My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
episode 3



 


AUTHOR POV


 


10 menit berlalu dan Darren juga sudah menyelesaikan makannya. Tapi, dia merasa tubuhnya berat sekali untuk beranjak dari restoran itu. Akhirnya Darren pun tak pergi dan saat Darren mengamati seisi restoran itu mata Darren terkunci kepada seorang gadis yang duduk tak jauh darinya. Gadis yang sama saat Darren makan tadi.


" bukankah itu gadis yang tadi .. ? Tanya Darren pada dirinya sendiri masih dengan menatap gadis itu.


" tatapannya masih sama seperti tadi, kosong " tanyanya lagi pada dirinya sendiri. Darren menatap insten gadis itu tanpa Darren sadari gadis itu akhirnya menatap Darren kembali.


 


ALEXI FERRERS POV


 


sudah hampir 3 jam aku berada di restoran ini, restoran italia yang biasa kami kunjungi bersama. Setelah Jennifer tadi pergi meninggalkan aku sendiri di restoran ini. Setelah ia mengatakan semua rencana perjodohan itu. Kata - kata Jennifer masih berputar - putar di kepala ku seakan - akan kepala ku adalah rumah bagi mereka. Aku benar - benar berfikir sangat keras. Sampai hampir 3 jam aku hanya melamun di tempat itu. Tapi, tiba - tiba aku merasa ada yang memperhatikan ku saat aku menolehkan kepala ku. Aku melihat ada seorang pria tampan, yang duduk tidak jauh dari ku. Ia menatap ku dengan insten. Sebenarnya aku sedikit risih dengan tatapannya kepada ku yang sangat insten itu.


" Kenapa dia menatap ku seperi itu .. ? Apa ada yang salah dengan penampilan ku atau di wajah ku ada sesuatu " gumam ku dalam hati.


Aku pun mentapnya juga tapi, dia masih menatap ku dengan insten. Dan beberapa menit kemudian aku mulai bosan hanya saling tatap dengannya. Aku pun akhirnya berdiri dan pergi dari restoran itu. Sebelum pergi aku memanggil pelayan untuk membayar bill ku.


" mi scusi, per favore fatturatemi " (permisi, tolong bill saya) panggil kepada pelayan dan meminta bill ku supaya aku bisa cepat pergi dari tempat itu.


Pelayan datang, dia memberikan bill nya kepada ku dan aku pun membayarnya setelah itu aku bergegas meninggalkan restoran itu. Tapi, sebelum aku pergi aku kembali menolehkan kepala ku kepada laki - laki yang tadi mentap ku. Ternyata dia masih sama dengan posisi tadi. Matanya tak lepas menatap ku dengan insten.


Semuanya pun selesai dan aku pergi dari restoran itu. Aku berjalan menuju lift dan sampailah aku di parkiran. Setelah aku menemukan mobil ku, aku langsung bergegas pergi meninggalkan restoran itu.


....


Rumah Alexi


30 menit perjalanan ku dari mall ke rumah dan akhirnya aku sampai juga di depan gerbang rumah ku. Aku bergegas membunyikan klakson mobil ku supaya penjaga gerbang segera membukakan pintu untuk ku.


Tin.. tin.. ( suara mobil Alexi )



Penjaga gerbang berlari untuk membukakan gerbang. Setalah gerbang terbuka aku menjalankan mobil ku masuk ke dalam garasi. Aku segera masuk karena hari ini aku benar - benar lelah sekali. Berkas di kantor menumpuk dan aku juga harus ke restoran ku untuk meeting dengan chef bryan, chef bryan adalah chef di restoran ku.


....


Mentari pagi mulai menyapaku dengan melewati rongga gorden ku yang tak tertutup rapat. Mata ku perlahan - lahan mulai terbuka akibat sinarnya mengenai mata. Aku bangun dan beranjak ke kamar mandi karena hari ini aku harus ke restoran karena ada meeting dengan chef yang ada di restoran membahas tentang menu baru yang akan di sediakan di restoran


30 menit aku bersiap - siap dan akhirnya sudah. Aku mulai berjalan keluar dari rumah menuju ke garasi.


....


15 menit sudah perjalanan ku dari rumah ke restoran. Dan sampailah aku di sini restoran peninggalan dari keluarga ku " A&F Restaurant " yang menyajikan makanan dari berbagai negara mulai dari Indonesia, italia dan masih banyak lagi.


Aku masuk ke restoran dan di sambut hangat oleh pelayan - pelayan restoran yang bekerja di bawah naungan ku. Mereka memberi tahu ku bahwa aku sudah di tunggu di ruang meeting.


" Miss, you have been waiting in the meeting room by Chef Bryan and other staff " ( nona, anda telah di tunggu di ruang rapat oleh Chef Bryan dan staf lainnya ) beritahu pelayan laki - laki itu kepada ku.


" Yes, thank you " ( ya, terima kasih ) jawab ku.


Aku pun berlalu meninggalkan pelayan itu dan bergegas ke ruang meeting karena aku sudah di tunggu. 1 jam berlalu dan meeting juga sudah selesai. Aku keluar dari ruang meeting dan duduk di kursi paling pojok dengan suguhan pemandangan padatnya lalu lintas di kota New York ini.


 


DARREN MATTHEWS POV


 


Hari ini aku sangat tidak bersemangat untuk pergi ke kantor. Sebenarnya aku sudah sampai kantor dari 30 menit yang lalu tapi, aku berubah pikiran setalah berada di dalam ruangan ku. Aku keluar untuk pergi lagi. Sebelum itu aku bicara dahulu ke sekretaris ku jeny supaya semua jadwal ku hari ini di batalkan.


" jeny, cancel all my schedules today. I want to go first. " ( jeny, batalkan semua jadwal saya hari ini. saya mau pergi dulu. ) perintah ku pada jeny sekretaris ku tanpa mau di bantah.


" Yes, Sir " ( ya, pak ) jawab jeny sopan kepada ku lalu membungkukkan badannya hormat.


Aku pun berlalu meninggalkan kantor dan pergi ke restoran A&F restaurant yang selalu ku kunjungi saat aku sedang malas aku banyak fikiran masalah pekerjaan atau yang lainnya.


Saat aku masuk, ku melihat gadis yang ku temui di restoran italia kemarin. Dia sedang duduk di bangku pojokan sambil melihat padat nya lalu lintas di New York, Amerika ini. Aku melihat dia sama seperti kemarin hanya duduk dan melamun.


Hai readers.. maaf ya kalau saya lama up nya.. saya membuat novel ini dengan instan tanpa ada cadangan. Dan terima kasih buat semuanya yang sudah mau mampir ke novel ku. Jangan bosan - bosan ya buat mampir.


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, comment dan bila perlu jadikan favorit. Apalagi comment kalian sangat berharga buat ku. Dan menjadi penyemangat serta motivasi buat ku..


Terima kasih ... see you😚😚😚