga canggung saat Darren bersikap romantis seperti itu. Sebenarnya aku juga merasa senang tapi mau bagaimana lagi aku masih tak terbiasa dengan sikapnya yang seperti itu kepada ku. Dan tidak di pungkiri lagi bahwa aku lama - lama juga menikmati perlakuan hangat dan romantis Darren.
Apalagi tadi pagi sebelum kita berdua ingin sarapan. Dia berlaku seperti pemeran utama di novel - novel yang sering Jennier sahabatku ceritakan kepada ku. Aku tak tau persis sih tapi sering kali Jennifer tentang perlakuan romantis seperti itu saat dia membaca novel - novel roman picisannya.
Tok ... Tok ... Tok ...
" masuk " saut ku dari dalam dan seketika itu lamunan ku buyar karena suara ketukan di pintu ruangan ku. Yap .. saat ini aku berada di ruangan kantor ku di perusahaan Ferrers group.
Tak lama muncullah Mary sekretaris ku di perusahaan dengan seorang wanita yang sangat ku kenali bahkan baru saja aku memikirkan tentang dirinya .. Jennifer sahabat baikku dia yang datang dengan senyuman yang menurutnya paling manis saat dia melihat diri ku.
" Miss, there's Miss Jennifer " ( Nona, ada Nona Jennifer ) ucap Mary dengan hormat dan membungkukkan badannya.
" invite him in ! " ( persilahkan dia masuk ! ) perintah ku.
Mary pun mempersilahkan Jennifer masuk kemudian pamit keluar dari ruangan ku.
" Alexi, lo itu gila kerja banget sih .. gua gak mau tau sekarang lo harus menemani gua ke mall sekarang juga ! " perintah Jennifer penuh penekanan.
" tapi .. "
" gak ada tapi - tapian Aunty " ucap Jennifer dengan suara seperti anak kecil dan mengusap - usap perut datarnya.
1 Detik
2 Detik
5 Detik
" jangan bilang lo sekarang .. " ucap ku menggantung dan Jennifer langsung mengangguk semangat menanggapi ucapan ku.
" hah .. benaran lo gak bohong kan sama gua " ucap ku masih tak mempercayai ucapan Jennifer pasalnya dia tak pernah serius dengan ucapannya dan kerap kali berbohong kepada ku. kan siapa yang tahu jika dia hanya ingin aku menemaninya ke Mall karena dia hampir mati kebosanan di mansionnya dan suaminya.
" gua beneran beg* masak lo gak percaya sih sama sahabat lo yang cantik ini " ucap Jennifer narsis dan membusungkan dadanya sombong sambil cengar - cengir gak jelas.
Dan bla bla bla ... masih banyak lagi yang kita bicarakan. Sampai saat ini aku berada di Mall dengan Jennifer karena sedari tadi dia merengek memaksa ku menemaninya akhirnya aku pun terpaksa untuk menemaninya dari pada dia nanti menangis.
Kulihat Jennifer sangat senang sekali, dia seperti anak kecil yang di belikan mainan oleh orang tuanya. Dari tadi dia kesana - kemari tak ada capeknya memilih baju, tas, sepatu dan lain - lain dan untuk ku hanya mengikutinya.
Sedari tadi kita berdua berkeliling Mall dan tak terasa waktu sudah memasuki jam untuk makan siang. Dan kita berdua pun mencari restorang seafood yang berada di depan Mall karena Jennifer ingin sekali makan seafood ya maklumlah bawaan bayi jadi harus di turuti kalau gak bisa - bisa ileran jadinya anak Jennifer sahabat ku ini.
20 menit sudah berlalu akhirnya kita berdua selesai dengan makan siang kita. Kita berdua pun menyebrang jalan untuk ke parkiran dan segera pulang karena aku sudah merasa sangat capek dan cepat - cepat untuk istirahat. Saat aku menyebrang tiba - tiba Jennifer berteriak heboh ke arah ku.
" ALEXI ... AWAS .. " teriak Jennifer menggelegar.
\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*
Setelah menyelesaikan acara sarapan ku bersama Alexi aku segara keluar dari dalam mansion dan ku dapati William asisten pribadi ku di halaman mansion tapi entahlah apa yang dia lakukan yang ku lihat dia sedang menatap ke arah jalanan dan tidak langsung masuk ke dalam mansion biasanya jika dia sudah datang pasti dia akan langsung masuk.
Aku pun melakukan ritual yang aku lakukan akhir - akhir ini kepada Alexi yaitu mencium kening dan bibirnya. Dan selalu ekspresi terkejut yang selalu dia tampilan saat aku melakukan itu kepadanya.
Aku hanya terkekeh geli melihat ekspresi Alexi yang terkejut karena ulahku. Akhirnya aku pun berangkat bersama William dengan William yang menyetir mobilnya dan aku hanya menjadi penumpang.
Hening itulah suasana yang menggambarkan kondisi di dalam mobil saat ini. Sampai akhirnya William memecahakan keheningan dengan percakapan yang membuat ku sangat terkejut.
" Young master, before you and the young lady came out of your mansion, I ran into Khatelyna in your mansion's yard. She looked very angry, she seemed to see something she should not have seen. " ( tuan muda, sebelum anda dan nyonya muda keluar dari mansion anda saya berpapasan dengan Khatelyna di halaman mansion anda .. dia kelihatan sangat marah sepertinya dia melihat sesuatu yang tak seharusnya dia lihat ) jelas William panjang lebar dengan pandangannya tetap fokus ke jalan raya.
" You tightened Alexi's supervision so that Khatelyna couldn't do anything and for Khatelyna herself, monitor her. If anyone suspicious, report to me no matter how small it is, just report it to me. " ( kamu perketat pengawasan Alexi agar Khatelyna tak bisa macam - macam dan untuk Khatelyna sendiri pantau dia terus jika ada yang mencurigakan segera lapor ke saya sekecil apapun itu laporkan saja ke saya. ) perintah ku tegas tanpa mau di bantah sekalipun. Karena aku tak mau kehilangan Alexi jadi aku tak boleh lengah sedikit pun .
Alexi harus berhadapan dengan wanita ular itu. Jika wanita ular itu sampai menggoreskan luka di badan Alexi walau sedikit pun aku takkan pernah mengampuninya sampai kapan pun.
" good young master " ( baik tuan muda )
Khatelyna kali ini takkan ku biarkan kau mengambil orang yang ku sayangi untuk yang kedua kalinya.
Maaf ya readers saya telat up karena saya ada acara 🙇♂️🙇♂️ dan terima kasih untuk yang setia menunggu novel ku ... jangan bosan ya menunggu kelanjutannya .. see you 😚😚
Thank you ...