
maaf ya kakak - kakak semuanya.. kalau masih banyak typo di novel ku ini..
\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*
Saat memasuki restoran A&F Restaurant. Tak sengaja ku melihat gadis yang ku temui sewaktu di restoran italia kemarin. Sebenarnya aku gak tau kenapa setiap melihat dia, ada rasa simpati yang terselip kepadanya. Aku merasa ingin sekali menghampirinya tapi, aku urungkan karena aku juga tidak kenal dengannya. Dan satu hal lagi aku Darren Matthews seorang presdir yang terkenal sangat dingin, bagaimana mungkin menyapa orang yang tidak aku kenal.
Aku berusaha tak memperdulikannya dan mencari kursi yang kosong agar bisa aku duduki. Beruntung masih ada kursi yang kosong. Ku mulai berjalan menuju kursi yang kosong supaya bisa cepat - cepat duduk. Tak berapa lama pelayan restoran itu datang menghampiri ku dang menyerahkan buku menu.
" Excuse me, sir, what do you want to order ...? " (permisi, tuan mau pesan apa ..? ) tanya pelayan itu seraya menyiapakan catatannya untuk mencatat pesanan ku.
Di restoran ini tersedia banyak sekali pilihan untukku pesanan. Dan ku memilih makanan dari New york sendiri karena makanan di kota New York tak kalah enak dari makanan di kota lain.
" I want one lobster newberg and just drink coffee. "( saya mau satu lobster newberg dan untuk minumnya kopi saja.) Pesan ku pada pelayan itu.
" fine sir please wait a moment " ( baik pak mohon di tunggu sebentar ) kata pelayan itu dan pergi meninggalkan meja ku.
Tak lama kemudian sekitar 15 menit pesanan ku datang dan ku bergegas menyelesaikan makan ku.
...
\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*
Hari ini adalah hari di mana aku harus memberikan jawaban ku kepada Jennifer. Sebenarnya hati dan fikiran ku masih ragu tapi, semua perkataan Jennifer benar adanya. Bahwa tak mungkin om ku harus menjaga ku seumur hidupnya. Ya meskipun aku sudah bisa sendiri mengurus keperluan ku.
...
Tempat pertemuan..
Saat aku memasuki restoran italia, Jennifer ternyata sudah menunggu. Bahkan dia sudah memesan makanan untuk kami berdua.
" Jennifer, sudah lama menunggu kah..? " tanya ku sambil menarik kursi dan duduk di hadapan Jennifer.
" lumayan " jawabnya santai.
" gak usah basa - basi, apa keputusan lo .. ? " sambungnya.
" kok lo gitu banget sih.. masa gua baru dateng lo udah sewot gitu.. lo tenang aja gua mau kok, jadi lo gak usah sewot gitu dong " jawab ku dan seketika itu wajah Jennifer langsung berubah cerah.
" lo beneran.. lo gk bohong kan sama gua " tanyanya antusias. Hanya anggukan saja jawaban ku sebagai tanda aku setuju.
" wahhh... gua seneng banget " teriak Jennifer histeris dan membuat gaduh di restoran itu.
" sekarang kita harus ngerayain karena lo udah setuju dengan permintaan gua " ajak Jennifer menarik tangan ku meningglkan retoran italia itu.
Aku hanya bisa pasrah atas semua kemauan Jennifer dan mengikuti kemana pun dia mau pergi. Sudah 3 jam Jennifer mengajakku keliling mall, Yang di lakukan hanya belanja saja.
Badan ku sudah sangat capek akibat berkeliling di seluruh mall. Saat mengajak Jennifer pulang kita berdua malah bertemu dengan Erik kakak Jennifer dia bersama temannya.
" ehh. Kakak ngapain di sini. ..? " tanya Jennifer.
" kamu sendiri ngapain di sini dan itu belanjaan kamu banyak banget " tanya balik Kakak Jennifer sambil menunjuk belanjaan yang Jennifer bawa.
" hehehe.. " kekeh Jennifer.
" udah - udah itu semua gak penting yang penting Alexi mau married sama temen kakak ini " terang Jennifer sambil menunjuk orang yang berada di samping Erik kakak Jennifer.
" wahh.. benarkah "
" selamat ya bro, akhirnya lo sebentar lagi akan married " menjabat tangan temannya.
" sekarang lo kenalan dulu gih "
" Darren " mengulurkan tangan.
" Alexi " menjabat tangan.
" apa kita pernah bertemu " masih dengan keadaan menjabat tangan.
" seperti nya tidak " menarik tangan.
" wahh.. wah.. ada apa ini.. apa jangan - jangan kalian seperti di novel - novel. Ada salah paham dahulu baru di jodohkan "
" ngaco lo. Emang lo pikir ini novel yang sering lo baca... bucin lo " jawab ku dengan menekankan kata bucin.
Jennifer hanya terkekeh mendengar umpatan ku. Setelah itu aku mengajaknya pergi karena aku juga masih banyak urusan.
" gua pulang dulu ya, gua masih banyak urusan. Ini semua gara - gara lo. Gua harus nunda semua nya jadwal yang udah gua susun rapi. Dan sekarang berantakan gara - gara lo ngajakin gua belanja " bisik ku kesal di telinga Jennifer.
Jennifer hanya menganggukkan kepala nya tanda dia mengizinkan ku untuk pergi dari tempat itu. Aku pun pamit kepada semuanya.
" saya pamit dulu, karena masih ada banyak urusan yang harus saya selesaikan " pamit ku. Tetapi, sebelum aku pergi kak Erik kakak Jennifer menyuruh Darren mengantar ku untuk pulang.
" bro lo anterin sana.. siapa tau lo bisa lebih deket sama si Alexi "
" gak usah saya bawa mobil sendiri "
Aku pun pamit dan pergi meninggalkan tempat itu. Tetapi, sebelum aku pergi meninggalkan mall itu Jennifer dan kak Erik menyarankan untuk kita berdua agar bertukar nomer telfon. Supaya kita berdua jadi gampang untuk berkomunikasi.
aku langsung bergegas ke mobil meninggalkan mall itu dan pergi ke perusahaan mengurus berkas - berkas yang sudah aku yakini pasti menumpuk meminta untuk di selelsaikan secepatnya.
Hai.. hai readers tercinta..
Maaf ya kalau saya lama up nya. Soalnya saya buat nya instan saya gak pernah punya cadangan. Jadi saya benar - benar minta maaf.
Jangan lupa ya readers tercinta.. tinggalkan jejak berupa like comment dan bila perlu jadikan favorit.
Kalau ada kesalahan atau kurang puas kalian comment aja nanti saya akan berusaha untuk memperbaiki menjadi yang lebih baik ke depannya.
Terima kasih yang sudah mampir.. jangan bosan - bosan ya... see you 😚😚😚😚
Menurut ku peran ini yang cocok untuk Alexi.. maaf kalau tidak sesuai dengan ekspetasi kalian semua nya..
dan Ini untuk Darren nya dan juga maaf kalau tidak sesuai dengan ekspetasi kalian lagi.