My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 39



\*\*\* AITHOR POV \*\*\*


Di sebuah gedung pencakar langit tepatnya di sebuah ruangan mewah duduklah seseorang pria sedang melamun, entah apa yang ada di pikirannya saat ini hingga dia tidak sadar bahwa dari tadi pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang.


Tok Tok Tok


seseorang yang mengetuk pintu tersebut sudah lama mengetuk pintu tapi merasa tak ada sahutan dari sang empu ruangan akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan itu, untuk masalah dia akan di marahi atau di bilang tidak sopan biarlah itu menjadi urusan belakangan.


" Sir " ( Tuan ) panggil William, yap orang yang mengetuk pintu dan masuk tanpa izin tersebut adalah William asisten pribadi sekaligus sekretris Darren di perusahaan.


Tiba - tiba Darren bangkit dari kursi kebesarannya dan berlalu pergi dari ruangannya, William pun dengan sigap mengejar Darren.


" Sir " ( Tuan ) panggil William dengan berteriak karena dari tadi dirinya memanggil - manggil Darren tapi Darren tak menanggapinya sama sekali dan malah mempercepat laju langkahnya


Teriakan William sangat kencang terbukti dengan Darren yang menghentikan laju langkahnya dan menoleh ke arah William yang memanggilnya dari arah belakang.


" Why ? " ( Kenapa ? ) ucap Darren lantang menanggapi panggilan William setelah dirinya memutar badan menghadap ke arah William yang berada di belakangnya.


" Where do you want to go ? These are the files that you must finish as soon as possible " ( Anda mau kemana ? Ini berkas - berkas yang harus segara anda selesaikan )


" I want to go home, you finish it alone " ( Aku mau pulang, kamu selesaikan sendiri saja ) ucap Darren final kemudian berbalik meninggalkan William begitu saja. William pun hanya bisa menghembuskan nafas kasar kemudian berbalik dan mempelajari berkas - berkas yang seharusnya di selesaikan atasannya itu dengan segera.


Tapi, William sudak tidak terkejut lagi dengan perilaku Darren yang seperti ini, karena Darren sering melakukan hal ini apalagi sewaktu masih ada Alexi yang berada di sisinya seperti waktu itu.


Flashback On.


William mengetuk pintu ruangan Darren dan masuk setelah sang empunya mempersilahkan dirinya masuk.


" This master is all the files that you have to finish, maybe tonight you will work late at the office to finish all these files " ( Tuan ini semua berkas yang harus anda selesaikan, mungkin untuk malam ini anda akan lembur di kantor untuk menyelesaikan semua berkas ini ) ucap William mengingatkan Darren agar segera menyelesaikan berkas - berkas tersebut.


Tiba - tiba handphone Darren berbunyi menandakan ada chat yang masuk, saat dia membuka chat wajahnya berbinar - binar seperti ada sesuatu yang sangat membahagiakan.


Setelah membaca isi chat tersebut Darren bangkit dari kursi kebesarannya dan mengambil jas yang tersampir di kursinya, dia buru - buru berlalu pergi meninggalkan ruangannya. tetapi sebelum Darren hendak membuka knop pintu William memanggilnya.


" Sir " ( Tuan ) panggil William, Darren menghentikan langkahnya dan menoleh ke William yang menatapnya bingung.


" You handle everything I want to go home, want to have dinner with Alexi at the mansion because he was chatting cooking my favorite food " ( Kau handle semuanya aku mau pulang, mau makan malam bareng Alexi di mansion karena dia tadi chat masak makanan kesukaanku ) terang Darren dengan mata yang berbinar - binar cerah, tanpa menunggu jawaban dari William Darren segera berlalu keluar dari ruangannya meninggalkan William dengan semua rasa marah yang berkobar di dalam dirinya karena Darren berlaku seenaknya lagi padahal berkas - berkas ini sangat penting.


Flashback End.


\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*


Hari ini aku sangat tidak fokus untuk berkeja, dan saat ini pula sudah 1 bulan Alexi pergi meninggalkanku karena kesalahpahaman kita terkahir kali.


Tiba - tiba William masuk ke ruanganku dan membuat ku terkejut, mungkin dia sudah mengetuk pintu tapi karena aku terlalu larut dalam lamunanku jadi aku tak mendengar ketukannya.


Aku segera bangkit hendak meninggalkan ruanganku tapi sebelum itu aku mengambil jasku dahulu yang tersampir di kursiku. Ku dengar William memanggilku dengan keras, mau tidak mau aku harus menghentikan langkahku karena teriakan William.


Karena moood ku yang saat ini sedang hancur akhirnya aku membentak William, tapi William tak sekalipun marah mungkin dia tahu saat ini hidupku sangat berantakan karena dia pergi meninggalkanku.


...


Sesampainya di depan mansion mommy aku bergegas turun dari mobil kemudian masuk ke dalam mansion dan mencari keberadaan mommy.


" Mommy " panggil ku dengan lantang mencari keberadaan mommy.


" Madame in the garden behind the young master " ( Nyonya di taman belakang tuan muda ) Jawab kepala asisten rumah tangga di rumah mommy.


Tanpa mengucapkan sepetah katapun bahkan sekedar berterima kasih pun tidak, aku bergegas mencari mommyku karena aku sudah sangat rindu dengan mommy.


Ternyata mommy berada di taman belakang sedang menyiram bunga - bunga yang di tanamnya sendiri. aku pun segera menghampiri mommy yang sedang asik menyirami bunga - bunga yang cantik dan warna - warni.


" Mommy " panggilku dari arah belakang. Mommy pun menoleh ke arahku berada dan tersenyum. kemudian mommy menaruh gembornya dan menghampiriku.


* Gembor adalah wadah berbentuk seperti cerek besar yang biasanya memiliki pegangan dan corong, dan digunakan untuk menyirami tanaman dengan tangan.


Aku dan mommy pun duduk bersama di gazebo sambil menikmati minuman dingin dan cemilan yang di bawakan pelayan sambil sesekali mengobrol.


" How dear, have you found it ? " ( Bagaimana sayang, apa kau sudah menemukannya ? ) tanya mommy memecahkan keheningan di antara kita berdua.


" Not yet mommy, I really miss her " ( Belum mommy, aku sangat rindu dengan dirinya ) jawabku lesu karena aku benar - benar sangat merindukannya.


Ya, Alexi pergi meninggalkanku karena kesalahpahaman terakhir kali.


Flashback On


Darren " meskipun panggilan tersebut lirih tapi masih bisa terjangkau oleh indra pendengaranku.


Aku yang dalam mode terkejut pun segera melepaskan tautan diantara diriku dengan Khatelyna. Ku lihat Alexi berdiri di ambang pintu dengan cairan bening mengalir melewati pipinya.


Cukup lama dirinya hanya termenung dan hanya melihatku dengan air mata yang setia mengalir di pipinya. Aku yang masih dengan terkejutan ku pasalnya Alexi tiba - tiba berdiri di hadapanku dengan menyaksikan hal yang tak mengenakkan ini.


Alexi pun berbalik dan dapatku lihat di sudut matanya air mata yang terus saja mengalir membasahi pipi mulusnya, dan aku sangat benci kenyataan itu bahwa akulah pembuat istri cantikku itu menangis dan bersedih.


Flashback End.


Hatiku sangat sakit jika memikirkan kejadian hari itu, dan mommy juga sudah tau semua kebenarannya dari Khatelyna yang mengancamku dan menciumku saat itu karena aku sudah menceritakan semuanya kepada mommy tanpa terlewat satupun.


Tapi sayang aku sudah terlambat karena dirinya sudah pergi meninggalkanku dan entah kemana dia pergi, sudah 1 bulan aku mencari keberadaannya tapi aku tak menemukan dimanapun keberadaannya dia bagai di telan bumi yang tak akan bisa ku temukan sampai kapanpun.


maaf ya readers aku lama banget up nya, aku benar - benar sibuk akhir - akhir ini 🙇‍♂️🙇‍♂️.


dan terima kasih yang sudah sabar dan setia menunggu kelanjutan dari novel ku ini.


see you 😚😚