
\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*
Emm like this, Mr. Matthews is fine and has passed his critical period, except that he was declared in a coma due to a collision on his head and also his right leg had a broken bone and had to be casted.
Kata - kata itu terus terngiang - ngiang di kepalaku, berputar - putar di dalamnya seakan - akan tak mau keluar dari dalam kepalaku.
Setelah mendengar ucapan dokter tersebut jantungku seketika berhenti berdetak, rasa bersalah bersarang manis di ulu hatiku semakin lama kian membesar hingga memenuhi hatiku.
Mommy Tiara masih menangis di dekapanku, aku masih terus mencoba untuk menenangkannya. Saat ini aku harus tegar setidaknya di depan Mommy Tiara.
Cukup lama Mommy Tiara menangis di dekapanku dan akhirnya dia tenang juga tapi Mommy Tiara masih sesegukan.
" Just go home, Mommy, just let Alexi take care of Darren, she's also been moved to the room " ( Mommy pulang saja ya, istirahat biar Alexi saja yang menjaga Darren, dia juga sudah di pindahkan ke ruangan inap ) Pintaku pada Mommy dan hanya di balas anggukan olehnya.
Yap, Darren memang sudah di pindahkan ke ruangan inap setelah tadi dokter mengatakan keadaan Darren lalu pergi tak lama setelah itu ia di pindahkan ke ruangan VVIP.
Aku meminta ruangan tersebut untuk kenyamanan Darren, aku ingin yang terbaik untuknya mau bagaimana pun ini juga kesalahanku dan aku akui itu aku tak mau menyangkalnya atau apapun lagi.
Saat ini Mommy Tiara duduk di sofa yang tersedia di ruangan VVIP ini, begitu juga dengan Aldrich dan Maisha yang duduk di sebelah kiriku dan Mommy tiara di sebelah kananku.
Ahh aku hampir saja melupakan kedua buah hatiku ini, aku menoleh ke arah Aldrich dan Maisha dan berkata. " Sayang kalian pulang bersama Grandma ya, Mommy akan di sini menemani Daddy "
" Iya Mom " Ucap Aldrich dan Maisha serempak.
Akhirnya Mommy Tiara, Aldrich dan Maisha pulang ke Mansion Mommy bersama supir pribadinya.
Aku mendekati ranjang Darren aku menggenggam tangannya yang bebas dari infus dan menciumnya, akhirnya air mataku luruh melihatnya yang tak berdaya seperti ini.
Tangisanku kian menjadi, aku tak kuasa menahannya. Aku menangis sampai sesegukan.
" Darren please bangun maafin aku, aku jahat banget kan bisa - bisa aku bersikap seperti itu kepada Daddy dari anak - anakku "
" Maaf aku egois banget sampai - sampai punya rencana untuk tak menerimamu lagi, kalau kamu bangun aku janji kita berempat pasti akan bersama lagi jadi please bangun ya " Racau Alexi dengan menangis dan sesegukan sambil memegang tangan Darren erat.
Aku terus menangis sampai kelelahan akhirnya aku tertidur sambil duduk di kursi sebelah ranjang Darren dan memegang tangan Darren yang bebas dari infus.
\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*
Mentari memancarkan sinarnya memasuki kamar rumah sakit membuat tidur seorang wanita cantik terusik dan akhirnya ia bangun dari tidurnya.
Alexi, yap wanita itu adalah dirinya semalam ia tertidur di kursi sebelah ranjang Darren setelah kelelahan menangis dan meratapi kesalahannya.
Kata orang penyesalan akan datang di belakang, dan Alexi percaya akan kata - kata itu seperti dirinya yang saat ini ia rasakan " menyesal di belakang. "
Alexi bangun dari tidurnya ia merasakan badannya sakit - sakit mungkin karena efek ia tidur sambil duduk dan itu tak nyaman sekali.
Alexi merenggangkan otot - ototnya yang kaku dan berkata. " Ahh badanku rasanya akan rontok "
Setelah itu ia pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan menggosok gigi, karena ia tak membawa perlangkapannya jadilah ia tak mandi.
Setelah selesai ia keluar dari kamar mandi dan segera menghubungi Marry asisten yang merangkap jadi sekretarisnya di kantor untuk sementara menghandle perusahaan dan juga membawa keperluannya ke rumah sakit.
Sudah satu minggu sejak kejadian Darren kecelakaan waktu itu dan selama satu minggu itu pula tak ada tanda - tanda Darren akan sadar dari komanya.
Alexi dan Tiara Mommy Darren selalu bergiliran untuk menjaga Darren, Saat ini giliran Alexi yang menjaga Darren dia dengan telaten mengelap seluruh badan Darren.
Saat Alexi mengelap badan Darren tiba - tiba pintu ruangan inap Darren di buka dengan sedikit kasar oleh si pelaku yang tak lain adalah Mommy Darren.
Ia seperti sedang gusar terlihat dengan jelas di wajahnya, dahinya mengkerut membuat Alexi yang melihatnya menjadi bingung.
" Mommy, why do you look like you're upset? " ( Mommy kenapa, sepertinya sedang gusar ? ) Ucap Alexi bingung melihat Mertuanya seperti itu.
Tiba - tiba dari arah belakang Tiara muncullah William dengan muka yang hampir sama dengan Tiara, dahi Alexi bertambah mengkerut tatkala matanya menangkap sosok William yang sepertinya sama saja dengan Tiara Mommy Darren.
" You two why, why are your faces like that? " ( Kalian berdua kenapa, kenapa muka kalian seperti itu ? ) Tanya Alexi yang dari tadi tak mendapat jawaban sama sekali.
" Emm like this, Madame, Mr. Darren's company is currently experiencing problems and that is because one of his enemies is making use of Mr. Darren's current coma " ( Emm begini Nyonya, perusahaan Tuan Darren saat ini mengalami masalah dan itu karena salah satu musuhnya yang memanfaatkan keadaan Tuan Darren yang sedang koma saat ini ) Ucap William menjelaskan permasalahannya.
" If the company gets into trouble for sure, when he realizes he will be disappointed because the company he leads will have problems and the company also has more than 2000 employees who risk their lives under the company. " ( Jika perusahaannya sampai mengalami masalah pasti nanti saat sudah sadar dia akan kecewa karena perusahaan yang dia pimpin akan mengalami masalah dan di perusahaan itu juga memiliki lebih dari 2000 karyawan yang mempertaruhkan hidupnya di bawah perusahaan. ) Ucap Tiara menambahkan.
Setelah mendengar penjelasannya akhirnya Alexi mengerti dan entah kenapa ia tiba - tiba mempunyai pikiran untuk memimpin perusahaan Darre sementara waktu sampai Darren sadar dari komanya.
Apakah aku harus mengatakan maksudku ? Ucap Alexi dalam hati.
" Emm like this, if I lead the company for a while can it? " ( Emm begini, jika aku yang memimpin perusahaan itu sementara waktu apakah bisa ? ) Tanya Alexi dengan takut - takut, ia takut pemikirannya di tolak mentah - mentah oleh kedua orang yang berada di depannya saat ini.
" Honey, won't it bother you? " ( Sayang, apa tidak akan merepotkanmu ? )
" Right Ma'am, Ma'am herself has her own company, will it not burden you with this problem? " ( Benar Nyonya, Nyonya sendirikan mempunyai perusahaan sendiri apakah tidak akan membebani anda dengan masalah ini ? )
" No, the company has my uncle and also Marry, so it doesn't matter to me at all " ( Tidak, di perusahaan sudah ada Omku dan juga Marry jadi tidak masalah sama sekali untukku )
Untuk Om Alexi ia sudah keluar dari rumah seminggu yang lalu dan dia juga sudah mulai kembali ke perusahaan dari kemarin.
" If you don't feel burdened, fine, then it has been decided that you will be the leader for the time being Mr. Darren's company " ( Jika anda tak merasa berbebani baiklah, jadi sudah di putuskan bahwa andalah yang akan memimpin sementara waktu perusahaan Tuan Darren ) Putus William.
" From tomorrow you will go in and lead it, tomorrow I will introduce you to all employees and shareholders as temporary leaders " ( Mulai besok anda akan masuk dan memimpinnya, besok saya akan mengenalkan anda ke seluruh karyawan dan para pemegang saham sebagai pemimpin sementara )
Semoga dengan cara ini aku akan sedikit membantu Darren.