
\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*
2 Bulan Kemudian ...
Darren termenung di depan jendela kaca besar di dalam ruangan president di perusahaannya sambil berdiri dan menyilangkan tangannya di depan dada.
Setiap jam, menit dan juga detik hanya Alexi yang Darren pikiran dan dapat mendominasi pikiran Darren.
Darren pun bertanya " Kamu di mana sayang ? apakah kamu tak merindukanku ? " tanya Darren meskipun ia tau Alexi takkan menjawabnya bahkan mendengarnya pun tidak.
Lama Darren hanya termenung di depan jendela kaca besar tersebut. Sudah 3 bulan Alexinya meninggalkan dirinya seorang diri tanpa mengucapkan kata - kata perpisahan kepadanya.
Darren seperti mayat hidup setelah di tinggal oleh Alexi, sifatnya menjadi lebih tak tersentuh oleh siapapun bahkan Darren sering kali tak mendengarkan ucapan Mommynya.
William asisten pribadi Darren menjadi lebih kewalahan menghadapi Darren yang tak ada semangat untuk bekerja dan hanya termenung setiap harinya, al - hasil dialah yang harus menghandle semuanya.
Di Lain Tempat ...
Seorang wanita termenung di depan jendela kaca bpesar yang menghadap ke kebun bunga di belakang rumahnya. Bunga indah dengan sejuta keharumannya dan warna yang menyedapkan mata memandang.
Alexi, yap wanita itu adalah Alexi istri dari Darren Matthews trilioner muda yang berhasil membawa perusahaannya menjadi terkenal ke mancanegara.
Alexi pergi meninggalkan Darren 3 bulan yang lalu karena melihat Darren suaminya sedang bercumbu dengan Khatelyna kekasihnya. Meskipun pernikahan mereka tidak di landasi dengan cinta melainkan dengan perjodohan, tidak bisa di pungkiri bahwa Alexi mulai mencintai suaminya bahkan dari awal Alexi sudah mulai tertarik dengan seorang Darren Matthews.
Tetapi Alexi selalu menampik itu semua dari awal, dan lambat laun ia mulai menyadari bahwa dirinya sudah terperangkap oleh pesona seoarang Darren Matthews dan mencintainya sangat dalam.
\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*
Aku termenung memikirkan dia, dengan melihat bunga - bunga yang indah yang menjernihkan mataku karena warnanya yang cantik.
Sudah 3 bulan aku meninggalkannya, dan aku tak tau bagaimana keadaannya saat ini. Apakah dia sudah bahagia dengan kekasihnya ? atau malah dia sudah menikah dengan kekasihnya itu ? Aku tak tahu, tetapi sebenarnya aku sangat ingin tahu keadaannya saat ini.
Aku ingin bersamanya, Tapi aku sadar bahwa aku bukanlah siapa - siapa baginya melainkan hanya pengganti di depan Mommynya. Memikirkan hal itu hati berdenyut sakit, hatiku serasa di remas dan di tusuk - tusuk pedang dengan bertubi - tubi.
**Tiba - tiba ..
Tok Tok Tok**
Seseorang mengetuk pintu kamarku dan tak lama setelah itu dia masuk. Aku sudah sangat hafal betul siapa yang mengetuk pintu kamarku, siapa lagi kalau bukan Marry asisten pribadi sekaligus sekretarisku di perusahaan.
" Miss, it's time for lunch " ( Nona, sudah waktunya makan siang ) Ucap Marry mengingatkan.
" Later, Marry, I have no appetite for now " ( Nanti saja Marry aku tidak nafsu makan untuk saat ini ) Tolakku karena aku benar - benar tak ada nafsu makan.
" Even though you have no appetite, you must continue eating because you are not alone right now " ( Meskipun Nona tidak ada nafsu makan tetapi Nona harus tetap makan karena sekarang ini Nona tidak sendiri ) Ucap Marry lagi, dan ya aku baru ingat bahwa saat ini aku sedang hamil.
" Please miss " ( Silahkan Nona ) Ucap Marry lagi mempersilahkanku dan dengan setia berjalan di belakangku.
Akhirnya aku pun menuruti perkataan Marry dan makan, ya meskipun hanya sedikit karena aku benar - benar tidak ada nafsu makan untuk saat ini. Setelah itu aku pun meminum vitamin dan susu ibu hamil.
...
Setelah semua itu aku kembali ke kamar dan kembali termenung di depan jendela kaca besar yang berada di kamar ku. Aku memikirkan kehamilanku, kenapa aku bisa tidak menyadari bahwa ada kehidupan lain di dalam perutku bahkan aku tak sempat memberitahu Darren tentang kabar gembira ini.
Flashback On
Setalah menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri Darren sedang bercumbu dengan Khatelyna dan memutuskan pergi dari kota yang menjadi saksi pertumbuhanku, aku butuh tempat untuk menenangkan dan menjernihkan pikiran ku yang sedang kalut dan kacau.
Setelah sampai di Mansion Darren aku segera mengepack pakaian dan barang - barang yang ku butuhkan sambil menelfon Marry untuk mempersiapkan penerbanganku ke Jakarta, Indonesia tanah kelahiran ku.
...
Setelah 8 jam lebih akhirnya pesawat yang ku tumpangi landing di Bandara Internsional Seokarno - Hatta, aku bersama Marry segera menuju ke mobil yang akan mengantarakan ku dan Marry ke rumah orang tuaku dulu.
Di dalam mobil terasa canggung karena tak ada yang memulai pembicaraan sama sekali, karena aku sangat penasaran kenapa Marry yang tak mau tinggal di New York dan menetap di sana.
" Marry " Panggiku, Marry menoleh dan mengerjitkan dahinya.
" Why would you prefer to come with me to Jakarta instead of being in New York, obviously New York is your birthplace and you also grew up in that country " ( Kenapa kamu lebih memilih ikut bersamaku ke Jakarta daripada berada di New York, jelas - jelas New York adalah tanah kelahiranmu dan kamu juga besar di negara itu ) Tanyaku panjang lebar.
" If at that time there was no Miss I no longer know what will happen to me in the future " ( Kalau saat itu tidak ada Nona aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi kepadaku kedepannya ) Jawab Marry dengan senyuman lebar yang bertenggar di bibirnya.
" So whatever situation Miss I will stay with Miss " ( Jadi apapun keadaan Nona aku akan tetap bersama Nona ) Lanjut Marry tulus dan memegang tanganku.
" Thank you " ( Terima kasih ) Ucapku tersenyum dan membalas cekalan tangan Marry di tanganku.
Semuanya sama, tak ada orang di dunia ini yang hidup instant. Semua orang pasti merasakan pahitnya kehidupan versi mereka masing - masing.
Aku mengenal Marry saat aku baru saja mendirikan perusahaanku, saat itu Marry sangat menderita karena hutang keluarganya. Dan jalan satu - satunya agar keluarganya bisa melunasinya hanya dengan menjual Marry ke club malam.
Aku yang merasa iba akhirnya memutuskan menolong Marry beserta keluarganya dan dari situlah Marry menjadi asisten sekaligus sekretarisku di perusahaan karena Marry juga termasuk orang yang cerdas.
...
30 menit perjalananku dari bandara ke rumah orang tuaku, akhirnya aku dan Marry sampai di rumah masa kecilku. Rumah yang sama, lingkungan yang sama dan hawanya pun juga masih sama dengan terakhir kali aku ke sini.
Saat aku hendak masuk ke rumah, aku merasa semuanya berputar. Lama - lama penglihatanku buram dan perlahan - lahan kesadaranku mulai hilang dan semua gelap aku tak tau lagi setelah itu.
...
Perlahan - lahan aku membuka mataku dan menyesuaikan cahaya yang ada. Ternyata ini kamarku, kamar masa kecilku.
Tiba - tiba Marry masuk sambil membawa nampan yang aku yakini berisi makanan. Ia meletakkannya di nakas samping tempat tidurku dan berkata sesuatu hal yang membuatku sangat terkejut.
" You are pregnant Miss " ( Anda hamil Nona ) Ucap Marry, mataku membola aku terkejut sangat - sangat terkejut dan aku tidak menyangka bahwa aku akan hamil anak Darren.
Aku pun menormalkan ekspresi wajahku dan bertanya. " How old is she ? " ( Berapa usianya ? ) Tanyaku setelah menetralkan keterkejutanku.
" 2 weeks " ( 2 minggu ) Jawab Marry kemudian ia berlalu pergi meninggalkan diriku sendiri di dalam kamar.
Sebelum Marry benar - benar keluar dari kamarku ia berbalik dan berkata. " Eat your baby first " ( Makanlah dulu kasihan bayi anda ) Ucap Marry dan ia benar - benar berlalu pergi meningglkan kamarku.
" Forgive Mommy dear, because Mommy doesn't know where you are " ( Maafkan Mommy sayang karena Mommy tidak mengetahui keberadaanmu ) Ucap menatap sendu perutku yang masih rata dan mengelusnya penuh dengan rasa sayang.
Flashback End.
Aku tak kuasa menahan kesedihan ini, akhirnya air mataku jatuh membasahi pipiku. Saat ini kandunganku sudah berusia 14 minggu dan Darren belum juga mengetahui kabar gembira ini.
Aku pun tak tau apakah aku harus memberitahunya atau tidak, aku takut saat ini dia sudah bahagia dengan kekasihnya dan melupakanku. Bahkan sedikitpun kabar darinya aku tak tahu menahu sama sekali.
maaf ya readers aku lama banget up nya, aku benar - benar sibuk akhir - akhir ini 🙇♂️🙇♂️.
dan terima kasih yang sudah sabar dan setia menunggu kelanjutan dari novel ku ini.
see you 😚😚