
*** ALEXI FERRERS POV ***
Sudah sekitar 1 minggu, saat terakhir kali aku bertemu dengan Darren. Dan hari ini kita berdua sepakat untuk ke rumah keluarganya bertemu dengan mamanya.
...
Karena hari ini aku ada urusan di restoran jadi aku meminta Darren untuk bertemu di restoran ku A&F restaurant. Sekitar 15 menit aku menunggu Darren di restoran akhirnya dia datang juga dengan mobil bugatti hitam nya.
....
Dan sepanjang perjalanan kami hanya di temani dengan suasana hening dan tak ada yang memulai pembicaraan. 30 menit sudah perjalanan ku dan Darren ke rumah orang tua nya. Dan sampailah kita di sini di depan rumah indah dan mewah. Rumah bercat putih dan dengan air mancur di depan rumah yang mengarah ke pintu utama.
Kami pun masuk dengan di sambut baik dan hangat di depan pintu dengan pelukan mama Darren. Sebenarnya aku merasa sedih, sudah lama sekali aku tak dapat merasakan pelukan hangat seorang ibu.
" ayo masuk sayang, kita mengobrol di dalam sambil minum teh " ajak mama Darren sambil menarik tangan ku.
" anak mama itu siapa sih " tanya Darren cemberut dan menatap malas mama nya.
Tapi, mama Darren tak menghiraukan sama sekali ucapan Darren. Dan masih setia menarik ku ke dalam untuk acara minum teh bersama. Darren menggerutu dan masuk ke dalam rumah dengan wajahnya di tekuk. Beberapa menit Darren pun membuka pembicaraan.
" emang mama tau siapa dia " tanya Darren sambil menunjuk ke arah ku.
" calon menantu mama kan " jawab mama Darren santai.
" Mama tau dari mana aku kan gak pernah kasih tau mama tentang ini "
" mama gitu loh.. apasih yang gak bisa mama ketahui " ucap mama Darren bangga. Aku masih terdiam mendengarkan pertengkaran anak dan ibu di depan ku ini.
Cukup lama Darren dan mamanya bertengkar karena Darren kesal dengan mamanya yang tak menghiraukannya dan lebih memilih perhatian kepada ku.
Setelah Darren dan mamanya capek bertengkar. Tante tiara (mama Darren) pun diam dan berbicara dengan serius kepada ku dan Darren.
Kalian pasti penasaran kenapa aku bisa tau nama mama Darren, ya karena sebelum ke rumah mamanya Darren memberitahu ku nama dari mamanya. Meskipun dia hanya memberitahukan nama mamanya saja setelah itu dia tak mengatakan apapun lagi. Dia sangat pelit dengan kalimat yang keluar dari mulutnya.
Tante tiara pun berbicara serius kepada ku. Sambil menatap dan memegang tangan ku. Saat melihat matanya aku benar - benar rindu dengan tatapan mama ku kepada ku yang tak jauh berbeda dengan tatapan tante Tiara kepada ku. Yaitu tatapan kasih sayang. Tante Tiara pun berkata.
" kalian harus married 1 bulan lagi dan kalian tenang saja mama yang akan urus semua keperluannya married kalian. Kalian bisa melakukan semua kegiatan kalian seperti biasanya tanpa memikirkan apapun " tutur tante Tiara panjar lebar tanpa mau di bantah.
Kita hanya mendengar dengan seksama dan menganggukkan kepala.
" ohh, ya sayang mama sampai lupa. Nama kamu siapa .. ? " tanya Tante Tiara masih memegang tangan ku.
" lah.. mama gimana sih aku kira mama udah tau.. tadi waktu aku baru dateng mama udah tau duluan kalau ini calon menantu mama dan sekarang ternyata mama gak tau nama calon menantu mama "
" kamu kan tadi gak ngasih tau mama nama calon menantu mama ini untuk yang tadi itu sebenarnya mama hanya nebak dong. Dan ternyata benar " menunjuk ke arah ku dengan masih memegang tangan ku.
" biasa nya kan mama juga selalu nyuruh orang buat ngawasin aku dan mencari tau siapapun orang yang dekat dengan ku " jawan Darren dengan memutar bola mata nya malas.
Dan pertengakaran pun tak dapat di elakkan lagi. Anak dan Ibu itu bertengkar lagi dan lagi. Dan sekarang aku tau sisi Darren yang lain yang tak pernah ia perlihatkan kepada ku bahkan bukan hanya pada ku pada semua orang tepatnya. Dan sekarang aku merasa sedikit beruntung karena aku bisa melihat sisinya yang seperti ini yang hanya ia perlihatkan kepada orang yang benar - benar dekat dengannya.
Pertengkaran yang mereka lakukan sekarang cukup lama ya, sekitar 20 menit dan akhirnya selesai. Sebenarnya ada yang ingin ku katakan tapi aku tak yakin apakah aku harus mengatakannya atau tidak. Dan setelah aku mempertimbangkannya dan aku pun memutuskan untuk memberanikan diri mengatakannya.
" Tante " panggil ku.
" i - iya ma " jawab ku gugup. Sebenarnya aku masih tak terbiasa dengan memanggil mama kepada Tante Tiara.
" Nah gitu dong itu baru benar.. dan sekarang apa kamu mau ngomong sesuatu " tanya Tante Tiara.
" boleh gak ma kalau married nya hanya ijab qabul aja gak usah pesta yang meriah " tanya ku sedikit gugup karena takut Tante Tiara tidak menyetujuinya.
" kenapa sayang, biasa nya gadis - gadis seumuran kamu gini sukanya pesta - pesta yang meriah gitu. Apa Darren yang ngancem buat gak ngerayain pernikahan ini " tanya Tante Tiara dan menatap tajam ke arah Darren. Dan Darren yang di tatap tajam oleh mama nya hanya memalingkan mukanya ke arah lain.
" gak ma dari dulu aku gak terlalu suka pesta - pesta yang meriah gitu. Dan mama tau sendirikan Darren itu orang yang terkenal di seluruh kota bahkan hampir seluruh dunia. Aku gak mau semua fans - fans Darren nyerang aku kalau mereka tau Darren menikah dengan ku " jawab ku manja kepada Tante Tiara agar Tante Tiara luluh dan mau mengabulkan permintaan ku.
" tapi, sayang "
" plesase ma tolong aku mau rumah tangga ku gak ada yang mengusik " pinta ku lagi dan mengeluarkan puppy eyes andalan ku. Setelah aku merayu Tante Tiara dengan berbagai macam cara akhirnya Tante Tiara pun mau menerima permintaan ku setelah semua jurus - jurus andalan ku semua aku keluarkan.
....
1 bulan kemudian, dan sekarang di sinilah aku. Aku sekarang berada di kamar Darren sedang merias wajah dengan perias yang sudah di sediakan oleh Tante Tiara. Dan untuk Darren dia sedang di ruang tamu yang sudah di sulap menjadi istana yang sangat indah dengan bunga mawar putih sebagai hiasannya. Dia akan bersiap - sipa untuk melakukan ijab qabul.
Meski tak banyak orang yang datang ke pesta ini dan hanya keluarga besar Darren. Untuk keluarga ku pun tak ada yang datang karena aku tak mempunyai siapa pun lagi dan hanya om ku yang aku punya. Dan om ku dia sedang ada urusan mengenai perusahaan cabang yang berada di london.
Aku masih beruntung karena aku masih sempat memberitahukan om ku mengenai pernikahan ini sebelum dia berangkat ke london. Sebenarnya om ingin sekali melihat ku menikah tapi apalah dayanya masalah di perusahaan sangatlah urgent dan harus membuat om ku terbang ke london.
Flasback on
Mansion Om Hadi (Om Alexi).
Setelah aku pulang dari mansion Darren aku langsung menuju ke mansion om ku, om yang sudah menjaga ku setelah orang tua ku meninggal.
" aku pulang " teriak ku.
" ehh... sayang kamu tumben ke sini.. apa ada masalah yang penting " tanya om Hadi.
" kok om tau sih "
" biasa nya kan kamu selalu gitu.. kalau gak ada masalah yang penting, emang kamu pernah pulang ke sini "
" Hehehe " kekeh ku setelah om Hadi berbicara seperti itu kepada ku. Dan Om Hadi hanya memutar bola matanya malas.
" emm.. sebenarnya 1 bulan lagi aku mau nikah Om " ucap ku ragu. Aku takut Om tak merestui.
" wah... benarkah selamat ya sayang " ucap Om Hadi antusias dan matanya berbinar - binar.
" Om gak marah sama aku "
" kenapa harus marah sayang, apapun keputusan kamu Om pasti dukung kamu sepenuh hati Om, jadi kamu gak usah sedih sayang karena itu adalah hari yang bahagia buat kamu.. dan Om mungkin tak bisa datang sayang masalah perusahaan sangatlah urgent di London " tutur Om Hadi antusias dan setelah itu matanya berubah sendu karena ia tak bisa datang ke pernikahan ku.
" Gak apa - apa Om, meskipun Om gak datang cukup Om merestui aku udah seneng kok " ucap ku menyemangati Om Hadi supaya ia tak sedih.
Flashback end.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers berupa like, comment dan bila perlu jadikan favorit. see you 😚😚😚😚